kisah tentang seorang gadis berjilbab yang diangkat anak.hidup dengan penuh penderitaan,membiayai kuliah dengan bekerja part time sampai akhirnya selesai kuliah dan menjadi seoran guru di salah satu SMP begitu banyak cobaan hidup yang dialaminya
sehingga pada suatu hari bertemu dengan seorang pria yang akan mengubah hidupnya.
pria tersebut seorang duda mempunyai anak perempuan berusia 11 tahun.akankah Dinda bisa menerima duda tersebut dan menerima masa lalu Dinda yang tidak tau latar belakang keluarganya.
ini novel pertama ku jadi mohon maaf mungkin ada bahasa yang kurang bagus masih tahap belajar😁🙂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang receh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"9"
akhirnya tepat jam 14:00 WIB bel pulang pun berbunyi dan disambut dengan teriakan siswa yang merasa senang.
Luna pun bergegas membereskan peralatan sekolahnya memasukkan nya kedalam tas sekolahnya.
Luna pun berlari dengan cepat menuju ruang majelis guru,Luna akan menemui buk Dinda
setelah celingak-celinguk melihat kedalam majelis guru akhirnya buk Dinda keluar.
"assalamualaikum buk Dinda "sapa Luna dengan lembut.
"waalaikumsalam,Luna ada apa ya?...apa ada masalah?" Dinda sedikit kaget.
"nggak buk,Luna cuma pengin tahu rumah buk Dinda sebab luna kan banyak tertinggal pelajaran"alasan Luna dengan wajah memelas.
"rumah ibuk dekat kok dari sekolah cukup jalan kaki pas di gang sebelah sekolah"kata Dinda sambil menyebutkan nama gang dan nomor rumahnya.
"kalau gitu boleh dong Luna kerumah buk Dinda?"tanya Luna.
"boleh...tapi tempat kos ibuk sempit lun udah itu agak sempit,memang Luna mau ke kos ibuk"? tanya buk Dinda kepada Luna,karena Dinda tau siapa Luna anak orang kaya ayahnya seorang CEO.yang punya beberapa perusahaan.dinda mengetahui nya dari kepsek.
"gak apa buk Luna mau kok kain ketempat kos ibuk sekalian belajar" jawab Luna sambil tersenyum .
"ayo kita jalan keluar nanti sekolah makin sepi dan Luna di tunggu sama sopirnya"kata Dinda sambil menggandeng tangan Luna mengajaknya untuk kegerbang sekolah.
sepanjang jalan menuju gerbang sekolah Luna bercerita dengan Dinda diselingi dengan tawa dan Luna tak mau melepaskan pegangan tangan buk Dinda.
"itu kayaknya supir Luna kan?" karena cuma satu mobil itu yang disitu .
"iya buk itu pak Burhan" jawab Luna
"kalau gitu hati-hati ya Luna besok kita jumpa lagi"kata Dinda dengan senyum lembutnya.
kemudian Luna menyalami buk Dinda dan mencium tangan nya.
"buk boleh nggak Luna memeluk ibuk"kata Luna dengan wajah memohon sehingga membuat kaget Dinda.
"oh...boleh Luna"kemudian Luna langsung memeluk Dinda dengan erat tak terasa air matanya jatuh tapi cepat di sapunya supaya tak terlihat oleh dinda.
Dinda kemudian mengusap punggung Dinda dan kepala Luna yang tertutup jilbab,Luna memang tidak terlalu tinggi cuma 145 cm tinggi Luna dibandingkan dengan Dinda.
ada suatu rasa yang entah seperti apa yang dirasakan Dinda pada saat memeluk Luna yang sukar untuk diungkapkan.
kemudian Luna masuk kedalam mobilnya karena udah lama ditunggu oleh pak Burhan.
setelah masuk kedalam mobilnya Luna membuka kaca mobilnya.sambil tersenyum dan melambaikan tangan kepada Dinda yang masih berdiri di gerbang sekolah.
Dinda tersenyum lembut melihat Luna yang semakin jauh mobilnya.setelah mobil Luna tidak terlihat lagi Dinda kemudian segera pulang ketempat kosnya karena hari sudah semakin siang.
Dinda menyusuri jalan menuju tempat kosnya yang tidak jauh dari sekolah.sepanjang jalan Dinda bertegur sapa dengan warga yang ditemui.
sebelum nya Dinda akan singgah ke warung tempat dia menitipkan kue nya mengambil tempat kuenya sekalian Dinda ingin mengatakan kalau untuk kedepan nya tidak akan membuat kue lagi disebabkan kesibukan nya mengajar apalagi sekarang Dinda menjadi wali kelas tentu lebih banyak beban kerjanya.
awalnya pemilik warung kaget juga tapi setelah dijelaskan akhirnya mau juga menerima penjelasan Dinda
setelah itu Dinda meminta maaf karena tidak bisa membuat kue untuk dititipkan lagi.
kemudian setelah selesai dengan pemilik warung Dinda kemudian berjalan kearah tempat kosnya.