Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahabat
"Ya Allah Indah kamu cantik sekali, aku benar benar gak nyangka ini kamu, udah sukses kamu sekarang"
" iya Siti, aku tadi ke rumah kami, tapi kata tetangga tetangga disana kamu pindah kesini, mereka cerita kamu di dzolimin adik adik kamu. Koq tega mereka sama kamu ya ti" ucap Bu indah sambil memegang tangan ibu.
" mungkin mereka lagi butuh uang ndah, aku ikhlas koq ndah" jawab ibu
" aku inget, bahkan kamu tu dulu gendong adek kamu yang paling kecil sambil menuntun adek kamu yang no 2. Setiap kita mainain bareng gak pernah kamu tinggal adek adek mu. Bahkan kalau kamu di kasih roti sama mamak ku, rotinya gak pernah kamu makan selalu kamu berikan ke adek mu. Tapi udah besar besar gitu koq ya tega sama mbak yu nya sendiri."
Ibu hanya tersenyum mendengar celoteh sahabat nya itu.
Bahkan sampai sekarang kedua pamanku tidak pernah datang atau menelpon sekedar menanyakan keadaan ibuku.
Tidak terasa hari sudah sore, kedua sahabat itu saling bercerita pengalaman hidup mereka, ibu menceritakan tentang ayahku kepada sahabatnya itu, begitupun sebaliknya Bu indah menceritakan suami nya ke ibu.
Bu indah memiliki rumah makan di Medan, suami nya juga merupakan kepala dinas di sebuah instansi negara. Bu indah juga memiliki 2 orang putra dan seorang putri. Ke dua putra nya sedang kuliah di universitas Indonesia di jakarta, dan putri nya masih duduk di kelas 6 SD.
"Siti, kamu harus ikut sama aku ke Medan, aku memiliki rumah makan disana, kamu bisa kerja sama aku disana." ucap Bu indah
" gak bisa ndah, anak ku saat ini sedang duduk di kelas XII sebentar lagi dia ujian. Tapi setelah anak ku lulus mungkin aku bisa ndah." ucap ibu
"oke, aku tunggu setelah cahaya lulus. Kalau kamu disini terus kamu gak akan maju Siti. Cahaya pintar dia harus berada di tempat yang tepat." ucap Bu indah.
" iya, baiklah setelah cahaya lulus aku akan ngubungi kamu ndah, semoga aku tidak merepotkan kamu ya ndah"
" apapun sih, ngerepotin apaan. Kamu gak pernah ngerepotin, kita berteman dari kita kecil aku tau kamu itu bagaimana, ya udah udh sore aku balik dulu ya, suami AQ nunggu di kota malam ini kami nginap di hotel Senayan besok kami akan melanjutkan perjalanan balek ke Medan, jangan lupa kamu ngubungin aku" ujar Bu indah
" iya, pasti." ucap ibu kepada sahabatnya dan mereka berpelukan.
Setelah Bu indah pergi, aku dan ibu beres beres warung dan menutup warung.
Di rumah ibu menanyakan padaku
" Sayang, tadi Bu indah nawarin pekerjaan untuk ibu di Medan. Tapi karena kamu masih sekolah tawaran nya ibu tolak sementara. Nanti setelah kamu tamat sekolah, ibu bisa terima tawaran nya indah jadi ibu bisa nemenin kamu kuliah disana" ucap ibu
" iya Bu, cahaya akan berusaha semaksimal mungkin biar cahaya bisa diterima di universitas negeri di Medan ya Bu" ucap cahaya
" iya sayang, dan ibu juga akan berusaha sekuat tenaga ibu agar kamu bisa mencapai cita cita mu, sekolah setinggi mungkin. Jangan seperti ibu yang bodoh yang hanya lulusan SD, sehingga kamu tidak di sepele kan orang dan bisa buat ibu bangga. liat itu anak si Siti bisa sarjana padahal ibu nya dulu cuma tukang cuci gosok" sambil ibu memperagakan ibu ibu yang sedang menggosip.
" hahhahaha" aku pun ikut tertawa melihat gaya ibu. " siapa bilang ibu bodoh?? Ibu gak bodoh koq, ibu itu pintar, kalau ibu gak pintar gak mungkin cahaya pintar. Ibu hanya mengalah demi adek adek ibu, ibu hanya mengorbankan masa depan ibu demi adek adek ibu. Ucapku sambil memeluk ibu.
Ibu pun memeluk ku dengan erat." kamu tahu cahaya, kamu itu anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada ibu. Ibu tidak pernah menyesal kalau ibu hanya lulusan SD, ibu tidak menyesal kalau ibu harus menyekolahkan adek adek ibu, dan ibu juga tidak pernah menyesal harus menikah dengan ayah mu, karena dengan semua jalan itu ibu mendapatkan kamu. Kalau semua itu tidak ibu lalui ibu tidak akan mendapatkan kamu nak. Dan semua jalan yang ibubtempuh itu tidak seberapa dengan hadiah yang di berikan Allah ke ibu." ucap ibu
" terimakasih ibuku sayang" ucapku.