NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 — Rumah Kecil di Pinggir Roma

Pagi itu suasana rumah sakit jauh lebih ramai dibanding hari sebelumnya. Liora sudah kembali aktif sejak demamnya turun total. Gadis kecil itu bahkan sibuk berlari kecil di atas ranjang sambil memeluk boneka kelincinya.

“Mama lihat! Lio sehat!”

Alya langsung panik.

“Pelan-pelan nanti jatuh!”

Liora malah tertawa geli.

Leon yang berdiri di dekat jendela tanpa sadar ikut tersenyum kecil melihat tingkah putrinya.

Perasaan hangat aneh kembali memenuhi dadanya.

Selama bertahun-tahun hidup Leon hanya berisi pekerjaan, meeting, dan rumah kosong yang sunyi.

Namun sekarang…

Hanya melihat Liora tertawa saja sudah cukup membuat harinya terasa berbeda.

Dokter masuk untuk pemeriksaan terakhir sebelum kepulangan Liora.

“Demamnya sudah benar-benar turun,” ujar dokter sambil tersenyum. “Tapi tetap jangan terlalu capek beberapa hari ke depan.”

Alya langsung mengangguk lega.

“Terima kasih, Dok.”

Begitu dokter pergi, Liora langsung bersorak kecil.

“Pulanggg!”

Kate tertawa sambil membereskan tas.

“Princess kecil seneng banget.”

“Tentu!” jawab Liora semangat. “Mau tidur sama Mimo di rumah!”

Alya menggeleng geli melihat putrinya.

Namun di tengah suasana hangat itu, pikirannya kembali gelisah.

Karena setelah keluar dari rumah sakit…

Artinya ia harus menentukan bagaimana hubungan Leon dengan Liora selanjutnya.

Dan Alya belum siap memikirkan itu.

---

Siang harinya mereka akhirnya keluar dari rumah sakit.

Cuaca Roma terlihat cerah dengan angin musim semi yang sejuk.

Liora berjalan kecil sambil menggenggam tangan Alya di satu sisi dan tangan Leon di sisi lain.

Pemandangan sederhana itu membuat beberapa orang menoleh karena mereka terlihat seperti keluarga kecil yang sempurna.

Sementara Alya justru merasa canggung setengah mati.

Namun Liora terlihat sangat senang.

“Mama nanti masak pasta ya!”

“Iya.”

“Om juga makan!”

Alya langsung menoleh cepat pada Leon.

Pria itu sedikit mengangkat alis.

“Undangan?”

Liora mengangguk cepat.

“Iya!”

Leon menatap Alya beberapa detik.

Dan entah kenapa jantung wanita itu berdetak sedikit tidak normal.

“Kalau nggak sibuk,” jawab Leon akhirnya tenang.

Liora langsung bersorak kecil seolah baru memenangkan sesuatu yang besar.

---

Mobil Kate membawa mereka kembali menuju apartemen kecil di pinggiran Roma.

Sepanjang perjalanan, Liora sibuk bercerita tanpa henti.

“Di rumah ada bunga pink!”

“Terus Mimo punya selimut kecil!”

“Dan Mama kalau pagi suka nyanyi!”

Leon mendengarkan semuanya diam-diam.

Kadang hanya menjawab singkat.

Namun tatapannya tidak pernah benar-benar lepas dari Liora.

Ia sedang mencoba menghafal semuanya.

Suara kecil anak itu.

Tawa lucunya.

Kebiasaannya menggigit sedotan saat berpikir.

Semua hal yang seharusnya sudah ia lihat sejak tiga tahun lalu.

Dan rasa penyesalan itu kembali menghantam dadanya.

---

Begitu sampai di apartemen, Liora langsung berlari kecil masuk ke dalam rumah.

“Rumaaah!”

Alya buru-buru mengejar takut anak itu jatuh.

Sementara Leon berdiri diam di depan pintu apartemen sederhana tersebut.

Tempat ini jauh lebih kecil dibanding mansion Ardian.

Namun entah kenapa terasa jauh lebih hangat.

Ada banyak tanaman kecil di balkon.

Foto-foto Liora memenuhi dinding ruang tamu.

Dan aroma bunga segar samar memenuhi udara.

Ini benar-benar kehidupan Sabrina yang tidak pernah ia tahu.

“Masuk,” ujar Alya pelan setelah sadar Leon masih berdiri di luar.

Leon masuk perlahan.

Tatapannya memperhatikan setiap sudut rumah.

Lalu matanya berhenti pada sebuah foto di meja kecil.

Foto Alya dan Liora tertawa bersama di depan toko bunga.

Senyum mereka terlihat sangat bahagia.

Dan Leon sadar…

Meski tanpa dirinya, Sabrina ternyata mampu hidup dengan baik.

Kesadaran itu terasa pahit.

“Om lihat!”

Liora tiba-tiba menarik tangan Leon menuju kamar kecilnya.

Ruangan itu dipenuhi boneka dan warna-warna pastel lembut.

“Ini tempat tidur Lio!”

Leon memperhatikan semuanya diam-diam.

Lalu tatapannya jatuh pada sebuah gambar keluarga yang ditempel di dinding.

Ada gambar Mama.

Ada Liora.

Dan ada sosok pria tinggi tanpa wajah jelas di samping mereka.

Dadanya langsung terasa aneh.

“Ini siapa?” tanya Leon pelan.

Liora tersenyum malu-malu.

“Papa.”

Tubuh Leon langsung membeku.

“Lio gambar sendiri,” lanjut anak kecil itu bangga. “Mama bilang Papa jauh.”

Leon menatap gambar itu cukup lama.

Tangannya perlahan mengepal kecil.

Karena selama tiga tahun…

Putrinya tetap menyisakan tempat untuk dirinya meski belum pernah bertemu sekalipun.

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!