Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.
Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.
Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.
Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.
Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
\=\=\= STATUS \=\=\=
Nama: Nate Leicester (991)
Usia: 19 Tahun
Aspek: Purple Reaper [F]
Level: 5
EXP: 103/640
STR: 4
AGI: 6
MP: 1
STA: 3
VIT: 1
INT: 1
Poin Stat: 0
Credit: 8.680
Senjata: Violet Reaper [F]
Title: -
\=\=\= LOKASI: S86 \=\=\=
Violet Reaper: [384/600]
Itu agak menyedihkan jika dipikir-pikir. Memburu sebelas monster level satu akan jauh lebih efisien daripada bersusah payah melawan Hucker level 11 yang sangat berbahaya, hanya untuk mendapatkan EXP dalam jumlah yang sama.
Nate tidak menyangka bahwa EXP yang didapat akan bergantung langsung pada level monster. Seperti Hucker level 11 yang menghasilkan tepat 11 EXP.
Jika terus begini, Nate mungkin harus memburu seluruh monster di dunia ini hanya untuk melangkah ke level yang sama dengan naga itu.
"Jangan bilang naga itu juga cuma menghasilkan 64 EXP? Wah, itu mengesankan."
Nate merasa kesal, tapi pada akhirnya begitulah cara dunia ini bekerja. Dia hanya bisa berharap ada perubahan yang datang nanti.
Nate melanjutkan perjalanannya yang relatif tenang. Tidak butuh waktu lama sebelum taman itu akhirnya tampak di hadapannya, dan pemandangan yang menyambutnya jauh dari kata menyenangkan.
Air mancur di tengah taman itu sudah tidak mengalirkan air bersih, cairannya kotor dan hitam, lebih menyerupai selokan terbuka yang menjijikkan. Ayunan-ayunan yang seharusnya bergantung di pohon sudah putus talinya, jungkat-jungkit dan segala mainan lainnya hancur berantakan. Bau jorok dan pengap memenuhi udara, bercampur dengan kehadiran begitu banyak monster yang berkeliaran di sana, menjadikan taman itu lebih mirip kandang daripada tempat bermain.
Beruntungnya, mereka semua berperingkat F dan berada di level dua hingga lima.
Di antara kerumunan itu, Nate akhirnya menemukannya. Sebuah pusaran hitam dengan percikan petir berwarna merah yang meninggalkan bau gosong samar di udara sekitarnya.
[Dungeon (Crackers) Rank F / Lv.15]
[Syarat Masuk: Level 5 // Maksimal: 10 Player]
Level 15.
Nate mengamati dungeon itu sejenak dengan tenang, lalu menghunus sabitnya. Satu langkah, dan tubuhnya melesat dengan cepat, menembus kerumunan dan membelah apapun yang berada di jalurnya.
Monster-monster itu memekik antara ketakutan dan kemarahan lalu mulai menerjang balik. Notifikasi sistem terus-menerus muncul, menciptakan semacam nyanyian kematian yang Nate nikmati tanpa bosan sedikit pun.
Sraaang!!
[Monster (Lycanil) Rank F / Lv. 3 Telah Dikalahkan!]
Sraaang!!
[Monster (Lycanil) Rank F / Lv. 3 Telah Dikalahkan!]
Buum!!
[Monster (CryBallon) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
Buum!!
[Monster (Murneth) Rank F / Lv. 1 Telah Dikalahkan!]
Sraaang!!
[Monster (Hunger) Rank F / Lv. 5 Telah Dikalahkan!]
Sayangnya, bahkan setelah semua itu, Nate masih belum naik level satu pun.
"Yah, setidaknya aku setengah langkah lebih dekat untuk meningkatkan senjata warisanku."
Nate mendengus pelan.
Sekali lagi, dia mendapati dirinya berdiri di tengah pemandangan yang sudah sangat familiar. Lautan darah hitam, tumpukan monster yang mati dengan cara-cara yang tidak sedap dipandang, dan bau amis menyengat yang menguasai udara. Nate tidak repot-repot merasakan apapun dari pemandangan itu dan langsung mengalihkan fokusnya ke portal dungeon yang berputar pelan di hadapannya.
Dengan langkah yang tenang, Nate melangkah masuk.
[Memasuki Dungeon (Crackers) Rank F / Lv.15]
[Memindahkan Pemain...]
Segalanya berputar seketika, lalu menjadi gelap. Kesadarannya atas tubuhnya sendiri hilang sesaat sebelum akhirnya Nate membuka matanya lagi dan menemukan dirinya di sebuah tempat yang sama sekali berbeda.
Sistem muncul di sampingnya.
[Kondisi Penyelesaian: Kalahkan lima ratus monster dan satu boss monster dari total seribu monster.]
[Monster Boss (Crackers) : 0/1]
[Monster (Crueler) : 0/333]
[Monster (Chandlerin) : 0/511]
[Monster (Credler) : 0/156]
[Penyelesaian: 0/500]
[Penyelesaian Boss: 0/1]
Melihat itu, Nate terdiam sejenak. Lalu dia menghunus sabitnya. Jumlah yang tertera di layar itu cukup untuk membuat jantungnya berdebar kencang, bukan hanya karena kesenangan dari pertaruhan semacam ini, tapi juga karena dia bisa merasakannya secara naluriah, bahwa pertarungan kali ini tidak akan berakhir dengan cepat.
Jadi, Nate mempersiapkan dirinya dengan baik.
Dia memeriksa inventorinya:
[x19 Ramuan Penyembuhan]
[x12 Ramuan Peningkatan Kecepatan]
[x6 Ramuan Kekuatan]
[x8 Ramuan Pemulihan Stamina]
Peringkat ramuan itu masing-masing terdiri dari rank F dengan level satu hingga lima. Nate jarang bertemu monster di atas level lima, jadi dia tidak punya banyak ramuan dengan level yang lebih tinggi.
Tapi ada satu pengecualian.
[x1 Ramuan Peningkatan]
Sesuatu yang dia dapatkan dari Hucker sebelumnya. Ramuan peningkatan yang akan menaikkan semua statistiknya sebanyak dua poin sekaligus, yang berarti kekuatannya akan melonjak ke beberapa level di atasnya. Mungkin sekitar level sepuluh atau lebih.
Siapa yang tahu.
Bagaimanapun, Nate merasa itu cukup untuk saat ini. Dia menyimpannya kembali dan mulai memeriksa lingkungan sekitarnya.
Dungeon itu tampaknya adalah reruntuhan sebuah bangunan yang sangat tua dan usang. Nate berdiri di sebuah koridor yang luas, dindingnya terbuat dari batu yang menghitam dan penuh lumut, cahaya dari beberapa obor yang masih menyala menciptakan bayangan panjang yang bergoyang di setiap sudut. Sesekali terdengar suara air yang menetes dan bergema di antara dinding-dinding batu itu, tanpa bisa ditebak datangnya dari mana.
Begitu Nate melangkah, suara langkah kakinya sendiri bergema di koridor itu, dan itu membuat dia jauh lebih berhati-hati dari biasanya.
Lalu sesuatu bergerak di ujung koridor.
Swaaaa!!
Makhluk bayangan itu mengerang keras dan langsung menerjang ke arahnya. Nate dengan tenang mengayunkan sabitnya, menebas tepat di leher monster itu.
Lalu dia terdiam.
Bayangan yang ditebas itu mulai mengepul, mengembang perlahan, dan dengan cara yang terasa seperti ejekan, monster itu beregenerasi dengan sempurna, kembali bergerak seperti tidak terjadi apapun.
"Itu curang!!"
Nate tersentak, melompat mundur beberapa langkah. Monster ini bisa beregenerasi, dan itu berarti kemampuan korosi dari sabitnya tidak akan berlaku untuk jenis monster seperti mereka.
Nate mendecakkan lidahnya, lalu tatapannya menelusuri tubuh monster itu dengan lebih seksama. Di balik kegelapan yang membentuk tubuhnya, ada sesuatu yang bersinar samar di bagian dalam, seperti kristal kecil yang berdenyut lemah.
Nate menggigit bibirnya, mengeraskan rahangnya.
"Sebaiknya ini berhasil."
Sebelum monster itu sempat merespons, Nate menebasnya tepat di titik cahaya samar itu.
Krraaak!!
Suara retak seperti kaca yang dihancurkan dengan palu bergema di koridor, lalu:
[Monster (Credler) Rank F / Lv. 3 Telah Dikalahkan!]
Pertaruhan itu tepat. Nate tidak tahu persis apa benda bercahaya di dalam tubuh monster itu, tapi benda itulah yang memungkinkan mereka beregenerasi. Beruntung dia menyadarinya dengan cepat, karena jika tidak, dia bisa saja terus menebas leher monster itu selamanya dan menguras stamina hanya untuk satu musuh.
"Skill dari Violet Reaper tidak berguna untuk mereka. Jadi selanjutnya akan sedikit lebih sulit karena aku harus menargetkan titik yang tepat setiap kali menyerang."
Nate menggaruk kepalanya. Lalu dengan helaan napas yang kasar, dia melangkah masuk lebih jauh ke dalam koridor.
Dan di situlah dia berhenti.
"...Gila, ada apa dengan jumlah ini?"
Nate tercengang di tempatnya.
***