NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Penjara Dakrossa terdiri dari sebelas lantai.

Lantai satu dan dua adalah area para petugas Dakrossa, di mana pusat pengawasaan, penjagaan, pemeriksaan, serta administrasi dilakukan.

Lantai tiga dihuni oleh penjahat kelas biasa; lantai empat berisi tahanan kelas menengah; terakhir, lantai lima didiami oleh tahanan kelas tinggi.

Lantai enam merupakan kantin tahanan, di mana setiap jam makan seluruh tahanan dari tingkat biasa hingga tinggi akan berkumpul di sana, sesuai kelas mereka masing-masing sehingga meja dan kursi makannya dibat menjadi beberapa kelompok.

Lantai tujuh adalah ruang khusus untuk para tahanan yang menjalani masa hukuman apabila melanggar peraturan di Dakrossa.

Lantai delapan dan sembilan merupakan sel khusus yang mengurung makhluk magis dari tingkat menengah hingga tinggi.

Lantai sepuluh menjadi sel tahanan yang memenjarakan penjahat paling berbahaya.

Dan, terakhir adalah lantai sebelas. Di mana makhluk magis terlarang dan terkutuk disegel.

Ini sudah sebulan berlalu sejak dikirim ke Dakrossa. Ilyar lantas menegadah. Mata abu-abunya yang kehilangan semangat hidup beradu dengan teriknya sinar matahari yang memayungi Dakrossa.

Di lantai puncak itu... dia sungguh penasaran seperti apa mengerikannya.

Sekarang, Ilyar tengah membersihkan area umum di halaman. Tidak sendirian, para tahanan lain pun berkeliaran di sana dan Ilyar sebisa mungkin tidak menonjol karena sejak pertama kali bergabung, banyak sekali tahanan yang terlibat masalah terutama bagi yang sangat lemah. Mereka diperlakukan seperti kacung oleh tahanan yang kuat karena perundungan di Dakrossa adalah hal biasa dan tahanan lain tampaknya enggan ikut campur dan terseret masalah.

Di Dakrossa, kegiatan para tahanan meliputi Kegiatan Harian Dasar di mana mereka akan bangun pagi untuk apel ringan, sarapan kemudian membersihkan sel dan sekitarnya; Kegiatan kerja, di sini para tahanan dibina untuk lebih produktif melalui pembinaan kerja. Entah itu kerja di dapur, laundry, pertukangan dan sebagainya. Semacam pelatihan kerja; Pembinaan dan Rehabilitasi, di mana ada bimbingan konseling yang diharapkan mampu membantu para tahanan mengelola stress dan sebagainya agar bisa lebih terkontrol dan tidak membuat masalah; Kegiatan bebas, ada hari di mana para tahanan dibiarkan berkeliaran bebas di lapangan dan beberapa tempat tertentu seperti perpustakaan kecil untuk rekreasi, merefleksikan diri, dan melakukan olahraga; terakhir adalah Kegiatan Sosial, di mana para tahanan bisa menerima kunjungan dari luar yang telah dijadwalkan secara mingguan dan bulanan. Tahanan pun dapat menulis dan menerima surat pada hari itu.

Seperti itulah yang Ilyar ketahui setelah mencari tahu bagaimana Dakrossa berjalan. Masih banyak yang perlu dipahami dan Ilyar ingin mengetahui banyak hal meski terkadang takut-takut harus berhadapan dengan para tahanan beraura mengerikan setiap harinya.

Duk!

Aduh!

Ilyar mengusap kepala bagian belakang saat sebuah gumpalan kain bundar tebal menghantam kepalanya. Saat menoleh ke belakang, dia mendapat sekumpulan wanita dewasa berdiri sambil menatapnya dengan tak bersahabat.

"Hei, bawa itu kemari, Bocah!"

Ilyar mengembuskan napas, memungut gumpalan kain yang jatuh dekat kakinya dan berjalan untuk menyerahkan benda tersebut.

"Ini."

Ilyar menyerahkannya, tapi dengan sengaja si tahanan wanita yang delapan tahun lebih tua dari Ilyar menjauhkan tangannya ketika kain itu hampir sampai di tangannya. Alhasil, gumpalan kain jatuh ke tanah.

"Pft ...

Kawanan di belakang wanita itu menahan tawa melihat Efra-wanita yang hendak menerima bola-sengaja melakukan itu pada Ilyar.

"Serahkan dengan benar," hardik Efra.

Ilyar mengembuskan napas dan membungkuk untuk memungutnya kembali, tapi satu tendangan menghantam wajahnya hingga jatuh tersungkur sebelum meraih gumpalan kain tersebut.

"Padahal tahanan kelas dua, tapi selemah ini? Pfftt..." Efra menahan tawa di ujung bibir.

Sementara Ilyar merintih kesakitan karena tendangan itu membuat sudut bibir agak sobek dan tulang pipinya seperti hendak hancur.

Sangat menyakitkan!

Sejujurnya, Efra sudah kesal melihat Ilyar sejak minggu pertama. Gadis berusia 18 tahun dengan wajah halus menawan dan pembawaan kalem itu diam saja bisa menyita perhatian orang-orang karena aura bangsawannya begitu terpancar. Awalnya, dia tidak mau mengusik karena tanda khusus pada lengan seragam Ilyar menunjukkan kelas dua, yang berarti tahanan tingkat tinggi sementara dirinya tahanan tingkat menengah, yaknj kelas tiga. Namun, sebuah penawaran menggiurkan datang padanya minggu lalu.

"Hei, bangun dan ambil itu untukku!" Efra

menunjuk gumpalan kain yang tak jauh darinya.

Ilyar merapatkan rahang dan menatap Efra dengan tajam. Hal itu membuat sudut bibir Efra berkedut berang. "Beraninya kamu menatapku begitu!"

Duak!

Efra menendang perut Ilyar hingga gadis itu merinting kesakitan sambil memeluk perut. Semua tahanan yang merupakan rekan Efra tergelak dan ikut menginjak-nginjak Ilyar. Melihat kegaduhan itu dari kejauhan, Adrene, Rubia, dan Valeris mengerutkan dahi. Mereka baru saja tiba setelah melakukan beberapa kegiatan kecil di tempat lain dan memutuskan ke lapangan karena Ilyar katanya mau berjemur di sana.

"Hei, hentikan. Dia bisa mati, kekeke... "

Mereka menertawai kemalangan Ilyar dan Efra menyunggingkan senyum penuh kemenangan.

Hanya beberapa detik sebelum seseorang menjambak rambutnya, menariknya dengan kasar ke belakang hingga terjerembap kasar.

"Berani sekali kamu menyentuh adik kecil kami?" Rubia kini berdiri di hadapan Efra. Sementara Adrene dan Valeris segera menghampiri Ilyar yang babak belur.

"Mana keberanianmu tadi, Sialan!" Sepasang mata ungu Rubia berkilat geram, merunduk lalu mencekal kerah pakaian Efra, melayangkan tamparan amat keras di wajahnya.

Sepasang mata Efra bergetar. Dia pikir rekan sekamar Ilyar tidak peduli sama sekali karena ketiganya tampak tak acuh bahkan memerintah ini itu pada Ilyar. Efra sudah memperhatikannya entah itu dikantin atau di mana pun, tapi siapa sangka mereka justru peduli dan memberinya balasan.

"Kami bawa dia dulu." Valeris berkata pada Rubia.

Rubia mengerutkan dahi kesal melihat kondisi Ilyar. Wajah gadis itu babak belur dan pakaiannya jadi kusam karena debu dan jejak sepatu tahanan lain.

"Sialan! Kalian benar-benar cari mati, ya." Sepasang mata ungu Rubia berkilat berang dan saat itu pula, dia tidak hanya menghajar Efra, melainkan orang-orang yang diyakini merundung Ilyar.

"Hei, hentikan! Amankan dia!"

Sipir berseru lantang, mengintrupsi tindakan Rubia. Penyihir gelap satu itu terkenal punya tempramen buruk, makanya tidak ada yang berani mengusiknya terutama Adrene, dia jauh lebih gila jika marah. Efra dan lainnya bersyukur itu bukan Adrene, tapi tetap saja Rubia sangat mengerikan!

Para sipir berdatangan dan mengamankan Rubia.

"Tsk!" Rubia mendecakkan lidah dan jadi lebih tenang, tapi senyumnya tersungging sarkas meski luka samar menghias wajahnya. Dia menerima beberapa pukulan ringan dari tahanan yang coba melakukan perlawanan.

Sementara itu, di waktu bersamaan. Ilyar sudah dibawa ke bangsal perawatan, menerima penanganan secepat mungkin dengan Adrene dan Valeris menunggu di luar ruangan.

"Huh, tidak kusangka anak itu akan dihajar habis-habisan," kata Adrene yang berdiri menyandar di dinding.

"Yah, dia memang terlihat lemah, sih, tapi tidak kuduga selemah itu. Apa dia akan sekarat?" tanya Valeris.

"Seharusnya tidak kubiarkan bocah itu berkeliaran sendirian," gumam Adrene.

Adrene jadi merasa bersalah dan kasihan.

Bagaimana pun meski mereka tampak tak acuh pada Ilyar selama sebulan penuh ini, diam-diam ketiganya cukup memperhatikan Ilyar yang melakukan apa pun yang diperintahkan tanpa mengeluh. Terkadang, bocah itu diam-diam memperbaiki selimut mereka yang merosot di larut malam; menyiapkan makanan yang datang serta membersihkan ruangan tanpa banyak bicara atau keluhan. Sering kali, Ilyar pun inisiatif menawarkan mereka jasa pijat meski pada akhirnya

tidak terasa apa pun dari pijatan tak bertenaganya.

Ilyar adalah anak baik yang patuh! Karena itu

ketiganya jadi menyayangi Ilyar dan menganggapnya sebagai adik bungsu. Yah, meski Ilyar tidak mengetahui bagaimana ketiga wanita itu memandangnya.

"Hei, Adrene."

"Ya?" Adrene bergidik ketika nada suara Valeris jadi sedikit lebih dingin.

"Bukankah ada baiknya kita sedikit mengubah kepribadian anak itu? Dia tidak akan bertahan jika terus bersikap demikian," kata Valeris.

"Apa maksudmu?"

Valeris mengembuskan napas dan melipat tangan depan dada. "Aku ingin mengajarkan sesuatu pada anak itu karena entah mengapa aku merasa dia akan keluar dari Dakrossa."

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!