NovelToon NovelToon
Jalan Abadi Sang Pengembara

Jalan Abadi Sang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Wuxia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.

Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.

Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Para Jenius

​Keesokan paginya...

​Puncak Gunung Langit Timur telah dipenuhi oleh lautan manusia. Ribuan pemuda dan pemudi dari berbagai kerajaan, klan bangsawan, serta sekte-sekte besar berkumpul di pelataran utama gerbang Akademi Langit Timur.

​Semua hadir dengan satu ambisi mutlak: Lulus dan dinobatkan sebagai murid resmi akademi penguasa benua.

​Shen Yu dan Ling'er berdiri santai di tengah kerumunan. Ling'er menatap deretan istana melayang di atas awan dengan sepasang mata membelalak takjub. "Kakak... tempat ini sungguh teramat sangat indah..."

​Shen Yu mengusap kepala gadis kecil itu seraya menyunggingkan senyum tipis. "Semakin indah dan megah wujud suatu tempat, Kecil... biasanya akan semakin banyak manusia bermuka dua dan munafik yang bersembunyi di dalamnya."

​Roh Menara tertawa kecil di dalam kesadaran jiwanya. "Sudut pandang analisismu memang selalu dipenuhi oleh skeptisisme pemburu, Shen Yu."

​DUUUM! DUUUM! DUUUM!

​Dentang lonceng kuno bergema tiga kali membelah awan. Gerbang utama akademi perlahan bergeser terbuka. Sesosok pria tua berkaus jubah putih bersih melangkah keluar. Rambutnya telah memutih sepenuhnya, namun sorot mata tuanya masih setajam mata pedang yang sanggup menembus jiwa.

​"Aku adalah Tetua Xu, Penanggung Jawab Ujian Penerimaan," ucapnya dengan nada suara datar namun mengandung tekanan spiritual yang pekat. "Ujian Tahap Pertama... resmi dimulai!"

​Sreet!

​Tetua Xu melambaikan lengan bajunya. Puluhan monumen Prasasti Batu Hitam mendadak menyembur keluar dari dalam tanah. Tepat di bagian tengah masing-masing prasasti, terukir pahatan telapak tangan yang memancarkan pendaran cahaya magis.

​"Tempelkan telapak tangan kalian di sana. Prasasti Formasi Purba ini akan menilai secara mutlak tingkat bakat intrinsik, keteguhan jiwa, serta kedalaman fondasi kultivasi kalian. Bagi mereka yang tidak memenuhi kualifikasi standar... dipersilakan angkat kaki dan turun dari gunung ini!"

​Proses pengujian bertempo cepat pun dimulai.

​"Lin Fei! Bakat Tingkat Menengah—Lulus!"

"Wang Jie! Bakat Tingkat Tinggi—Lulus!"

​Sorak-sorai kepuasan dan desah penyesalan sahut-menyahut di pelataran.

​Hingga beberapa saat kemudian, giliran seorang murid elit dari Sekte Pedang Langit melangkah maju. Begitu jemarinya menyentuh prasasti... WUUUNG! Pilar cahaya berwarna ungu pekat membumbung tinggi menembus awan.

​Tetua Xu menganggukkan kepalanya puas. "Bakat Tingkat Jenius!"

​"Luar biasa! Tidak heran dia berasal dari sekte besar!" puji para peserta kagum.

​Tak lama kemudian, giliran Qin Hao melangkah maju ke depan. Pipi kanannya yang kemarin ditampar oleh Shen Yu masih membengkak samar. Saat matanya menangkap keberadaan Shen Yu di barisan belakang, sorot matanya meletuskan kilatan kebencian mutlak.

​"Tunggu saja, Bocah Cacat... Begitu pengujian bakat ini selesai, aku sendiri yang akan mempermalukan dan mencincang tubuhmu di depan umum!" batin Qin Hao geram.

​Ia menghantamkan telapak tangannya ke atas prasasti batu.

​BOOOOM!!!!!

​Pilar cahaya keemasan murni meledak liar menembus kubah langit!

​Tetua Xu menyunggingkan senyuman lebar. "Bakat Tingkat Raja!"

​Sorakan kagum bergemuruh dari seluruh sudut alun-alun. Qin Hao mengangkat dagunya tinggi-tinggi dengan penuh keangkuhan, lalu menolehkan kepalanya mencari sosok Shen Yu.

​Namun... Shen Yu yang berdiri di kejauhan justru terlihat menguap secara malas seraya membelai rambut Ling'er. "Cuma segitu saja?" gumam Shen Yu lempang.

​Qin Hao yang mendengar gumaman itu seketika mengepalkan tangannya hingga bergetar, hampir memuntahkan darah karena murka yang teramat sangat!

​Tepat pada detik itulah, suara Tetua Xu kembali memanggil nama peserta berikutnya:

​"Peserta selanjutnya... Shen Yu!"

​Hening.

​Seluruh alun-alun seketika membeku total. Ribuan pasang mata peserta, pengawal, hingga para penguji akademi dari kejauhan seketika beralih, mengunci fokus mereka lurus ke arah pemuda berpakaian jubah hitam sederhana tersebut.

​Qin Hao menyunggingkan senyuman sinis yang teramat kelam. "Silakan maju, Bocah Sombong... Mari kita saksikan seberapa menjijikkannya bakat sampah yang kaumiliki!"

​Shen Yu sama sekali tidak mengindahkan provokasi tersebut. Dengan santai, ia melangkah maju mendekati Prasasti Batu Hitam, lalu perlahan meletakkan telapak tangan kanannya di atas ukiran bercahaya.

​Qin Hao menyilangkan kedua tangannya di dada, siap meletuskan tawa ejekan.

​Satu detik... Tiga detik...

​Prasasti batu hitam itu tetap gelap tanpa menyalakan satu pun pendaran cahaya.

​Beberapa murid sekte di barisan depan mulai meletuskan tawa meremehkan.

"Hahaha! Lihat! Benda itu bahkan tidak merespons sama sekali!"

"Kupikir dia memiliki latar belakang monster karena berani menampar Qin Hao kemarin, ternyata dia hanyalah seonggok sampah tanpa bakat!"

​Qin Hao meletuskan tawa paling keras. "Hahaha! Memang dasar sampah pemimpi!"

​Namun... di dalam dimensi kesadaran Shen Yu, suara histeris Roh Menara mendadak berteriak panik:

​"Shen Yu! Tahan sirkulasi energimu! Jangan biarkan riak Kitab Dewa Abadi menyentuh prasasti itu!"

​Shen Yu tersentak, refleks berupaya menarik kembali aliran energi spiritualnya. Namun... semuanya sudah terlambat!

​WUUUUUUNGGG!!!!!

​Prasasti Batu Hitam itu mendadak bergetar hebat. Jutaan jalur retakan emas menyalar cepat di sekeliling fisiknya.

​Tetua Xu seketika terbelalak berdiri dari kursinya. "Apa?!"

​BOOOOMMMM!!!!!

​Monumen Prasasti Batu Hitam tersebut meledak hancur berkeping-keping menjadi serpihan debu! Seberkas pilar cahaya tujuh warna yang teramat agung melesat vertikal menembus langit, membelah lautan awan di atas Gunung Langit Timur dan memicu gelombang kejut yang mengguncang seluruh benteng akademi!

​Burung-burung spiritual beterbangan panik, dan seluruh peserta ujian membeku di tempat dengan rahang terjatuh. Monumen penguji bakat... hancur lebur meledak?!

​Tetua Xu menatap Shen Yu dengan raut wajah tegang dan syok berat. "Prasasti Penguji... hancur akibat densitas bakatnya?!"

​Bzzzttt!

​Di puncak terdalam benteng akademi, tiga sosok tetua purba yang sedang melakukan meditasi seketika membuka sepasang mata keemasan mereka secara serentak.

​"Riak aura keberadaan ini... telah puluhan ribu tahun tidak pernah membumi..." bisik salah satu Tetua Agung.

​Swish! Dalam satu kedipan mata, ketiga sosok tua itu melenyapkan tubuh mereka dari ruangan.

​Di alun-alun, Qin Hao mundur dua langkah dengan wajah pucat pasi tanpa darah. "Mustahil... Ini pasti hanya kebetulan konyol!"

​Shen Yu menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, menyunggingkan senyum tanpa dosa ke arah Tetua Xu. "Maafkan aku, Tetua... Aku benar-benar tidak sengaja memecahkannya."

​Tetua Xu hampir saja tersedak liurnya sendiri mendengar jawaban yang teramat santai tersebut. Namun belum sempat ia melontarkan teguran...

​Wush! Wush! Wush!

​Tiga sosok figur purba berkaus jubah keabadian mendadak termaterialisasi melayang di udara tepat di atas pelataran.

​Melihat kehadiran ketiga figur tersebut, seluruh murid dan tetua penguji seketika menjatuhkan diri berlutut penuh takzim. "Hamba memberikan salam hormat tertinggi kepada para Wakil Kepala Akademi!"

​Salah satu Wakil Kepala Akademi berambut putih melayang mendekat, menatap lurus ke arah Shen Yu. Sepasang matanya berkilat tajam, mengerahkan indra spiritualnya untuk menembus dan membedah rahasia organ dantian Shen Yu.

​Namun... tepat pada fraksi milidetik ketika persepsi asing itu hendak menyentuh tubuh Shen Yu...

​DUUUUMMM!!!!!

​Eksistensi Menara Dewa Kuno di dalam lautan kesadaran Shen Yu bergetar murka. Sebuah gelombang perisai pertahanan gaib memantulkan kembali serangan persepsi tersebut dengan kekuatan sepuluh kali lipat!

​Pufff!

​Wakil Kepala Akademi berambut putih itu seketika menderita hantaman balik yang dahsyat, terdorong mundur tiga langkah di udara seraya memuntahkan seteguk darah segar!

​***

​Seluruh pelataran Akademi Langit Timur mendadak sunyi senyap tanpa ada riak suara terkecil. Belum pernah terjadi dalam sejarah peradaban... seorang peserta ujian sanggup melukai dan memuntahkan darah Wakil Kepala Akademi murni hanya menggunakan perisai pasif di dalam tubuhnya!

​Namun, alih-alih murka, sepasang mata sang Wakil Kepala Akademi justru meletuskan kilatan kegembiraan yang luar biasa dahsyat. "Luar biasa! Sungguh sebuah benih monster yang menantang langit! Anak Muda... aku sendiri yang akan mengangkatmu menjadi Murid Pribadi Tunggalku!"

​Akan tetapi, tepat pada detik ketika Shen Yu bersiap memberikan jawaban verbal...

​Sebaris suara dingin yang sarat akan hawa pembantaian mendadak menggema memotong hukum udara dari balik lautan awan:

​"Dia... mutlak tidak memiliki kelayakan untuk diterima menjadi murid Akademi Langit Timur!"

​Wush! Wush! Wush!

​Awan di angkasa terbelah. Puluhan kapal perang penerbang milik aliansi sekte besar mendadak mengepung puncak gunung. Di atas kapal terdepan, berdiri seorang pria berkaus jubah ungu dengan lambang resmi Sekte Pedang Langit di dadanya, didampingi puluhan tetua faksi besar.

​Sepasang mata berdarah dari para ahli dunia luar itu... kini mengunci penuh ke arah sosok Shen Yu!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!