NovelToon NovelToon
Hantu Pedang Menantang Takdir

Hantu Pedang Menantang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:106k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.

Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.

Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berebut Naik Kuda

Ketiganya akhirnya keluar dari Penginapan Kayu Mawar. Begitu sampai di halaman depan, mereka langsung melihat sebuah kereta kuda yang sudah menunggu. Di sekitar kereta kuda tersebut terdapat belasan ekor kuda lain yang siap ditunggangi oleh anggota Harta Langit. Mereka semua tampaknya sudah bersiap sejak beberapa waktu lalu.

Namun, ketika melihat siapa yang keluar bersama Lan Suya dan Gao Rui, para anggota Harta Langit langsung menunjukkan ekspresi terkejut. Tatapan mereka hampir bersamaan tertuju kepada Sha Nuo yang berjalan dengan santai di belakang keduanya.

Beberapa orang bahkan saling pandang sebelum buru-buru memberi hormat.

“Salam, Senior Sha Nuo!”

“Salam, Senior!”

Bagaimanapun juga, nama Sha Nuo sudah bukan nama yang asing di dunia persilatan Kekaisaran Zhou. Ia merupakan salah satu pendekar besar yang kedudukannya berada di tingkat yang sulit disentuh oleh kebanyakan orang. Berita mengenai tindakannya sebulan terakhir bahkan telah tersebar ke berbagai wilayah.

Cerita mengenai bagaimana Sha Nuo berhasil menyelamatkan Permaisuri Kekaisaran Zhou ketika wanita itu diculik juga telah terdengar ke mana-mana. Tidak hanya itu, namanya kembali menjadi pembicaraan setelah ia membantu menyelamatkan istana ketika Kelompok Aliran Hitam menyerang Kekaisaran Zhou.

Beberapa anggota Harta Langit yang berdiri agak jauh mulai berbisik-bisik.

“Apakah kau pernah mendengar? Permaisuri berhasil diselamatkan oleh Pendekar Sha Nuo.”

Temannya langsung mengangguk.

“Tentu saja. Cerita itu sudah terdengar ke mana-mana.”

“Katanya para penculik menyembunyikan Permaisuri di tempat yang sangat terpencil dan tersembunyi. Seharusnya tidak mungkin ada seorang pun yang berhasil menemukan keberadaannya.”

Ia berhenti sebentar sebelum melanjutkan dengan suara kagum.

“Namun Pendekar Sha Nuo tetap berhasil menemukannya.”

Temannya menghela napas.

“Pendekar Nuo memang luar biasa.”

Bisikan-bisikan itu terus terdengar di antara para anggota Harta Langit. Mereka semua memandang Sha Nuo dengan rasa kagum sekaligus hormat.

Awalnya, mereka mengira Sha Nuo hanya akan mengantar Lan Suya dan Gao Rui sampai halaman penginapan. Mereka tidak terlalu memikirkannya karena seorang pendekar seperti Sha Nuo tentu memiliki urusannya sendiri.

Namun pikiran itu langsung berubah ketika Sha Nuo justru berjalan mendekati rombongan. Beberapa orang saling pandang.

“Jangan-jangan Senior Sha Nuo ikut bersama kita?”

Pertanyaan tersebut membuat suasana mendadak sedikit gugup. Barulah mereka menyadari sebuah masalah.

Harta Langit hanya menyediakan satu kereta kuda untuk perjalanan kali ini. Kereta tersebut cukup luas untuk dua orang, tetapi jelas tidak dibuat untuk tiga orang.

Sementara sekarang ada tiga orang terhormat yang akan melakukan perjalanan bersama mereka. Nyonya Lan Suya, Tuan Muda Gao Rui dan Pendekar Sha Nuo. Lalu siapa yang berhak masuk ke dalam kereta?

Tidak ada seorang pun yang berani mengeluarkan pendapat. Mereka hanya bisa saling pandang dengan wajah canggung. Tidak mungkin mereka meminta salah satu dari ketiga orang tersebut turun dan menunggang kuda.

Pada saat itu, pintu kereta kuda dibuka. Lan Suya langsung memahami situasinya. Ia memandang Sha Nuo dan Gao Rui sebelum berkata dengan tenang.

“Senior, Rui’er, kalian berdua saja yang naik ke dalam kereta.”

Ia kemudian tersenyum dan membuat alasan.

“Biar aku yang menunggang kuda. Sudah lama sekali aku tidak menunggang kuda.”

Gao Rui tampak tidak enak hati.

“Tidak bisa, Bibi Ya.”

Ia segera menggelengkan kepala.

“Bibi dan Paman Nuo saja yang masuk ke dalam kereta. Aku yang akan menunggang kuda.”

Lan Suya langsung menolak.

“Tidak perlu, Rui’er.”

“Kau masih muda. Perjalanan setengah hari dengan menunggang kuda tentu akan membuatmu lelah.”

“Tapi....”

“Sudah,” potong Lan Suya lembut. “Kau dan Senior Nuo saja yang masuk ke dalam kereta.”

Gao Rui masih tampak ragu. Ia beberapa kali melirik Lan Suya lalu Sha Nuo, seolah tidak tahu harus mengikuti perkataan siapa.

Sha Nuo sendiri sejak tadi hanya diam. Tatapannya beralih kepada deretan kuda yang sudah disiapkan Harta Langit. Ia menghitung jumlah orang yang akan menunggang kuda, kemudian menghitung jumlah kuda yang tersedia. Benar saja, jumlah kudanya bahkan kurang satu.

Sha Nuo menghela napas kecil. Ia kemudian memandang salah seorang anggota Harta Langit.

“Siapkan satu kuda lagi.”

Orang tersebut langsung membungkuk.

“Baik, Senior.”

Ia segera berbalik dan berlari meninggalkan halaman penginapan.

Tidak lama kemudian, Sha Nuo kembali memandang Gao Rui dan Lan Suya.

“Pendekar sepertiku tidak cocok naik kereta kuda.”

Keduanya menatapnya. Sha Nuo terkekeh.

“Kalau aku duduk di dalam kereta, nanti orang-orang malah menertawakanku.”

“Sudah, kalian berdua saja yang naik kereta.”

Gao Rui terdiam. Lan Suya juga tidak langsung menjawab. Keduanya saling pandang sebentar sebelum akhirnya mengangguk.

“Baiklah,” kata Gao Rui.

Lan Suya pun tersenyum sopan.

“Kalau begitu, kami akan mengikuti perkataan Senior.”

Sha Nuo hanya mengangguk.

Tidak lama kemudian, suara langkah kaki kuda terdengar dari kejauhan. Seorang anggota Penginapan Kayu Mawar datang bersama anggota Harta Langit membawa seekor kuda besar berwarna hitam. Kuda tersebut merupakan milik penginapan yang sengaja dipinjamkan setelah mengetahui bahwa Sha Nuo membutuhkan tunggangan tambahan.

Kuda itu berhenti tepat di depan Sha Nuo. Sha Nuo mengelus lehernya sebentar sebelum menaikinya dengan gerakan ringan.

Begitu duduk di atas pelana, tubuhnya yang tinggi membuat kuda tersebut tampak semakin gagah. Ia memandang seluruh rombongan.

“Ayo kita berangkat.”

“Baik!”

Para anggota Harta Langit segera bergerak menuju posisi masing-masing. Beberapa orang menunggang kuda di bagian depan, sebagian lainnya berada di belakang kereta untuk menjaga keamanan. Gao Rui dan Lan Suya masuk ke dalam kereta kuda, sementara Sha Nuo berada di sisi rombongan dengan kudanya sendiri.

Tidak lama kemudian, suara roda kereta mulai terdengar. Kuda-kuda bergerak meninggalkan halaman Penginapan Kayu Mawar. Rombongan Harta Langit pun perlahan meninggalkan ibu kota Kekaisaran Zhou. Perjalanan menuju Kota Wuye akhirnya dimulai.

...*****...

Di dalam kereta kuda, Lan Suya duduk di dekat jendela. Pandangannya tertuju pada pemandangan di luar yang perlahan bergerak menjauh. Rumah-rumah di ibu kota semakin lama semakin sedikit, digantikan oleh jalan panjang yang membentang menuju Kota Wuye. Namun meskipun matanya melihat ke luar, pikirannya sama sekali tidak berada di sana.

Ucapan Lan Guan kemarin kembali terbayang di kepalanya. Minggu depan, ayahnya akan datang ke ibu kota.

Tujuan kedatangannya juga sudah jelas. Ia ingin kembali membicarakan pernikahan Lan Suya dengan Fang Zhu. Lima tahun yang diberikan kepadanya untuk memilih pasangan sendiri akan segera berakhir, sementara sampai sekarang Lan Suya masih belum memiliki seseorang yang ingin dinikahinya.

Lan Suya menghela napas panjang. Ia benar-benar belum ingin menikah sekarang. Bukan karena ia membenci pernikahan, melainkan karena ia tidak ingin menghabiskan sisa hidup bersama seseorang yang tidak dicintainya.

Namun sekarang masalahnya justru menjadi jauh lebih rumit. Ia sudah terlanjur mengatakan kepada Lan Guan bahwa dirinya memiliki kekasih. Jika ayahnya datang minggu depan dan meminta bertemu dengan kekasihnya, apa yang harus ia lakukan?

Lan Suya menggigit bibirnya pelan. Ia benar-benar harus menemukan seseorang yang bersedia berpura-pura menjadi kekasihnya. Masalahnya, siapa? Semakin dipikirkan, semakin kepalanya terasa pusing.

Di seberangnya, Gao Rui yang sejak tadi memperhatikan perubahan ekspresi Lan Suya akhirnya bertanya.

“Bibi, apa yang sedang kau pikirkan?”

Suara Gao Rui membuat Lan Suya tersadar. Ia segera mengalihkan pandangan dari jendela dan menatap Gao Rui. Namun karena pikirannya masih dipenuhi masalah yang sama, sebuah pertanyaan justru keluar dari mulutnya secara refleks.

“Rui’er, bagaimana pendapatmu tentang Paman Nuo-mu itu?”

“...”

Suasana di dalam kereta langsung hening. Gao Rui berkedip beberapa kali. Ia tampak benar-benar bingung dengan pertanyaan tersebut.

Sementara itu, Lan Suya sendiri langsung membeku begitu menyadari apa yang baru saja ia katakan. Kenapa aku malah menanyakan Sha Nuo? Wajah Lan Suya perlahan memanas.

Gao Rui masih menatapnya dengan penuh tanda tanya.

“Paman Nuo?”

Lan Suya tidak langsung menjawab. Ia baru menyadari bahwa pertanyaannya tadi terdengar sangat aneh.

Terlebih lagi, orang yang ia tanyakan adalah Sha Nuo. Pria yang sejak beberapa waktu terakhir tanpa sadar semakin sering muncul dalam pikirannya.

1
Ayumi
Paman Sableng,,,Hancurkan tuch,,,pembuat Onar,,
Dafa Bin Andik: sehat selalu thor bayak rezeki yang halal dan berkah 🤣🤣🤣🤣🤣 ayoo paman nuo hajar
total 1 replies
Sarip Hidayat
siapa hayoooo... perempuan itu
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow, sekali paman Nuo, bergerak... Langsung jlebz 🔥🌽
Nanik S
Sekte Lembah Hantu... kenapa mesti ada Rui dan Paman Nuo dipesta .. apakah Lembah hantu akan setor Nyawa
Nanik S
Waduh.... akan menjadi perayaan Duka bagi keluarga Wong... Rui.. jangan diam saja... Paman Nuo habisi mereka🤣🤣🤣
Bubat Garage Reborn
saatnya beraksi Paman🤣
yayat
wah datang diwaktu yg salh datang mlh mengantarkan uang jajan buat paman nou untuk beli mie pangsit n ayam bekakak
Jeffie Firmansyah
yang pasti ancaman salah sasaran .... masuk ke kandang singa..... berani nya pengancaman harta langit dan paman Nuo.
.. yang pasti pulang tinggal nama sekte pedang hantu punah🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
ibarumbung
👍👍👍👍👍
Markinyo
sygny tayang episode ny cmn 1-2 episode tiap hr
mbono keling
👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪💪👍
udenk
waaah mau main hantu2an ama paman nuo
tariii
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Eka Haslinda
waaahhh.. kasihan sekali Sekte Lembah Hantu Kegelapan.. datang di waktu yg sangat tepat.. bertemu langsung dgn Hantu pedang.. ketemu sesama hantu pasti ramai.. gasss lanjot thoorrr
Eko🍤
hehehehe aroma pembantaian nih🤣👍ayooooo bantaaaaaaaiiiiii
Raju
percaya diri di.awal...
menyedihkan di ahir, itulah gu shu...
𝕸𝕬𝕾𝕿𝕰𝕽𝕾 𝕷𝕰𝕰, 𝕬𝕸𝕶
Mantap
Putri K
kata kata paman nuo sudah mengikuti jejak babang boqing🤣🤣
Momu
🤣🤣🤣
Sarip Hidayat
adalagi yg cari cari koit🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!