Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Semua ada
"Gerangan apa yang membuat kalian ribut di kebun pisang milik ku ini?" Yasmin keluar dari balik pohon pisang karena mendengar semua keributan yang telah terjadi.
"Ini ada sedikit masalah dan aku sedang mengurus dia." Kiara menjawab sambil menunjuk Ariana yang masih di bawah kaki.
"Aduh jelek sekali wujud dia seperti itu." Yasmin reflek menghina karena memang mulut member Purnama tidak ada yang baik.
"Bajingan, hanya karena kau cantik sehingga bisa menghina orang lain sesuka hati mu saja!" Ariana tidak terima dibilang seperti itu oleh Yasmin.
"Kau mana ada orang, apa sampai saat ini kau masih tidak sadar bahwa dirimu itu sudah menjadi arwah gentayangan." Yasmin berjongkok di depan Ariana.
"Sekarang kau katakan saja mau apa dan kenapa mengikuti dia sampai sejauh ini dan bila aku lihat kau seperti menaruh dendam kepada Vera." Kiara menatap Ariana dengan tatapan tajam.
"Aku ingin memberitahu dia bahwa aku sudah mati karena di bunuh oleh Darto itu sendiri." Ariana mengatakan apa adanya.
"Lalu Kenapa kau menghantui aku seperti itu bila niat yang ada di dalam hatimu hanya ingin memberitahu saja, kau juga yang sudah menggigit Arum sampai seperti itu kan." Vera berkata dengan hati sedih.
"Siapa yang sedang kena gigit?" Kiara agak kaget ketika mendengar ucapan Vera.
Vera segera menceritakan bahwa keadaan adik bungsu mereka saat ini sedang sangat parah karena dia telah digigit oleh sesuatu yang tidak dia ketahui secara pasti, dan menurut dugaan veera saat ini yang menggigit Arum adalah Ariana itu sendiri Karena dia sempat berteriak di dalam kamar saat itu tentang keberadaan seorang iblis.
Jadi ketika Ariana sudah muncul seperti ini maka tuduhan langsung melempar kepada dia dan memang Ariana sudah menghantui Vera dan juga Arum di dalam kamar itu sehingga wajar saja bila saat ini dia terkena tuduhan, susah payah Ariana berusaha menjelaskan pun tentu saja Vera tidak akan percaya dengan ucapan dia.
Kiara yang mendengar ada orang yang sedang kena gigit oleh iblis maka tentu saja dia menjadi kaget dan reflek langsung melepaskan Ariana, sebab dia tahu bahwa manusia biasa yang terkena gigitan iblis sudah pasti akan mengakibatkan kematian dan bila tidak maka orang tersebut akan menderita sepanjang hidup dia.
Sejak tadi Vera memang belum mengatakan karena dia fokus untuk melihat Ariana dan juga dia kaget setelah mengetahui bahwa sang sahabat lama sudah meninggal dunia, mana yang membunuh Ariana adalah Darto itu sendiri sehingga sudah pasti rasa kaget di dalam diri Vera semakin membara dan keinginan untuk mengungkap masalah ini semakin besar saja.
Vera segera mengatakan dan Kiara setelah mendengar hal itu langsung pergi menuju tempat di mana mobil Vera saat ini berada karena dia tidak mau bila terlambat menyelamatkan Arum yang ada di dalam mobil itu, memang Kiara sama sekali tidak tahu ada orang yang sedang sakit di dalam mobil tersebut.
Dia datang kemari karena merasakan energi yang di miliki oleh Ariana ini sehingga ketika Vera keluar dari mobil dan Ariana mengikuti maka Kiara menuju energi tersebut, andai saja Ariana tetap berada di dalam mobil itu bersama dengan Arum dan juga Dina maka pasti Kiara mendatangi mobil itu untuk mencari tahu.
Mereka segera bergegas menuju mobil Vera saat ini berada dan mana yang menyeret tubuh Ariana karena dia tidak mau bila nanti Ariana minggat entah ke mana lalu masalah menjadi buntu kembali, barang kali saja nanti Ariana bisa membantu mereka semua untuk mengungkap tentang rahasia di dalam rumah Darto.
Jadi Nana langsung menarik gadis itu tanpa peduli Dia sedang kesakitan atau nanti wajah Ariana akan semakin hancur, lagipula Ariana sudah menjadi Iblis jahat ketika dia berulang kali ingin menyakiti Vera dan juga Dina bersama dengan Arum yang ada di dalam mobil itu sehingga pantas saja bila saat ini dia mendapat balasan.
"Aku tidak tau kalau ada yang sakit juga." rutuk Kiara.
"Kami emang sebenarnya keluar dari rumah untuk menemui kamu dan ingin minta tolong soal adik bungsu ku ini." jelas Vera ketika sedang ada di jalan.
"Hahhh Kenapa kau tidak berbicara sejak tadi karena ini jauh lebih penting!" kesal Kiara.
"Itu sepertinya ada Maharani dan juga nilam." menunjuk ke arah atap mobil.
"Bagus lah, tapi ada mereka juga tidak bisa masuk ke dalam karena nanti yang ada mereka akan ketakutan melihat dua kuntilanak edan itu." ujar Kiara.
"Oh ya benar juga apa yang kau katakan karena mereka juga agak kurang waras." sahut Yasmin.
"Aduh itu Kiara berjalan kok cepat sekali seperti itu ya." Vera terengah-engah karena dia tertinggal di belakang.
"Heh itu anak manusia tidak bisa berjalan cepat seperti kau dan dia tertinggal di belakang sana." Nana memberitahu Kiara karena gadis ini berjalan begitu cepat.
"Biarkan saja, yang di dalam mobil itu sudah sangat berbahaya dan bila tidak segera di tangani maka dia akan segera mati." Kiara lebih peduli kepada Arum.
Maka mereka segera sampai di mobil itu dan melihat sendiri bagaimana keadaan Arum yang ada di dalam karena memang keadaan dia sudah sangat parah dan membutuhkan bantuan saat ini juga, baru Kiara tiba di sana dan kemudian sudah ada Purnama bersama dengan Arya juga karena tadi mereka sudah di hubungi oleh Nilam untuk mendatangi tempat ini karena ada manusia yang sedang membutuhkan pertolongan.
"Mama sama Ayah di sini juga?" Kiara agak kaget ketika melihat kedua orang itu.
"Ini Nilam kontak batin sama Mama memberitahu ada manusia yang sedang kesakitan karena ulah seorang iblis." Purnama menjawab ucapan Kiara.
"Cepat Ma!" Kiara sudah tidak sabar dan mengetuk pintu mobil itu.
"Arum, ada yang datang membantu dan kita bisa selamat dari sini ya." Dina sangat senang sekali dan segera membuka pintu mobil.
"Dina!" Kiara menatap Dina yang terlihat pucat karena ketakutan.
"Bantu adik ku, Ra!" Dina meminta tolong kepada Kiara karena sebenarnya mereka ini adalah sebaya.
"Cepat bawa dia, ini hanya tinggal sebentar lagi nyawa dia akan segera melayang." Purnama menatap Arya yang masih mengecek keadaan Arum.
"Gun ada di rumah kan?" Arya segera menggendong tubuh Arum itu.
Purnama mengangguk karena memang mereka memiliki tabib di agensi dan bisa mengobati keadaan Arum saat ini, sebenarnya keputusan Vera untuk mendatangi Kiara memang adalah hal yang tepat dan sekarang terbukti Arum akan segera di tolong oleh mereka semua agar jangan sampai meninggal dunia.
Selamat siang menjelang sore besti, hari ini othor mau buat nastar dlu.
😍
keangkuhan mu ga seberapa ver di banding rombongan ratu ular👻🥰👍