Raffi & Syila💙
Kisah cinta rumit yang di jalani dua orang remaja SMA.
Awal nya kisah mereka hanya di landasi oeh perjodohan dari orang tua mereka.
Namun siapa sangka karena perjodohan tersebut, timbul rasa cinta di hati ke dua nya.
Namun sikap dingin dan cuek Rafi mampu menutupi Rasa cinta nya kepada Syila.
bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa saja halangan dan ritangan yang di hadapi dalam mempertahankan hubungan mereka?
dan bagaimana Akhir dari kisah cinta mereka?
silahkan baca:👇
🄺🄴🅃🄾🅂 🄳🄸🄽🄶🄸🄽 🅅🅂 🄶🄰🄳🄸🅂 🄼🄰🄽🄹🄰
pemanis cerita ada di part 44 (possessive rich man 7) yah...
*Semoga kalian suka yaa...
kalau ada salah koment nya jangan pedes pedes yah😅
babay😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fithry fifhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 9
Ckitttttt
Rafi menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang tak terlalu ramai. Ia menatap syila yang sedari tadi mengoceh tidak jelas membuat konsentrasi nya buyar saat menyetir.
"Lo bisa diem ga sih? gue lagi nyetir!" ucap rafi kesal dengan mata yang menatap syila.
"Kepala aku pusing ka," ucap syila dengan kepala yang di senderkan dan kedua tangan yang memegang kepalanya.
"Siapa suruh tadi minum? gini kan jadinya!"
"Kan aku ga tau ka kalau itu wine."
"Makanya kalau minum itu lihat lihat, itu tuh klub bukan restoran. kalau mau jus atau yang lain lo harus bilang. jangan asal minum aja. bego banget sih jadi cewe!" omel rafi dengan mata tajamnya.
Syila....
gadis ini mendongak menatap menatap rafi, cukup kepalanya yang begitu pusing dan kini di tambah rafi pula yang malah memarahinya, membuat ia tambah pusing,
"Iya aku emang bego ka, aku tahu itu, jadi ga usah di jelasin lagi," jawab syila dengan nada emosi
"Kaka emang ga bisa ngertiin aku," sambung syila lirih
dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobil. sungguh rafi tidak bisa mengerti keadaannya.
"Gue harus ngertiin lo kaya gimana lagi sih? gue cape tau ngga sama sikap lo yang kekanak kanakan gini!" ucap rafi dengan nada marah yg membuat syila spontan menatap rafi dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.
"Kaka cape sama sikap aku yang kekanak kanakan? apalagi aku ka! aku juga cape sama sikap kaka yang cuek dan bodoamat an, kaka pernah berpikir ga sih gimana perasaan aku saat kaka perlakuin kaya gitu tiap hari, kaka ga tau gimana sakit nya hati aku, hati aku hancur dan rapuh ka, tapi kaka ga pernah peduli," ucap syila yang kembali mengalihkan pandangannya ke jendela dengan tangan yang menyeka kasar air bening yang entah sejak kapan keluar dari matanya,
"Kalau lo cape sama sikap gue, kenapa ga lo putusin aja hubungan ini?" Tanya rafi yang mencoba setenang mungkin, karena ia yakin minuman itu mulai bereaksi membuat gadis itu berbicara di bawah kesadaran nya,
"Kalau bisa udah aku lakuin dari dulu ka, karena kaka ga tau berapa tamparan yang sering papah kasih ke aku, saat aku minta perjodohan kita di batalin, seberapa marahnya papah saat aku nyuekin kaka, dan betapa egois nya papah yang dengan tega nyakitin aku cuman demi perjodohan dan menjaga hubungan baik dengan keluarga kaka, kaka ga pernah tau itu," ucap syila dengan air mata yang sudah bercucuran.
Sedangkan rafi, laki2 itu menatap tak percaya ke arah syila, segitu nya kah papah gadis itu memperlakukan kekasihnya.
"Maap," ucap Rafi pelan membuat Syila menatap Rafi, gadis itu tersenyum tulus dan berucap
"Ngga papa ko ka," ucap nya tulus
membuat Rafi tertegun, Syila mengangkat tangannya dan menyentuh tangan Rafi, membuat Rafi spontan menatap tangannya yang di sentuh tangan Syila.
"Aku boleh minta sesuatu?" Tanya Syila dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.
"Apa?" Tanya Rafi dengan satu alis terangkat.
"Akhirin hubungan ini ka," ucap Syila jelas.
membuat Rafi menatap gadis itu tajam, dan dengan cepat Rafi menepis kasar tangan gadis itu yang menyentuh tangannya,
"Jangan harap," ucap rafi singkat dengan posisi yang kini menghadap ke depan.
"Kenapa ka?, bukannya kaka ga suka sama perjodohan ini? lalu kenapa masih kaka pertahanin? apa mau buat aku lebih sakit hati lagi? mau aku lebih hancur lagi? iya ka? jawab ka?" Ucap Syila yang sudah tersulut emosi.
namun Rafi, laki laki itu hanya diam tak menggubris ucapan Syila.
"Ow atau jangan jangan bener kata ka Ari, kalau kaka cuman manfaatin aku doang, biar bisa ngebalesin dendam kaka ke ka Ari? secara kaka kan musuhan sama ka Ari yg notabennya kaka aku.jadi mungkin bener, aku cuman jadi alat."
"Jangan pernah lo nyebutin nama dia di depan gue!" jawab Rafi dengan rahang yang mengeras.
"Kenapa? benerkan kata kata aku? kalau kaka cuman manfaatin aku doang?"
Rafi menatap syila nyalang, sungguh-sungguh gadis ini membuat emosi nya menyulut, dan kemudian ia mengankat kedua tangannya dan mencengkram pundak Syila membuat gadis itu meringis kesakitan.
"Lo denger ya baik baik! sampai kapanpun gue ga akan pernah putusin hubungan ini, gue ga akan pernah ngebiarin lo lepas dari genggaman gue walaupun sejengkal doang, dan lo...," ucap Rafi menggantungkan omongannya, dengan mata yang menuding Syila.
"Jangan pernah berharap bisa keluar dari kehidupan gue, apalagi punya pikiran buat ngejauhin gue. lo ngerti kan, nona SYILA ANASTASYA?!" ucap Rafi dengan menekan nama kekasihnya.
dan kemudian ia melepaskan tangannya dari pundak Syila dan kembali menatap ke depan, sedangkan Syila, gadis itu diam. rasanya jantungnya kini berhenti berdetak mendengar kata kata Rafi yang begitu jelas terdengar di telinganya.
"Udah jangan bengong, lebih baik lo tidur! gue akan anterin lo pulang." ucap Rafi dengan melirik Syila sekilas.
namun gadis itu tetap saja diam di posisinya, membuat Rafi mendengus kesal.