NovelToon NovelToon
PEWARIS KEKUATAN SEJATI

PEWARIS KEKUATAN SEJATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

“Ketika aku masih menjadi Tuan Muda, kalian semua menghormatiku. Namun, setelah dantianku hancur, bahkan keluargaku sendiri menganggapku sampah.”

“Aku telah mengorbankan segalanya untuk kalian. Apakah penghinaan dan pengkhianatan ini balasan yang pantas kuterima?”

Dikhianati sekte, dihina keluarga, dan ditinggalkan orang-orang yang dicintainya, Qin Xuan kehilangan segalanya.

Namun, ketika semua orang menganggapnya tidak berguna, sebuah pagoda misterius justru memilihnya sebagai penguasa.

Mereka telah menghancurkan hidupnya. Kini, Qin Xuan akan membuktikan bahwa mereka telah meremehkan orang yang salah.

🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Ujian Pengukuhan Raja

Qin Xuan berdiri di tengah aula kuno sambil mengamati patung-patung prajurit yang menjulang di kedua sisinya. Setiap patung mengenakan zirah tebal dan menggenggam senjata berbeda.

Ada yang membawa pedang, tombak, golok, serta palu perang. Meskipun semuanya terbuat dari batu, Qin Xuan dapat merasakan tekanan samar yang terpancar dari tubuh mereka.

Perhatiannya kemudian beralih kepada patung lelaki paruh baya yang duduk di singgasana raksasa. Mahkota di kepalanya dan jubah bertabur bintang membuat sosok itu tampak seperti seorang penguasa yang sedang mengawasi seluruh aula.

Qin Xuan belum mengetahui tujuan tempat tersebut ketika suara gemuruh tiba-tiba terdengar dari belakang.

Ia segera menoleh.

Gerbang batu yang sebelumnya tertutup perlahan terbuka kembali. Seorang gadis muda melangkah masuk dengan sikap tenang. Tubuhnya dibalut zirah merah yang mengikuti bentuk tubuhnya, sementara wajahnya yang cantik menunjukkan pembawaan percaya diri.

Begitu memasuki aula, gadis itu langsung menyadari keberadaan Qin Xuan. Tatapannya memperlihatkan sedikit keterkejutan, seolah tidak menyangka ada orang lain yang berhasil mencapai tempat tersebut.

“Kau juga berhasil membuka Gerbang Para Raja?” tanyanya sambil mendekat.

Qin Xuan mengangguk. “Aku baru saja tiba. Kau tahu tempat apa ini?”

Gadis itu tidak langsung menjawab. Ia terlebih dahulu memperhatikan Qin Xuan, kemudian bertanya, “Kau berasal dari mana?”

“Kota Tianfeng.”

“Kota Tianfeng?” Gadis itu mengerutkan kening. Nama tersebut tampaknya tidak terlalu dikenalnya. “Aku berasal dari Ibu Kota Tanah Tandus.”

Qin Xuan juga belum pernah mendengar nama kota itu. Namun, melihat sikap gadis tersebut, ia menduga tempat asalnya bukan kota biasa.

“Namaku Nalan Qingcheng,” ujar gadis itu.

“Qin Xuan.”

Setelah saling memperkenalkan diri, keduanya kembali mengamati aula. Nalan Qingcheng tampak lebih tertarik pada patung-patung prajurit, sedangkan Qin Xuan masih berusaha memahami hubungan antara Gerbang Para Raja dan singgasana raksasa di hadapannya.

Tidak lama kemudian, Nalan Qingcheng berjalan menuju bagian tengah aula.

Begitu ia memasuki area tersebut, sebuah suara tua yang penuh wibawa tiba-tiba bergema dari segala arah.

“Ujian Pengukuhan Raja akan segera dimulai.”

Langkah Nalan Qingcheng terhenti. Qin Xuan juga segera mengangkat kepala, berusaha mencari asal suara tersebut.

“Peserta yang mampu bertahan selama lima belas menit akan memperoleh gelar Raja di antara generasinya.”

Qin Xuan sedikit terkejut. Namun, ia segera memahami bahwa gelar Raja yang dimaksud bukanlah Alam Raja Bela Diri, melainkan pengakuan atas kemampuan seseorang di antara para pendekar seusianya.

Sebelum keduanya sempat berbicara, enam patung prajurit di dekat Nalan Qingcheng tiba-tiba bergetar.

Retakan cahaya muncul di permukaan tubuh mereka. Batu-batu yang membentuk tubuh raksasa itu bergerak, sementara ukurannya menyusut dengan cepat hingga menyerupai manusia biasa.

Dalam sekejap, enam prajurit batu telah berdiri mengelilingi Nalan Qingcheng.

Masing-masing menggenggam senjata yang berbeda. Aura mereka berubah tajam, seolah patung-patung tersebut benar-benar hidup.

Nalan Qingcheng segera mengambil sikap bertahan. Sebuah tombak panjang berwarna perak muncul di tangannya, sementara energi yang kuat mulai mengalir dari tubuhnya.

Qin Xuan yang berdiri agak jauh langsung menyadari perbedaan kekuatan mereka.

Nalan Qingcheng sudah mencapai Alam Bintang Langit.

Kekuatan yang terpancar dari gadis itu bahkan mencapai delapan puluh gajah. Jumlah tersebut setara dengan delapan ratus banteng, jauh melampaui kekuatan Qin Xuan saat ini.

Namun, keenam prajurit batu itu sama sekali tidak menunjukkan keraguan.

Seorang prajurit yang membawa pedang bergerak lebih dahulu. Bilah senjatanya menebas dari arah kanan, sementara prajurit bertombak menyerang dari depan. Dua prajurit lainnya menyusul dari belakang, berusaha menutup jalan mundur Nalan Qingcheng.

Menghadapi serangan serentak itu, Nalan Qingcheng segera mengerahkan teknik pertahanan.

Cahaya keemasan menyebar dari tubuhnya dan membentuk sebuah lonceng besar yang melindunginya. Energi alam di sekitar aula berkumpul menuju lonceng tersebut, memperkuat permukaannya.

Qin Xuan mengenali bahwa teknik itu setidaknya berada di atas tingkat Bumi.

Dentuman keras terdengar ketika beberapa senjata menghantam lonceng emas secara bersamaan.

Permukaan lonceng langsung bergetar hebat. Retakan-retakan kecil muncul dan menyebar dengan cepat.

Hanya dalam satu tarikan napas, pertahanan itu hampir hancur.

Nalan Qingcheng menyipitkan mata. Ia tampaknya tidak menyangka serangan keenam prajurit batu tersebut begitu kuat.

Tanpa menunggu pertahanannya benar-benar runtuh, ia memutar tombak peraknya dan menyerang.

Ujung tombak menyapu ke samping, menghantam dada prajurit pembawa pedang. Pada saat bersamaan, tangan kirinya melancarkan serangan telapak yang membentuk jejak energi besar di udara.

Dua prajurit batu langsung terpental beberapa meter.

Namun, empat prajurit lainnya tidak memberinya kesempatan untuk mengejar. Sebilah golok menebas ke arah bahunya, sementara palu perang menghantam dari sisi berlawanan.

Nalan Qingcheng segera menarik tombaknya untuk menangkis.

Benturan keras membuat lantai aula bergetar.

Qin Xuan memperhatikan pertarungan tersebut dengan saksama. Meskipun Nalan Qingcheng memiliki kekuatan delapan puluh gajah, keenam prajurit batu itu mampu bekerja sama dengan sangat baik. Serangan mereka datang silih berganti, membuat gadis tersebut sulit memperoleh kesempatan menyerang dengan bebas.

Ujian ini ternyata tidak mudah.

Qin Xuan mulai memahami mengapa peserta harus bertahan selama lima belas menit, bukan sekadar mengalahkan lawan.

Ketika ia masih mengamati pertarungan Nalan Qingcheng, enam patung prajurit lain di sisi aula tiba-tiba bergerak.

Tubuh mereka menyusut hingga seukuran manusia, lalu melangkah menuju Qin Xuan.

Sebuah suara kembali bergema, menyatakan bahwa ujiannya juga telah dimulai.

Qin Xuan segera mengalihkan perhatian.

Berbeda dengan lawan Nalan Qingcheng, keenam prajurit yang menghadapinya berada di Alam Bela Diri Sejati.

Namun, kekuatan masing-masing telah melampaui delapan puluh satu banteng, yaitu batas Sembilan-Sembilan atau tingkat kekuatan kesembilan dalam sistem sembilan tingkatan.

Qin Xuan memiliki kekuatan sembilan puluh sembilan banteng. Meskipun lebih kuat daripada setiap lawan secara terpisah, ia tidak berani meremehkan mereka.

Prajurit pembawa palu bergerak lebih dahulu. Ia melompat maju dan mengayunkan senjatanya dari atas kepala, mengarahkannya tepat ke tubuh Qin Xuan.

Qin Xuan mengangkat tinjunya dan menghantam palu tersebut.

Benturan keras membuat prajurit batu itu terpental ke belakang.

Namun, sebelum Qin Xuan sempat menarik tangannya, prajurit pembawa golok sudah menyerang dari samping.

Qin Xuan segera merapatkan dua jarinya, lalu mengalirkan energi hingga membentuk serangan menyerupai pedang.

Jari-jarinya menghantam sisi golok dan meneruskan serangan ke tubuh prajurit tersebut.

Prajurit batu itu ikut terpental.

Dua lawan berhasil dipukul mundur dalam waktu singkat. Akan tetapi, empat prajurit lainnya telah bergerak mengelilinginya.

Sebuah tombak menusuk dari depan, sementara pedang panjang menyambar dari sisi kanan. Pada saat yang sama, dua serangan lain datang dari belakang dan kiri.

Qin Xuan berusaha menghindar, tetapi ruang geraknya sudah tertutup.

Ia berhasil mengelakkan tusukan tombak dari bagian dada. Namun, ujung senjata itu tetap menggores tubuhnya. Serangan pedang berikutnya mengenai sisi tubuhnya, sedangkan dua pukulan dari arah lain membuatnya kehilangan keseimbangan.

Darah segera merembes dari beberapa luka di tubuhnya.

Qin Xuan terdorong mundur beberapa langkah. Dadanya terasa sesak akibat benturan bertubi-tubi, dan darah hampir menyembur dari mulutnya.

Ia segera menstabilkan pijakan sambil mengatur aliran energi dalam tubuhnya.

Luka-luka tersebut tidak terlalu dalam, tetapi cukup untuk membuatnya memahami bahaya yang sedang dihadapi.

Keenam prajurit batu itu bukan lawan yang dapat dikalahkan hanya dengan mengandalkan keunggulan kekuatan.

Qin Xuan menatap mereka dengan wajah serius.

Di hadapannya, para prajurit kembali mengangkat senjata dan mulai bergerak maju.

......................

Bersambung...

1
ibarumbung
karya yang bagus
Otna Forever: wauw mksih bosku 🙏
total 1 replies
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Jujun Adnin
lagi
syarif ibrahim
lanjut menjadi kuat dan bisa buat pil tingkatan tertinggi💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Maju terus 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Gege Mas
gasss Thor..10k kata sekali update...
Otna Forever: Asiaaaaap, bentar bosku 🙏
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🌽🔥
Adek Darmansyah
Gasss up ny thor
Otna Forever: Asiaaaaap nti bntar aku up lagi 🙏
total 1 replies
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Taktik jitu🌽🔥
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!