NovelToon NovelToon
One Piece : Sistem In The Shinobi World

One Piece : Sistem In The Shinobi World

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Naruto
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RabilMuhammadTahir

Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.

One Piece System.

Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.

Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.

Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.

Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Bayangan Kabut di Dermaga

Dua hari berlalu di Tebing Barat Pulau Ren dalam kesibukan yang tertata rapi.

Di bawah bimbingan keras Johnny, sebelas mantan penyamun Dogo mengalami perubahan sikap yang signifikan. Johnny tidak mengajari mereka teknik ninjutsu atau chakra—hal yang bahkan tidak dikuasainya—melainkan taktik pertarungan kelompok, formasi penyergapan di ruang sempit, serta ketahanan fisik dasar khas pelaut.

"Jangan cuma mengandalkan ayunan parang liar!" teriak Johnny dari atas batu karang, memegang katana dengan sarungnya seraya mengawasi latihan. "Dua orang menahan tameng atau kayu di depan, tiga orang menusuk dari celah! Di tengah kabut malam, kekompakan kelompok adalah kunci untuk membunuh musuh yang lebih cepat dari kalian!"

Dogo dan anak buahnya mengangguk patuh, mengulang gerakan bertahan dan menyerang menggunakan tongkat kayu latihan yang dibuat dari dahan pohon sekitar tebing.

Sementara itu, Rian tidak berdiam diri. Di sebuah ceruk batu yang sunyi di atas gua, ia melatih penguasaan Kenbunshoku Haki (Basic) dan Rokushiki: Kami-e (Basic) secara bersamaan. Ia memejamkan mata, membiarkan gelombang persepsi indranya merasakan jatuhnya tetesan air dari atap gua serta hembusan angin laut.

Setiap kali tetesan air jatuh, Rian meliukkan tubuhnya tanpa melihat, melatih efisiensi gerakan agar tidak membuang tenaga secara percuma. Latihan ini secara bertahap meningkatkan kontrol stamina fisiknya.

Pada sore hari di hari kedua, Dogo kembali ke markas dengan tergesa-gesa. Mantel lusuhnya basah oleh embun kabut pantai.

"Tuan Rian!" panggil Dogo seraya melangkah masuk ke aula gua tempat Rian dan Johnny sedang memetakan jalur dermaga di atas meja kayu.

Rian mendongak. "Bagaimana situasinya?"

"Kapal patroli Kirigakure sudah memasuki perairan luar Pulau Ren," laporkan Dogo dengan napas sedikit memburu. "Kapal itu adalah sloop bertiang dua berbendera resmi Desa Kabut. Berdasarkan pantauan anak buahku di dermaga selatan, kapal itu akan merapat di dermaga utama sekitar dua jam lagi, tepat saat malam jatuh."

"Berapa banyak personel di atas kapal itu?" tanya Rian dingin.

"Sekitar sepuluh orang," jawab Dogo cepat. "Pemimpinnya adalah Chunin Kaji. Dia membawa delapan orang prajurit Genin dan satu orang pengemudi kapal sipil. Kaji sudah mengirim pesan ke kepala desa Pulau Ren untuk menyiapkan 'pajak keamanan' sebesar 50.000 Ryo malam ini, atau kapal-kapal dagang di dermaga akan disita."

Johnny menyeringai, mengetukkan jari-jarinya di gagang pedangnya. "Orang-orang Kiri ini bertindak persis seperti kelompok bajak laut peras di East Blue, Aniki! Menyebalkan sekali."

"Mereka memang bukan tentara pelindung, Johnny," balas Rian seraya berdiri. "Di era Desa Kabut Berdarah, sebagian besar patroli luar Kiri bertindak seperti penguasa tirani."

Denting suara sistem berdenting nyaring di dalam kepala Rian.

[MISSION TRIGGERED: Bayangan di Atas Air]

Tujuan Misi: Lumpuhkan atau usir Pasukan Patroli Kirigakure pimpinan Chunin Kaji tanpa membiarkan identitas faksi Gale terungkap ke markas besar Kirigakure.

Kondisi Kemenangan: Hancurkan dominasi patroli Kiri di Pulau Ren dan amankan pasokan dari kapal dagang independent.

Hadiah Misi: +250 System Point, +100 Underworld Reputation, +50 Public Reputation (Pulau Ren).

Batas Waktu: Sebelum Fajar Hari Berikutnya.

Rian menatap rincian misi tersebut. Hadiah 250 System Point sangat bernilai untuk membuka kemampuan baru di Shop. Namun, kunci utama misi ini adalah kata terselubung. Jika Kirigakure mengetahui ada faksi baru yang secara terbuka membantai pasukan patroli resmi mereka, Kirigakure akan mengirim unit Anbu atau pasukan yang jauh lebih besar untuk meratakan Pulau Ren.

"Dogo," panggil Rian.

"Ya, Tuan!"

"Apakah kapal dagang independen yang membawa pasokan logam dan obat-obatan itu masih berada di dermaga utama?"

"Masih, Tuan. Kapten kapal dagang itu, Kenshin, sedang menahan diri di dalam kapalnya karena takut pasokannya disita oleh Kaji saat patroli Kiri tiba."

Rian mengetuk meja kayu dengan ujung jarinya, menyusun strategi di dalam kepalanya. Intelligence bernilai 14 membuatnya mampu menghubungkan setiap variabel secara presisi.

"Kaji serakah," ujar Rian pelan. "Seorang Chunin yang memeras kapal pedagang di dermaga kecil tidak akan melaporkan setiap koin yang ia peras ke markas besar Kiri. Dia bertindak atas inisiatif pribadi demi keuntungan sendiri."

Rian berpaling menatap Johnny dan Dogo. "Kita tidak akan menyerang kapal patroli Kiri di dermaga terbuka tempat seluruh penduduk pulau bisa melihat. Kita akan memancing mereka ke perairan gelap di luar teluk."

"Bagaimana caranya, Aniki?" tanya Johnny penasaran.

"Dogo, kirim pesan rahasia kepada Kapten Kenshin dari kapal dagang," instruksi Rian. "Beri tahu dia bahwa jika ingin selamat dari pemerasan Kaji, dia harus berlayar meninggalkan dermaga malam ini juga saat kabut tebal naik. Kaji yang serakah pasti akan mengejar kapal dagang itu ke laut lepas untuk menyitanya secara paksa di luar pengawasan publik."

Mata Dogo membelalak, menyadari kecerdasan rencana tersebut. "Dan saat kapal patroli Kiri mengejar kapal dagang itu ke perairan gelap di utara..."

"Kita akan menyergap kapal patroli Kiri di atas air," sambung Rian dengan pandangan dingin di balik mantel hitamnya. "Tanpa saksi mata dari penduduk pulau, dan tanpa ada laporan yang sempat dikirim Kaji kembali ke Desa Kabut."

Johnny tertawa lepas, menepuk bahu Dogo hingga mantan penyamun itu tersentak. "Bagus sekali, Aniki! Pertarungan di atas kapal adalah spesialisasisiku!"

Malam hari jatuh di atas Pulau Ren dengan pekatnya kabut putih yang menyelimuti seluruh garis pantai.

Rian, Johnny, bersama Dogo dan empat anak buah Gale yang paling cekatan bergerak menuju Dermaga Timur. Mereka memanjat naik ke atas Perahu Layar Kayu Kecil milik Rian yang masih terikat di tonggak nomor 14.

Rian melepas tali tambat perahunya. Menggunakan skill Navigation (Basic), ia mengemudikan perahu kayu kecil itu menembus kabut tebal tanpa menggunakan obor, menuju perairan karang di luar teluk utara Pulau Ren.

Melalui Kenbunshoku Haki (Basic), Rian merentangkan radar persepsinya hingga radius dua puluh meter.

Di tengah kegelapan malam dan deburan ombak, Rian mematikan layar perahunya dan membiarkan perahu mereka terapung tenang di antara celah dua batu karang tinggi yang terlindung kabut.

"Dogo, bagaimana dengan pesan kepada Kapten Kenshin?" bisik Rian dari bagian kemudi.

"Pesan sudah disampaikan satu jam lalu, Tuan," bisik Dogo seraya menggenggam parangnya erat. "Kapten Kenshin menerima tawaran itu. Dia sudah menaikkan jangkar lima belas menit yang lalu."

Hening sejenak menyelimuti perairan utara. Hanya suara deburan air laut yang menghantam karang dan napas teratur para anggota Gale.

Sepuluh menit kemudian, ear indra Rian yang dipertajam oleh Kenbunshoku Haki menangkap getaran suara dari arah teluk utama.

Kepakan layar besar dan derak kayu berat membelah air.

Sebuah kapal layar sedang berukuran sedang meluncur membelah kabut—kapal dagang milik Kenshin yang berusaha melarikan diri ke lautan lepas.

Namun, hanya berjarak dua ratus meter di belakang kapal dagang tersebut, siluet kapal sloop bertiang dua dengan lentera merah ber bendera Kirigakure melaju kencang mengejarnya.

Dari atas geladak kapal patroli Kiri, suara teriakan kasar menggema menembus kabut.

"Hentikan kapalmu, Pedagang! Atau kami akan menenggelamkanmu di tempat atas tuduhan penyelundupan!"

Chunin Kaji dan pasukan patrolinya telah memakan umpan tersebut bulat-bulat. Mereka telah mengejar kapal dagang itu keluar dari wilayah teluk Pulau Ren, tepat menuju perangkap yang disiapkan faksi Gale di perairan karang gelap.

Rian berdiri di bagian depan perahu kayunya, merapatkan mantel bertudung hitamnya seraya menatap siluet kapal patroli Kiri yang makin mendekat.

"Johnny, Dogo," bisik Rian datar. "Bersiap."

Johnny mencabut katananya setengah inci dari sarungnya, membiarkan kilatan baja mengkilap di tengah kegelapan kabut malam. "Kapan saja, Aniki."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

SYSTEM STATUS

Nama: Rian Usia: 20 Level: 1

Strength: 8 Speed: 7 Vitality: 8 Stamina: 8 Intelligence: 14

System Point: 100 SP Reputation: 100 (Public - Pulau Ren)

Skills:

Rokushiki: Kami-e (Basic)

Navigation (Basic)

Kenbunshoku Haki (Basic)

Characters:

Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Perahu Layar (Perairan Utara Pulau Ren)

Inventory:

Basic Hunting Knife (1)

Kapak Besi Kecil (1)

Kompas Kuningan (1)

Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)

Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)

Jurnal Pelayaran Kuno (1)

Kantong Air Kulit (2 Liter)

Roti Gandum Kering (2)

Uang Tunai: 33.200 Ryo

Perahu Layar Kayu Kecil (1)

Plat Nomor Tambat Dermaga #14 (1)

Achievement:

First Survival

World Discovery

Tactical Advantage

Civilized Footprint

Founder

Organization: Gale (Level 1 - Organisasi Rahasia) Territory: Markas Tebing Barat (Pulau Ren)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Perahu kayu kecil milik Rian mengapung tanpa suara di balik bayangan batu karang, menantikan detik ketika kapal patroli Kirigakure melintas tepat di samping posisi mereka. Penyergapan pertama faksi Gale terhadap pasukan resmi dunia Shinobi berada di ambang pelaksanaannya.

1
SR07
kebetulan sekali ygy🗿
SR07
anak buah dogo🗿,itu udh jadi bawahan lu, panggilan yang cocok harusnya anggota fraksi atau apapun itu asal cocok🗿
SR07
masih heran kenapa MC nya malah summon karakter di kapal dah, kan seharusnya itu rahasia yang tidak boleh diketahui 🗿
SR07
langsung Balik modal😅
SR07
iya lah jir, lu dipantai brok bukan kamar, pertanyaan macam apa itu, kalau lu bangun di kamar yang beda baru pertanyaan gitu🗿
Tahir Muhammad
upp terus
Rem Suzuki
upp terus thor
Sub Zero
lanjut bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!