NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Malam mulai larut di rumah sakit itu. Lampu lorong menyala redup, membuat suasana terasa lebih sunyi dibandingkan sore tadi. Beberapa jam sebelumnya, Mario akhirnya menjelaskan sesuatu yang selama ini ia simpan.

Di ruang kerja kecil rumah sakit itu, Mario berkata dengan hati-hati pada Alex,

“Sebenarnya … sejak pertama kali saya melihat Kenzo dan Kenzi … saya juga memiliki kecurigaan yang sama, Tuan.”

Alex menatapnya tajam, Mario melanjutkan,

“Wajah mereka … terutama Kenzo … terlalu mirip dengan Anda.” Ia menundukkan kepala sedikit.

“Tapi saya tidak berani mengatakan apapun sebelumnya.”

Alex tidak langsung menjawab. Tatapannya dingin, namun di dalamnya terlihat sesuatu yang bergejolak. Ingatan tentang wanita tujuh tahun lalu kembali muncul di kepalanya. Wanita yang ia suruh Mario cari, wanita yang seharusnya sudah tidak ada.

Namun, kini seorang wanita dengan dua anak yang wajahnya sangat mirip dengannya muncul begitu saja di hadapannya.

“Cari tahu semuanya,” ucap Alex akhirnya. Suara pria itu rendah namun tegas. Mario hanya bisa mengangguk. Ia tahu perintah itu tidak sederhana.

Sementara itu di ruang rawat inap Kenzi.

Kenzi sudah tertidur karena obat, mesin monitor berdetak pelan. Tasya berdiri di samping tempat tidur anaknya cukup lama sebelum akhirnya keluar dari ruangan.

Ia berniat pergi sebentar untuk melihat kondisi kakeknya di ruangan lain. Tetapi, begitu membuka pintu, Tasya langsung berhenti.

Di lorong depan ruangan Kenzi berdiri beberapa pria berpakaian hitam. Mereka tidak berdiri tepat di depan pintu, tetapi cukup jauh di ujung lorong.

Tetapi Tasya langsung mengenali mereka adalah pengawal Alex.

Darahnya langsung terasa dingin.

'Kenapa mereka di sini?' gumamnya dalam hati. Para pria itu berdiri diam, seolah berjaga. Tasya tidak tahu apa tujuan mereka berada di sana. Tetapi nalurinya mengatakan sesuatu yang buruk. Langkah yang tadi hendak keluar lorong itu langsung berhenti. Setelah beberapa detik ragu Tasya akhirnya memutar tubuhnya kembali.

Ia masuk lagi ke dalam kamar Kenzi.

Pintu ditutup perlahan.

Kenzo yang duduk di kursi dekat tempat tidur langsung menoleh.

“Mommy?”

Ia mengerutkan kening.

“Kenapa Mommy masuk lagi?”

Tasya berusaha terlihat tenang. Ia berjalan mendekat lalu duduk di samping anaknya.

“Mommy akan melihat kondisi Kakek … besok saja.”

Kenzo masih menatapnya. Tasya melanjutkan,

“Mommy sudah menghubungi perawat. Mereka akan memeriksa kondisi Kakek malam ini.”

Kenzo tidak langsung menjawab, matanya menyempit sedikit. Ia menatap wajah ibunya dengan penuh kecurigaan. Sebagai anak yang sangat peka Kenzo langsung menyadari sesuatu.

Napas ibunya sedikit lebih cepat, tatapannya juga terlihat cemas. Kenzo kemudian melirik ke arah pintu kamar. Lalu kembali menatap ibunya.

Dalam hatinya ia yakin, 'mungkin sesuatu terjadi di luar sana.'

Malam itu Alex telah kembali ke penthouse. Alex meninggalkan beberapa pengawal di sana untuk menjaga keluarga Tasya, sebelum tes DNA keluar Alex bisa bertindak.

Lampu kota terlihat berkilau dari jendela kaca besar yang memenuhi dinding ruangan. Alex berdiri di dekat meja kerjanya. Di tangannya ada sebuah iPad.

Di layar itu terpampang beberapa foto. Tatapan Alex sangat tajam saat menatap wajah kedua anak itu, terutama Kenzo.

Di depan meja, Mario duduk dengan wajah sedikit cemas.

Di depannya laptop terbuka menampilkan rekaman CCTV lama. Rekaman dari tujuh tahun lalu, Mario menekan beberapa tombol.

Video lama itu diputar kembali. Sayangnya sebagian file sudah rusak dan banyak yang terhapus. Mario menarik napas pelan sebelum berbicara.

“Tuan … saya sudah mencoba memulihkan sebagian rekaman.”

Alex tidak menoleh, matanya masih terpaku pada foto di layar iPad. Mario melanjutkan dengan hati-hati,

“Wanita itu … Nona Tasya … sebenarnya tidak sengaja masuk ke kamar Anda malam itu.”

Baru kali ini Alex menoleh sedikit, tatapannya dingin. Mario menunjuk layar laptop.

“Dari rekaman yang masih tersisa terlihat jelas … seseorang mungkin sedang mengejarnya di lorong hotel, wajahnya terlihat panik.”

Ia memperbesar potongan gambar.

“Nona Tasya waktu itu sedang melarikan diri.”

Mario menelan ludah sebelum melanjutkan.

“Sepertinya demi menyelamatkan diri … dia bersembunyi di kamar Anda.”

Ia berhenti sebentar.

“Mungkin dia tidak tahu kalau Anda ada di dalam kamar itu malam itu.”

Ruangan menjadi sunyi beberapa detik, Mario kemudian berkata lebih pelan,

“Tuan … itu bukan kesalahannya.” Ia ragu sebentar sebelum mengucapkan kalimat berikutnya.

“Tidak mungkin kita … membunuhnya … bukan?”

Alex masih diam, Mario akhirnya berkata lagi dengan suara lebih rendah,

“Mengingat … sejak malam itu … Anda sendiri menjadi impoten.”

Brak!

Alex tiba-tiba berdiri dengan keras. Kursinya terdorong ke belakang.

“Lancang sekali kamu! Karena justru itu! Dia yang membuat saya impoten,” suara Alex menggema dingin di ruangan itu.

Mario langsung berdiri.

“Tuan, saya minta maaf!” Ia menundukkan kepala.

“Saya tidak bermaksud menyinggung Anda.” Ruangan kembali sunyi beberapa detik.

Namun, Mario tetap melanjutkan dengan hati-hati.

“Tapi Tuan Besar selalu mengatakan … keluarga Vasillo membutuhkan penerus.”

Ia menatap Alex dengan serius.

“Jika kita pikirkan dengan baik … kedua anak itu kemungkinan besar adalah anak Anda.”

Alex menatapnya tajam, Mario melanjutkan,

“Anda punya hak atas mereka.”

“Mereka pewaris keluarga Vasillo.”

Ia menunjuk layar iPad di tangan Alex.

“Mereka bisa menjadi penerus Anda.”

Mario menghela napas.

“Terlebih lagi … kedua anak itu terlihat sangat cerdas.”

“Apalagi Kenzo.”

Sedikit senyum muncul di wajah Mario.

“Dia sangat mirip dengan Anda.” Mario menambahkan dengan nada setengah serius,

“Kalau suatu hari Anda pensiun … dia mungkin bisa menggantikan posisi Anda.”

Alex tidak menjawab, dia berdiri diam cukup lama. Tatapannya kembali pada foto Kenzo di layar iPad. Bahkan, keberaniannya menampar dirinya di rumah sakit tadi. Semuanya terlalu familiar, beberapa detik berlalu dan Alex akhirnya berkata pelan,

“Tidak mungkin.”

Mario langsung mengangkat alisnya, Alex menatap layar iPad lagi. Tatapannya menjadi jauh lebih gelap.

“Wanita itu … seharusnya sudah mati sejak dulu.”

Mario menelan ludah, sangat sulit baginya untuk menyakinkan Boss nya itu.

"Kamu boleh keluar," kata Alex pelan, itu artinya Alex tak ingin membahas apapun lagi mengenai mereka dengan Mario.

1
VS
sebelumnya baca 'terjebak duda dan tiga pewaris' karena termasuk novel terpopuler no 1, eehh baru ngeh kalo novel ini kisah awalnya, kisah bucinnya ALEX-TASYA, ortu arabelle
Aisyah Alfatih: padahal ada kisah anak tiri arabelle lagi, dokter Sama Alay 🫣🫣🫣
total 1 replies
Ariasa Sinta
sebagai pembaca yg sudah malang melintang d dunia novel, q udah bisa nebak jalan ceritanya tapi tiap belokan, tikungan, turunan sama tanjakan nya burem blom pasti 🤣
suka bgt neh author nya keren
Aisyah Alfatih: Makasih kakak 💞
total 1 replies
Ummi Adzkia
tuh kan... ngancam nya gitu, untung anak nya jenius. kalo sebaliknya? apa bakal di cari?
Ummi Adzkia
mario, kau terlalu gegabah . pertanyaan mu itu bisa membuat Tasya kembali sembunyi.
kecuali twins berpihak pada kalian..
Ariasa Sinta
author pinter bgt ini mainin perasaan pembaca, keren alur nya👍
Aisyah Alfatih: Makasih kakak 💞
total 1 replies
Fadhliyah
mungkin ini cikal bakal areabelle😄
Safnah Safnah
Kenzo 🤭🤭🤭
Ummi Adzkia
izin ketawa jahat Thor... hahahaha.... gambar jari tengah .. hahaha.. betul betul bokem.
Yuyun Zampiet
mantap tasya👍
Yuyun Zampiet
ayo kenzo bantu daddy mu, kalian sekeluarga harus klarifikasi bahwa kalian adalah anaknya alex
HonGky Drygo
l/Good/
Yunie
arland dan arlond kan bersaudara ya? harusnya kakeknya si kembar dong?
Bunda
nyimak 🙏🏻
Mamah Dini11
ahhh udh. tamat pdahal msh pengen baca thor seru ceritanya keren makasih author ceritanya. top markotop 👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Aisyah Alfatih: Kembali kasih kak, ada kisah anaknya yang terkahir itu kK Arabelle di judul, Terjebak Duda dan Tiga Pewaris Nakalnya.
total 1 replies
Mamah Dini11
iya katanya tasya hamil tua kok prematur ,moga aja tasya cepet pulih bisa pulang semua ke penthouse , jgn bilang bayinya harus di tinggal di RS dulu ,gak harus di bawa pulang sm2
Mamah Dini11
alhmdulilah semuanya. selamat sesuai harapan kita2 🤭😄😄😄😄😄👍👍👍
Ria Gazali Dapson
ko cerita nya jdi ber belit² ya, ada cewwe yg mo d jodohin pula, hadeuuh
Mamah Dini11
tenang tasya kmu harus selamat dn anak2mu , suami singamu tak akan membiarkan kluarganya terluka , semoga kmu baik2 saja , babat habis ayo mario orang2 bertopeng itu,
Mamah Dini11
anak2 tangguh kalian pasti bisa. melindungi momymu , semoga kalian selamat semua , ayo alex mario semangat , pd ke mana tuan vasillio dn kakek. rochki gk ngirim parabantuannya ,bkn nya orang2 berkuasa mereka
Ria Gazali Dapson
ga seneng sama ,tasya, lama², orang sok sok an, ga dengerin dulu omongan orang, makanya ank nya d culik, baru tau kan c dion jahat, kakek dn ank² cuma d jadiin akat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!