NovelToon NovelToon
Pedang Abu Nirwana

Pedang Abu Nirwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Memasuki sore hari pertama di dalam Hutan Kabut Darah, langit di atas kanopi pepohonan raksasa berwarna merah tua bagaikan diselimuti mendung darah abadi.

Begitu melewati celah gerbang kabut hutan, lima ratus murid Sekte Awan Biru langsung berpencar ke berbagai penjuru untuk mencari tanaman obat roh dan menghindari binatang buas tingkat tinggi.

Namun, Lin Xuan yang berjalan tenang menyusuri jalur menuju bagian tengah hutan—tempat beradanya Rawa Tulang Hitam—sadar sepenuhnya bahwa sejak setengah jam yang lalu, belasan pasang mata yang memancarkan niat membunuh telah membuntutinya dari balik pepohonan.

Ketika langkah kaki Lin Xuan berhenti di tengah hamparan tanah terbuka yang dikelilingi pohon-pohon mati di tepi Rawa Tulang Hitam, ia berkata datar tanpa menoleh:

"Sudah mengikuti sejauh tiga puluh mil sejak pintu masuk hutan, bukankah kalian lelah bersembunyi seperti tikus?"

Srak! Srak! Srak!

Suara tawa dingin langsung menggema dari segala penjuru hutan.

Dua belas sosok melompat turun dari dahan-dahan pohon raksasa, mengepung Lin Xuan dalam formasi lingkaran yang rapat. Enam orang di antaranya mengenakan pakaian murid dalam Puncak Ketiga Sekte Awan Biru yang berada di Alam Pembukaan Meridian Lapis Sembilan, sedangkan enam orang lainnya mengenakan jubah hitam bertopeng kelelawar merah—algojo elit Sekte Darah Langit yang juga berada di puncak Lapis Sembilan!

Pemimpin rombongan murid dalam Puncak Ketiga—Murid Senior Chen, seorang pendekar tombak berusia dua puluh dua tahun—melangkah maju sambil menyeringai buas.

"Lin Xuan, kau benar-benar punya nyali besar berani berjalan sendirian ke Rawa Tulang Hitam tanpa pengawal!" ejek Murid Senior Chen sambil mengangkat tombak bajanya. "Tuan Muda Tianhao sedang menunggu di Lembah Teratai di depan sana, dan beliau memerintahkan kami berdua belas untuk memotong kedua kakimu terlebih dahulu sebagai hadiah pembuka!"

Salah satu algojo Sekte Darah Langit di sampingnya ikut tertawa parau. "Bocah, kau sudah membunuh Utusan Xue milik sekte kami di Kota Awan Merah bulan lalu. Hari ini di Hutan Kabut Darah tidak ada kakek tua Puncak Kesembilan yang bisa melindungimu! Serahkan nyawamu dan artefak tungku di tubuhmu sekarang!"

Lin Xuan menyapu pandangan ke arah dua belas kultivator Pembukaan Meridian Lapis Sembilan yang mengepungnya.

Tidak ada sedikit pun kepanikan di wajah pemuda berusia enam belas tahun itu. Sebaliknya, tangan kanannya perlahan terangkat memegang gagang Pedang Abu Hitam di punggungnya.

"Tadinya aku berpikir harus repot-repot mencari kalian satu per satu di hutan seluas ini," ucap Lin Xuan dengan suara tenang namun membuat suhu di sekitar Rawa Tulang Hitam mendadak turun drastis. "Tidak kusangka Lin Tianhao dan Sekte Darah Langit begitu baik hati mengirimkan dua belas kantong batu roh dan bahan kultivasi langsung ke hadapanku."

"Sombong sekali! Serang bersama-sama, cincang dia!"

BOOOOM!

Dua belas kultivator Lapis Sembilan itu tidak berani meremehkan catatan pertarungan Lin Xuan. Mereka langsung melepaskan serangan terkuat mereka secara serempak dari dua belas arah—enam tombak Qi tajam dan enam rantai darah beracun melesat mengurung seluruh ruang di sekitar tubuh Lin Xuan!

Namun tepat pada detik serangan gabungan itu hendak menghantamnya—

Sepasang mata Lin Xuan menyala kelabu keemasan. Kesembilan meridian utama di tubuhnya meraung serempak, melepaskan aura Pembukaan Meridian Lapis Sembilan Puncak yang berkali-kali lipat lebih dahsyat daripada para penyerangnya!

CRINGGG!

Pedang Abu Hitam terhunus, membawa gelombang Niat Pedang Abu Lapis Pertama Sempurna yang menyapu seluruh Rawa Tulang Hitam bagaikan badai kematian purba!

"Seni Pedang Abu Nirwana — Badai Abu Penghapus Langit!"

SLASH! SLASH! SLASH! BOOOOM!

Lingkaran gelombang pedang berwarna abu-abu kehitaman meledak keluar dari tubuh Lin Xuan ke segala arah!

Enam tombak baja dan enam rantai darah milik kedua belas pengeroyok itu hancur berkeping-keping di udara pada detik pertama! Pada detik kedua, bayangan tubuh Lin Xuan berkelebat secepat kilat menembus barisan mereka satu per satu!

"A-apa?! Dia juga sudah mencapai Lapis Sembilan Puncak?! Dan Niat Pedang ini—Aaaarghhh!"

Jeritan ketakutan dan keputusasaan pecah bersahut-sahutan di tepi rawa. Di hadapan Lin Xuan yang kini berada di tingkatan yang sama dengan mereka ditambah penguasaan Niat Pedang Sempurna, kedua belas kultivator Lapis Sembilan itu bahkan tidak sanggup menahan satu ayunan pedang pun!

Buk! Buk! Buk!

Dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, sebelas jasad telah tumbang bersimbah darah di atas tanah rawa, hanya menyisakan Murid Senior Chen yang jatuh berlutut dengan kedua lengan terputus dan wajah pucat pasi bagaikan melihat iblis pencabut nyawa!

Lin Xuan berdiri di hadapan Murid Senior Chen dengan ujung Pedang Abu Hitam menempel di tenggorokan pemuda itu.

"Katakan," suara Lin Xuan terdengar datar tanpa sedikit pun gejolak emosi, "di sebelah mana Lin Tianhao dan sisa anjing Sekte Darah Langit bersembunyi saat ini?"

Di tengah hutan yang diselimuti kabut merah darah, pemburu kini telah resmi berubah menjadi buruan!

1
Ozzy aljokery
mantappp ..,lanjutkan
Ozzy aljokery
korban pertama dari pedang Abu Hitam
Ozzy aljokery
semoga tidak Hiatus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!