Adelia tidak menyangka setelah kegagalannya, dalam membina sebuah hubungan rumah tangga, sahabat semasa kuliahnya tiba-tiba saja menyatakan cinta padanya.
Meskipun awalnya ragu untuk menjalin kembali hubungan itu. tapi, sahabatnya itu bisa meyakinkan dirinya untuk kembali membina mahligai pernikahan bersamanya.
Elvano, sahabat Adelia yang mencintainya, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya, hingga akhirnya Adelia menikah dengan sahabatnya, membuat dia semakin memendam perasaan itu.
Awalnya dia mengira hubungan Adelia dan suaminya baik-baik saja, tapi setelah dia kembali dari luar negeri dia baru tau kalau pernikahan Adelia ternyata tidaklah baik-baik saja.
Cerita ini sedang dalam tahap revisi, jadi maaf kalau ceritanya masih acak-acakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @tiiam97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dukungan Mami Vano
Vano membunyikan klakson, agar security membuka gerbang rumahnya yang menjulang tinggi itu, beberapa saat kemudian gerbang mulai terbuka, dia kembali menjalankan mobilnya memasuki halaman rumahnya.
Setelah mobil berhenti, Vira segera turun dari mobil dan menyuruh pelayan untuk menurunkan barang-barang dan menyimpan barang bawaanya itu ke kamarnya. Dia memasuki rumah dan langsung menuju ke ruang keluarga dengan disusul Vano di belakangnya.
"Mi, Pi ... Vira kangen banget sama kalian," kata Vira dengan nada manja dan memeluk ke dua orang-tuanya itu bergantian.
"Akhirnya kamu sampai juga, mami kira kamu nyasar ke mana. Padahal udah lebih dari tiga jam, mami sama Papi nunggu kamu setelah kamu bilang udah turun dari pesawat," kata Dewi.
Vira yang mendengar perkataan maminya langsung mengerucutkan bibir sambil melirik Vano sinis, sementara Vano hanya duduk dengan santai, tanpa menghiraukan lirikan saudaranya itu.
"Vano tuh, Mi. Masa aku nunggu sampai satu jam di bandara dan dia cuma nungguin aku di parkiran, kan aku bawa banyak barang, jadi terpaksa harus bawa barangku yang banyak itu sendiri menuju parkiran jadi tambah lama." Adu Vira dengan merajuk ke maminya.
"Emang kamu tadi kemana sih Van? susah banget dihubungi, padahal mami udah telpon dari masih siang?" tanya Dewi pada Vano.
"Vano ada urusan dulu tadi Mi, aku cape mau ke kamar dulu ya, mau istirahat," kata Vano sambil berdiri dan bejalan menuju tangga untuk ke kamarnya.
"Kamu tidak makan malam dulu Van? biar bareng." Dewi mengerutkan keningnya karena merasa ada yang aneh pada anak laki-lakinya.
"Tidak Mi, Vano mau langsung istirahat, kalian makan duluan saja," kata Vano sambil berjalan menaiki tangga, menuju ke kamarnya.
"Kenapa sih si Vano Mi? Kok dia tumben kayak yang gak semangat gitu dan gak berdebat dengan Vira, biasanya 'kan kalau Vira ngomong pasti selalu nyahut omongan Vira," Vira menatap Dewi dengan heran, sedangkan Dewi hanya mengangkat bahunya.
"Ya udah sebaiknya kita makan malam dulu, kamu pasti udah lapar. Biar setelah ini kamu bisa istirahat" kata Dewi yang diangguki oleh Vira dan suaminya Pram.
"Iya Mi, Pi, Vira juga udah laper banget dan capek mau segera istirahat," kata Vira. Mereka pun berjalan menuju meja makan, memulai makan malam yang sudah disiapakah oleh para pelayan, setelah selesai makan, mereka langsung menuju kamar masing-masing untuk istirahat.
*****
Vano telah selesai membersihkan dirinya, dia pun merebahkan tubuhnya di kasur dan mengambil foto yang ada di nakas samping tempat tidur. Itu adalah foto dia dan Adelia, sewaktu masih kuliah dulu, dia mengusap wajah Adelia yang sedang memasang ekspresi manyun itu dengan lembut. Dipandanginya terus foto itu, hingga terdengar suara ketukan pintu dan suara Dewi yang memanggilnya.
"Van kamu udah tidur belum ... boleh mami masuk," kata Dewi dari balik pintu.
Vano pun menyimpan pigura foto itu dan membuka pintu untuk Dewi, dia mempersilakan maminya untuk masuk. Setelah Dewi masuk Vano kembali duduk di pinggir ranjang dan kembali manatap foto Adelia, Dewi yang melihat itu, mengusap bahu Vano dengan lembut.
"Bagaimana kabar Adelia?" tanya Dewi sambil mengusap kepala anak laki-lakinya itu.
"Adelia dirawat di rumah sakit Mi ... dia tadi kecelakaan jatuh dari tangga," jawab Vano dengan nada sedih yang masih mengusap foto Adelia.
Dewi yang melihat anaknya sedih, hanya bisa menghela napas pelan, dia tau seberapa besar cinta Vano pada Adelia dan seberapa sakit hatinya, saat tau wanita itu menikah dengan Dion.
Karena alasan itu pula anaknya itu sampai menerima tawaran Papinya untuk mengurus perusahaan yang ada di luar negeri dulu, untuk berusaha melupakan cintanya pada Adelia meski tetap tidak bisa.
"Apa lukanya serius?" tanya Dewi dengan nada yang lembut.
"Tidak terlalu serius Mi, hanya lebam di beberapa bagian dan di bagian kepala belakangnya, ada sobekan sedikit. Kata dokternya tidak ada luka dalam yang serius," terang Vano menatap maminya dan tersenyum.
"Syukurlah, tapi apa kamu masih belum bisa mencoba membuka hatimu untuk wanita lain?" tanya Dewi hati-hati dan menatapnya dengan serius
"Awalnya Vano mau mencobanya, Mi. tapi, setelah melihat perlakuan Dion pada Adel yang seperti itu Vano jadi ingin berusaha merebutnya dari Dion," kata Vano membuat Dewi penasaran.
"Memang apa yang Dion lakukan pada Adelia?" tanya Dewi.
"Ternyata pernikahan Adel dan Dion adalah hasil perjodohan, selama ini Dion masih menjalin hubungan dengan Zeline, Dion juga tidak memperlakukan Adel dengan baik layaknya seorang istri. Dia hanya memperlakukan Adel sebagai istri hanya disaat ada orang tuanya saja dan Vano yakin, kalau kecelakaan ini bukan karena kecerobohan Adel, Mi. Aku yakin kalau ini adalah ulah Dion," terang Vano kepada Dewi.
Vano memang dari dulu paling dekat dengan maminya, Dewi selalu jadi tempat curhatan ke-dua anaknya, Dewi selalu bisa memberikan masukan kepada anak-anaknya dan juga suaminya. Itulah kenapa, tidak ada satu rahasia pun yang bisa disembunyikan oleh anak-anak dan suaminya dari Dewi.
"Terus kenapa Dion tidak berpisah saja dengan Adel kalau dia masih mau berhubungan dengan pacarnya itu? Bukankah dengan dia seperti itu, akan menyakiti banyak pihak," kata Dewi dengan heran.
"Itu dia yang Vano gak ngerti Mi. Vano udah nyuruh Dion biar ngelepasin Adel aja, tapi Dion tidak mau lepasin Adel," kata Vano sambil menatap maminya lalu dia memegang tangan maminya dan menatap dalam maminya.
"Mi ... bolehkah kalau Vano terus berjuang untuk membebaskan Adel dari Dion, boleh kan kalau Vano mencoba mengejar Adel lagi, Vano sangat mencintainya Mi. Aku gak tega melihatnya tersiksa dengan pernikahannya itu, Mami mau 'kan mendukung Vano untuk berjuang mendapatkan Adel," kata Vano menatap maminya penuh harap.
Dewi yang melihat begitu besar cinta yang Vano miliki untuk Adelia, hanya mampu tersenyum dan berharap semoga apa yang menjadi keinginan anaknya tercapai.
"Mami pasti mendukung semua keputusan kamu, asal tidak merugikan orang lain lakukan yang terbaik. Yang menurut hatimu benar Mami hanya bisa berdoa semoga apa yang kamu harapkan bisa tercapai, semoga kebahagiaan selalu ada bersama setiap langkahmu, Nak" kata Dewi tersenyum dan mengusap punggung anaknya itu.
Vano yang mendapat dukungan dari maminya, merasa bahagia karena dia yakin, setiap langkah yang dilaluinya akan mendapat kemudahan kalau ada doa orang-tua yang menyertainya.
"Terima kasi Mi ... Mami adalah Mami terbaik yang Tuhan ciptakan untuk Vano dan Vira juga untuk Papi tentunya," kata Vano sambil memeluk maminya dengan antusias.
"Iya, sekarang kamu harus berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan calon menantu Mami," Kata Dewi sambil tersenyum dan membalas pelukan Vano samboil mengusap punggungnya
"Pasti Mi, Vano akan berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan menantu Mami," sahut Vano, lalu melepas pelukan antara mereka dengan senyuman yang menghiasi wajah tampannya, seolah bayangan awan hitam telah berganti dengan sebuah sinar mentari.
"Sekarang sebaiknya, kamu istirahat ini sudah malam. Mami juga mau ke kamar dan istirahat." Dewi kemudian berdiri dan berjalan keluar dari kamar Vano.
Semoga Tuhan selalu memberikan kemudahan dalam setiap langkahmu, Nak. Semoga saja dia memang benar-benar jodohmu seperti harapanmu, kata Mami Dewi dalam hatinya sambil menutup pintu kamar Vano dan berjalan menuju kamarnya.
hajar si Dion 🤬😡😤
biar cepat kebongkar perselingkuhan Dion
tanpa perlu Delia yg menyelesaikan nya
🎵🎵🎵🎵
Sukses bwt kk 💐😄