Rania saraswati seorang mahasiswi jenius, membuat riset tentang mati suri. Gadis periang dan tomboi ini mengalami kejadian yang aneh. Tiba-tiba jiwanya tertukar dengan seorang gadis kaya raya yang tertindas
Rania menolong gadis yang telah di siksa dan di perlakukan tidak manusiawi oleh ibu, paman dan saudara tirinya. Rania yang telah bertukar jiwa dengan gadis bernama Clara berusaha melawan orang-orang yang telah menindasnya.
Masalah tidak sampai disitu, Clara telah di jodohkan oleh pria kaya raya bernama Radit manggala putra, pria dingin dan angkuh. Pria ini sulit jatuh cinta dengan lawan jenisnya bahkan menolak mentah-mentah bila di jodohkan oleh sang kakek. Namun, siapa sangka ia tertarik dengan wanita bar-bar bernama Clara, yang telah bertukar jiwa dengan Rania.
Lalu bagaimana kah kehidupan Clara dan Rania setelah tertukar jiwa?'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran Clara dan Bianca
"Clara! tunggu!" Erik menarik tangan Clara dan bertanya dengan nada bingung "Kenapa tiba-tiba kamu berubah padaku? Apa salah ku?"
Clara terdiam, menatap sahabatnya dengan ekspresi terluka. "Kamu sudah salah karena berteman dengan ku Rick! Mulai sekarang kita tidak usah lagi saling kenal!"
"Apa maksud perkataan mu? Tidak ada yang salah bukan? dengan persahabatan kita."
"Salah Erik! tidak seharusnya kamu dekat-dekat dengan ku, sebab kamu pria yang di cintai Monic. Monica akan marah bila Erik terlalu akrab dengan ku." kata-kata itu hanya ia ucapkan dalam hati. Clara tidak mau Erik menjauhi Monica karena dirinya.
"Maaf, aku harus pergi."
"Clara tunggu!"
Clara hentikan langkahnya. Ia menoleh dan menatap Erik.
"Kalau kamu ada masalah, katakan saja. Pasti aku bisa membantu mu."
Clara tersenyum tipis sambil menggeleng cepat "Masalah ku hanya diriku saja yang tahu, orang lain tidak perlu ikut campur."
Setelah berbicara Clara melangkah pergi untuk menjauhi Erik. Pikirannya sedang kacau, Pasti Ramon sudah mendengar percakapan dirinya dengan pak Johan. supir pribadinya.
Ditengah keputusasaan, Clara tidak mengikuti pelajaran kuliah. ia memilih meninggalkan kampus dan pergi kesebuah kafe tak jauh dari kampus.
Disaat sedang bingung, ponselnya berdering. Itu panggilan telepon dari Monica. Clara ragu untuk mengangkatnya dan membiarkan ponsel itu tetap berdering.
Waktu terus beranjak naik, Clara memutuskan untuk tidak pulang kerumah. Ia sudah tahu pasti, hukuman apa yang akan ia terima dari paman dan ibu tirinya. Memilih pergi bukanlah waktu yang tepat, sebab ia tidak memiliki uang atau simpan di bank. Semua uang dan peninggalan ayahnya telah di kuasai Ratih ibu tirinya.
Meminta bantuan pada Erik, juga tidak mungkin. sebab Clara tidak ingin sahabatnya terlibat dalam urusan keluarganya yang Kejam.
"Aku harus pergi dan kabur dari sini, mumpung aku ada di luar. Aku hanya memiliki uang yang ada di dompet ku. Semoga uang ini cukup untuk aku kabur."
Clara beranjak dari duduknya dan menuju kasir untuk membayar kopi dan cake. Lalu ia meninggalkan kafe.
"Tapi, kemana aku harus pergi? Pergi ke tempat Kakek tidak mungkin. Aku tidak punya uang untuk membeli tiket pesawat. Seandainya aku hubungi asisten Frans dan minta belikan tiket pesawat, sudah pasti hidup ku terancam bila kerumah kakek. Om Ronald akan menyebarkan rekaman Vidio ku, keseluruh media sosial, dan perusahaan kakek akan hancur karena vidio tersebut.'
Clara menggigit bibir bawahnya sambil terus berpikir "Ya Tuhan... Tolong aku."
Wanita cantik berusia 21 tahun itu terus melangkah tanpa tahu kemana arah tujuannya. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya. Clara terkejut karena hampir tertabrak. Dari dalam mobil keluar Bianca.
"Mau kabur Kemana kamu Clara?" seru Bianca. Ia berhasil menarik tangan Clara.
"kurang ajar kamu! PLAKK! Tamparan keras mendarat di wajah Clara.
"Berani sekali kau Ingin kabur dari rumah, kamu tidak akan pernah bisa lari dari rumah, anak buah Om Ronald ada dimana-mana!"
"Kalian semua penjahat! Kalian hancurkan hidup ku dan merencanakan kecelakaan Ayah hingga tewas, demi harta kekayaan!" Clara mulai berani mengutarakan semua yang baru ia ketahui.
"Hahahaha..." Bianca terbahak "Ternyata kamu sudah mengetahui semuanya!"
"Pasti supir sialan itu yang sudah memberitahu! Untung saja pak Johan sudah di habisi oleh orang-orang suruhan paman!"
Clara terkejut mendengar ucapan saudara tirinya. Dadanya terasa sesak saat mendengar supir pribadinya telah di habisi oleh anak buah Ronald.
"Ingat Bianca, Tuhan akan membalas semua kejahatan kalian!" seru Clara, tiba-tiba ia mengigit tangan Bianca. Clara mundur kebelakang dan berlari.
"Aaaahhhhkkk! Teriak Bianca kesakitan.
"Kurang ajar kau!" teriak Bianca. Wanita itu kembali masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat.
Didepannya ada Clara yang terus berlari, Bianca sudah tidak berpikir panjang lagi. Ia mengarahkan mobilnya ke belakang punggung Clara.
"Kamu sudah mengetahui kematian ayah mu Clara! Lebih baik kau mati saja!"
Mobil melaju dengan cepat dan. "BRUKKK!"
Seketika tubuh Clara terlempar kedepan jalanan yang beraspal. Ia tersungkur di aspal dengan tubuh tengkurap, darah segar mengalir dari hidung dan kepalanya.
"Ciiiiittttt!!!!
Bianca terkejut saat melihat tubuh adik tirinya bersimbah darah di aspal. Ia semakin panik dan ketakutan. Buru-buru ia menghubungi sang paman.
"Hallo paman!" seru Bianca dari ujung telepon
"Ada apa Bian? Kenapa kamu menangis histeris."
"Paman tolong aku....!!!" hiks
"Ceritakan pelan-pelan, paman tidak paham dengan ucapan mu!"
"Clara tertabrak mobil ku.." hiks
"Apa?! Kamu menabrak Clara.
"Iya paman, aku menabraknya karena Clara berusaha ingin kabur. Clara juga sudah tahu kalau ayahnya meninggal dalam kecelakaan, di sebabkan oleh kelurga kita."
"Sial!"
"Bagaimana keadaan Clara sekarang?!
"Aku tidak tahu paman, tubuh Clara terkapar di aspal dan mengeluarkan banyak darah." hiks...
"Apa disana ada orang lain yang tahu."
"Kebetulan jalanan raya ini sangat sepi, tapi aku tidak tahu bila ada yang melihat kejadian ini."
"Kalau begitu tunggu paman kesana."
"Paman, cepatlah jangan lama-lama. Aku sangat takut."
"Paman sedang di mobil dan akan menuju kesana, 15 menit lagi paman sampai ke lokasi."
"Baik Paman."
Sambungan telepon terputus, Bianca tampak syok melihat tubuh Clara tidak bergerak. Salah satu mobil berhenti di bahu jalan dan bertanya pada Bianca.
"Hey Nona, apa yang terjadi? siapa wanita ini? tanyanya sambil berjongkok dan menyibak rambut panjang Clara.
"Saya tidak tahu.." ucapnya berbohong "Sa-ya baru melintasi jalan raya ini dan melihat ada seorang wanita terkapar. sepertinya ia korban tabrak lari."
"Sungguh kasihan wanita ini, kalau begitu saya akan panggilkan ambulan untuk membawanya ke rumah sakit."
"Ja-ngan!" seru Bianca
Alis pria itu mengerut "Kenapa jangan? Wanita ini sedang sekarat. Kita harus menolongnya!"
Bianca menelan ludah, ia tidak mungkin melarang pria itu untuk menghubungi ambulans. Pasti pria itu akan curiga, kalau dirinya lah yang telah menabrak Clara.
"Mak-sud saya, jangan ragu-ragu untuk panggil ambulans." ucapnya gugup.
Pria itu menghubungi ambulans terdekat, dalam waktu lima menit, ambulans datang dan mengangkat tubuh Clara kedalam mobil.
Tak lama kemudian, mobil Ronald datang dan menghampiri Bianca.
"Bian!"
"Paman!" hiks
Bianca memeluk sang paman, tubuhnya gemetar karena masih syok.
"Kamu yang panggil ambulans? Seharusnya biarkan saja dia mati!" bisik Ronald.
"Bukan aku, tapi pria itu yang menghubungi rumah sakit dekat sini. Sekarang Kita harus apa paman? Aku tidak ingin masuk penjara." hiks..
"Kamu tenang saja, selama masih ada paman. Kamu akan baik-baik saja."
Mobil ambulans melaju dengan cepat meninggalkan lokasi tersebut.
"Ayo kita ikuti mobil ambulans itu, kita harus memastikan. Apakah Clara sudah mati atau masih selamat."
"Iya paman, ayok kita ikuti."
"Kamu masuk ke mobil paman saja, mobil kamu biar anak buah Om yang bawa."
Bianca mengagguk dan masuk kedalam mobil Ronald. Mobil melaju dengan cepat mengikuti ambulans.
JANGAN LUPA TERUS IKUTI KELANJUTANNYA YA ALL 💜. Belum bisa update tiap hari sebab repot di real, apalagi menghadapi bulan Ramadhan ini. Tapi Bunda usahakan teruss update 💜
💜💜💜💜
Terima kasih
lg seru soalnya 🤣🤣😍