NovelToon NovelToon
Mayat Gudang Kimia

Mayat Gudang Kimia

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Dunia Masa Depan
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: Martin deBs Komarudin1670

" Tolong keluarkan saya darisini...!! Saya mau keluar... Tolong bukain pintunya....!! " Triakan
keras Heru salah seorang eks pekerja pabrik garmen yang berlokasi di sentra industri terkemuka tak satupun ada yang merespon.
Entah tujuannya apa ia berkunjung ke area gudang yang sudah lama tutup akibat krisis yang berkepanjangan. Gudang kimia yang dulunya merupakan salah satu pabrik textile
terbesar yang pernah menyerap tenaga kerja
mencapai ribuan orang itu, kini tinggal nama saja karena sudah di alihfungsikan menjadi gudang penyimpanan zat kimia kain, sangat berbahaya bagi manusia . Gudang itu sendiri dulunya merupakan pabrik Garment terbesar yang pernah ada di negeri ini. Dan sekarang keberadaan gudang itu sendiri terbengkalai, tidak terawat sebagai mana mestinya. Kotor dan berdebu serta sebagian beberapa mesin operatornya banyak yang berkarat. Namun dibalik itu pun gudang kimia yang letaknya tak jauh dari deretan pabrik pabrik lainnya banyak menyimpan misteri kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martin deBs Komarudin1670, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Wisnu dan Vira mulai tersirat

Jumadi sangat geram atas ucapan

Vira yang dianggap tidak mewakili semua kaum buruh yang dipimpin Robin sebagai orang yang mengurus kaum serikat buruh. Tapi ada juga sebagian kecil kaum buruh tidak sejalan dengan apa yang dilakukan Robin yang dianggapnya lambat dalam setiap menangani persoalan kaum buruh. Ya mungkin prinsip Robin apapun permasalahan yang berkaitan dengan tuntutan sosial bagi seluruh pekerja pabrik harus sesuai dengan mekanisme yang ada atau mengikuti aturan yang sudah di sepakati bersama, antara pengurus serikat dan pemimpin perusahaan dalam hal ini Chandra lie sebagai orang yang bertanggung jawab atas krisis yang terjadi. Tidak menghilang begitu saja yang membuat sebagian pekerja pabrik bertanya-tanya atas keseriusan komitmennya untuk memberikan hak atas tuntutan yang telah disetujui bersama. Hanya pak Jumadi yang tau keberadaan orang asing bermata sipit itu berada.

" Saya yakin sekali pasti bapak tau

 keberadaan Pak Chandra sekarang

 dimana....Sebab saya dengar dia

sering juga datang kesini....! " Kata

Vira mengutip dari beberapa sumber yang bisa dipercaya. Jumadi marah mendengar ucapan Vira seperti itu, akhirnya ia tidak ingin membuang waktu lagi. Pak Jumadi langsung menutup pintu ruang penyimpanan zat kimia tersebut. Corong kipas angin yang menjadi sumber nafas pertahanan hidupnya langsung di matikan Jumadi. Vira terkejut kipas angin yang menjadi sumber daya pertahanan nafasnya tiba-tiba mati

ia berharap Jumadi tidak melakukan hal yang sekonyol itu.

" Tolong Pak...! Bapak jangan konyol

 mematikan kipas angin ini....! Saya

 bisa mati, Pak...!!! Tolong jangan di

matikan, Pak... ! Pakkk....!!!! " Triak Vira didalam ruangan gudang kimia yang sudah tertutup rapat. Jumadi tidak peduli baginya Vira sama aja dari para pekerja lainnya yang gak pernah menghargai profesi security pada masa itu. Dendam Jumadi terbalaskan, masih banyak lagi yang harus pria tua itu singkirkan, bagi siapa saja yang pernah menyakiti perasaannya di masa itu. Sementara dalam suasana lain di rumah Robin yang dijadikan sebagai tempat para berkumpulnya pengurus mantan kaum buruh pabrik garment sedang mengadakan rapat internal yang cuma diwakili beberapa orang saja, membahas permasalahan seputar nasib buruh yang menuntut para pengurus perusahaan agar menjaga komitmennya untuk memberikan pesangon yang menjadi hak bagi pekerja yang diberhentikan secara ilegal atau tidak mengikuti aturan undang undang yang berlaku di negeri ini. Imbasnya perusahaan pun wajib memberikan kompensasi dari dampak pemberhentian bagi para pekerja itu sendiri.

" Tinggal beberapa bulan saja, akan

 ada keputusan dari pengadilan

 soal pemberian pesangon kepada

 kita semua.....Saya berharap tidak

 molor lagi.... " Tegas Robin pada teman temannya yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja secara tidak adil.

" Apakah kamu yakin kesepakatan

 ini akan tercapai, Bin....? " Tanya rekannya yang bernama Fadil sambil menoleh ke beberapa temannya yang lain.

" Ya harus bisalah.... Kan pak Chan

 sendiri yang mengatakan , kalo

uang pesangon akan diturunkan

setelah ada keputusan dari pihak

pengadilan.... " Jelas Robin pada rekan rekannya yang sudah tidak sabar menunggu moment sangat dinantikan itu dan harus cepat di realisasikan jangan sampai para kaum pekerja mengadakan demo tuntutan ysng lebih besar lagi.

" Tapi apakah pak Hansen bisa kita

 percaya Bin..... Sebab pengacara

 pak Chan itu tetap ngotot akan

 tuntutannya tidak akan keluarkan

 uang perusahaan berapa pun bagi

 para pekerja.... Alasannya isi surat

perjanjian Chan itu berada dalam

 tekanan kita, Bin.... " Tegas Fadil yang mengeluhkan soal keberadaan si pengacara handal itu.

" Sebenarnya ini bukan karena kita

menekan atau menuntut mereka....

 Ini soal komitmen perusahaan

 yang semestinya mengikuti undang

 undang Ketenagakerjaan yang

 telah dikeluarkan.... Dan kita hanya

 menagih janji mereka.... " Tegas Robin dengan berapi-api didepan forum kecil itu. Beberapa peserta diam sejenak namun tiba-tiba ada yang meng intruksi.

" Itu benar, Robin....Tapi yang jadi

 masalahnya disini, ada beberapa

 teman kita yang mengambil cara

masing-masing..... Mereka seperti

 gak percaya apa yang sedang kita

perjuangkan.... ? " Kata salah satu yang tidak ingin disebutkan identitas dirinya. Robin nampak tenang dan berusaha tidak terprovokasi dengan laporan yang sebetulnya ia sendiri juga sudah tau. Dan itu sah sah aja selagi memang itu benar. Ini kan jaman demokrasi, jadi kalo ada soal

pro dan kontra, menurutnya biasa. Asalkan siap dengan resiko yang akan dihadapi.

" Tapi yang menjadi anehnya, Mas...

 Setiap mereka datangi kawasan

 pabrik kita dulu....Mereka langsung

 gak terdengar lagi beritanya.... "

Kata salah satu peserta forum lagi

menambahkan. Yang lain nampak mengangguk anggukan kepala saja sebagai pertanyaan serius yang harus di kompensasikan.

" Itu juga menjadi pertanyaan untuk

 kita.... Cuma yang saya tau, pabrik

 Garment kita dulu sudah berubah

fungsi menjadi gudang kimia.... "

Ucap Robin menjawab pertanyaan dari beberapa peserta forum.

" Dan Pak Chandra juga sepertinya

 pernah mendatangi gudang kimia

 itu....Entah apa urusannya saya gak

 tau.... Tapi menurut sumber yang

saya dengar, gudang kimia itu

masih ada keterkaitan dengan

 perusahaan Pak Chand...." Kata Robin yang membuat para peserta diskusi bertanya tanya. apa jangan jangan mereka yang sudah datang ke bekas area pabrik itu sudah sukses menemui pak Chandra dan mungkin juga mereka berhasil untuk mendapatkan apa yang menjadi hak mereka selama ini.

" Maksudnya...? " Tanya peserta lain yang sepertinya penasaran dengan ucapan yang dilontarkan Robin, termasuk soal pernah datangnya pak Chandra yang menurutnya kini dianggap sebagai buronan para pekerjanya dulu. Dan angan angan mereka yang menjadi peserta forum

semakin kuat untuk mengikuti jejak sebagian temannya yang berhasil mendatangi gudang itu dan mungkin saja langsung dibayarkan Pak Chan

secara individual. Ada perasaan iri juga terhadap temannya yang sudah tak terdengar lagi setelah mereka datang ke area gudang kimia itu.

" Ya, gudang itukan sebagai bahan

 baku garmen juga.... Mungkin saja

 sementara waktu pak Chandra

sedang menjadi pemasok zat kimia

untuk perusahaan garmen lain

yang masih bisa bertahan meski

dalam keadaan krisis.... Mungkin

 hal itu bisa saja tapi secara garis

 besarnya, gudang kimia itu area

tertutup, jadi gak sembarangan

 juga orang bisa datang kesana....

Karena zat itu sangat berbahaya..." Kata Robin menjelaskan sebatas yang ia tau. Namun dirinya gak yakin

beberapa temannya yang pernah mendatangi area gudang kimia itu berhasil menemukan Pak Chandra dan sukses pula mendapatkan hak mereka sebagai pekerjanya dulu.

Sebab Robin tau betul tipe Pak Chan orangnya seperti apa. Apalagi yang berurusan dengan keuangan sangat detail sekali dan rumit. Selanjutnya kabar dari Vira dan Wisnu baru saja tersirat, terutama dari beberapa rekannya yang memang mengetahui kalo mereka sedang mengadakan penyelidikan seputar pak Chandra yang menurut kabar suka datang ke area pabrik yang kini sudah berubah fungsi menjadi gudang kimia.

" Wisnu dan Vira gak ada kabar...

Katanya mereka ingin mendatangi

bekas pabrik kita dulu.... " Tanya Supri sambil mencicipi makanan, berupa gorengan di kedai warung pinggir jalanan kampung.

1
Luneaa
wah sepi kayak punyaku, semangat ya🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!