NovelToon NovelToon
Obsesi Yang Melukai

Obsesi Yang Melukai

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: farhati fara

Bukan tentang pengkhianatan ataupun perselingkuhan, tapi tentang obsesi cinta yang menjadi luka dan dosa.

Nisa harus menerima hatinya terluka saat suaminya, Rangga secara terang terangan pergi berkencan dengan kekasihnya, Tiwi. Tapi itu adalah harga yang harus diterimanya atas dosa yang dilakukannya sendiri.

Lalu bagaimana kisah selanjutnya saat cahaya lain hadir dalam hidup Nisa. Akankah semuanya berakhir bahagia atau sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farhati fara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan-jalan dengan kakak

Rangga berusaha mencari alasan walau harus berbohong sekarang. Hatinya mulai gelisah akan sesuatu. Dan entah apa yang mulai berubah, Rangga bahkan kini sudah mulai berbohong pada Tiwi yang sebelumnya tidak pernah coba dia bohongi. Tiwi melihat pada wajah Rangga, dia juga merasakan perbedaan itu sekarang

"Yah,... Kalo itu penting, kamu pergi saja" ujar Tiwi agak cuek. Dia tidak pernah ingin melarang Rangga kalau pria itu membicarakan urusan kerja, tapi Tiwi tetap ingin di istimewakan oleh kekasihnya itu dalam hal selain pekerjaan.

"Makasih sayang... Kalau begitu aku pergi dulu ya! Kamu tidak apa- apa kan pulang dengan taksi?"

"Terus, harus bagaimana lagi? Mau tidak mau aku harus pulang dengan taksi kan! Aku tidak punya pilihan" sahut wanita itu masih dengan nada cuek dan terselip sedikit kekesalan dalam suaranya.

"Kalau begitu aku pergi, kamu hati- hati ya!" kata Rangga sebelum pergi meninggalkan Tiwi yang memandang kesal kearahnya. Wanita itu sudah cukup peka dengan kekasihnya itu yang terlihat berubah akhir-akhir ini. Rangga juga mulai kurang perhatian padanya, dan panggilan sayang yang di ucapkan pria itu juga terdengar berbeda, rasanya tidak lagi sama seperti panggilan yang dulu. Tiwi menyadari Rangga mulai tidak tertarik padanya.

🍀🍀🍀

Ali kini membawa Nisa ke taman bermain yang kebetulan sedang diadakan festival keragaman. Dia benar-benar ingin membunuh Rangga saat tadi dilihatnya Nisa menangis dengan pilu, tapi apa yang bisa dilakukannya saat Nisa sendiri terus menerus menyalahkan dirinya sendiri dan terus menahan dirinya untuk bertindak memberi pelajaran pada Rangga.

Tapi kini Ali mulai melihat senyum di wajah sang adik yang terlihat lepas saat memandang kearah pertunjukan topeng monyet, apalagi Ali juga berlakon ala monyet di depan sang adik.

"Akhirnya senyum manis tampil juga" sindir Ali sambil mencubit gemas pipi sang adik.

"Sakit kak Ali!" protes Nisa yang melepas paksa tangan sang kakak dan mengelus pipinya yang berdenyut akibat cubitan gemas kakak laki- lakinya.

"Sekarang mau main apa? Katakan padaku!" seru Ali yang bertanya apa yang mungkin ingin Nisa mainkan ditengah taman bermain yang penuh dengan sarana permainan.

"Aku tidak mau main apapun kak, tapi aku mau boneka warna pink itu." tunjuk Nisa pada boneka Teddy bear besar berwarna pink yang tergantung di sebuah permainan tembak-tembakan. Ali mengikuti arah tangan Nisa.

"Yang itu? Oke baik! Kakak akan memenangkan boneka itu untukmu," kata Ali penuh semangat. Tapi, apa yang terjadi selanjutnya membuat semangat itu runtuh seketika. Ali terus gagal dan selalu meleset saat menembak sasaran. Nisa juga tidak berhenti menyemangati sang kakak

"Ayo! Kakak pasti bisa!" seru Nisa menyemangati.

Setelah berjuang hingga tembakan ke dua puluh dua baru Ali berhasil mengenai sasarannya setelah Nisa lelah menyemangatinya.

"Wah, wah... Kalian sungguh pasangan yang harmonis. Aku jadi iri melihatnya." ujar sang pemilik permainan sambil menyerahkan boneka itu pada Nisa.

"Maaf Pak, tapi kami___" ujaran Nisa terpotong oleh Ali yang segera menjawab walau dia tahu kalau adiknya ingin menjelaskan kesalahpahaman si bapak penjual.

"Benarkah? Kalau benar, terima kasih banyak, Pak. Aku memang sangat menyayanginya." Ali berucap sambil tersenyum. Dia terlihat sama sekali tidak masalah dengan salah paham si bapak.

"Iya, wajah kalian terlihat mirip. Pasti kalian pasangan yang bahagia." ungkap si bapak pemilik itu lagi. Ya- iyalah mereka mirip, karena mereka memang saudara sedarah sekandung. Ali hanya tersenyum menanggapinya. Namun, Nisa malah memandang kesal kakaknya itu. Masa dia dianggap istri sang kakak hanya karena penampilannya yang sedang hamil besar.

"Kak Ali kenapa juga harus bicara begitu. Orang- orang jadi salah paham mengira kita suami istri." Nisa masih memandang kesal wajah Ali sambil memeluk erat boneka Teddy bearnya, yang dimenangkan oleh sang kakak setelah lama mencoba.

"Biarin mereka beranggapan seperti itu, karena hari ini kakak akan jadi apapun untukmu. Seorang suami, ayah, kakak, sahabat, teman dan bahkan adikmu. Kakak akan jadi itu semua untukmu hari ini." Ali mengucapkannya dengan nada bangga, sedangkan Nisa memandang haru wajah sang kakak. Dia begitu beruntung memiliki kakak seperti Ali, karena setelah kesalahan besar yang dilakukannya, tidak ada lagi yang peduli pada senyuman dan kebahagiaannya. Ayahnya dan juga adiknya mencacinya, Rangga bahkan tidak merepotkan diri untuk memperdulikannya. Hanya Ali, sang kakak yang selalu berusaha membuat dirinya tersenyum. Terus berusaha membuat dirinya untuk bahagia menikmati hari-hari indah yang Tuhan berikan.

"Sudah, jangan nangis. Kakak benci lihat air matamu" kata Ali sambil menghapus pelan air mata haru sang adik.

"Oh ya, kamu mau naik itu?" tunjuk Ali kearah Roller Coaster. Mata Nisa yang bulat semakin membulat saat mendengar pertanyaan sang kakak tercinta.

"Kakak gila! Kakak nggak lihat kalau aku lagi hamil besar" protes Nisa sembari menunjukkan perutnya.

"Iya, benar juga ya. Bagaimana dengan itu?" tunjuk Ali lagi pada kincir putar.

"KAKAK!!" teriak Nisa agak kesal dengan kakaknya itu. Sebenarnya kak Ali-nya itu sengaja atau tidak tahu sih?

"Iya...iya, maaf! Kakak lupa kalau kamu itu lagi mengandung" alasan Ali yang jelas terdengar konyol. Padahal barusan Nisa baru saja bilang dia sedang hamil besar tapi Ali sudah bilang lupa.

"Kakak lupa atau pura- pura lupa?" tuding Nisa yang sudah tahu kalau kakaknya itu pura-pura. Dan itu sudah pasti untuk membuatnya kesal, karena jarang sekali Nisa menunjukkan emosinya dan Ali mencoba untuk membuat adiknya itu menunjukkan emosi yang dirasanya. Ali tidak ingin Nisa berlarut-larut dalam kesedihan, hingga lupa dengan perasaannya yang lain seperti senang dan marah.

"Ya sudah! Jadi sekarang kamu maunya apa?" tanya Ali akhirnya menyerah.

"Aku mau es krim" sahut Nisa antusias. Wajah kesalnya dengan cepat berubah menjadi riang laksana anak kecil.

"Iya baiklah, anak kecil." goda Ali sembari mengambil langkah kaki seribu kearah penjual es krim sebelum Nisa meledak. Karena memang Nisa paling benci di panggil anak kecil walau dia begitu menyukai es krim.

"Yaakk kak Aliii... Awas ya!" seru Nisa kesal seperti yang sudah diprediksi oleh Ali sebelumnya kalau adiknya itu akan meledak. Ali hanya tersenyum melihat kekesalan sang adik.

Perlahan ingatan Nisa kembali pada saat Rangga berlari untuk membelikannya es krim. Lagi-lagi air matanya kembali menggenangi pelupuk matanya. Sungguh, ingatan itu merupakan kebahagiaan yang semu. Dia dengan segera mengelap air matanya saat melihat Ali kembali berjalan kearahnya dengan dua cup es krim di tangannya. Nisa sungguh tidak ingin kakaknya itu melihat air matanya sekarang. Karena sudah jelas Ali nanti akan bertanya dan berakhir dengan Ali yang terus terusan menyalahkan Rangga.

.

.

.

1
Aditya hp/ bunda Lia
Nah loh keciduk juga akhirnya si Fatma kan apa datang bareng si Tiwi juga biar tambah dari der dor ... 🤭
Intan
Bagus sekali❤️😘😘
Aditya hp/ bunda Lia
ya terus sekarang mau mu apa Ranggaaaaa ... nikmati ajah apa yang kamu tanam dulu sedap kan ....
Aditya hp/ bunda Lia
dasar gak peka kalo nanti si Tiwi tau siapa Ali malu gak tuh kamu
Aditya hp/ bunda Lia: iya juga
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
pedemu udah tingkat galaksi 😂😂
dasar Tiwi ulet bulu
Aditya hp/ bunda Lia: gatel banget sebadan badan 😂😂
total 2 replies
sari
jiahahaha GK malu tuh si Tiwi kmarin Rangga suami org skarang KK ipar pun mau di embat dsr pelakor emg ya
Fara F: pelakor ya hehe😅
total 1 replies
sari
ya ampun ribet bgt sih ikatan mrk bakal seru nih💪
Fara F: Jelas seru donk hehe😁
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
yeeeh, .... Fatma kalo kamu tau Nisa itu manta istri si Rangga gimana coba
Aditya hp/ bunda Lia: iya pasti dan nanti dia mau ngambil sikap gimana yah sama si Tiwi
total 2 replies
sari
Ali Fatma itu brarti Ali Fatimah kah
ah couple baru dong😍
semangat kak fara💪lanjut LG yg byk ya😄
Fara F: satu bab saja keteter ini. Bagaimana mau banyak😭😭🙏🏻
total 1 replies
sari
mampus tuh si serangga moga aja stelah ini Nisa bahagia ya💪
Fara F: Aamiiin🤲🏻
total 1 replies
sari
mrk 3 bersaudara Ali Nisa dan Nita
apakah Nita punya peran besar jg di novel ini JD penasaran
Fara F: Tunggu saja, ada partnya Nanti Insha Allah😁
total 1 replies
sari
apakah Rangga skarang sudah SDR kalo dia cinta ma Nisa trlambat kali sdarnya
Fara F: penyesalan yang terlambat
total 1 replies
sari
ya Tuhan kok nyesek bgt sih kak bab ini/Sob//Sob/
ngebayangin JD Nisa psti sakit bgt deh/Cry/
Fara F: Saya juga nangis pas di ceritain bagian ini. Nyesek banget begitu😭
total 1 replies
sari
Nisa psti SGT senang tp aku GX rela
cerai aja GX sih klean
Fara F: iya cerai sih. tidak ada jalan keluar lain
total 1 replies
sari
Cinta buta Nisa GX dpt dipaksakan mkanya dia trluka/Sob/
Fara F: iya, obsesinya bikin dia terluka sama seperti judulnya
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
mungil cantik hamba Alloh yang taat kurang apalagi dasar si Rangga udah buta sama si Tiwi ....
Fara F: Cinta itu buta sih jatuhnya wkwk🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
bener banget itu Thor puas banget biar si Rangga seumur hidup dalam penyesalan
Aditya hp/ bunda Lia: pasti 😂
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
istrimu udah pergi bego ... kawinin ajah tuh pujaan hatimu si Tiwi udah gak ada penghalang lagi bebas kau sekarang 😡
Aditya hp/ bunda Lia: iya juga yah 🤭
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Nisa kamu benar2
Aditya hp/ bunda Lia: okey .. gak apa-apa yang penting seru bikin penasaran
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
nah ... apa ada yang meninggoy?
Aditya hp/ bunda Lia: oh gitu? terus Ali jadi nikah sama Fatma duh jadi kepo banget ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!