NovelToon NovelToon
Goblin Emperor

Goblin Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Di dunia fantasi yang kejam, di mana hierarki ditentukan oleh kekuatan dan kemurnian garis keturunan, terlahir sebagai seekor Goblin adalah sebuah kutukan. Mereka adalah ras terendah-lemah, kotor, diburu sebagai ajang latihan para petualang amatir, dan dibantai tanpa ampun oleh umat manusia.

Namun, dari kedalaman keputusasaan ras yang nyaris punah di Hutan Misti, lahirlah sebuah anomali.

Bukan dengan kulit hijau menjijikkan atau tubuh bungkuk yang menyedihkan, melainkan dengan paras rupawan bagai seorang High Elf yang agung. Berambut pirang keemasan, bertelinga runcing yang elegan, dan dianugerahi ingatan serta kecerdasan dari dunia modern, ia adalah Altair-Sang Goblin Emperor pertama.

menyadari ras nya di ambang kepunahan altair pun bertekad membangkitkan kembali ras goblin yang hina, menjadi penguasa dunia dengan bantuan sistem manipulasi genetik dan kekuatan reproduksi nya sebagai sang kaisar goblin. bisakah dia menghadapi segala rintangan di depan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Jeruji Besi dan Kehormatan yang Runtuh

Suara derit besi yang berkarat memecah keheningan di ujung lorong penjara gua.

Cassvia menengadahkan kepalanya yang terasa berat. Di balik jeruji besi selnya, dalam keremangan cahaya obor yang berkedip-kedip, sosok yang paling ia takuti sekaligus membingungkan akal sehatnya berdiri tegak. Altair menatapnya tanpa ekspresi, sorot mata merah rubinya bagaikan sepasang belati tajam yang menembus langsung ke relung jiwa sang Ksatria Perak.

Tidak ada kata-kata sambutan yang kasar. Tidak ada pula bentakan amarah layaknya monster liar. Altair hanya membuka kunci pintu sel dengan gerakan pelan yang elegan, lalu melangkah masuk ke dalam ruang tahanan yang sempit dan berbau lembap itu.

Cassvia meronta mundur hingga punggungnya membentur dinding batu yang dingin. Jantungnya berdegup liar, dan napasnya memburu tidak teratur.

"J-Jangan mendekat..." suara Cassvia bergetar hebat, kehilangan seluruh wibawa dan keangkuhan seorang komandan ksatria bangsawan. Tangannya yang tidak lagi dibelenggu mengepal erat, meskipun ia tahu kepalan itu tidak ada artinya di hadapan makhluk di hadapannya.

Altair berhenti tepat satu langkah di depan wanita itu. Ia menundukkan sedikit wajahnya, menatap lurus ke dalam manik mata biru Cassvia yang dipenuhi teror, namun di saat yang sama, memancarkan setitik kekaguman yang tak bisa disembunyikan.

Di sudut pandang Altair, antarmuka sistem memindai kembali status sang ksatria wanita:

[ [ Cassvia : Ras Manusia (Ksatria Bangsawan)

Umur : 20 tahun

Jenis kelamin : Perempuan / Betina

Peringkat Kekuatan : Rank B+ Hunter

Serangan: 35 (+5)

Vitality: 28 (+12)

Mana: 15 (+4)

Kecerdasan: 22 (+6)

Ketahanan benturan: 40 (+10)

Ketahanan Magic: 25 (+5)

Attribute : Netral (Fisik / Pedang)

Pekerjaan : Ksatria Perak

Genetic Talent: Disiplin Militer, Ketahanan Fisik Tinggi, Penguasaan Pedang Dasar ] ]

"Kau datang ke Hutan Misti dengan membawa pasukan, berteriak tentang kehormatan, dan bersumpah untuk membasmi kaumku," suara Altair mengalun rendah, tenang namun menghancurkan sisa-sisa pertahanan psikologis Cassvia. "Tetapi lihatlah dirimu sekarang, Cassvia. Di dalam sangkar kecil ini, kebanggaan ksatria macam apa yang tersisa darimu?"

"Aku... aku adalah seorang ksatria dari keluarga Baron Cass!" Cassvia mencoba menegakkan dagunya, memaksakan suaranya agar terdengar tegas. "Bunuh aku jika kau mau, monster! Tapi aku tidak akan pernah bertekuk lutut pada makhluk kotor sepertimu!"

Altair tersenyum tipis—sebuah senyuman yang sangat memukau, membuat napas Cassvia tanpa sadar kembali tercekat.

"Kata-katamu sangat tajam, Ksatria," ucap Altair lembut, melangkah maju hingga memangkas sisa jarak di antara mereka. Tangannya yang ramping dan dingin terulur, mencengkeram rahang Cassvia, memaksanya mendongak. "Namun tubuh dan matamu menceritakan kebenaran yang berbeda."

Cassvia mencoba memalingkan wajahnya, namun cengkeraman Altair terlampau kuat.

"Di hutan itu, saat kabut terbuka..." bisik Altair, menatap tepat ke dasar mata biru sang ksatria. "Seorang ksatria bangsawan yang bersumpah membantai monster, justru melepaskan pedangnya begitu melihat wajahku. Kau membenci ras goblin, Cassvia... tapi kau terpesona olehku. Matamu menatapku seolah kau sedang melihat dewa dari dongeng-dongengmu."

Mata biru Cassvia membelalak. Wajahnya seketika memerah, antara rasa malu yang luar biasa dan kenyataan telak yang menelanjanginya.

Altair membungkuk, wajahnya kini hanya berjarak beberapa inci dari wajah Cassvia. "Bukankah itu sebuah kemunafikan yang indah? Kebencianmu padaku runtuh hanya karena wujud ini."

"Kau bukan sekadar monster..." bisik Cassvia lemah, suaranya bergetar pasrah. Manik matanya mulai kehilangan fokus.

"Aku adalah realita barumu," balas Altair berbisik tepat di depan bibirnya.

Bibir Altair yang dingin dan sempurna menyapu leher sang ksatria wanita, menyisakan jejak panas yang membakar sisa-sisa kewarasannya. Cassvia terkesiap, tubuhnya menegang saat pakaian kasar yang ia kenakan ditarik dan terkoyak dengan satu gerakan lembut namun penuh tenaga.

Udara gua yang dingin langsung menyengat kulitnya, namun hal itu segera tergantikan oleh suhu tubuh Altair yang mengungkungnya. Di atas lantai batu yang keras, di bawah pendar redup cahaya obor, perlawanan fisik dan mental Cassvia hancur sepenuhnya. Setiap kali ia mencoba mengangkat tangannya untuk mendorong dada sang Kaisar, tatapan merah rubi dan aura magis itu menenggelamkannya lebih dalam, mengubah dorongan penolakan itu menjadi cengkeraman putus asa di pundak Altair.

Sepanjang malam, sel tahanan itu dipenuhi oleh gema derit rantai besi yang beradu dengan dinding batu, berpadu dengan isak tangis tertahan dan napas memburu sang Ksatria Perak. Altair menaklukkannya bukan dengan kebuasan layaknya monster liar, melainkan dengan ritme dominasi yang elegan, konstan, dan tanpa ampun. Ia mematahkan keangkuhan Cassvia berulang kali hingga batas kesadarannya, memaksanya menerima setiap tetes benih kekaisaran yang ditanamkan kuat-kuat ke dalam rahimnya.

Waktu seolah kehilangan maknanya. Bahkan ketika sisa-sisa tenaga Cassvia telah menguap dan suaranya habis karena rintihan panjang yang melelahkan, ia tidak bisa memalingkan wajahnya dari keindahan mematikan sang penakluk.

Dalam kabut gairah dan keputusasaan yang menyiksanya tanpa henti hingga fajar mulai menyingsing, Cassvia menyadari satu hal yang paling mengerikan bagi seorang ksatria pelindung umat manusia: ia telah menyerah, dan di sudut terdalam hatinya, ia tidak lagi ingin menolak sentuhan makhluk ini.

Malam itu, fondasi bagi pasukan elit Hutan Misti resmi ditanamkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!