Ini season ke 2 dari Istri manja tuan Kusuma. Menceritakan anak kembar mereka, Biru dan Jingga yang telah dewasa.
Biru adalah pengusaha muda berbakat yang bersifat dingin. Tapi dia sangat hangat dan baik kepada saudara kembarnya, Jingga.
Jingga adalah gadis muda yang berusaha mewujudkan mimpinya menjadi model terkenal. Dia terlihat dingin dan acuh tak acuh, tapi sangat manja terhadap sang kakak, Biru.
Mereka selalu saling melindungi tanpa menyebar luaskan identitas mereka sebagai anak dari konglomerat.
Akankah mereka menemukan cinta yang membuat mereka menunjukkan sikap hangatnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Niat buruk Sella
Ji dan manajernya, Sella menuju ke hotel XX. Sesampainya disana, mereka langsung menuju ke restoran hotel, yang berada disekitar lobi hotel. Terlihat seorang laki-laki yang sudah berumur duduk di kursi dekat jendela.
" Ji itu dia, pak Malik. Ayo kita langsung kesana menghampiri dia! " Ji dan Sella berjalan mendekat pada pria itu
" Selamat siang pak Malik. Bagaimana kabar anda? "Sella mengulurkan tangan untuk berjabat dengan pak Malik.
" Selamat siang. silakan duduk! " pak Malik berdiri, menyambut Ji dan Sella lalu duduk kembali dan mempersilakan mereka untuk duduk juga.
" Kenalkan pak, ini Ji yang sebelumnya saya ceritakan pada pak Malik. Dia model baru. Tapi dia memiliki bakat dan saya rasa dia cocok dengan merek kosmetik milik bapak. Ji, pak Malik ini adalah direktur dari perusahaan kosmetik ternama "
Malik terus memperhatikan Ji bahkan dari ujung kepala sampai kaki.
" Gadis ini benar - benar cantik, dia terlihat dingin dan acuh tak acuh tapi memliki kepribadian yang kuat "
Ji hanya diam dan duduk dengan tenang sambil mengumpat dalam hati
" Sialan si Sella ini, dia berani mengenalkan ku pada pria hidung belang seperti ini. Aku harus bisa lepas dari mereka berdua "
" Sebaiknya kalian pesan makanan dan minuman terlebih dahulu! Baru nanti kita bicarakan masalah pekerjaan lagi "
Malik kemudian melambaikan tangan memanggil seorang pelayan restoran
" Aku pesan lemon tea ice saja " Kata Ji dengan tenang " Aku juga pesan yang sama " Sella menimpali
" Saya permisi ke toilet sebentar! "
Ji berdiri dan meninggalkan mereka menuju toilet, tapi setelah di belakang dia bersembunyi dan mengamati kedua orang itu
" Bagaimana menurut anda pak Malik? "
Sella bertanya dengan tersenyum licik
" Kamu memang pintar memilih model bagus, dia begitu cantik dan tentu saja aku tertarik padanya. Aku bisa mengamankan posisi brand ambasador asalkan dia mau menemani ku semalam saja "
Pak Malik berkata sambil tersenyum genit layaknya pria mata keranjang
" Tentu saja pak, saya pasti akan melakukan apa saja supaya bisa menjadikan model saya sebagai super model "
Sella menampilkan senyum licik saat mengatakannya kepada Pak Malik
" Aku akan menghilangkan kesombongan mu Ji. Sebagai model baru, kamu terlalu sombong " Sella bergumam dan memasukkan obat ke dalam minuman Ji
" Bagaimana caranya aku bisa lepas dari mereka? Aku harus menemukam sebuah cara! Aku harus minta bantuan dari Bi! "
Ji mengambil ponsel dan menghubungi saudara kembarnya.
" Halo, ada apa Ji? "
Terdengar suara Biru di ujung telepon setelah beberapa kali suara sambungan
" Bi, bisakah kamu membantuku? Aku memiliki masalah yang gawat "
" Ada apa? Cepat katakan! Jangan berbelit - belit! "
" Tolong selidiki perusahaan Malik. Dia bergerak dibidang kosmetik! "
" Kenapa? Apa ada masalah? " Biru mengerutkan kening mendengar permintaan Ji
" Aku butuh informasinya sekarang juga. Sella berusaha menjebakku dengan pria hidung belang itu " Terdengar suara Ji yang kesal saat berbicara
" Apa katamu? Berani - beraninya dia. Seorang manajer rendahan seperti dia berani macam - macam dengan kita! Sudah ku katakan padamu sebelumnya kalau dia itu perempuan yang licik! "
Bi begitu terkejut dan marah saat Ji memberi tahunya
" Tenanglah! Aku butuh bantuan mu untuk mencari informasi tentang dia. Dia harus di beri pelajaran hingga tak berani lagi main perempuan! Dan untuk Sella, aku ingin dia merasakan sendiri jebakan yang dia siapkan! " Kilatan kemarahan terpancar di wajah cantik Ji
" Kamu dimana? Aku akan mengirim seseorang untuk bermain dengan mu "
Bi tersenyum licik di ujung telepon
" Aku di restoran hotel XX. Aku menunggu pertunjukan dari mu "
Ji tersenyum dan merasa lega setelah menghubungi Bi kemudian menutup teleponnya..
" Sekarang aku harus mengulur waktu dengan mereka "
Ji menyeringai dan berjalan kembali ke arah Sella dan Malik
Setelah menutup telepon dari Ji, Bi menghubungi seseorang dan memintanya datang ke restoran di hotel XX
" Halo, aku punya pekerjaan untukmu. Datang ke hotel XX dan beraktinglah disana. Ada pria yang duduk dengan 2 orang wanita. Dialah sasarannya! Akan ku kirimkan bayarannya setelah kamu menyelesaikan pekerjaanmu! "
Tanpa berlama - lama Bi langsung menutup panggilan telepon itu. Kemudian dia kembali menghubungi Alex
" Halo Alex, tolong cari tahu tentang perusahaan milik Malik yang bergerak dibidang kosmetik! "
" Ada apa Bi? Kenapa tiba - tiba mencari tahu tentang perusahaan itu? "
" Jangan banyak tanya! Bawel! Kamu cari mati ya? "
" Kamu minta tolong padaku, tapi tidak ingin memberi tahu alasannya apa. Dasar pria kejam. Halo.. Halo.. Bi? "
Ich, dia ini benar pria yang menyebalkan. bagaimana aku bisa tahan berteman lama dengannya?
Alex yang geram terus saja mengumpat karema Bi menutup panggilan teleponnya begitu saja
Ji berusaha mengulur waktu hingga orang yang dikirm Bi datang kesana. Setelah beberapa lama, muncullah seseorang yang secara tiba - tiba datang menghampiri mereka
" Pak Malik, bagaimana kamu bisa duduk dengan gadis - gadis ini sedangkan kamu memiliki janji untuk pergi bersama denganku? "