NovelToon NovelToon
Saat Mantan Gendutku Berubah Tampan

Saat Mantan Gendutku Berubah Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:165.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun, Dara bertemu lagi dengan Luth, mantan pacarnya saat SMA yang dulu koma karenanya. Bukan hanya fisik sang mantan yang berubah jadi tampan, tapi ternyata, Luth juga tak mengenalinya.
"Kamu benar-benar tidak mengenaliku?" Dara menatap tak percaya.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Luth terlihat bingung.
Dara semakin merasa bersalah, karena kemungkinan Luth hilang ingatan karena benturan keras yang sampai membuat dia koma 8 tahun lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

8 Tahun Yang Lalu

"Ra, duduk sini!" Luth yang sudah lebih dulu duduk di kursi besi taman, menepuk sisi kursi sebelahnya. Ia senang sekali saat siang ini, akhirnya Dara mau kencan dengannya.

Dara yang sedang sibuk mengirim pesan pada seseorang, hanya menoleh sekilas, sama sekali tak tertarik duduk di samping Luth. Sejujurnya, ia malu jalan dengan cowok yang menurutku di bawah standar itu. Selain gemuk, Luth juga pakai kaca mata, jauh sekali dari kata tampan.

"Ra, kita pesen makanan yuk!" Luth menyalakan ponsel, membuka aplikasi pesan antar makanan. "Kamu mau apa, biar aku pesenin. Lemon squash? Atau kamu mau dimsum mentai?" Ia sudah hafal kesukaan Dara, wanita yang sangat ia cintai.

"Gak usah." Tolak Dara mentah-mentah. Ia terlihat gelisah, matanya menyapu sekitaran taman yang luas tersebut sambil mondar-mandir.

"Kenapa?"

Dara tidak menjawab. Sebenarnya ia datang ke taman ini bukan semata-mata ingin kencan dengan Luth, tapi ingin bertemu seseorang yang baru saja ia kirimi pesan. Dan beberapa saat kemudian, senyumnya mengembang melihat yang ia tunggu akhirnya datang.

Diego.

Luth membenahi posisi kaca matanya, dari kejauhan, ia bisa melihat tiga orang berseragam sekolah sepertinya, berjalan ke arah mereka.

"Gak lama kan nungguin?" tanya Diego pada Dara.

"Enggak kok, aku juga baru datang." Dara tersenyum menyambut kedatangan Diego.

"Maaf ya." Diego mengusap lembut kepala Dara.

Mata Luth melotot melihat Diego menyentuh kepala Dara. "Apa-apaan ini? " Ia langsung berdiri, lalu mendekati mereka. "Kenapa dia sentuh kamu?" Ia mengenal Diego dan kedua temannya karena mereka satu sekolah, hanya beda angkatan. Diego satu kelas di atas dia dan Dara.

Diego menatap Luth, tersenyum miring. "Ya karena, gue pacarnya."

"Maksudnya?" Luth mengernyit bingung, ia menatap Diego dan Dara bergantian. Dara pacarnya, bagaimana bisa sekarang Diego mengaku pacarnya Dara juga. "Dara itu pacar aku."

"Halu, lo. Lo pikir Dara mau, sama cowok gendut kayak lo," ejek Diego dan langsung disambut tawa teman-temannya. "Ayo, Sayang." Ia menggandeng tangan Dara, lalu mereka melangkah pergi.

"Tunggu!" teriak Luth, ia berjalan cepat, menghadang jalan mereka. "Ra, sebenarnya ada apa ini? Kenapa dia bilang kalau kamu pacarnya? Kamu pacar aku, Dara."

Diego dan kedua temannya tertawa.

Dara tampak gelisah, ada rasa bersalah dalam dirinya karena telah membohongi Luth selama ini. Selama pacaran dengan Luth, diam-diam dia juga pacaran dengan Diego.

"Dara itu pacar gue," ujar Diego. "Dia cuma pura-pura aja mau jadian sama lo biar gak diintilin mulu sama kembarannya, si Elang yang posesif itu."

Luth terperangah, beberapa saat kemudian ia menggeleng cepat. "Enggak, gak mungkin. Ra, kamu pacar aku kan?" Menatap Dara.

Dara hanya diam, tak tega untuk mengatakan kalau selama ini, ia hanya memanfaatkan Luth. Orang yang sebenar ia cintai, adalah Diego.

"Ra, jawab!" Nada suara Luth meninggi. "Kamu pacar aku, kan?" Ia mulai gelisah karena Dara tak segera menjawab.

"Elah, si gendut ini masih ngeyel." Diego tersenyum miring. "Yank, bilang sama dia, kamu pacaranya siapa? Siapa yang kamu suka, aku atau gendut ini?"

"E..." Sambil meremat jemari, Dara menatap Luth. "Aku..sukanya sama Diego, bukan kamu."

Ucapan Dara membuat Luth seketika terdiam. Dadanya sakit, seperti dihantam sesuatu yang langsung membuat jantungnya berhenti berdetak.

"Udah dengarkan! Jadi sekarang, biarin Dara pergi sama gue." Diego kembali melangkah bersama Dara.

"Gak bisa!" Luth maju, menarik tangan Dara hingga lepas dari genggaman Diego. "Kamu gak bisa pergi sama dia, Ra. Aku sudah janji pada Elang untuk jagain kamu."

"Astaga nih orang." Diego terlihat kesal. "Pergi sana, biar Dara sama gue." Dia mendorong bahu Luth hingga terjatuh.

Tapi Luth tak putus asa, ia bangun, lalu mengejar mereka.

"Ra, kamu gak boleh pergi sama dia." Dia sekali lagi menarik lengan Rara. "Aku gak akan biarin kamu pergi sama dia."

"Udah lah Luth, mending kamu pulang aja deh, biarin aku pergi sama Diego." Dara menarik lengannya lepas dari Luth.

"Gak bisa Ra. Elang tahunya kamu pergi sama aku, aku gak mungkin biarin kamu tiba-tiba pergi sama dia."

"Ribet banget sih!"

Bugh

Diego yang geram, menendang perut Luth hingga laki-laki itu tersungkur ke tanah, kaca matanya terlempar hingga beberapa meter darinya.

"Diego, jangan pakai kekerasan." Dara kasihan melihat Luth sampai jatuh.

"Itu karena dia ganggu kita. Dia gak ngebiarin kamu pergi sama aku."

Luth berusaha untuk bangun sambil memegangi perutnya yang sakit. "Kamu gak boleh pergi, Ra."

"Minta di kasih pelajaran nih anak." Diego memberi isyarat pada kedua temannya untuk menghajar Luth.

"Aaa!" Dara berteriak histeris melihat Luth dihajar oleh dua orang teman Diego. "Hentikan!"

"Biarin, biar dia tahu diri, dan gak ganggu kita lagi."

"Kasihan dia, Go. Kasihan Luth."

Dara tak kuasa melihat wajah Luth dihantam beberapa kali. Dada, perut dan kakinya, tak lepas dari tendangan mereka.

Luth tersungkur di tanah, ia hanya bisa meringkuk sambil melindungi kepalanya dan tubuhnya dari pukulan yang datang bertubi-tubi tanpa ampun. Darah keluar dari hidung dan sudut bibir.

"Cukup! Hentikan!" Dara ingin menolong Luth, tapi lengannya dicekal oleh Diego. "Berhenti!"

Alvin dan Tara tak mengindahkan ucapan Dara, mereka masih terus menghajar Luth.

Melihat Luth sudah tak berdaya, mereka akhirnya berhenti.

Diego mendekati Luth, menendangnya sekali lagi. "Bangun lo! Ini hukuman karena lo berani ganggu gua dan Dara. Awas kalau lo berani ganggu kita lagi." Ia menendang sekali lagi dengan sangat keras, sampai kepala Luth terbentur kaki kursi besi di dekatnya.

Dugh

Suaranya begitu keras, sampai Dara reflek memekik lalu berlari mendekati Luth. Ia bersimpuh di samping Luth. Dengan tangan gemetar, ia menyentuh pipi laki-laki itu.

"Luth, bangun. Bangun Luth." Ia menangis ketakutan melihat wajah Luth pucat pasi. Darah segar mengalir dari kepalanya, akibat terbentur kaki kursi.

Diego dan kedua temannya mulai panik melihat Luth tak sadarkan diri.

"Go, gimana kalau dia mati?" Alvin panik.

Diego mengusap keringat dingin di pelipisnya, nafasnya memburu, ia juga mulai ketakutan.

"Tolong! Tolong!" teriak Dara sambil menangis histeris.

Beberapa orang mulai menghampiri.

Diego dan kedua temannya langsung kabur.

Tak lama kemudian, ambulance datang, Luth dibawa ke rumah sakit.

Dara menangis sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Luth. Semua ini salahnya, harusnya dia tak beralasan mengajak Luth kencan hanya untuk bisa bebas keluar.

Tubuh Dara masih gemetaran saat Luth dibawa petugas kesehatan masuk ke dalam IGD. Ia hanya bisa berdoa supaya Luth selamat.

----------------

"Dimana anak saya, dimana Luth?" tanya Mama Sani di bagian infromasi dengan wajah cemas. Ia dan suaminya, serta kakak Luth, langsung meluncur setelah mendapatkan telepon dari rumah sakit yang mengatakan jika putra mereka menjadi korban pengeroyokan.

"Pasien atas nama Luth masih ada di IGD."

Mereka bertiga lalu lari ke arah IGD.

Mama Sani yang ingin tahu kondisi Luth langsung meringsek masuk.

"Luth!" teriaknya histeris melihat putranya terbujur tak sadarkan diri di atas ranjang dengan tubuh penuh luka.

"Tolong keluar, pasien sedang ditangani," seru salah seorang perawat.

"Mah, ayo keluar." Nuh, kakak Luth menarik lengan Mamanya agar keluar.

"Adik kamu, Nuh. Adik kamu." Sani terus menangis.

"Tolong keluar, pasien sedang ditangani." Teriak Dokter yang mulai kesal.

"Kita keluar dulu, biarkan Dokter bekerja." Papa Yusuf dengan dibantu Nuh, menarik Mama Sani keluar dari IGD.

Di luar, tangis Mama Sani pecah. Dia tak menyangka jika Luth yang pagi tadi berangkat sekolah dalam kondisi sehat, sore ini berada di IGD dengan tubuh penuh luka dan tak sadarkan diri.

Cukup lama mereka menunggu dengan cemas di luar, sampai akhirnya seorang dokter keluar.

"Bagaimanapun kondisi putra saya?" tanya Papa Yusuf cemas.

"Terjadi pendarahan hebat di kepala pasien. Dia harus segera di operasi."

Tubuh Mama Sani langsung lemas, ia hampir jatuh jika saja Nuh tidak menahan tubuhnya. Ia tak mengira jika kondisi Luth separah itu.

"Lakukan Dok, selamatkan anak saya," ujar Papa Yusuf.

Setelah menandatangani surat persetujuan tindakan, Luth dibawa ke ruang operasi.

Di depan ruang operasi, kedua telapak tangan Papa Yusuf terkepal kuat, rahangnya mengeras dan wajahnya memerah.

"Nuh, cari tahu siapa pelakunya. Buat mereka membayar mahal atas apa yang telah mereka lakukan pada Luth."

"Baik, Pah." Nuh mengangguk faham.

Setelah operasi, Luth dipindahkan ke ICU. Dokter belum bisa memberi kepastian tentang kondisi Luth karena masih harus diobservasi. Baru keesokan harinya, Dokter mengajak orang tuanya bicara.

"Mohon maaf, saya harus menyampaikan kabar yang kurang menyenangkan."

Mendengar itu, tubuh Mama Sani langsung menegang, ia mencengkeram erat lengan suaminya. "Apa yang terjadi dengan putra saya, Dok? Apa operasinya gagal?"

Dokter menghela nafas panjang sebelum akhirnya berkata. "Pasien belum sadar hingga sekarang. Dengan berat hati, saya memberi tahu jika pasien, koma."

1
SasSya
Alkhamdulilah🤲
Abinaya Albab
setelah mommy Daddy nya kakak²nya skg giliran Luth ,pasti mengurus jiwa raga & air mata ini karena Luth 11 12 dg Daddy nya 🙈
Abinaya Albab
nahhhhh kn bener Luth jadi kejam kaya' Daddy Yusuf sama Sani dlu 🙈
Sugiharti Rusli
nah kan akhirnya setelah kejadian kemaren si Dara baru notice kalo si Luth tahu kejadian dulu saat dia dihajar si Diego hingga koma, berarti si Luth sudah ga amnesia dia yah,,,
Sastri Dalila
/Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sugiharti Rusli
dan sayangnya si Dara ga berpikir saat kemaren membersihkan seharusnya dia visum dulu yah,,,
Sugiharti Rusli
apalagi saat Luth mau komplain ke manajemen hotel ternyata cctv depan kamar Dara rusak, entah betulan atau alasan mereka saja
Sastri Dalila
😅🤭🤭
Sugiharti Rusli
apalagi sejatinya si Diego mantan napi, jadi kalo dia dengan mudah memiliki akses di hotel yang milik kerabatnya itu sih
Sugiharti Rusli
kalo dari hasil penelusuran hotel itu masih milik kerabat dekat si Diego, bisa jadi memang ada yang melindunginya yah
Sastri Dalila
🤣🤣🥺🥺
Abinaya Albab
bener ih kata kak otor yg bakal 11 12 dg Daddy Yusuf Luth
Sugiharti Rusli
apalagi Dara merasa jijik karena Diego sudah berhasil melucuti pakaian dan sempat menjamahnya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi setelah melihat sendiri betapa Dara trauma berat saat hampir direnggut kehormatannya oleh si Diego,,,
Sugiharti Rusli
karena ternyata cintanya lebih besar ke Dara daripada rasa dendamnya sih
Sugiharti Rusli
sepertinya dengan kejadian ini si Luth pasti berpikir ulang tentang misinya buat bikin Dara merana nanti,,,
*Septi*
saking cemasnya Luth lupa sedang l pura pura amnesia
*Septi*
ampun lah anak nya pak Yusuf🤣
Patrick Khan
diego q tandai kau🔨🔨🔨😏nti yg kena pasti luth karna yg ngajak luth..siap2 perang
Kar Genjreng
tuh kan Luth sudah ingat sejatinya Dara
tapi ya gitu memastikan apa Dara cinta sama Luth saat ini ketika penampilan nya berbeda di banding ketika SMA ternya Anya gayung bersambut,,,maka. dari itu
Luth mengejar Mu. dan ya sedikit bikin ulah 🤣peran pembantu nya Valeri Bia,,makanya Luth percaya kalau ada Diego karena Luth sudah melihat sebelumnya,,,kayanya satpam dan pegawai hotel yang. membantu. Diego keluar sedangkan Luth sibuk meredakan ketakutan Dara,,,,ya sudah Luth ngaku saja
kalau Luth sudah ingat. sudah. keceplosan
🤭🤭 up lupa Luth bilang Diego 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!