Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.
Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.
Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".
Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35: KOTA IMPERIAL DAN PERTEMUAN YANG TAK TERELAKKAN
Hari keberangkatan tiba.
Rombongan besar dari Akademi Roh Surgawi berangkat menggunakan Kapal Terbang Naga raksasa yang ditenagai oleh energi kristal. Perjalanan dari akademi ke Ibukota Kekaisaran memakan waktu tiga hari tiga malam melintasi pegunungan, sungai besar, dan dataran luas.
Pemandangan dari atas sangat menakjubkan, namun pikiran Raymond tertuju pada apa yang menanti mereka di sana.
"Nak, Ibukota Kekaisaran adalah tempat berkumpulnya orang-orang hebat dari seluruh penjuru. Di sana ada banyak sekali rahasia, dan juga markas besar musuh-musuhmu. Istana Kematian pasti sudah menunggumu," suara Zhuo Yi memperingatkan.
"Aku tahu Kakek. Semakin banyak musuh, semakin seru pertarungannya. Aku sudah siap," jawab Raymond dalam hati.
Akhirnya, pada sore hari yang cerah, cakrawala di depan mereka mulai dipenuhi oleh bangunan-bangunan megah. Tembok kota raksasa yang tingginya ratusan meter terlihat menjulang hingga ke awan. Itu adalah Kota Kekaisaran Qing Long.
Kapal terbang mendarat di pelabuhan udara khusus.
Saat mereka turun, suasana kota sangat berbeda. Ramai, megah, dan penuh dengan aura kuat di setiap sudut. Jalanan diaspal dengan batu giok, toko-toko menjual senjata dan pil langka, dan orang-orang yang lewat rata-rata memiliki kultivasi yang baik.
"Wow... besar sekali!" mata Da Wei berbinar-binar melihat gedung-gedung tinggi.
Mereka diantar menuju tempat penginapan khusus yang disediakan panitia untuk para peserta turnamen. Di sana sudah berkumpul ratusan peserta dari berbagai sekte dan sekolah lain.
Saat mereka berjalan melewati aula utama...
"Heh, lihat tuh! Itu kan murid dari Akademi Roh Surgawi?"
"Yang mana? Oh yang ada Raymond-nya itu ya?"
"Dengar-dengar dia membantai orang Sekte Pedang Biru habis-habisan ya? Seram sekali."
"Hmph, sok kuat sekali. Lihat saja nanti di arena, ada yang bakal meremukkan egonya."
Raymond mengabaikan semua bisikan itu. Ia terus berjalan dengan kepala tegak.
Namun, saat mereka sampai di lorong yang agak sepi...
WUSH!
Tiga sosok berjalan santai memotong jalan mereka. Mereka mengenakan jubah putih dengan hiasan emas, wajah mereka tampan dan angkuh.
Di tengah, ada seorang pemuda yang paling menonjol. Wajahnya sangat tampan, matanya tajam seperti elang, dan aura yang dipancarkannya sangat stabil dan dalam. Di dadanya tertera lambang sebuah naga perak.
Itu adalah Murid Inti dari Keluarga Kekaisaran, dan juga salah satu kandidat terkuat juara turnamen kali ini—Zhao Tian Long.
Di belakangnya, ada dua pengawal yang aura nya juga sangat kuat.
Zhao Tian Long berhenti tepat di depan Raymond. Ia menatap Raymond dari atas ke bawah dengan tatapan menilai yang sangat menyebalkan.
"Jadi ini dia yang disebut 'Jenius Monster' Raymond?" kata Zhao Tian Long dengan suara dingin. "Kelihatannya biasa saja. Kurasa rumor tentangmu dilebih-lebihkan saja."
Long Ao langsung marah dan maju selangkah. "Hei! Jaga bicaramu! Ini adalah..."
Raymond mengangkat tangan menahan Long Ao. Ia menatap lurus ke mata Zhao Tian Long tanpa berkedip. Tidak ada rasa takut sedikitpun.
"Minggir. Jangan menghalangi jalan," kata Raymond datar.
Suasana langsung mencengkam! Semua orang yang melihat menahan napas. Berani bicara seperti itu pada anak bangsawan kerajaan?!
Zhao Tian Long terkejut sesaat, lalu tersenyum miring. Senyum yang penuh ancaman.
"Berani sekali mulutmu. Bagus. Aku suka orang yang berani. Ingat namamu, Raymond. Di turnamen nanti, aku harap kita satu grup. Aku ingin melihat sendiri... apakah kepalamu sekeras mulutmu atau tidak."
Zhao Tian Long melangkah ke samping, melewati bahu Raymond dengan sengaja menyenggolnya sedikit sebagai tanda penghinaan, lalu pergi bersama pengawalnya.
"Dasar sombong!" gerutu Da Wei. "Kak Raymond, kenapa tidak kita hajar saja dia tadi?"
Raymond tersenyum tipis, matanya menyala penuh semangat bertarung.
"Tenang saja. Kita akan bertemu lagi. Dan saat itu tiba... aku akan membuatnya menyesal pernah lahir ke dunia."