Cover by @Iqbald26
Butuh waktu untuk menyadari sebuah perasaan,bahkan tidak jarang kita terluka bahkan melukai.
Sebatas Pengganti mengajarkan kita untuk bermain rasa, menikmati sebuah kebahagiaan dari luka kecil. Sampai akhirnya kita benar-benar tau apa itu kebahagiaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Miris
Jam makan siang sudah tiba,Kirana masih membantu kedua sahabatnya untuk mengurus kafe. Dwi dan Haikal sebelumnya sudah menyuruh Kirana beristirahat,namun wanita itu sedikit keras kepala,dia bilang ingin menyibukkan diri untuk melupakan sejenak permasalahan hidupnya.
Kirana membantu tugas bartender,Kirana sangat senang ketika membuat berbagai macam jus buah,es campur dan sejenisnya,racikan tangan Kirana berhasil menarik pelanggan dan membuatnya ketagihan.
Tepat pukul 12 siang kafe Kirana kedatangan seseorang yang tidak asing, seseorang yang beberapa hari ini membuat hidupnya hancur berkeping-keping. Kevan adalah orang datang dengan seorang wanita cantik dan sepertinya bukan perempuan biasa sepertinya. Kirana merasakan sakit yang teramat,matanya mengisyaratkan kesedihan, sedangkan bibirnya tersenyum menyambut kedatangan 2 orang tersebut.
Kevan menatap wajah Kirana sejenak, setelah itu dia kembali berbicara dengan wanitanya. Perempuan itu nampak lengket dengan Kevan,dan pria itu merasa baik-baik saja dengan tingkah sang wanita.
Semua karyawan sedang sibuk melayani dan juga repot dengan pekerjaannya masing-masing,dan akhirnya Kirana yang mengantarkan menu makanan kepada dua sejoli itu,dengan dada yang sakit,air mata yang tertahan ,Kirana .Mencoba melangkahkan kakinya dan seolah tidak mengenal laki-laki yang ada dihadapannya.
"Selamat siang,Tuan dan nona,ini menunya silahkan dipesan ," ucap Kirana seolah tidak terjadi apapun,sambil menyerahkan kertas menu kepada keduanya.
Kevan sesekali menatap wajah Kirana,yang ia tahu gadis itu sedang tidak baik-baik saja,lalu Kirana membuang mukanya kesembarang arah,demi menetralkan rasa sakitnya.
"Mas,kamu mau pesan apa?," ucap sang wanita kepada Kevan
"Terserah kamu saja," sahut Kevan singkat.
"Mbak,saya pesan spaghetti bolognese dua,dan jus Mangga dua ya," ucap wanita itu menyebutkan pesanannya
"Baik nona,di tunggu sebentar," sahut Kirana langsung meninggalkan meja keduanya.
Kirana menyerahkan pesanan kedua orang tersebut pada sahabatnya, sementara Kirana langsung masuk keruangannya,rasanya dia sudah tidak tahan untuk menumpahkan air matanya.
"Tolong , proses pesanan meja no.5,aku ingin beristirahat sebentar," ucap Kirana pada Dwi
"Baiklah,wajahmu kenapa kok terlihat pucat?," tanya Dwi yang melihat raut wajah Kirana pucat Pasih
"Aku tidak apa-apa, istirahat sebentar pun nanti akan baikan." ucapnya singkat
"Apa kau mau aku buatkan makan siang?," ucap Dwi menawarkan makan siang
"Tidak perlu,aku belum lapar,aku permisi keatas dulu," sahut Kirana sambil berlalu.
Dwi memperhatikan kepergian sahabatnya,dia merasa sahabatnya menyembunyikan sesuatu,karena sebelumnya wajahnya itu nampak baik-baik saja,namun sekarang terlihat menyedihkan. Dwi membuat pesanan yang diperintahkan Kirana ,tanpa mengetahui siapa yang memesannya.
Di meja no.5 Kevan nampak sedang berdebat dengan seorang gadis yang tak lain sekertaris pribadi,dia adalah sahabatnya semasa kuliah hingga akhirnya menjadi pegawai Kevan. Namanya Larissa sejak dulu hubungan keduanya memang sangat dekat,tak jarang orang lain beranggapan kalau keduanya sepasang kekasih bahkan sepasang suami istri.
"Kenapa kita harus makan di kafe ini si?," ucap Kevan sinis
"Beberapa hari lalu kau melempar ku keluar negeri untuk mewakili dirimu,anggap saja ini bayaran untukku," sahut Larissa yang masih fokus pada hapenya.
"Kafe ini terlalu biasa untuk mu,aku bisa membawamu ke restoran mahal atau kemana pun tempat yang kau inginkan," ucap Kevan menyombongkan diri
"Tidak perlu! perutku sudah lapar,lagi pula aku baru melihat kafe ini buka,dan pelanggannya lumayan banyak,aku penasaran apa yang menyebabkan mereka datang kesini ,secara ini tempat baru,"
"Mungkin saja karena murah!," ucap Kevan menyepelekan
"Tidak masalah murah juga,yang penting rasanya enak ,"
"Sejak kapan makanan murah enak!," ucap Kevan sarkas
Tak lama kemudian pesanan keduanya datang,kali ini yang membawa pesanan itu adalah karyawan kirana.
"Silahkan,tuan dan nona," ucap pelayan yang selesai menghidangkan makanannya
"Terima kasih"
"Apa aku boleh bertanya?," ucap Larissa bertanya pada karyawan kefe
"Oh silahkan nona,apa yang ingin anda tanyakan,"
"Apa kafe ini selalu ramai seperti ini?," tanya Larissa penasaran
"Iya nona, semenjak awal pembukaan kafe ini pengunjung cukup banyak,dan bahkan kami suka kewalahan menerima pesanan," ucap pelayan menjelaskan
"Wahhh, luar biasa ya,apa yang membuat kafe ini banyak dikunjungi orang lain?," tanyanya kembali
"Kafe ini menyajikan kualitas makanan yang lezat namun dengan harga yang merakyat,selain itu pelayanan di kafe ini mengutamakan senyum,salam dan sapa. dan setiap hari Jumat kafe ini memberikan setengah harga bagi para pengunjungnya," ucap karyawan Kirana menjelaskan pertanyaan Larissa.
"Wow .. aku tambah takjub mendengarnya,orang yang mendirikan kafe ini pasti orang yang kaya raya dan murah hati,mana ada sistim seperti itu di kafe lain,pasti mereka akan merasa kerugian," ucap Larisa
"Pemilik kafe ini orang sederhana nona,dan masalah murah hati itu sudah tidak diragukan lagi," ucap pelayan yang merasa bangga menjelaskan sosok Kirana.
Kevan hanya mendengarkan percakapan keduanya,bahkan makanan yang sudah datang itu sudah hampir habis dia santap.
"Kapan-kapan aku ingin bertemu pemilik kafe itu," ucap Larissa antusias
"Baik nona,tapi sepertinya saat ini sedang tidak bisa, soalnya atasan kami sedang sakit,"
"Wah,sayang sekali ya. Yasudah lanjutkan pekerjaan mu,terima kasih atas informasinya,"
"Baik nona, sama-sama,"
"Kau bodoh Larissa, wanita yang pertama kali menemui mu dimeja ini adalah pemilik kafenya,ehh apa benar gadis itu sedang sakit?ahh tapi itu bukan urusan ku" gumam Kevan dalam hatinya.
"Apa makanannya seenak itu sampai kau sudah menghabiskannya," ucap Larissa menatap kearah piring Kevan,.
"Kau terlalu banyak bicara,jadi aku memakannya lebih dulu," ucap Kevan pada Larissa
"Bilang saja kalau enak,apa susahnya si," sahut Larissa sinis
"Kau ini berisik sekali, bukankah kau sudah tahu ,jika aku menghabiskan makanan berarti makanan tersebut enak ,jika sebaliknya berarti itu makanan sampah,yang tidak layak aku makan!," sahut Kevan sarkas
"Iya ... iya tuan besar,maafkan gadis cantik ini,karena tidak memahami mu,"
"Cihh ucapan mu menggelikan pendengaran ku saja,"
"Sudah si,akui saja,"
"Cepat selesaikan makan mu,kita harus kembali ke kantor karena akan ada meeting penting setelah ini,"
"Iya ..iya aku akan menghabiskannya dengan cepat,"
Kevan tidak merasa bersalah karena telah muncul dihadapan Kirana dengan seorang wanita,toh sejak awal dia tidak menerima pernikahannya. Berbeda dengan Kirana yang sedang menangis tersedu-sedu karena melihat Kevan bersama seorang wanita, meskipun Kevan tidak pernah menganggapnya namun bagaimanapun Kevan adalah suami Kirana,jadi wajar saja jika dia merasa terpukul dengan apa yang Kirana lihat hari ini.
"Mungkin pernikahan ini akan benar-benar berakhir," gumamnya dalam hati.
...
Like,Komen dan Vote 😉❤️