NovelToon NovelToon
Sistem Keuntungan Usaha

Sistem Keuntungan Usaha

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

Setelah lelah menjalani hidup yang penuh kegagalan, Arga memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Namun, ironisnya ia tewas.

Saat membuka mata, ia kembali ke masa SMA, titik awal kehidupan buruknya. Bedanya, kini ia memperoleh Sistem Keuntungan Usaha yang membuat setiap bisnis yang berhasil memberinya hadiah melimpah.

Di kehidupan kedua ini, Arga bertekad mengubah nasib dan membangun kerajaan bisnisnya sejak masih berseragam sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Olahraga ringan (2)

Tanpa membuang waktu, kaki kanan Arga langsung berayun kencang dan mendarat tepat di area "masa depan" Hendra.

​Bugh!

​"Mampus, haha!" tawa Arga lepas.

​Hendra seketika mematung dengan mata melotot, sebelum akhirnya ambruk ke tanah sambil memegangi selangkangannya.

Ia berguling-guling di lapangan sambil berteriak kesakitan dengan suara melengking. "Arghhh...! Sakiiit...!"

​Para penonton laki-laki di jendela kelas spontan menutup mulut mereka rapat-rapat, ikut merasakan ngilu yang luar biasa.

​"Ih, kok mainnya jadi ngeri gini ya?"

"Nontonnya bikin tegang, jadi haus nih. Beli minum ke kantin dulu deh!" sahut yang lain.

​Arga kembali menggiring bola dengan santai.

Salah satu anggota tim lawan bertubuh kekar tiba-tiba muncul dari arah belakang, berniat merebut bola dengan paksa.

Namun dengan santainya, Arga menjulurkan tangan dan menarik kuat-kuat kerah bagian belakang murid tersebut hingga langkahnya terhenti total.

​"Lepasin, gila! Ini pelanggaran!" teriak murid itu frustrasi.

​"Pelanggaran dari mana? Kan tadi kesepakatannya gak ada wasit, jadi aman-aman saja!" sahut Arga sambil tersenyum lebar tanpa beban.

​Melihat Hendra yang masih di tanah dan satu temannya tertahan, Devan bangkit berdiri dengan napas memburu dan wajah dipenuhi debu tanah lapangan. Amarahnya sudah berada di puncak kepala.

​"Arga!!! Sialan kamu!" teriak Devan sambil berlari kencang ke arah Arga, berniat melayangkan pukulan fisik secara langsung di tengah permainan.

​Arga yang sudah mengantisipasi hal itu hanya tersenyum licik.

Tepat saat Devan melayangkan tinjunya, Arga dengan lincah berkelit ke samping.

Di saat yang sama, ia menjulurkan kaki kirinya untuk menjegal kaki Devan.

​Gubrak!

​Devan terjerembap ke depan dengan posisi wajah menghantam tanah terlebih dahulu.

​"Woi! Itu jelas-jelas sengaja!" teriak teman-teman Devan dari pinggir lapangan tidak terima.

​"Sengaja matamu! Gak ada wasit, bebas dong!" sahut teman-teman sekelas Arga yang kini malah mulai berani bersorak senang melihat kesombongan kakak kelas mereka dihancurkan dengan cara yang sangat memuaskan.

​Arga kini berdiri bebas di depan gawang lawan yang kosong tanpa penjagaan.

Bukannya langsung menendang bola ke dalam gawang, Arga malah mengarahkan bola tersebut ke arah Hendra yang baru saja mencoba merangkak bangun.

​Bum!

​Tendangan keras Arga mengenai punggung Hendra hingga membuat senior itu kembali tersungkur mencium rumput lapangan.

Barulah setelah itu, Arga dengan santai mendorong bola masuk ke dalam gawang yang kosong.

​"Goal! Satu-nol untuk kelas dua B!" seru Arga berlagak seperti komentator bola.

​Devan bangkit dengan sisa tenaga, napasnya tersengal-sengal dengan wajah kotor penuh tanah dan rumput yang menempel di pipinya.

Ia berjalan cepat mendekati Arga dan langsung mencengkeram kerah seragam putih Arga dengan emosi meluap-luap.

​"Kamu sengaja melakukan semua ini, kan?!" desis Devan tajam.

​Arga sama sekali tidak gentar. Ia malah mendekatkan wajahnya ke telinga Devan dan berbisik pelan dengan nada mengejek,

"Kenapa? Mau nangis dan ngadu ke Papa? Ingat ya, taruhannya dua puluh juta. Jangan lupa ditransfer malam ini juga."

​Mendengar bisikan itu, kepalan tangan Devan bergetar hebat karena menahan malu dan amarah yang luar biasa di depan ratusan pasang mata murid satu sekolah yang menonton mereka.

Hari ini, Arga tidak hanya memenangkan taruhan, tetapi juga sukses mencetak pundi-pundi uang dari kantin sekaligus menghancurkan harga diri Devan dan Hendra dan membuat mereka semakin dendam.

"Sudah jelas gak ada wasit, masih saja main ke gitu wkwk," Ucap Arga.

1
Raka Ar
sempurna 🌟
Sistem one: Terima kasih banyak😍😍😍👍pantengin terus kak
total 1 replies
Jujun Adnin
lemah
GHEAN RAKHENZA
g seru
Sistem one: Thank you kak👍
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Jujun Adnin
uang nya di buang terus
Sistem one: hehe, nanti di tabung kak/Smile/🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lanjut
Sistem one: siapp kak🙏
total 1 replies
Jujun Adnin
lagi
Jujun Adnin
ok
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣ngadepin orang kayak mereka emang harus licik🤣🤣🤣🤣
Wega Luna: mantap👍
total 2 replies
Jujun Adnin
up yang banyak
Jujun Adnin
lanjut
Zzzz: 🥳/Coffee/
total 1 replies
Gege
yoklaah Arga... putar balikkan keadaan dengan sistem milikmuuh..🤣🤭 cari Luna di laut siapa tau bikin restoran lagi..😄🤭
Sistem one: gak ada si dugong Luna di sini wkwk😂
total 1 replies
Gege
ada duyungnya engga ini Thor.. itu duyung belom di temukan lagi kah Thor..
Sistem one: sudah tamat kok yang duyung wkwk. sudah ketemu lagi di Bab bonus.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!