NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:21.5k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Zara Ayleen adalah perempuan religius dari keluarga sederhana yang percaya bahwa hidup selalu punya jalan lurus untuk tetap dijalani. Namun satu malam yang kelam menghancurkan keyakinannnya. Dalam keadaan yang tak pernah ia kehendaki, Zara menjadi korban dari kesalahan seorang lelaki yang bahkan tak kenal dengan baik—Arsyad Faizandra Wiratama pewaris perusahaan besar yang hidupnya penuh kendali, kekuasaan dan kesombongan. Kesalahan itu memaksa mereka terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Bagi Arsyad pernikahannya dengan Zara merupakan bentuk tanggung jawab bukan perasaan. Bagi Zara, pernikahannya dengan Arsyad adalah ujian terberat dalam hidupnya. Dibawah satu atap, mereka hidup sebagai suami istri yang asing. Arsyad dingin dan berjarak, sementara Zara memendam luka dan berharap dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Kedua

Sial dua benda kenyal itu membuat tubuhku makin menegang tak karuan.

“Mas…” Ayleen mendongakkan kepalanya, dua bola mata cantiknya itu terbuka lebar, dan bibirnya yang mungil itu sedikit terbuka, warnanya yang menggoda bagaikan magnet yang terus menarik untukku sentuh.

“Maaf.” Ucapnya sambil berusaha melepaskan tubuhnya dari tanganku. Namun tidak bisa, kau harus bertanggung jawab Ayleen, sebagai laki-laki normal aku sudah tidak bisa lagi menahannya. Dibawah celanaku sudah terasa sangat sesak sekali.

Aku menarik pinggangnya dan….

“Hempt….” Bibirnya terasa hangat dan manis, mungkin aku orang pertama yang mersakan bibir mungil yang terus menggoda itu.

Aku memejamkan mata merasakan setiap sensasi yang begitu hangat. Tidak ada perlawanan dari wanita itu dan kini….tangannya sudah merangkul tengkukku.

Aku membuka mata, ada senyum nakal dibibirnya. Malam ini wanita kecil ini sungguh berbeda.

“Leen.” Suara ku sudah berat, dan beberapa kali sudah meneguk saliva yang terasa sangat seret.

Ayleen mengangguk samar tampak malu-malu, matanya yang berbinar terus menyoroti netra mataku.

“Aku siap mas, aku istrimu dan aku takut berdosa..” ucapnya pelan.

Sontak aku kembali menggencarkan aksiku. Tangan kiriku tanpa permisi sudah bermain lincah pada dua benda kenyal itu.

Dengan perlahan aku membawa menuntun tubuh kecilnya pada ranjang kasur.

Dari benda kenyal itu, kini aku menyentuh area paling sensitif pada tubuh Ayleen, namun masih terhalang oleh kain tipis.

Aku menatap wajahnya yang kini sudah memerah, tampak malu-malu tapi Ayleen mulai menikmati permainanku.

Didalam celanaku makin mendesak ingin segera dikeluarkan, perlahan aku merebahkan tubuh Ayleen terlebih dahulu.

“Mas… aku masih trauma, pelan-pelan ya!”

Aku mengangguk, mulai membuka rel sleting dan mengeluarkan juniorku dari sangkarnya. Ayleen tampak terbelalak, seolah ragu untuk memulai.

“Ini yang kedua, tidak akan sesakit yang pertama.”

Aku mulai menggesek pelan.

“Mas…” Ayleen tampak menahan sesuatu yang ingin keluar dari mulutnya, tangannya sudah mencengkram punggungku.

“Bentar….”

Lalu ‘Blash’ tidak terlalu sulit seperti yang dilakukan waktu awal.

“Akk..” Ayleen sedikit menjerit, refleks ia menggigit bahuku.

Selang beberapa menit Ayleen tampak mulai menikmati permainan yang aku lakukan, sesekali matanya terpejam menikmati setiap sensasi.

“Jangan ditahan!”

Ayleen menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. “Emh… mas..”

Aku merasakan tubuhnya yang sedikit bergetar.

Senyum mengembang diwajahku, entah mengapa setiap inci tubuhnya membuatku candu. Aku mulai mempercepat pemainan, mengejar sensasi yang akan menuju puncaknya.

“Arkh… mas..” Ayleen mencenkram punggungku, aku merasakan inti tubuhnya yang mulai berkedut.

Dan aku melepaskan cairan benih tepat dirahimnya.

Aku mengecup pelan dahinya, bukan wanita yang kucintai tapi wanita ini bagaikan magnet bagiku. Yang terus menarikku untuk selalu berada disisnya. Seolah sangat berat untuk melepasnya.

Zara Ayleen mungkinkah garis takdir yang sudah menuliskan nama itu untukku, mampukah gadis kecil itu menggantikan posisi Zahira yang masih melekat dalam dihatiku?.

***

POV Zara Ayleen

Aku terbangun dengan senyuman yang mengembang dibibirku. Kini lengan kokoh itu memeluku erat pinggangku, aku memandangi wajahnya, begitu teduh dan sangat tampan. Aku akan sangat beruntung jika memang dalam pernikahan ini kami saling mencintai.

Namun pada kenyataanya, ada nama wanita lain yang masih tertanam didalam hatinya.

Apa itu akan membuatku menyerah?, tentu tidak. Aku sudah membuka hati untuk pria ini, pria yang sudah merenggut kesucianku tapi kini aku sudah memaafkan kesalahan itu. Dan kini tugasku adalah berjuang untuk mendobrak hati pria ini, dan menghilangkan nama wanita itu dihatinya.

Mas Arsyad Faizandra Wiratama. Tidak menyangka aku akan hidup bersama pria asing ini, seorang pria yang tidak pernah aku pinta, seorang pria yang tidak pernah berada pada list do’aku.

Aku bangkit perlahan, menutupi tubuh polosnya dengan selimut tebal. Dan tampa permisi, bibir ini malah menyentuh keningnya.

Badanku tersa sakit, tapi tidak sesaki waktu malam itu. Sungguh malam tadi mas Ar berhasil membuatku merasa melayang. Oh.. jadi itu rasanya.

Mandi dan shalat subuh sudah seesai, aku masih memandangi mas Arsyad yang masih tertidur pulas, aku tidak berani untk membangunkannya untuk shalat. Aku masih merasa sangat canggung untuk menyuruhnya beribadah, tapi walaupun masih bolong-bolong mas Ar masih mengingat tuhannya.

***

Yang aku rasakan kini adalah kecanggungan, kini kami sama-sama diam menikmati sarapan pagi. Sesekali aku melirik mas Ar yanng menikmati sarapannya dengan lahap, lapar setelah pertempuran sengit semalam.

“Aku berangkat, supir sudah menunggu.”

Aku mengangguk pelan, “hati-hati mas, apa perlu aku antar?” Mas Ar hari ini harus mendatangi dokter untuk mengecek kondisi tangannya yang masih harus melakukan perawatan.

“Tidk usah..” ucapnya sambil berlalu meninggalkanku. Sudah biasa.. perlahan tapi pasti, rumah tangga ini pasti akan ada masanya untuk tersa hangat.

Setelah mas Ar pergi, aku membereskan piring-piring bekas sarapan. Dengan bersenandung kecil dan senyuman yang terus membingkai wajahku. Tadi subuh mbak Asih pamit padaku, hari ini adalah jadwal mbak Asih untuk pulang. Jadi aku sedikit akan kerepotan untuk mengurus rumah.

“Aw…Sakit.” Tanpa aba-aba jambakan keras mengenai rambutku.

Sabrine. Entah datangnya dari mana.

“Apa yang suda kamu lakukan semalam bersama Arsyad, hah?” Sabrin terus mencengkram rambutku. Rasanya sangat sakit. Dengan penuh amarah wanita itu melotot menatapku.

“Hal normal yang dilakukan oleh pasangan.” Jawabku tegas sambil berusaha untuk melpas cengkraman tangan Sabrine.

“Oh.. beraninya kamu. Suara desahanmu sungguh membuatku jengah, hah. Apa kamu sengaja mendesah sekuat mungkin dan membuat Arsyad kalang kabut?

Cengkram terlepas.

“Kalau memang iya kenapa?, dia suamiku. Aku halal melakukan itu semua, bahkan aku memiliki pahala yang sangat besar, karena sudah memuaskan suami.”

Tanpa aba-aba.

“PLAKK” tamparan keras mengenai pipiku. Perih sakit, sampai kepalaku pusing dan telinga berdenging. Aku meringis sambil memegangi pipi. Kepalaku berdenyut nyeri.

“Wanita sialan tampang aja lugu, tapi adegan ranjang paling pintar. Apa kamu sering melakukannya dengan pria lain. Dasar wanita penggoda. Saya akan melaporkan ini semua pada tante Rosa. Siap-siap saja, tamparan halus dipipimu ini masih belum sebanding dengan tamparan tante Rosa.” Sabrin mengusap pelan pipiku yang masih berdenyut sakit, diwajahnya masih terukir senyum licik.

Apa aku bisa bertahan dirumah ini dengan ujian yang begitu besar.

Tidak mau menagis hanya karena wanita itu, kini aku masih bisa melangkah tegap mengambil es batu untuk mengompres pipiku.

“Ar, Arsyad… papa telpon kok ga diangkat?”

Aku menoleh kearah pintu utama, papa mikail sudah ada disana.

“Ayleen, kenapa nak?”

Tidak tersa air mataku jatuh. Jadi teringat ayah dan ibu, jika aku sakit sedikitpun pasti mereka aku berebut untuk mengobatiku.

*

*

Kasian Ayleen baru saja malamnya seneng-seneng sama mas Ar, eh paginya malah dihancurkan oleh nenek lampir itu.

1
Ria Leilyhani
nah lo mas ar, ayleen cemburu, kasihan ayleen. lanjut thor
Ria Leilyhani: iya ga jelas banget jadi laki, buat mas Ar cemburu Ayleen biar tau rasa dia bininya ditaksir cowok lain😁
total 2 replies
Ria Leilyhani
lanjut thor, aku suka ceritanya
roses: makasih kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
buci tipis tipis dulu ya kak😁
Ria Leilyhani
nunggu mereka membucin
Buku Matcha
merinding ya thor
Buku Matcha
Mas Ar kok bisa hafal dengan hal beginian, bener bener suami idaman. walaupun agak bakal dikit.
Amiroh
lho ko g lanjut
roses: tuunggu up besok ya kak
total 1 replies
Aniza
lanjut thooor
Aniza: oke thooooor👍👍👍
total 2 replies
Suren
mantappp👍 Arsyad butuh org ada disampingnya tapi egonya tinggi
roses: berul ka, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Ineu
baru mulai baca
roses: makasih kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Lisa Kusmiran07
ceritanya menarik,tp agak bingung pas percakapan.atau dialog nyaga ada tanda nya.
Sri Jumiati
cantik .cocok thor
roses: Makasi yah kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
iya kak, selamat membaca dan siap-siap diobrak abrik perasaan
Sri Jumiati
bagus ceritanya
Buku Matcha
Typo nya banyak ni thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!