NovelToon NovelToon
Salah Balas Dendam

Salah Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Dea, alias Althea Twina Darmawan, tumbuh sebagai anak angkat yang kehilangan kasih sayang setelah ibu angkatnya melahirkan anak kandung. Terbiasa disalahkan, ia memilih mengabdikan hidupnya sebagai dokter.

Namun, hidupnya berubah ketika Linjaryani, calon istri Elden Zarreti, seorang tuan tanah kaya raya yang dingin dan berkuasa, meninggal secara misterius. Dea dijadikan kambing hitam, sementara Elden, dibutakan dendam, menghukumnya tanpa mencari kebenaran.

Pernikahan paksa dan perlakuan kejam Elden meninggalkan luka mendalam dalam diri Dea. Ketika bukti baru mengungkap pengkhianatan di balik kematian Linjaryani, Elden menyadari kesalahannya.

Mampukah ia menebus kehancuran yang diciptakannya, atau kebencian Dea telah menutup pintu maaf selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11. Mengusut Kembali

Nindy berpkir sejenak lalu mengedikkan bahu.

“Aku juga heran. Tapi, dia bilang lagi pengen banget makan stroberi.”

Mireya masih terlihat tidak percaya.

Putranya itu bahkan sering menyingkirkan stroberi jika buah tersebut disajikan bersama makanan lain. Sekarang, tiba-tiba saja ia menginginkannya?

'Ada apa sebenarnya dengan Elden?'

Namun, Nindy tidak ingin membuat masalah sederhana menjadi rumit. Ia segera membawa kantong stroberi itu menuju kamar putranya.

Sesampainya di depan pintu, ia mengetuk beberapa kali.

“Elden? Mama datang membawakan stroberi.”

Tidak ada jawaban.

Nindy mengerutkan kening. “Elden?”

Tiba-tiba, terdengar suara muntah dari dalam kamar mandi.

“Huek!”

Nindy terkejut. “Elden, kamu masih muntah-muntah?”

Beberapa detik kemudian, suara air terdengar mengalir. Tak lama setelah itu, pintu kamar mandi terbuka, disusul pintu kamar yang dibuka dengan cepat.

Elden berdiri di ambang pintu dengan wajah pucat pasi.

“Mama bawa stroberi?” tanyanya tanpa basa-basi.

Nindy mengangkat kantong di tangannya.

“Iya, ini—”

Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, Elden sudah mengambil kantong tersebut.

“Terima kasih, Ma.”

Nindy tertegun melihat putranya yang langsung membawa stroberi itu ke meja.

Elden mengeluarkan satu buah, lalu menatapnya cukup lama.

'Aneh. Harusnya aku tak suka buah ini.'

Lalu, kenapa sejak tadi ia terus memikirkan buah itu? Bahkan, keinginannya terasa begitu kuat sampai ia sulit memikirkan hal lain.

Dengan ragu, Elden menggigit stroberi tersebut. Matanya langsung membesar. Rasa masamnya begitu kentara.

'Rasanya benar-benar asem!'

Keningnya berkerut. Ia hampir saja meletakkan buah itu kembali.

Namun, entah mengapa, setelah menelan gigitan pertama, ia justru ingin menggigitnya lagi.

Sekali lagi. Dan sekali lagi. Dan akhirnya ia menyadarinya, satu buah stroberi itu sudah habis.

Elden menatap sisa stroberi di dalam kantong. Kemudian, tanpa berpikir panjang, ia mengambil buah kedua.

Nindy yang masih berdiri di dekat pintu hanya bisa menatap putranya dengan bingung. “Elden, kamu benar-benar suka stroberi sekarang?”

“Tidak,” jawab Elden cepat.

Namun, tangannya kembali mengambil stroberi berikutnya.

Nindy mengangkat alis. “Kalau tidak suka, kenapa dimakan terus?”

Elden terdiam. Ia sendiri tidak tahu jawabannya. Yang jelas, ia masih ingin makan lagi.

Saat itulah Ellea muncul di depan pintu, tertarik oleh suara mereka.

“Ada apa, Mama, Ibu? Kenapa—”

Kalimatnya terhenti ketika melihat kakaknya duduk di depan meja dengan sekantong stroberi.

Ellea berkedip. Lalu menatap kantong tersebut. Kemudian menatap Elden lagi.

“Sebentar.”

Ia mendekat dengan ekspresi curiga. “Kak, itu kan stroberi?”

Elden meliriknya sekilas. “Memangnya kamu buta?”

Ellea mengabaikan sindiran itu. “Bukannya kamu nggak suka stroberi?”

“Memangnya kenapa?”

“Terus, kenapa sekarang kamu makan sebanyak itu?”

“Karena aku ingin!”

Ellea terdiam sesaat. Kemudian, senyum jahil perlahan muncul di wajahnya.

“Wah, wah. Kakakku yang terhormat ternyata punya rahasia baru.”

Elden mendengus. “Rahasia apaan?”

“Entahlah.” Ellea mengangkat bahu. “Tapi kalau kamu terus begini, aku mulai curiga.”

“Curiga apa?”

Ellea menunjuk stroberi di atas meja. “Jangan-jangan kamu sedang hamil.”

Mireya langsung menoleh pada anak hadisnya itu. “Ellea?”

Sementara itu, wajah Elden berubah gelap. “Kau mau mati?”

Ellea tertawa sambil buru-buru mengambil satu stroberi dari kantong.

Namun, sebelum tangannya sempat menarik buah itu, Elden langsung menepisnya.

“Jangan ambil!”

Ellea terbelalak. “Ya ampun! Pelit sekali! Aku cuma pengen coba, satu aja?”

“Beli sendiri!”

“Lho, kamu kan gak suka stroberi!”

“Sekarang aku suka!”

Jawaban spontan itu membuat ruangan mendadak hening.

Elden sendiri terdiam setelah menyadari apa yang baru saja dikatakannya.

Nindy menatap putranya dengan kening berkerut.

Ellea perlahan menyeringai. “Oh, jadi sekarang Kakak suka stroberi?”

“Diam.”

“Kalau kemarin masih gak suka.”

“Ellea!”

“Iya, iya!” Ellea mengangkat kedua tangan, tetapi tawanya belum juga berhenti.

“Nggak akan aku ganggu lagi. Silakan lanjutkan pesta stroberimu, Tuan Besar.”

Elden mendecak kesal, lalu menarik kantong stroberi itu lebih dekat ke arahnya.

Ia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada tubuhnya.

Beberapa hari terakhir, ia terus merasa mual. Makanan yang biasanya ia sukai justru membuatnya ingin muntah. Sebaliknya, makanan yang sebelumnya tidak pernah menarik perhatiannya kini malah membuatnya ingin makan berulang kali.

Dan yang paling menyebalkan, ia sama sekali tidak tahu penyebabnya.

Elden mengambil stroberi berikutnya dan menggigitnya dengan wajah masam.

'Asam banget.'

Namun, mulutnya tak mau berhenti mengunyahnya.

Sementara itu, Nindy dan Mireya yang kini saling bertukar pandang. Mereka sama-sama khawatir. Ada sesuatu yang tidak beres dengan putra mereka.

Dan melihat putranya yang kini sibuk menghabiskan sekantong stroberi, Nindy hanya bisa menghela napas panjang.

“Besok, kamu harus ke dokter. Mama khawatir kamu mengalami sakit yang aneh," putusnya.

Elden tidak menjawab.

Ia hanya menatap stroberi di tangannya, seolah buah itulah satu-satunya hal yang bisa membuatnya merasa lebih baik saat ini.

.

.

Dea tidak ingin terus terjebak dalam kecurigaan tanpa arah.

Jika Stella memang mengetahui sesuatu tentang kematian Linjaryani, ia harus menemukan bukti yang konkret.

Sambil mempersiapkan diri untuk menjalani praktik, Dea kembali mengingat kejadian pada hari Linjaryani masuk IGD.

Ia mencoba menyusun kembali setiap detail yang masih tersimpan dalam ingatannya, termasuk sikap Stella yang mendadak menghilang setelah sempat mengamuk.

Semakin dipikirkan, semakin banyak pertanyaan yang muncul di benaknya.

Namun, Dea tahu bahwa ingatan saja tidak cukup. Ia membutuhkan sesuatu yang lebih kuat daripada sekadar dugaan.

CCTV.

Pikiran itu membuat Dea segera mengambil tasnya. Setelah menyelesaikan urusannya di rumah sakit, ia melangkah menuju pos keamanan yang berada tidak jauh dari pintu masuk.

Tampak seorang petugas satpam sedang duduk di balik meja.

“Permisi, Pak. Saya ingin bertanya sesuatu.”

Petugas itu mengangkat wajah. “Ada yang bisa saya bantu, Mbak?”

“Saya ingin meminta izin untuk melihat rekaman CCTV pada hari Linjaryani masuk IGD.”

Raut wajah petugas langsung berubah heran. “Rekaman CCTV? Untuk keperluan apa, Mbak?”

Dea terdiam sejenak.

“Saya ingin memastikan sesuatu berkaitan kejadian pada hari itu. Ada hal yang perlu saya periksa.”

Petugas itu mengerutkan kening, kemudian menggeleng pelan. “Maaf, Mbak. Rekaman CCTV tidak bisa diperlihatkan begitu saja. Harus ada izin dari pihak yang berwenang.”

Dea menggenggam tali tasnya lebih erat. “Kalau begitu, saya harus mengajukan permohonan kepada siapa, Pak?”

*bersambung*

1
Mia Camelia
lanjut thor😁
MomyWa
udah aku kasih thor ttp smngay
Safira Aurora
ellea ttp lah membuat elden pusing 😂
Aku Rajin Membaca: karena kepusingan elden adalah hiburan buat kita 🤭
total 1 replies
Safira Aurora
oke, nanti aku tontonin
Safira Aurora
dipikir2 dulu yah
MomyWa
pusing kan elden, mau bersama dia aja terasa sulit
Aku Rajin Membaca
walah, syukurlaaah
Aku Rajin Membaca
hmmmm gimana ni aksi anak buah alvara
Sri Widiyarti
dah dkasih vote semangat up-nya...
Aku Rajin Membaca
nah loh, gak bisa mereka
Dini Anggraini
Kakak tolong jangan buat pembaca bingung dea bilang dea bila alvara bilang alvara jadi bisa di bedakan kenapa dea gak langsung di ajak alvara kembali ke rumahnya ya takutnya Stella nanti operasi plastik wajahnya semirip mungkin dea dan ngaku2 anak orang kaya kembaran alvara q gak suka kak kasihan dari kecil dea sudah menderita sejak ortu angkatnya punya anak kandung dea di telantarkan. 😡
SoVay: maksudnya kak? 🤣
total 1 replies
Esther
Ayo Elden selamatkan Dea.
Ingat Dea sedang mengandung anakmu
mery harwati
Alvara tidak menyediakan bodyguard bayangan bwt saudara kembarnya kah?
Aneh klo tidak dipantau & dilindungi bodyguard bayangan keluarga, ceroboh !!
Aku Rajin Membaca: harusnya biarin authornya dulu, kan suka2 author mau nulis
total 1 replies
Esther
Ternyata Stella keponakan Josep.
Dan Josep berusaha melindungi Stella.
Yang pasti...kali ini Dea tidak akan tinggal diam.
Esther
lho lho....mencurigakan nih direktur Josep.
Jangan2 ada main dia dengan Stella
MomyWa
kalau bagian ini kangen sama naga dan bonar eta teh 🤣
Safira Aurora
buruan up lg
Safira Aurora
berhasil marathon aku thor
Aidil Kenzie Zie
nggak sadar juga si jalang 😡😡😡😡
Haryanti10
dikit amat sih thor KLO up,☹️☹️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!