NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Banyak akal, bukan jenius

Elora masuk ke dalam kelas dengan wajah di tekuk. Tiga bulan, tiga bulan dia harus melakukan apa yang pak Anthony mau. Kira-kira apa? Seperti di film-film dia akan di suruh-suruh kayak babu? Aduh, kalau benar dia bisa apa? Kan dia takut melawan dosen. Apalagi dosen killer kayak pak Anthony.

"Psstt... Psstt ..."

Suara itu terdengar di telinga Elora, seolah memang dirinya yang dipanggil. Begitu ia menoleh, ternyata memang benar perasaannya. Yang bersuara adalah Alea. Gadis itu duduk di paling sudut kiri.

Wajah Elora makin sebal melihatnya. Dasar pengkhianat. Sudah berkhianat, masih melambai dengan senyuman tak berdosanya pula. Alea sialan.

"Sini, duduk di sini." kata Alea dari ujung sana. Elora tetap ke sana meski kesal setengah mati pada temannya itu.

"Gimana, gimana. Kalian masih bahas tentang muntahan dan burung? Pak Anthony kesel nggak?" dia ngomong pakai bahasa Indonesia, anak-anak yang lain nggak ngerti.

"Gak usah ngomong itu lagi Lea. Nanti hukuman aku jadi 6 bulan."

Alea tidak mengerti.

"Enam bulan? Hukuman apa, bersihin burung? Hahahaha!"

"Aleaaa ..."

Beberapa mahasiswa di sekitar mereka melirik mereka dengan tatapan aneh. Bukannya malu, Alea malah mengangkat dua jari tinggi-tinggi, tanda peace. Elora yang malu luar biasa.

"Alea,"

Lalu suara bariton itu terdengar, memanggil namanya. Kelas yang tadi cukup ramai kini berubah tenang. Banyak yang tegang, namun Alea malah santai saja. Bukannya tidak hormat pada dosen, dia punya cara sendiri menghormati semua orang. Alea langsung menoleh ke depan dengan santai, bahkan masih sempat menyenggol bahu Elora pelan.

"Tuh, dipanggil. Sama jodoh kamu," bisiknya cepat sebelum berdiri.

Elora nyaris ingin menghilang dari dunia saat itu juga.

Alea berdiri tegak, merapikan rambutnya asal, lalu menatap ke arah depan kelas dengan ekspresi tenang seolah tidak terjadi apa-apa.

"Iya, pak?" jawabnya ringan. Tatapan Pak Anthony langsung tertuju padanya. Dingin. Tegas. Dan sedikit lebih tajam dari biasanya. Pria itu lalu memberikan sebuah buku cetak tebal pada Alea. Gadis itu langsung waspada.

"Baca dan hafal semua isinya dari halaman pertama sampai akhir dalam waktu satu jam."

"Haahh?! Bapak masih waras kan? Saya ini manusia banyak akal pak, bukan manusia jenius. Hafal kayak gitu sih itu namanya bapak cari masalah sama saya."

"Kamu bilang apa? Mau melawan? Yang dosen itu kamu atau saya?" suara itu tajam. Alea tidak takut, tapi karena laki-laki itu yang dosen, jelaslah dia sebagai mahasiswi mengalah."

"Ya udah baiklah, yang waras ngalah." dia mengambil buku tebal itu dan kembali ke tempat duduknya sambil bersungut-sungut. Para mahasiswa lain tampak menahan tawa mereka karena mulutnya yang bersungut-sungut terlihat lucu seperti bebek.

Elora juga. Tapi dia langsung diam dan cepat-cepat menunduk begitu menyadari pak Anthony kini sedang melirik ke arahnya dari bawah sana.

Kuliah di mulai. Semua orang dalam kelas itu fokus ke depan. Sikap Anthony yang berwibawa langsung mengambil alih seluruh suasana kelas. Suaranya tenang, dalam, dan jelas, setiap kata yang keluar terasa seperti perintah yang tidak bisa dibantah. Bahkan mahasiswa yang tadi masih berbisik-bisik kini benar-benar diam. Sementara itu, Alea …

"Halaman satu…" gumamnya pelan sambil membuka buku itu dengan wajah seperti orang yang baru saja dihukum seumur hidup.

Matanya bergerak cepat membaca, tapi lima detik kemudian …

"Ini bahasa planet mana sih, ya ampun susah sekali S2 animasi." bisiknya lagi.

Elora di sampingnya menahan tawa, tapi tidak berani benar-benar tertawa. Ia masih trauma dengan ancaman tiga bulan itu.

"Alea, serius dikit," bisik Elora.

"Gue serius! Ini Gue lagi berusaha jadi Einstein dadakan," balas Alea tanpa menoleh. Lima menit berlalu. Sepuluh menit, lima belas menit, kelas tetap berjalan normal, tapi di sudut kiri itu, Alea mulai kehilangan arah hidup. Kepalanya perlahan turun, turun, sampai hampir menyentuh meja.

"Gue nyerah… " gumamnya pelan dan dramatis sekali. Belum sempat benar-benar rebahan, suara itu terdengar lagi.

"Alea."

Tanpa perlu melihat, Alea langsung tahu siapa.

"Ya ampun Elora, jodoh lo manggil gue terus. Mau caper ke lo kali."

Mata Elora melebar.

"Jangan bawa-bawa aku. Dia bukan jodohku, dasar gila." bisiknya pelan, pelan sekali.

Alea mengangkat bahunya tidak peduli. Dengan sangat pelan, seperti robot rusak, ia mengangkat kepalanya dan menoleh ke depan.

"Iya pak?" jawabnya lemah.

"Ulangi apa yang barusan saya jelaskan."

Kelas langsung hening total. Beberapa mahasiswa bahkan menoleh, penasaran bagaimana Alea akan keluar dari situasi ini. Alea diam beberapa detik, lalu...

"Yang barusan bapak jelasin itu, sangat bagus, pak," jawabnya penuh keyakinan. Beberapa orang langsung menahan tawa.

Anthony menyipitkan mata.

"Detailnya."

Alea menarik napas panjang, lalu duduk tegak seolah siap presentasi.

"Jadi… intinya… ehm… kita harus belajar dengan rajin… supaya masa depan cerah, dan jangan lupa sarapan."

Kali ini beberapa mahasiswa benar-benar tidak bisa menahan tawa mereka, meski tetap berusaha menutup mulut. Elora menutup wajahnya sendiri. Entah kenapa dia yang malu gara-gara Alea.

Tamat sudah.

Anthony terdiam beberapa detik. Tatapannya datar, tapi jelas sedang menahan sesuatu.

"Alea."

"Iya pak?"

"Keluar kelas, sekarang.

Tanpa pikir panjang, Alea langsung berdiri.

"Oke pak, dengan senang hati." jawabnya cepat, bahkan terdengar terlalu semangat. Ia mengambil bukunya, lalu berjalan santai keluar kelas seolah itu adalah hadiah, bukan hukuman.

Begitu pintu tertutup, seluruh kelas pecah dalam tawa kecil yang akhirnya lepas. Di luar kelas, Alea berdiri sambil menyandarkan punggung ke dinding.

"Huft… selamat dari siksaan," gumamnya puas. Ia membuka buku itu lagi, menatap halaman pertama dengan ekspresi serius dan kesal."

"Dosen macam apa itu, muridnya sendiri di suruh hafal buku setebal ini dalam waktu satu jam. Dia adalah dosen paling nggak masuk akal yang gue temui di muka bumi ini. Duh, jodohnya Elora kok gitu amat. Untung tampan."

Meski mengomel-ngomel terus, Alea terus membaca dengan serius buku yang ada di tangannya, seperti seorang kutu buku. Nyatanya, dia tidak mengerti apa-apa. Karena semua dalam buku itu berisi rumus yang membuat otaknya stres.

"Gak-gak. Gue butuh sesuatu buat ngilangin stres. Membaca bikin gue stres berat." gumamnya lalu keluar dari sana. Bahkan keluar dari kampus tersebut. Buku dari pak Anthony dia masukan ke dalam ranselnya.

1
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Riska Baelah
anthony minta tolong d orang yg paling tepat, ayo damian,, kmu harus tahu si nina itu sifat ny mirip bnget sama si besti,, rada gila ngeri jg,, obsesi tuh sama anthony iri dengki jg sama elora yg cantik,, cepatannnnnnnn/Frown//Frown//Frown//Frown/
tolong eloraaaaaaaa💪💪💪💪
Dewi Ansyari
Jangan2 yg culik Elora adalah wanita kejam yg mau di jodohkan sama Anthony
Melia Gusnetty
lagian anthini orang kaya..knp gk ada bodyguar buat haga elora...
ulah si lampir nina ini pasti...
yg bantu pst dady damian...
Kamsia
biarin aj thornya yg ngatur.capek bacanya nafas naik turun ky rooler coster
Kamsia
kak thornya kalo bikin alurnya lngsg gak ti" k koma.pdhl dimas baru menghirul udara buat fresh pikiran sekarang mlh di culik.di ajarin karate kek elora nya🤭🙏💪
Kamsia
kak thornya kalo bikin alurnya lngsg gak ti" k koma.pdhl dimas baru menghirul udara buat fresh pikiran sekarang mlh di culik.di ajarin karate kek elora nya🤭🙏💪
Ani Basiati
lanjut thor
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩𝘩𝘩 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘯𝘪𝘩 𝘴𝘪 𝘯𝘪𝘯𝘢
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘨 𝘯𝘺𝘶𝘭𝘪𝘬 𝘦𝘭𝘰𝘳𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘴🤔
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵💪
Ari Nuryanti
terbongkarlah nanti keluarga piskopat
Ari Nuryanti
waduhhh..
Ari Nuryanti
tenang mungkin akan ada bantuan agar bisa keluar dri rumah hantu itu
Sh
Peranggggggg, mau diapain,tinggal pilih... langsung mati, dibuang ke penampungan,dimakan binatang,dikulitin dan disayat sayat kecil tapi sampai keliatan tulangnya...Kakak Mae, hukumannya harus kejam ya
LANY SUSANA
pasti ulah nina ni
ayok! anthony tolongin istrimu
Syakirah Dzaky
Aduh Nina kamu membuka pintu neraka buatmu sendiri, dgn menculik Elora maka kejahatan mu dan Ke 2 org tuamu akan terbongkar , kesombongan kalian akan hancur , pak Damian ada di negara itu pasti dia akan bantu Anthony mencari elora lah
Riska Baelah
anthony tolong istri mu,, d culik si kopet tuh,, sumpah jd ikut takut sama ngeri,, /Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
cepat anthony minta tolong damon ,salah lansung minta tolong daddy damian /Hey//Hey//Hey//Hey//Hey//Hey/
Alby Raziq
ayo Antony..ada Daddy Damian dan perdana menteri,mnt bantuan
Alby Raziq
pasti nina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!