NovelToon NovelToon
Hasrat Liar CEO Arogan

Hasrat Liar CEO Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Nikahmuda
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: giyonk17

"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 22

Malam pun tiba..

Devan yang sudah bersiap untuk mengantarkan Clara membeli baju yang dua inginkan.

Sebelumnya Devan sudah menyuruhmu kepala pelayan untuk mengemasi seluruh baju yang sudah tertata rapi di lemari kamar utama tersebut ke kamar lain.

Didalam mobil tidak ada percakapan dari Clara maupun Devan ,membuat gadis tomboy satu itu merasa bosan.

Clara meraih ponselnya dan mengirimkan pesan kepada sang bibik,menanyakan apa kah mereka semua sudah sampai ke desa atau belum.

Tring"!!

Satu pesan masuk pada ponsel Clara bukanya dari sang bibik melainkan dari Tania sang sahabat.

"Cla ,bagaimana apa sudah anu anu,lalu baju seksi kemarin bagus tidak". Clara membaca pesan tersebut dengan mata yang sudah membulat sempurna.

" Teman tak berakhlak". Gumam Clara dan masih di dengar oleh Devan .

Devan hanya melirik sekilas lalu kembali fokus menyetir.

"Jadi kapan kamu mulai kuliah"!?

Tanya Devan dan mampu membuat Clara menoleh ke arahnya.

"Minggu depan". Jawab Clara singkat.

Devan hanya mengangguk.

Beberapa saat berlalu Devan memarkirkan mobilnya di sebuah pusat perbelanjaan.

Devan beriringan masuk dan melangkah menuju sebuah toko baju.

"Pilihlah sesukamu dan sebanyak mungkin". Kata Devan sambil mendudukan bokongnya di atas sofa yang terdapat di toko tersebut.

Clara mulai memilih beberapa baju yang di sukai nya dengan Devan yang terus memperhatikannya dari jarah aman.

1 jam berlalu Devan masih setia menunggu,sedangkan Clara sudah berjalan ke kasir untuk membayar barang belanjaannya.

Bruk",!!

Tanpa sengaja dirinya menabrak Sorang gadis seusianya .

"Maaf ,maaf"! Kata Clara sambil tersenyum kikuk..

"clarax.. sapa gadis tersebut .

Clara menautkan kedua alisnya,berfikir keras siapa gadis di hadapannya ini,Bahakan dia tahu namanya.

"Kamu Clara kan"!

"Emmmm"! Jawab Clara sambil mengangguk.

"Kamu lupa denganku,atau memang tidak mengingatku,aku Manda ,Amanda,gadis yang pernah kamu tolong waktu di kampus 2 Minggu yang lalu". Jelas gadis tersebut yang tak lain adalah Amanda,

"Ooooh, hai"!! Sapa Clara akhinya ,saat mulai mengingat gadis di hadapannya itu.

"Kamu dengan siapa ,sendiri saja,belanjamu banyak sekali"! Tanya Manda yang membuat Clara bingung untuk menjawabnya.

Ehemmmm"!!

Suara bariton tersebut membuat Clara dan Manda menoleh seketika.

"Siapa dia,pacar mu ya"!? Tanya Manda sambil menatap ke arah Devan.

"Hehee,i-iya"! Jawab Clara akhirnya dengan senyum palsunya.

'"oh kalau begitu sampai ketemu Minggu depan ya". Clara  pun akhirnya .

"Apa kamu tidak mengakui ku sebagai suamimu,atau aku perlu mengingatkan mu jika kamu sudah bersuami".

Glek".

"A -apa maksud nya"!? Tanya Clara  sambil menelan ludahnya kasar.

"Meniduri mu ,supaya kamu ingat jika kamu punya suami"!.

Deg"!!

"Me-meniduri ku". Dengan cepat Clara menggelengkan kepalanya.

Takut ,pastinya ,gadis itu masih takut anunya di terobos masuk oleh burung jantan milik Devan,apalagi setelah melihat nya lansung bentuk dan ukuran burung nya Devan.

"A-aku janji tidak akan mengulanginya"! Kata Clara selalu mengajukan banding saat berhadapan dengan Devan.

"Bagus,hari ini kamu selamat ,tapi aku tidak yakin jika kamu melakukan kesalahan lagi". Bisik Devan di iringi dengan senyum yang sangat mengerikan.

Dengan cepat Clara mengangguk kan kepalang nya.

Malam semakin larut kini Devan dan Clara sudah sampai di mansion kembali.

Jam menunjukan angka 10 malam ,Clara yang sudah membaringkan tubuhnya diatas kasur ,sedang kan Devan yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Tunggu,apa kita akan tidur bersama"!? Tanya Clara sambil menarik selimut dan menutupi tubuhnya sebatas dada.

"Lalu apa kamu menyuruhku tidur disofa seperti semalam dihotel". Tanya Devan dengan menaikan satu alisnya.

"I-iya,, maksud ku tidak,, baiklah silahkan tidur,tapi ingat ya,, jangan coba coba mencicipi ku"! Oceh Clara membuat Devan membuang mukanya kasar.

" Pede sekali"! Sahut Devan,ya meskipun hati dan ucapanya tidak sinkron,bagaimana tidak dekat dekat dengan Clara hanya mampu membuat kepalanya pusing karena nafsu yang belum sempat tersalurkan.

Devan baik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya di samping Clara,Clara pun meletakan bantal guling di tengah sebagai batas anatar dirinya dan suaminya.

Namun siapa sangka,saat keduanya terlelap tanpa sadar mereka sudah tidur saling berpelukan,dimana bantal guling yang berada di tengah tadi, entahlah.

Pagi pun tiba.

Jam menunjukan angka 6 pagi hari ,matahari masih enggan menampakan sinarnya ,ya pagi itu cuaca sedikit mendung,membuat suasana pagi bertambah dingin.

Clara mulai terusik tidurnya saat sesuatu terasa mengganjal di belakangnya tepat di area bokongnya.

Tangan kekar yang sudah memeluknya dari belakang,namun begitu nakalnya Devan saat tanganya sudah mendekap salah satu dada Luna.

Sepertinya gadis tersebut masih belum sadar

Akan keberadaan tangan Devan ,di otaknya sedang sibuk menerka benda di bawah sana yang begitu mengganjal .

Dirabanya benda tersebut,dengan mata yang membulat sempurna tangan clara berhasil mendekap anak konda yang sudah berdiri seperti tiang listrik di luar sana.

Glek"!!

kesadaran Clara mulai pulih seketika saat menyadari benda keramat dibawah sana sudah di dekap nya erat erat.

"Apa kamu ingin merasakan nya". Bisik Devan dengan suara paro nya ,bersamaan dengan tanganya yang meremas salah satu gunung kembar milik Clara yang nampak berisi.

"Aaaaaaah"!! Pekik Clara ,entah itu desahan atau apa yang keluar dari mulut gadis cantik tersebut .

Dengan cepat clara pun meloncat dari ranjang.

Bruk"!

Bukanya mendarat dengan baik malah dirinya terjatuh di lantai dengan sempurna'.

"Sialan"!! Pekik clara sambil mengusap pinggangnya yang nampak nyeri.

Devan hanya mendongakan kepalanya dan menatap kearah Clara sekilas yang sudah duduk di atas lantai sambil meringis kesakitan.

"Dasar ceroboh" gumam Devan lalu kembali memejamkan matanya.

"Dasar psikopat mesum,bisa bisa nya meremas susuku"! Pekik Clara kesal dengan bibir yang sudah moncong 5 centi.

" Apa kamu lupa juga sudah memegang burung ku".sahut Devan tidak terima.

Gelk"!!.

Lagi lagi Clara kalah cepat jika sedang bicara dengan suaminya itu,sudah seperti bicara dengan kaca saja selalu mantul dan kembali pada dirinya.

"Emboh lah"! Kata Clara sambil beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Singkat cerita satu Minggu berlalu.

Pagi itu Devan yang sudah siap dengan setelan jas dan sebuah koper kecil yang berada di tanganya.

"Maaf,aku tidak bisa mengantarku pergi ke kampus di hari pertamamu masuk kuliah". Kata Devan yang memang pagi itu harus berangkat keluar negri untuk menghadiri meeting di Malaysia, .

"Emmm,tidak apa apa aku bisa sendiri ," jawab Clara yang juga sudah nampak rapi.

"Kamu boleh memakai kendaraan manapun,aku juga sudah menyiapkan supir untukmu".Clara hanya mengangguk sambil menatap kearah suaminya yang makin hari makin tampan saja.

"Ingat jangan keluyuran tidak jelas, Aku memantau mu dari jarak aman". Kata Devan mengingatkan,apalagi melihat istrinya yang cantiknya tidak ketulungan sepertinya tidak rela jika Clara harus kuliah , bukankah kekayaan Devan mampu menghidupi Clara sampai tuju turunan,namun disisi lain Devan tidak bisa se egois itu,apalagi Devan sudah berjanji akan mengijinkan Clara untuk melanjutkan pendidikan.

"Apa kamu takut aku di culik laki laki tampan di luar sana".

"Kau " pekik Devan yang sudah mengangkat tanganya ke udara ingin menjitak istrinya yang suka menjawab.

"Heheee, siap komandan," jawab Clara akhinya sambil nyengir kuda.

Devan dan Clara pun akhinya beriringan menuruni anak tangga menuju lantai bawah untuk sarapan.

15 menit berlalu terlihat Jo masuk dan menghampiri sang boss.

"Maaf boss,jadwal pesawat di ajukan 30 menit dari jadwal pemberangkatan".

"Kalau begitu kita berangkat sekarang,Jo". Sahut Devan lalu beranjak dari duduknya.

"Aku berangkat dulu,ingat aku besok pulang ". Kata Devan sambil mengacak rambut lurus Clara.

"Emmmm,hati hati suamiku".. teriak Clara dan itu mampu membuat Devan berbunga bunga.

Sesaat setelah kepergian Devan, Clara pun ikut beranjak dari duduknya.

"Bik ,cla berangkat' dulu ya"!

"Siap nona ,hati hati,pak supir sudah menunggu anda di luar". Kata bik Lastri.

Clara pun berjalan dengan hati gembira,ya hari pertama masuk kuliah pastinya akan menjadi hati baru untuk gadis tomboy tersebut.

"Silahkan nona". Kata pak supir yang sudah membukakan pintu untuk nona mudanya.

Namun saat akan masuk ke dalam mobil mata Clara menangkap sesuatu yang membuat matanya semakin berbinar,senyum cerahnya mengembang sempurna di wajah cantiknya ,bahkan sudah mengalahkan cerahnya mentari pagi itu.

"Pak,itu motor siapa"? Tanya Clara sambil menunjuk sebuah motor sport yang terparkir di garasi luar.

Ya pagi ini salah satu pelayan telah mencuci motor sport milik Devan dan sengaja menaruh di luar karena baru saja selesai di cuci.

"Ooh ,itu milik tuan Devan,nona"! Jawab supir tersebut.

"Benarkah, tadi dia bilang boleh memakai kendaraan apapun di sini bukan,jadi motor itu juga boleh aku pakai"! Gumam Clara yang bertambah semangat ,,ya sudah lama semenjak motor ninja kesayangan dijual untuk di bawa ke kota,semenjak itu pula Clara tidak perna mengendarai motor sampai sekarang.

"Pak sepertinya saya mau naik motor saja'. Kata Clara seketika menghentikan niatnya masuk kedalam mobil dan memilih mendekat ke arah motor hitam tersebut.

"Apaaa"!! Pekik pak supir dengan wajah paniknya,ya panik jika tuan mudanya marah .bukan karena motornya di pakai istrinya ,tapi takut marah jika terjadi apa apa dengan nona mudanya jika mengendarai motor sendiri.

"Mana kuncinya pak".

"Tapi nona"! Jawab pelayan tersebut takut.

"Sudah jangan khawatir,suamiku sudah mengizinkan ku"! Sahut clara yang sepertinya tahu akan ke khawatiran pelayan tersebut.

Brum..

Brum..

Brum..

Bik Lastri yang mendengar suara motor bergagas keluar dari mansion dan melihat apa yang terjadi. Pasalnya selama ini tidak ada yang berani menghidupkan motor tersebut kecuali tuan mudanya.

Dilihat nona mudanya sudah menaiki motor tersebut dengan helm mahal yang melekat pada kepalanya,membuat gadis tomboy satu itu menyala.

"Menyala lah Nona mudaku"! Kata bik lastri sambi meraih ponsel yang ada disaku nya dan segera mengambil foto sebelum nona mudanya pergi membawa motor tuan mudanya.

Entah apa yang akan terjadi jika sampai Devan melihat foto yang sudah dikirimkan bik Lastri kepada dirinya .

1
Ananda Fibrianti
lnjut min seru bangettt
Ananda Fibrianti
lanjut dong min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!