Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 : Kematian
"Tapi Bu widya memanipulasi semuanya, saya yakin dia tau kalau Michele adalah pembully tapi dia menutup mata tentang hal itu, semuanya karena aku miskin kay, aku gak akan bisa ngelawan mereka semua" Ujarnya lirih.
Zara berbalik arah dan meninggalkan ruangan inap tersebut.
"Maafin aku kay" Gumamnya.
...****************...
Keesokan harinya.....
Saat jam istirahat berlangsung selama 15 menit semua siswa berlarian dan berhamburan keluar di tengah halaman sekolah, ada seorang siswa yang baru saja melakukan bunuh diri rupanya.
Zara yang merasa penasaran kini mulai ikut menyaksikan apa yang terjadi, alangkah terkejutnya saat ia melihat seseorang yang sangat ia kenali, Mimi.
Gadis itu tampak terlentang di tanah dengan kepala yang berlumuran darah.
"Astaga! siapa itu?"
"Gila dia bunuh diri"
"Mimi bukan sih?"
"Itu mimi IPA kelas 11"
Bisikan bisikan heboh terdengar di telinga Zara, ia berjalan mendekati mimi dengan hati yang berdegup kencang.
Zara berjongkok, ia melihat mimi mengeluarkan darah dari mulut hidung dan telinganya.
"Mimi!" Panggilnya heboh.
"Mi lo kenapa?!" Zara menggoyangkan tubuh gadis itu.
"Minggir minggir!" Seorang guru datang dan mendorong Zara hingga ia terjengkang kebelakang, beberapa orang juga membawa tubuh Mimi pergi, mungkin mereka membawa mimi ke rumah sakit.
"Dia bunuh diri lompat dari rooftop" Ucap salah seorang berbisik.
Zara kemudian dengan cepat naik ke rooftop untuk memastikan apakah ada odang lain di sana.
Sesampainya di rooftop Zara tak menemukan siapapun, matanya melirik kesana kemari untuk memastikan apakah ada sesuatu yang mencurigakan.
Zara mendekati sebuah ponsel yang terdapat kertas di bawahnya, gadis itu membaca kertas yang ditulis oleh mimi.
Dear semuanya, aku mimi.
Mungkin hari ini bakalan jadi hari yang paling buat kalian kaget karena aku memutuskan untuk menghakhiri hidup aku .
Kalian semua harus tau bahwa aku ngelakuin ini karena neraka aku yang dulu sempat pergi kini kembali, aku mengalami perundungan oleh Michele, windi dan ruri, 12 IPA 2 .
Bukan cuma dapat kekerasan fisik aku juga dapat pelecehan oleh kedua teman mereka, angga dan Ryan. 12 IPS 3 .
Siapapun yang menemukan ini tolong bantu aku tegak kan keadilan, tolong bilang ke semua orang bahwa aku adalah korban perundungan, aku menyadari bahwa aku dan ayahku yang miskin tidak akan di dengar oleh siapapun di sini, maka dari itu aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku, maafkan aku ayah...
220420xx
Zara tertegun saat membaca surat yang di temukan nya, jantungnya berdegup tak karuan, tak sadar air mata nya menggenang, ini bukanlah lagi masalah perundungan.
"Ini pembunuhan" Gumam Zara.
Zara berbalik arah dan membawa ponsel serta surat mimi sebelum Leon menghentikannya.
"Zara?" Panggilnya.
Leon memperhatikan bagaimana Zara tampak menahan tangis, ia juga melihat gadis itu membawa ponsel dan juga selembar kertas.
Tiba tiba saja Leon menarik Zara dan bersembunyi di balik sebuah tembok pembatas.
"Ada orang" Bisik Leon.
Beberapa orang lain datang untuk mengecek tempat kejadian perkara dimana mimi melompat ke bawah, ada beberapa guru dan juga banyak siswa yang datang,mungkin mereka mencoba mencari sebuah petunjuk atas kematian mimi.
"Kalian nemuin sesuatu?" Tanya seorang guru.
"Tidak ada apa apa di sini"
"Gak ada pak"
"Hei hei ayo turun ngapain kesini semua"
"Turun turun!"
Seorang guru menggiring siswa dan siswi lain yang sempat penasaran dan naik ke atas.
"Tidak ada apa apa, ayo pergi!" Ajaknya.
Setelah beberapa menit mereka semua pergi turun dan tak mengetahui keberadaan Zara dan juga Leon.
Detik berikutnya Zara menangis lepas dan membuat Leon bertanya tanya?
"Apa yang lo temuin zar?" Tanyanya.
"Mereka semua pembunuh" Isaknya.
"Apa?" Leon menautkan alisnya heran dan merebut kertas yang ada di tangan Zara lalu membacanya.
Ia juga sangat tercengang melihat apa isi surat tersebut.
"Kita harus laporin ini ke kepala sekolah" Kata Leon.
"Gak!" Zara menolak tegas.
"Kenapa?"
"Gue gak percaya sama mereka! gue bakalan laporin ini ke bokap gue!" Tegas Zara
"Bokap lo?" Tanya Leon tak mengerti.
"Lo tuh gak ngerti!" Zara menggeram jengkel.
"Okay okay tenang ya? Kita selesaikan ini pelan pelan jangan gegabah, bagaimanapun selain surat ini kita gak ada bukti lain" Katanya.
"Gimana gue bisa tenang? mereka itu penjahat!"
Leon menarik Zara dalam pelukan nya,"Gue bakalan batuin lo, pelan pelan aja"
...****************...
Michele, windi, ruri dan juga kedua pemuda lain nya, angga dan Ryan tengah berkumpul di gudang sekolah dengan perasaan gusar.
"Gila! lo yakin gak sih sama ucapan lo kalo lo udah sering giniin mereka? kenapa dia bunuh diri?!" Angga menyulut tak Terima.
"Ya kita memang udah sering kok ngelakuin itu, cuma kalian kan yang merkosa dia, ya itu salah kalian berarti" Tuduh windi.
"Monyet! lo bertiga yang udah nyuruh kita! amnesia lo!" makinya.
"Win win! kalo ngomong di jaga dong!" Peringat Michele.
"Gue takutt" Windi memeluk lengan ruri.
"Lo berdua tenang aja kali kan gada bukti juga dia sama apa yang kita lakuin, udah santai aja" Kata Michele.
"Bilang aja lo juga takut! gue perhatiin lo gelisah mulu dari tadi" Celetuk angga.
"Siapa yang gak takut! gue udah denger kalo tuh cewek mati tau gak?! nanti kalo dia jadi hantu penasaran gimana?!" Kata ruri.
"Diem deh lo!" Bentak Michele.
"Pokoknya lo bertiga adalah dalang di balik semuanya, kalo sampek kita bertiga ketahuan pasti kita bakalan masuk penjara!" Ujar Ryan.
"Kalo jadi cowok yang berani dikit dong, cemen amat sih!" Kata Michele.
"Bukan gue gak berani bego! ini udah bukan urusan sekolah lagi, ini kriminal masa depan gue bisa terancam!" Kata Ryan.
"Kan gue udah bilang selagi mereka gak punya bukti kalian tenang aja! cemen banget sih!"
"Semoga lo selamet deh!" Ryan dan angga meninggalkan gudang setelah nya.
"Cell gimana cell? gue takut!" Kata ruri.
"Diem lo bego! gausah panik tenang aja kenapa sih!"
"Ya lo enak nyokap lo kaya, lah kita?"
"Lo pikir orang kaya gimana sih nyokap gue? gue bisa mati juga kalo dia sampek tau" Kata Michele.
"Sabar sabar tenang! jangan panik" Kata windi
...****************...
Harris bersama dengan asisten pribadi nya datang ke rumah sakit tempat dimana jasad salah satu murid sekolah nya yang mencoba melakukan percobaan bunuh diri di bawa.
"Selamat malam dengan pak Harris?" Sapa salah satu petugas kepolisian.
"Selamat malam Pak? bagaimana?"
"Kami menemukan beberapa luka bakar yang seperti nya belum terlalu lama di tubuh korban, dugaan sementara korban melakukan bunuh diri karena tidak ada bekas forensik yang menempel pada tubuh korban" ungkapnya.
"Luka bakar? kenapa?" Tanya Harris.