NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Menantu Benalu

Rahasia Di Balik Menantu Benalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Di mata dunia, Theodore hanyalah "menantu benalu" yang bisanya mencuci piring, mengepel lantai, dan menelan setiap hinaan dari keluarga istrinya tanpa perlawanan. Namun, tidak ada yang tahu bahwa di balik celemek kusamnya, ia adalah Dewa Perang yang ditakuti, Raja Mafia terkuat, dan miliarder pemilik perusahaan raksasa yang sengaja memalsukan kematiannya. Ia menahan semua caci maki hanya demi Yevone, satu-satunya wanita yang setia membelanya di tengah keluarga yang kejam. Namun, ketika keserakahan keluarga mertuanya dan Keluarga Z melewati batas hingga mengancam keselamatan Yevone, Theodore memutuskan sudah waktunya melepas penyamarannya. Dengan sebuah cincin naga hitam usang di jarinya, Theodore bersiap menunjukkan kepada mereka bahwa kemiskinan yang absolut adalah hukuman yang jauh lebih mengerikan daripada kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RDBMB 20

Matahari sore baru saja meredup, menyisakan bias jingga di balik jendela kaca ruang tamu kediaman Keluarga Mahendra. Suasana di dalam rumah terasa sangat sibuk. Martha, ibu mertua Theodore, tampak mondar-mandir sambil membawa beberapa gaun pesta bermerek di tangannya, sementara Kakek Surya duduk di sofa utama dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan.

Hari esok adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh anggota keluarga besar Mahendra. Perayaan ulang tahun Kakek Surya yang ke-75 akan diselenggarakan secara besar-besaran di ruang perjamuan hotel bintang lima paling mewah di kota ini.

"Yevone! Mana gaun yang sudah Ibu siapkan kemarin malam?" panggil Martha dengan suara melengking saat melihat anak gadisnya baru saja melangkah masuk lewat pintu depan.

Yevone menghela napas lelah, meletakkan tas kerjanya di atas meja dekat pintu. "Ada di kamar, Bu. Tapi buat apa aku harus pakai gaun mewah segala? Besok aku masih banyak pekerjaan di kantor yang harus diselesaikan."

Mendengar jawaban itu, Kakek Surya langsung mengetukkan tongkatnya ke lantai dengan keras.

"Jangan membangkang, Yevone!" Kakek Surya mendelik tajam ke arah cucunya. "Pesta besok bukan sekadar kumpul-kumpul keluarga biasa! Ini adalah kesempatan emas buat mengangkat kembali derajat keluarga kita setelah insiden memalukan yang dibuat oleh suamimu itu!"

"Betul kata Kakek, Yev!" Martha menimpali dengan nada sewot. "Tuan Muda Zico sudah mengirimkan undangan khusus VVIP buat keluarga kita. Meskipun pabrik mereka sempat kena musibah kemarin, pengaruh Keluarga Z di kota ini tetap besar. Zico sudah janji mau memperkenalkanmu ke para investor elite di pesta itu."

Yevone menggigit bibir bawahnya. Nama Zico saja sudah membuat perutnya mual. Sejak kejadian di teras rumah beberapa hari lalu, Yevone berusaha menghindari pemuda arogan itu mati-matian. Namun keluarganya seolah tidak peduli dan terus saja merencanakannya untuk diserahkan kepada Zico demi kepentingan bisnis keluarga.

"Aku tidak mau pergi dengan Zico," ucap Yevone tegas, menatap keluarganya satu per satu. "Dan aku sudah punya suami. Aku tidak tertarik dijodohkan dengan siapa pun."

Suasana ruang tamu seketika mendadak tegang. Martha membelalakkan matanya, geram mendengar penolakan mentah-mentah dari anaknya.

"Suami? Suami apa yang kamu banggakan itu, hah?!" maki Martha sambil menunjuk ke arah dapur, tempat Theodore sedang mencuci piring kotor bekas sore tadi. "Si gembel benalu itu?! Sampai kiamat pun dia nggak bakal mampu beliin kamu gaun seharga satu juta, apalagi ngajak kamu ke hotel bintang lima!"

"Sudahlah, Martha. Jangan sebut nama sampah itu di hari bahagia kakek," Kakek Surya melambaikan tangannya dengan jijik. Ia kembali menatap Yevone dengan sorot mata mengancam. "Dengar baik-baik, Yevone. Besok malam, kamu wajib pakai gaun terbaikmu, datang ke pesta itu, dan duduk di samping Tuan Muda Zico. Kalau kamu berani membolos atau membuat malu keluarga, coret nama kamu dari daftar ahli waris, dan silakan angkat kaki dari rumah ini bersama si benalu itu!"

Yevone mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuhnya. Air mata kekesalan mendesak di pelupuk matanya. Keluarga ini tidak pernah melihatnya sebagai manusia; mereka hanya melihatnya sebagai barang

dagangan yang bisa dijual demi keuntungan.

Tanpa menjawab, Yevone langsung berbalik dan berjalan cepat menuju kamarnya, membanting pintu dengan cukup kencang.

Di sudut dapur, Theodore yang sedang mengelap piring-piring bersih mendengar seluruh percakapan tersebut. Wajahnya tetap tenang tanpa ekspresi, namun tatapan matanya berubah menjadi sangat dingin. Ia meletakkan piring terakhir ke dalam rak lemari.

*Pesta ulang tahun besok, ya?* batin Theodore sambil melirik cincin naga hitam di jari manisnya. *Kalian ingin menjadikan pesta itu sebagai panggung perjodohan? Baiklah. Aku akan pastikan panggung itu berubah jadi saksi kehancuran total kalian.*

Malam semakin larut. Di dalam kamar tidurnya yang sempit, Yevone duduk termenung di tepi ranjang sambil memandangi gaun pesta mewah berwana merah marun yang digantung di balik pintu—gaun pemberian keluarga yang dipersiapkan sebagai baju pengantin sementaranya untuk esok hari. Ia merasa terjebak dalam sangkar emas yang penuh dengan duri.

Theodore masuk ke dalam kamar dengan langkah tanpa suara, membawa segelas air hangat yang diletakkannya di meja kecil sebelah tempat tidur.

"Minum dulu, Yev. Jangan terlalu dipikirkan," ucap Theodore lembut, duduk bersimpuh di samping lutut istrinya.

Yevone menoleh, menatap suaminya dengan mata yang sudah sembab karena menangis. Ia merebahkan kepalanya di bahu Theodore, mencari sedikit ketenangan di tengah badai tekanan keluarganya.

"Theo... aku capek," bisik Yevone parau. "Besok aku harus datang ke pesta itu. Aku dipaksa ketemu sama Zico. Aku nggak tahu harus gimana lagi."

Theodore merengkuh bahu istrinya dengan penuh kehangatan, tangan kanannya mengusap rambut Yevone perlahan.

"Jangan takut," bisik Theodore tepat di telinga Yevone, suaranya terdengar begitu dalam dan menenangkan. "Datanglah ke pesta itu besok. Nikmati pestanya. Apapun yang terjadi, aku berjanji... tidak ada satu pun orang yang bisa menyentuh atau memaksamu melakukan apa yang tidak kamu inginkan."

Yevone mendongak, menatap wajah Theodore yang tampak begitu yakin. Meski terdengar mustahil di tengah situasi pelik ini, entah kenapa kata-kata suaminya selalu berhasil meredakan debar ketakutan di dadanya.

Ia tidak tahu, bahwa esok malam, di balik pintu hotel mewah tempat pesta emas itu diadakan, armada ribuan pasukan elit di bawah komando Exel sudah bersiap menyambut kedatangan sang Raja dan Ratu dunia bawah.

1
Glastor Roy
update
Fery Oktavian: update tiap hari 5 bab
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!