Sebelum membaca cerita ini, di harap kan sediakan tissu atau sejenis nya, karena novel mengandung bawang, sehinga membuat mata bisa berair.
Setelah kepergian ibu nya, Reina mengalami kepahitan dalam hidup nya, Ayah nya menikah lagi, dan ibu tirinya slalu menyiksa dirinya dengan begitu kejam, di tambah lagi Ayah nya tidak pernah membela Reina, padahal Reina adalah anak kandungnya sendiri, entah apa yang bisa membuat ayah Reina ikut membenci anak kandung nya sendiri.
karena tidak tahan dengan siksaan yang terus di lakukan oleh ibu tirinya, Reina memilih untuk kabur dari rumah, saat kabur dia malah hampir tertabrak mobil mewah.
Siapa kah yang ada di dalam mobil mewah itu?
Akankah kehidupan Reina bisa berubah menjadi kebahgian,setelah selama bertahun tahun dia hidup menderita.
Yuuk ikuti terus ceritanya, di jamin readers bakalan penasaran dengan cerita di novel ke dua saya ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi f pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#09
Dana hanya mengangguk kan kepala nya kemudian langsung berjalan keluar rumah besar keluarga Kesuma, saat Dana mau masuk ke dalam mobil, Mobil sport warna hitam masuk ke dalam pekarangan rumah mewah keluarga Kesuma.
Dana pun mengurung kan niat nya untuk masuk ke dalam mobil, karena dia tahu siapa pemilik mobil sport yang baru saja memasuki rumah bagai istana itu.
Keluar lah lelaki tampan dengan mata elang nya yang sudah menatap Dana berdiri di samping mobil nya.
" kenapa kau sudah pulang Gas, bukan nya ini masih jam kerja ya" Tanya Dana karena melihat Bagas pulang di saat jam kerja.
Bukan nya menjawab Bagas malah menatap Dana dengan tatapan tajam nya, sedang kan Raka tang berdiri di belakang Bagas hanga bisa menggeleng kan kepala nya saja tanda Dana tidak perlu bertanya seperti itu.
Ya ampun Dana, pertanyaan sangat konyol, batin Raka.
Dana yang mengerti dengan arti tatapan Raka langsung menelan saliva nya kalau di sudah salah bicara.
" Emmm...sory sory, aku lupa kalau kau pemilik perusahaan itu, bos mah bebas ya kan" ucap Dana lagi dengan polos nya.
Raka yang mendengar ucapan Dana kembali menggeleng kan kepala nya sambil memijit pangkal hidung nya yang tidak pening.
" Sudah bicara nya, aku gak butuh mendengar ucapan mu, bagaimana keadaan Reina?" ucap Bagas dengan suara datar dan langsung bertanya kondisi Reina.
" Reina sudah sadar, tapi dia masih masa pemulihan, dan Reina masih ada masa trauma ketakutan, jadi kau jangan membuat nya takut, kalau kau mau melihat diri nya, tersenyum sedikit lah, agar dia tak takut melihat wajah mu yang seram itu walau pun tampan" ucap Dana tanpa dosa.
Glek
Raka yang mendengar perkataan Dana langsung menelan saliva nya karena yakin akan ada masalah dari perkataan Dana.
Tamat lah riwayat mu Dan, batin Raka kembali.
Bagas langsung menatap Dana dengan tatapan membunuh karena mendengar ucapan Dana.Sedang kan Dana yang merasa tidak tahu apa apa hanya berdiri santai di samping mobil nya.
" Kalau kau masih mau bekerja aman menjadi dokter, kau tidak perlu mengajari ku cara bersenyum" ucap Dana langsung melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah.
Dana langsung mematung sambil memegang bibir nya yang sadar kalau dia sudah salah bicara, sedang kan Raka hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja kemudian ikut masuk ke dalam rumah besar Kesuma.
Sampai di dalam, Bagas melihat mama nya sedang naik ke lantai dua, Bagas pun langsung mengucap kan salam agar mama nya bisa tahu kalai diri nya pulang.
"Assalamualaikum Ma" ucap Bagas.
Reina yang baru menaiki beberapa anak tangga langsung membalik kan tubuh nya dan tersenyum melihat putra tunggal nya ternyata sudah pulang.
" Tumben kamu sudah pulang Gas" ucap mama Ridha yang kembali menuruni anak tangga.
" Iya Ma, Bagas ada pekerjaan lain, oia kata Dana Reina sudah sadar, sekarang dia lagi apa Ma" tanya Bagas yang penasaran.
" Ini lagi mau mama lihat Gas, tadi dia sudah makan dan minum obat, saat mama dan Dana berbicara memgenai kondisi Reina di bawah, kata Erin Reina kembali tidur, mungkin pengaruh obat yang di minum nya, dan ini mau mama lihat ke atas lagi" ucap Ridha memberi tahu.
Bagas hanya mengangguk kan kepala nya saja mendengar ucapan mama nya.
" Yasudah mama boleh lihat Reina lagi, Bagas mau ke ruang kerja dulu" pamit Bagas langsung meninggal kan mama nya.
Raka langsung mengikuti bos nya,tapi sebelum itu Raka tak lupa pamit pada nyonya besar nya.
Setelah di ruang kerja, Bagas langsung menduduk kan diri nya di kursi kebesaran nya, Sedang kan Raka berdiri di samping meja Bagas.
" Apa sudah dapat yang saya suruh kemarin" tanya Bagas langsung.
Raka yang tahu ke arah mana Bagas berbicara langsung paham dan mengangguk kan kepala nya.
" Sudah Bos, dan semua data lengkap nona Reina saya simpan di flesdis ini Bos" ucap Raka langsng menyerah kan flesdis ke bos nya.
Bagas langsung mengambil nya dan langsung memasuk kan ke laptop pintar nya yang sudah menyala sebelum nya.
Setelah beberapa menit, muncul lah data diri Reina dengan lengkap beserta foto foto Reina.
Dengan teliti Bagas membaca nya dan sesekali menyatu kan alis nya karena merasa ada yang janggal.
" Bisa kamu jelas kan?" ucap Bagas pada Raka yang masih setia berdiri di samping meja kerja Bagas.
Raka langsung mengangguk kan kepala nya.
" Nona Reina adalah anak dari Tuan Budi Kurniawan dan Nyonya Calista Kurniawan, tapi 5 tahun yang lalu Nyonya Calista Kurniawan atau ibu kandung dari Nona Reina meninggal dunia, dan meninggal nya karena kecelakan, dan dua tahun setelah ibu kandung nona Reina meninggal, tuan Budi menikah lagi dengan Nyonya Diana yang saat ini menjadi ibu tiri nona Reina, dan selama menikah dengan tuan Budi, nona Reina selalu di siksa dengan ibu dan saudara tiri nona Reina yang bernama Fransiska Putri bos, dan yang masih saya bingung kan setiap siksaan yang di lakukan oleh ibu dan saudara tiri nona Reina, tuan Budi sama sekali tidal membela atau menolong nona Reina sama sekali, dan ini masih saya selediki lagi Bos" ucap Raka menjelas kan.
" Kamu sudah lapor ke polisi mengenai kecelakaan yang menimpa ibu kandung Reina?" tanya Bagas kembali.
" Sudah Bos, tapi kata polisi, ibu nona Reina kecelakaan tunggal dan sampai saat ini tidak tahu penyebab nya dari kecelakaan itu, karena kondisi mobil bagus bos, dan dari rekaman cctv tidak ada masalah sama sekali, semua normal kalau memang kecelakan itu muni Bos" ucap Raka lagi menjelas kan.
" Baik lah sekarang kamu selidiki lebih dalam lagi tentang orang tua Reina" ucap Bagas memberi perintah pada Raka
Raka dengan sikap langsung mengangguk kan kepala nya tanda paham maksud perintah dari bos nya.
Dan aku mau kau beri pelajaran pada saudara tiri Reina, kasih dia pelajaran yang bisa buat dia terbang melayang ke atas kemudian banting dia agar dia tahu rasa nya sakit seperti yang di alami Reina" sambung Bagas lagi.
" Kau bisa memulai mencari tahu melalui saudara tiri Reina, buat dia buka mulut agar dia mencerita kan apa yang sudah di lakukan pada Reina" ucap Bagas lagi dengan nada dingin nya.
" Baik bos, kalau gitu saya permisi" ucap Raka kemudian langsung pergi meninggal kan ruang kerja Bagas.
Bagas yang masih melihat data diri Reina dan foto foto Reina dari laptop nya berfikir sejenak yang masih membuat diri nya penasaran.
Tbc.
Maaf yang jarang Up, di karena kan Author juga sedang menulis di cerita yang satu nya.
Tapi Author berjanji akan Up setiap hari ya...
Dan Author minta dukungan nya dengan Like,komen yang positif dan vote.
Kasih🌹Dan ☕ yang banyak plissss 🙏🙏
Terima kasih atas dukungan nya, author ucap kan banyak banyak terima kasih.
Love You 😊😘