NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : Seorang Pengemis

Sahabat terbaik itu seperti permen kapas. Diambil secuil gumpalannya lalu menghilang di dalam mulut. Kamu akan segera bertanya, ke mana ia sudah pergi?

Lalu ambil untuk yang kedua kalinya. Ada rasa manis yang melumeri lidahmu. Kamu akan menyukai sensasinya dan menjadikannya favoritmu. ~Andy Frederica.

**

Jreennnngg....

Mataku terbelalak kemudian.

"Tu-Tuan!"

Pria berwajah dingin itu. Pria dengan wangi bunga-bunga bermandikan air hujan. Ya, benar. Tuan Asland ada di sini. Dia tengah duduk di sofa panjang dengan penampilan yang rapi meski tidak formal.

"Tu-Tuan Asland!"

Suaraku terbata dan gemetar. Sementara di hadapanku, pria itu tengah menghunuskan tatapannya yang tajam.

"Bukannya kamu bekerja di perusahaanku? Rupanya kamu juga bekerja di sini."

Ucapannya bernada sinis seperti memikirkan hal yang aneh tentangku. Kucurigai hal aneh itu pasti berbau negatif.

"A-aku ... A-aku...." Tidak bisa kubalas perkataannya. Aku gugup sekali.

'Kenapa harus sekarang? Kenapa Tuan Asland harus berada di sini dan melihatku seperti ini?'

Tadi pagi aku berpakaian sopan dan rapi saat bertemu dengannya di perusahaan. Sekarang aku berpakaian seksi dan berada di bar pula sambil membawakan minuman beralkohol pesanannya. Perbandingan yang sangat jauh berbeda.

"Tuan Asland, a-aku...." Nampan yang kupegang ikut bergetar, imbas gemetaran tubuhku yang menjalar ke benda itu.

"Apa yang mau kamu katakan?" Ia melihatku jijik.

"A-aku ... A-aku...."

"Aku apa! Bicara yang jelas!" hardiknya tak sabar.

"Aku mau pinjam uang, Tuan," rengekku mengiba.

'Astaga! Kenapa aku bisa mengatakan ini?'

"Hah! Pinjam uang?" Sontak Tuan Asland keheranan.

Mungkin karena mencari dana untuk pinjaman uang adalah masalah terbesarku saat ini. Hingga kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku.

"Iya Tuan. Maaf, apa boleh aku pinjam uang?"

Belum sempat Tuan Asland menjawab, tanpa kusadari aku segera berlari, bersimpuh memeluk salah satu kakinya.

"Tuan, tolong pinjami aku uang. Aku butuh uang sekarang. Tolong pinjami aku uang, Tuan!"

Tuan Asland tampak tidak senang. Ia mencoba menarik kakinya. Tapi aku bertahan dan tetap bergelayutan di situ.

"Apa yang kamu lakukan? Cepat lepaskan kakiku!" bentaknya cukup kuat.

Kudongakan kepala dan memelas di hadapannya.

"Tuan, maaf kalau caraku salah. Tapi aku mohon, tolong pinjami aku uang. Mamaku sakit jantung dan harus dioperasi. Aku perlu uang untuk biayanya. Tolong bantu aku, Tuan. Aku orang yang menepati janji. Akan kucicil setiap bulannya untuk membayar utangku, Tuan."

"Hah, aku tahu gadis muda sepertimu cuma akan mengejar uang. Kamu bahkan menggunakan alasan Ibumu sakit untuk berbohong. Lepaskan aku atau akan kupanggil pihak keamanan!"

Tuan Asland masih mencoba menarik kakinya dari gelayutanku. Tapi kali ini disertai tangannya yang juga berusaha mendorong pundakku agar menjauh.

"Apa kamu tidak malu? Caramu ini sudah seperti pengemis. Lepaskan aku!"

"Tidak Tuan! Aku tidak berbohong. Mamaku memang sakit dan aku perlu uang untuk biaya operasinya. Tolong Tuan, bantu aku!"

Aku masih bersimpuh memeluk kaki Tuan Asland. Memohon, memelas, mengiba. Bahkan sudah mirip pengemis seperti katanya.

Mama, aku ingat mama. Apapun akan kulakukan untuk menyelamatkan mama. Air mataku yang awalnya tidak berniat mengalir kini satu persatu menetes di pipi.

"Tuan Asland, aku mohon! Bantulah aku!" lirihku sedih. Meski dihina aku tetap bertahan demi mama.

Pria itu rupanya tidak main-main dengan ucapannya. Ia mengambil gagang telepon yang ada di atas nakas dekat sofa. Lalu menghubungi pihak keamanan bar. Dari posisi bawah, kuangkat kepalaku untuk memastikan. Ternyata Tuan Asland benar-benar tidak menolongku.

Tiga orang petugas keamanan pun cepat datang ke ruangan tempat kami bergelut. Kutatap mereka dengan binar penuh air mata.

"Ada apa, Tuan?" tanya salah satu dari mereka.

"Tolong singkirkan gadis ini! Dia merusak ketenanganku di sini."

"Mohon maaf atas ketidaknyamanan anda. Kami akan segera membereskannya."

Dua orang dari tiga petugas tadi menghampiriku. Dengan sigap menarik paksa tanganku agar lepas dari kaki Tuan Asland.

"Tuan, tolong aku, Tuan! Aku tidak berbohong!" seruku saat dibawa keluar dari ruangan VIP.

Wajah dingin Tuan Asland yang tanpa iba melihatku diseret keluar, menghiasi pemandangan terakhir yang kulihat dari ruangan bercahaya temaram itu. Ia duduk tenang, rapi dan elegan dengan menyilangkan kaki.

'Tuan Asland,' panggilku, pilu dalam hati.

**

"Apa yang terjadi, Andy? Kenapa kamu bisa berbuat senekad itu? Kamu tahu tidak, Tuan Asland itu tamu VVVIP kita. Kamu Harus bersikap sopan padanya! Karena sikapmu tadi, kamu telah mempermalukan nama baik bar ini!"

Sammy, manajer bar sekaligus mantan pacar Yolanda memarahiku habis-habisan. Aku hanya diam. Tidak menjawab ataupun membela diri karena aku tahu aku yang salah. Sesaat kemudian Yolanda datang dan langsung memelukku yang berdiri mematung di depan mantan pacarnya.

"Sudah Sammy! Sudah! Andy lagi punya masalah berat. Makanya dia berbuat seperti itu."

"Tolong jelaskan ke Andy, Yolanda. Kalau mau utang secara pribadi boleh saja tapi jangan di jam kerja. Kita harus bersikap profesional apalagi pada tamu VIP kita!"

Aku semakin merasa tidak enak hati pada Sammy dan Yolanda. Karena aku, mereka berdua jadi bertengkar.

"Ya sudah. Nanti aku yang menjelaskan semuanya ke Andy. Tapi please, masalah ini sampai di sini saja. Sudah kelar, sudah selesai. Oke!"

Sammy menurut dan diam. Selanjutnya Yolanda membawaku ke ruangan ganti karyawan wanita. Ketika melihat cara jalanku sudah terhuyung-huyung, dipapahnya tubuhku dengan hati-hati agar tidak jatuh.

Kami berdua duduk di kursi yang ditempatkan di dekat toilet ruangan ganti karyawan wanita. Ruangan ini begitu sepi karena karyawan lain sedang sibuk bekerja sekarang. Hanya ada aku dan Yolanda saja yang menghuni tempat ini.

Kuseka air mataku dengan tisu yang diberikan oleh Yolanda. Bekas jejaknya membuat pipiku masih terasa lengket. Perlahan Yolanda membelai lembut rambutku agar aku merasa nyaman.

"Sebenarnya apa yang terjadi, Ndy?" tanyanya disela-sela menyalurkan kasih sayang.

Manik mataku tertarik ke arah gadis yang duduk di sampingku.

"Yol, kamu ingat tidak? Aku pernah traktir kamu makan bakso di warung Mpok Julaeha."

"Iya, aku ingat. Waktu itu kamu bilang dikasih uang sama orang yang habis kecopetan."

"Nah, orang yang dicopet itu rupanya pimpinan perusahaan di tempat aku kerja magang, Yol." Mimikku serius menjelaskan.

"Oh my gosh! Serius? Pasti dia orang kaya, dong. Tapi hubungannya apa sama masalah ini?" Yolanda heran.

"Tamu VIP yang tadi, itu dia orangnya, Yol."

Mulut Yolanda membulat saking tercengangnya.

"Benar, Ndy? Kamu serius?"

"Dua rius, Yol. Aku lagi tidak bercanda sekarang."

"Terus, kamu pinjam uang sama dia, gitu?"

"Iya." Rautku memelas lagi. "Awalnya aku tidak sengaja bilang mau pinjam uang. Tapi karena sebenarnya aku juga sudah putus asa, tidak tahu lagi mau pinjam uang ke mana. Akhirnya aku nekad bilang mau pinjam uang sama Tuan Asland."

"Lagian kamu pernah nolongin dia, kan? Harusnya Tuan Asland juga gantian nolongin kamu. Apalagi dia orang kaya. Uang seratus lima puluh juta pasti gampang buat dia," umpat Yolanda, sedikit kesal.

"Aku juga salah langsung peluk-peluk kakinya. Dia tidak suka makanya panggil security."

"Tunggu! Tunggu! Coba begini deh, Ndy. Besok kamu coba pinjam saja lagi sama Tuan Asland. Tapi kamu jelaskan dulu baik-baik. Mungkin dia bisa ngerti, Ndy."

"Mudah-mudahan saja ya, Yol. Tapi bagaimana besok aku ke kantor? Aku malu sekali, Yol!" rengekku sedih.

"Mending kamu tidak usah ke kantor besok. Istirahat di kos sambil mikir caranya bicara sama Tuan Asland supaya dia pinjamin kamu uang."

"Iya deh, Yol."

Mungkin ada baiknya aku menuruti saran Yolanda.

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!