NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9 : latihan fisik ala militer modern

Sinar matahari pagi baru saja merekah di ufuk timur, memancarkan cahaya keemasan di atas atap-atap megah Kekaisaran Han. Di halaman Paviliun Anggrek yang biasanya sepi dan tenang, mendadak terdengar suara hitungan yang lantang dan tegas, merusak keheningan fajar.

"Satu! Dua! Tiga! Ayo dong, vitamin! Jangan lemes kayak cacing kepanasan! Kaki lu lurusin, jangan mencong-mencong begitu!"

Yuan-er merangkak di atas rumput halaman dengan napas tersengal-sengal. Wajahnya yang bulat kini memerah padam seperti kepiting rebus. Keringat bercucuran deras membasahi dahi, leher, dan seluruh baju pelayannya yang kini sudah kotor terkena tanah.

Di atasnya, Ara sedang berdiri berkacak pinggang sambil memegang sebatang ranting pohon kecil, mengayun-ayunkannya layaknya seorang sersan militer galak yang sedang mengospek tentara baru.

"Per-Permaisuri... hamba benar-benar sudah tidak kuat lagi. Ampuni hamba," keluh Yuan-er dengan suara terputus-putus, nyaris menangis karena sekujur tubuhnya terasa rontok. "Kenapa... kenapa hamba juga harus melakukan gerakan aneh ini? Apa tadi namanya? Push-up? Sejak zaman leluhur, tidak ada pelayan wanita yang harus tiarap lalu naik turun di atas tanah seperti ini, Permaisuri..."

"Halah, alasan mulu lu! Ini biar lu kagak pingsan melulu tiap kali liat parang atau pedang!" sahut Ara ceplas-ceplos.

Untuk memberikan contoh, Ara langsung menjatuhkan dirinya sendiri ke tanah tanpa ragu. Dengan bertumpu pada kedua telapak tangan dan ujung kakinya, dia memperagakan gerakan push-up dengan kecepatan dan kestabilan yang luar biasa.

"Liat gua nih! Tangan lurus, dada turun hampir nyentuh tanah, perut dikunci, pantat jangan ketinggian! Badan gua yang kayak triplek basah ini aja bisa, masa lu yang seger begini kagak?!"

Pagi itu, Ara resmi memulai program latihan fisik ekstrem miliknya. Setelah menyadari bahwa tubuh Xia Ruo ini terlalu rapuh dan lemas bahkan hanya untuk berjalan cepat, Ara tidak mau membuang-buang waktu sedikit pun. Jiwa premannya menolak keras hidup dalam cangkang fisik yang loyo.

Demi kenyamanan bergerak, Ara melakukan perombakan besar-besaran pada penampilannya. Dia mengikat rambut panjangnya yang berkilau tinggi-tinggi menjadi kuncir kuda yang ringkas. Baju sutra panjang lapis tiga yang super ribet dan bikin gerah itu sengaja dia preteli, menyisakan lapisan dalam yang paling tipis. Itu pun masih dia gulung secara paksa hingga sebatas siku dan lutut, memperlihatkan kulit putih mulusnya yang terekspos udara pagi. Sebuah gaya berpakaian yang bener-bener di luar nalar tata krama kerajaan kuno.

Setelah menyelesaikan lima puluh kali push-up tanpa jeda, Ara melompat bangkit berdiri dengan lincah. Tanpa istirahat, dia langsung mengambil ancang-ancang untuk berlari memutari halaman paviliun yang cukup luas tersebut.

"Satu, dua, tiga, empat! Kanan, kiri, ayo lari! Jangan kasih kendor, bray!" teriak Ara menyemangati dirinya sendiri, menyuarakan yel-yel khas yang biasa dia pakai bersama anak-anak tongkrongannya dulu saat hendak maju tawuran antar-sekolah.

Kelakuan barbar dan nyeleneh sang Permaisuri tentu saja tidak butuh waktu lama untuk memancing perhatian jagat istana. Di luar pagar bambu paviliun, beberapa pelayan wanita pembawa air dan para kasim yang kebetulan lewat langsung menghentikan langkah kaki mereka. Mereka mematung di tempat, saling berbisik heboh sambil menatap ke arah halaman paviliun dengan tatapan horor bercampur syok yang sangat kentara.

"Astaga... demi Dewa Langit, apa Permaisuri benar-benar sudah gila setelah meminum racun itu?" bisik seorang pelayan wanita dengan wajah pucat, buru-buru menutup mulutnya sendiri agar tidak berteriak.

"Lihat pakaiannya! Singkapan kainnya sampai memperlihatkan betis dan lengan! Sungguh tidak tahu malu dan merusak kehormatan istana!" sahut kasim paruh baya di sebelahnya dengan rahang yang nyaris jatuh ke tanah. "Benar kata desas-desus yang beredar, Permaisuri pasti sedang kerasukan setan hutan yang haus darah!"

Ara yang memiliki indra pendengaran sangat tajam akibat sering mengendus kedatangan musuh atau patroli polisi di dunianya dulu, langsung menghentikan langkah larinya. Dia memutar tubuhnya, lalu mengacungkan ranting pohon di tangannya tepat ke arah kerumunan pelayan yang sedang asyik bergosip di balik pagar tersebut.

"Woi! Yang di luar pager! Kagak usah bisik-bisik lu pada, gua kagak budek!" gertak Ara dengan mata melotot sangar, memasang komuk preman andalannya. "Mau ikutan latihan kagak? Sini masuk, jangan cuma nonton doang kayak liat topeng monyet! Gua ajarin sit-up seratus kali biar perut lu pada kagak buncit kebanyakan makan gosip tetangga!"

Mendengar teriakan menggelegar dari Ara yang sama sekali tidak mencerminkan kelembutan seorang wanita bangsawan, para pelayan dan kasim itu langsung menjerit kaget ketakutan. Mereka kocar-kacir melarikan diri ke segala arah, menjatuhkan beberapa ember air yang mereka bawa, seolah-olah baru saja dikejar oleh siluman macan tutul yang kelaparan.

Ara mendengus remeh melihat kepanikan massal tersebut. "Cih, mental tempe. Digertak gitu doang langsung ngacir."

Dia menyeka bulir keringat yang mengucur di dahinya dengan menggunakan punggung tangan, lalu mengembuskan napas panjang.

Ara tersenyum puas saat merasakan otot-otot di lengan dan kakinya yang kemarin terasa seperti jeli, kini mulai terasa sedikit menegang dan mengeras. Rasa lemas yang sempat menggelayuti tubuhnya pasca-keracunan perlahan-lahan mulai memudar, digantikan oleh sirkulasi energi baru yang mulai mengalir lancar di dalam pembuluh darahnya.

"Nah, gini dong! Mulai berasa nih tenaganya, kagak gampang oleng lagi," batin Ara girang.

Dia menoleh ke arah Yuan-er yang sekarang sudah telentang pasrah di atas rumput dengan posisi bintang laut, matanya menatap kosong ke langit-langit seolah jiwanya sudah terbang mendahului raganya. Ara tertawa kecil melihat kelakuan pelayan setianya itu, lalu menancapkan ranting pohonnya ke tanah dengan mantap.

"Liat aja nanti, begitu badan ini udah balik fit seratus persen, gua bakal bikin aturan baru di istana ini. Kagak ada lagi cerita Permaisuri Xia Ruo bisa ditindas sama uler-uler kadut koleksinya si Mas Bro!"

1
Yadi
bab ini paling senang gue ngulang bacanya 🤣🤣🤣
Yadi
Semua masalah pada ludes jika Ibu Bar Bar Negara yg turun tangan 🤣🤣
Yadi
tawuran...?? 🤣🤣🤣
Yadi
Lanjut Thor..
Yadi
hahahaha..
Paksu Kaisar berharap banget pada ibu negara 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣

ketawa mulu mah gue
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
daacanss
jangan lupa mampir komen terus yaa, biar author semangat nulis nyaa😊
Yadi
Ratu Bar Bar Pedas beraksi
Yadi
Lanjuuuiut...

kok nggak ada yg komen ya?

apakah para pembaca pada terhipnotis krn novel ini enakn dibaca ya?
Yadi
Gue yakin ilmu beladiri Permaisuri satu tingkat diatas Kaisar 😄😄😄
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kayaknya Kaisar Yan akan mendapatkan lawan seimbang
Yadi
🤣🤣🤣🤣

Gue suka mulut Permaisuri yg badas... yg bikin para pejabat pada setrok berjemaah ketika Permaisuri memberikan kuliah subuh 🤣🤣🤣🤣
daacanss: yakan,gak menye menye jadi seru,gak lemah terus🤭🤣
total 1 replies
Emalia
Lanjut kk
daacanss: tunggu kelanjutan nya besok ya kak😙
total 1 replies
Hatijah Cantik
cukup menghibur
daacanss: makasih kak kalo suka sama ceritanya,tunggu terus ya kelanjutan cerita nya🥰
total 1 replies
Hatijah Cantik
cerita menarik , diawali dgn ngamuk2👍🤣🤣🤣🤣
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: saling support yo ka
total 2 replies
Ame Joh
aku mampir thor sepertinya seru
daacanss: iyaa makasih ya udah mau mampir😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!