NovelToon NovelToon
Pendekar Elang Hitam

Pendekar Elang Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

Keluarganya di rampok oleh pemdekar Aliran hitam, ayah dan ibunya terbunuh sedangkan ia terjatuh di lembah Bangkai, Seekor Elang hitam raksasa menyelamatkan nya, di bawah asuhan Elang Hitam Dia tumbuh menjadi pendekar sakti dan menumpas kejahatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jarum Beracun

Suara ejekan itu tak terdengar lagi, Jaka dan pengemis tua itu kembali melanjutkan makan mereka

"tuan jangn begitu, tolong lepaskan" dari sudut ruangan terdengar suara memohon, Jaka yang baru saja selesai makan menengok dengan cepat

di meja paling sudut tiga pria dengan menggembol golok besar sedang memegangi wanita pelayan toko, wanita itu memang cantik dan berpenampilan rapi, tetapi lekuk tubuhnya memang sangat bagus

" Ha ha ha, kau lebih baik ikut dengan kami, kau akan kaya!" seru salah satu dari mereka

" ha ha ha"

" Heg" tiba tiba tawa mereka terhenti seketika, Jaka sempat melihat jika Paman Pengemis itu tadi menjentikan jarinya ke arah mereka

" Hoek"

" Hoek"

ketiganya langsung berusaha memuntahkan benda asing yang masuk ke mulut mereka, pelayan wanita yang tadi mereka pegangi terlepas dan langsung berlari masuk ke dalam

" Kurang ajar siapa yang mengganggu kami!" teriak mereka marah, matanya menatap pengunjung kedai , pengunjung kedai yang di tatap langsung menunduk takut,

" Pasti ulah kalian berdua pengemis busuk" salah satu dari mereka menunjuk Jaka , karena hanya mereka berdua yang masih santai menikmati teh mereka

" sepertinya baju kita juga lebih baik dari kelakuan mereka" celetuk pengemis itu santai, ia berdiri dan mengjak keluar Jaka

" di luar lebih luas"ucapnya sambil menarik tangan Jaka

Jaka mengikuti tariakn itu da berjalan keluar

" Hei berhenti kalian!" ketiganya langsung menyusul keluar setelah berteriak keras

" Paman kenapa kita keluar, kita belum bayar makanan tadi ?" tanya Jaka heran mereka telah makan dan belum membayar makanan itu

" kalau di dalam kasihan yang punya kedai pasti akan hancur" jawab pengemis itu , saat berada di luar ia menunggu ke tiganya di tanah lapang yang ada di depan kedai

" wuut"

" Wuuut"

ketiganya langsung mengepung Jaka dan pengemis itu

" kalian lancang , apa kalian tak tahu siapa kami!" salah satu dari mereka membentak sambil menenteng goloknya mendekat

" he he he, kita belum kenalan mana aku tahu siapa kalian" sahut pengemis tua itu sambil terkekeh , Jaka hampir tak bisa menahan tawa melihat tingkah kocak paman pengemis itu

" Kami dari Macan Hitam!" bentak mereka , Jaka langsung mengernyit dan menatap dengan tatapan marah, ia maju ke depan

" kalian dari Perguruan Macan Hitam!" seru Jaka

" Ya dan ini hari kematianmu"

Hiaaaaat

Wuuut

salah satu dari mereka langsung menyerang Jaka dengan golok besarnya

Wuut

Traaaang

Jaka mengangkat busurnya dan menangkis ayunan golok itu dengan keras, benturan busur dan golok itu mengeluarkan suara keras, lelaki itu terdorong mundur dengan mata tebelalak

" serang bersama sama!" teriak dua yang lainnya melhat rekan mereka terdorong mundur

hiaaaat

hiaaaat

Wuuuut

wuuuut

dua golok besar dengan kekuatan besar menebas Jaka sekan ingin membelah tubuh jaka menjadi beberapa bagian

syuuut

traaang

traaaang

plaaaak

kraaaak

Aaaaargh

Jaka mengelak dan memberikan serangan balasan , busur besi di tangannya memukul telak bahu salah satu murid perguruan Macan Hitam, suara tulang patah terdengar bersama jeritan lelaki yang terkena pukulan Jaka

wuuut

dari arah belakang satu desing golok terdengar jaka melompat menghindar sambil mengayunkan tangannya ke belakang di mana suara desing golok yang menyerangnya

Wuuus

Blaaang

Aaaaargh

serangkum angin keras keluar dari tangan Jaka menghantam penyerang dari belakang itu

Jaka berdiri dan menatap lelaki yang tersisa

" Wuuut"

menyadari tak bisa mengalahkan Jaka lelaki itu membalikkan badan dan berlari menjauh

" Kau ingin lari!" gumam Jaka , ia mengambil satu anak panah dan membidik lelaki yang melarikan diri itu

Syuuuut

anak panah itu melesat dengan kecepatan tinggi

Jleb

Aaaaargh

Bidikan Jaka tepat sasaran, lelaki yang melarikan diri itu tewas dengan punggung tertancap anak panah hingga tembus

melihat itu dua murid yang terluka menjadi gemetar ketakutan

" Katakan mengapa kalian bekeliaran di sini!" bentak Jaka

" kami sedang mengawal tetua ke tujuh di kadipaten ini" jawab mereka dengan ketakutan

" Di mana ia sekarang!" bentak Jaka

" Kami tak tahu hanya saja kami di suruh menunggu di hutan sebelah sana" murid yang di tanya menunjuk ke sebuah hutan yang berada tak jauh dari sana

" tak"

"tak"

Jaka dengan cepat memukul mereka, membuat dua murid itu tewas,  lalu dengan bantuan pengemis tua itu ia membawa mereka ke hutan yang di tunjuk oleh murid macan hitam tadi

"Ternyata ada pondok yang di jadikan tempat mereka berkumpul" gumam Jaka saat masuk agak dalam menemukan pondok kayu yang belum lama di dirikan itu terlihat dari potongan kayu yang masih baru

Jaka menaruh ketiga mayat murid Macan hitam di depan Pondok kayu, bersama pengemis tua dia menungu tetua yang akan datang

Cukup lama mereka menunggu hingga akhirnya dua lelaki tua datang

mereka melangkah dengan cepat menuju pondok namun saat di depan pondok langkah mereka terhenti menatap tiga mayat murid mereka yang di jejerkan

" siapa yang melakukannya!" raung tetua itu marah

" Aku" Jaka keluar dari dalam pondok

" Kalau begitu temani muridku!"

Hiaaaat

Syuuut

salah satu tetua langsung menyerang jaka , gerakannya seperti macan menerkam

Jaka dengan cepat menghindar ke sisi dan menggerakan kakinya

Plaak

gubraaaak

lelaki tua yang menyerang Jaka tersungkur karena Jaka menjegal kakinya

" Pak tua lagi nangkep kodok yah" ejek jaka sambil berdiri tak jauh dari lelaki tua itu

" Kurang Ajar , KAu akan mati di tanganku Harimau Emas!" raung lelaki tua itu marah, ia mengeluarkan sepasang sarung tangan dari besi saat di pakai terlihat ujung sarung tangan itu berwarna kebiruan tanda terbuat dari besi dan beracun

" Rasakan Jurus Cakar Pencabut Nyawa" raungnya keras

Ia menyerang Jaka kembali namun kali ini gerakannya lebih cepat, saat ia bergerak hanya terlihat bayangan kemerahan , Jaka tak sempat menghindar ia mengangkat busur besinya

Traaaaang

benturan busur besi dan cakar itu mengeluarkan suara keras dan percikan api, Tetua HArimau emas terdorong mundur beberapa langkah menandakan tenaga dalamnya kalah

" Sialan"

" Terima ini" tetua Harimau emas  kembali menyerang namun dari belakang terdengar desing halus

Seeer

Seeer

Jaka yang tek menyangka akan di bokong dengan senjata gelap segera menghindar

clap

Aaaargh

Namun beberapa jarum itu masih mengenai tubuhnya, ia menjerit kesakitan, rasa panas langsung menyebar dari tempat ia terkena jarum itu, kakinya terasa lemas dan pandangannya sedikit kabur

" Kurang Ajar kalian Curang!" raung Jaka marah

" Ha ha ha, Curang, bagi kami yang penting menang, tetua ular terima kasih, kalau tidak kita akan kerepotan, bocah ini ternyata berilmu tinggi" ucap Tetua HAriamu emas pada lelaki satunya lagi yang ternyata mempunyai nama tetua Ular

Tetua ular yang melihat Jaka berusaha melawan racun itu tertawa

" Ha ha ha, Kau tak akan mampu menawarkan Racun Ukar weling dari Gunung Welang sari" ucapnya sambil tertawa,

" Tetua ular, jangan banyak bicara cepat habisi dia!" teriak Tetua HArimau emas, melihat jaka berusaha menetralkan racun

Tetua ular mengangguk dan berjalan mendekat, Jaka mencoba mundur dengan cepat namun langkahnya malah lambat, karena pengaruh racun itu

1
Dania
semangat tor
Lili Aksara
Wah, kok nggak ada yang heran sama elang itu ya, entah terkesima apa gimana gitu. Lanjutkan, unik ini novelnya, soalnya tokohnya dilatih sama burung elang.
pendekar angin barat
nah gitu donk .nhrs kejam ma penjahat..
Bagaskara Manjer Kawuryan
berasa baca kitab perndekar rajawali sakti 😁
Blue Angel: hampir mirip kak
total 1 replies
erick
hanya kena racun sdh keok... memalukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!