NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Berondong

Terbelenggu Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Janda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mahlina

Mau menyimpan bangkai serapat apa pun, pada akhirnya akan tercium juga.

Niat hati memberi kejutan untuk suami tercinta di tahun ke 2 pernikahan. Nyatanya aku, yang di beri kejutan yang menjadi awal runtuhnya kepercayaan dan hancurnya hati ku. Hingga perpisahan gak lagi bisa ku hindari. Dari pada hidup bersama pria yang sudah menghianati.

Di balik ruang kebesaran Joseph.

"Pelan pelan, sayang!"

"Gak bisa, mas! Aku udah gak sabar pengen piton kamu!"

"Kamu ini, selalu saja pandai memu4skan ku! Kamu agresif, inisiatif, aku suka itu!"

"Siapa dulu dong, Karin! Kekasih mu! Karena aku, kamu bisa berada di posisi ini! Ingat itu! Aku pahlawan mu, mas!"

"Dan sayangnya aku harus berkorban menikahi si Jenny. Wanita bodoh, manja, menyusahkan, dan gak bisa apa apa!" gerutu Joseph.

Ceklek.

"Je- Jenny, ka- kamu ngapain ke sini?"

Hingga aku di pertemukan kembali, dengan bocah yang mampu mengusik hidup ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

...🥀🥀🥀🥀...

“Bagi ku itu tidak jadi masalah, Ren! Asal bisa menjadikan Jenny menantu di keluarga Kusuma. Putra ku pasti gak akan keberatan jika aku jodohkan dengan wanita yang beberapa tahun lebih tua usianya darinya!” elak Ray, kelewat santai.

Tring tring tring.

Rendra menggeleng gak habis pikir, “Ini sih definisi gak bisa berjodoh dengan ibunya. Anak perempuannya yang kamu incar jadi menantu mu, Ray!”

“Sssttttt!” Ray meletakkan jari telunjuknya di bibir. Meminta Rendra untuk diam.

‘Kenapa lama sekali itu anak menjawab telepon ku! Gak tau apa mama nya lagi nyariin dia!’ pikir Ray. Harap harap cemas, menunggu orang yang ia hubungi menjawab sambungan nya.

Sementara gak jauh dari meja Rendra dan Ray. Satu meja lain di belakang meja Jenny. Alan, si pemuda tanggung yang tengah menjadi pembahasan Ray dan Rendra. Duduk persis memunggungi Jenny.

‘Ada hubungan apa ya papa sama mbak cantik, Jen? Jen apa sih nama nya tuh?’ pikir Alan, gak habis pikir.

“Apa aku minta tolong om Ren untuk di carikan bodyguard sekalian ya? Kalo aku minta tolong papa, yang ada aku akan merepotkan papa lagi! Nambah pikiran papa lagi dengan permasalahan ku.” gumam Jenny.

Jenny menarik lebih dekat, seporsi kentang goreng yang baru tersaji, dan segelas jus melon di atas meja nya. 

Alan yang jelas mendengar nya, mengerutkan keningnya dalam, ‘Buat apa mbak cantik cari bodyguard ya? Apa sebahaya itu suaminya sampe dia butuh jasa bodyguard? Aku bisa daftar gak tuh jadi bodyguard nya? Tapi gimana dengan sekolah ku? Papa gak akan bolehin aku ini putus sekolah cuma buat wanita!’

Di saat yang bersamaan, dering telepon masuk ke ponsel Alan.

Alan berdecak kesal, tangan nya merogoh ponsel yang di simpan di saku celana abu nya.

“Aduh siapa sih! Ganggu aja nih orang pake nelpon di saat yang gak tepat!” dumel Alan dengan suara tertahan.

Jenny hanya menoleh sekilas, pikiran nya sedikit terusik dengan dering ponsel pengunjung restoran lain yang duduk persis di belakang nya. 

‘Suara itu gak asing! Tapi gak mungkin anak itu lagi kan?’ pikir Jenny, menepis praduga nya akan Alan. Pemuda yang sudah 2 kali ia temui dalam sehari. Dengan keadaan berbeda dan gak sengaja.

...[ “Alan lagi sibuk, pah! Nanti Alan telepon balik papa! Dah!” ] cerocos Alan sebelum memutuskan sambungan telepon nya. Tanpa menghiraukan orang yang menghubungi nya....

Jenny mengerutkan kening nya dalam, ‘Alan? Pemuda yang di minimarket juga Alan kan nama nya? Jangan bilang bocah itu …’

Rasa penasaran yang membuncah, memak5a Jenny memiring kan tubuh nya ke belakang. Mata nya membola mendapati siapa yang ia lihat.

“Kamu? Ngikutin saya sampai ke sini?” tanya Jenny, reflek beranjak dari duduk nya.

Alan tersenyum canggung, “Hehehe, mbak cantik! Kita bertemu lagi!”

Jenny terkekeh sinis, “Ketemu lagi kamu bilang? Jelas kamu ngikutin saya sampai ke sini!”

“Bukan ngikutin, mbak! Cuma mastiin jodoh saya aman sampai tujuan. Itu aja!” imbuh Alan lagi, beranjak dari duduknya menghampiri Jenny tanpa canggung.

Jenny mendengus kesal, menyorot tajam celana abu yang masih membalut ke dua kaki jenjang Alan, pemuda tanggung yang ada di hadapan nya.

“Jodoh kepala mu! Sekolah aja belum lulus udah omongin jodoh!” sarkas Jenny.

“Ya elah, mbak! Jodoh mah bukan perkara udah lulus apa belumnya dari bangku sekolah. Tapi lihat dari kesiapannya buat jemput jodoh! Menata rumah tangga dengan wanita yang di cintai.” jelas Alan tanpa ragu.

Jenny menggeleng gak habis pikir, “Masih bocah udah mikirin rumah tangga! Rumah tangga itu gak semudah bicara, bocil!”

“Kalian sudah saling kenal?” tegur Rendra, membuat Jenny dan Alan menoleh. Tanpa mereka sadari. Kedua pria paruh baya itu sudah berdiri di sisi lain meja Jenny.

“Gak kenal, om!” sangkal Jenny.

Jawaban berbeda dengan Alan.

“Udah kenal, om! Pah! Mbak cantik ini malaikat penolong Alan di minimarket.”

Rendra dan Ray sama sama beradu pandang, dengan kompak, “Malaikat penolong? Kok bisa? Gimana ceritanya?”

Jenny membola, “Ini bocah, emm maksud Jen. Ini anak panggil om Ray, pah?”

“Dia papa ku, jelas aku panggil dia papa! Mbak cantik juga bentar lagi harus panggil papa, sebutan om itu kurang pantes terlontar dari calon mantu, mbak!” ujar Alan dengan lugas.

Rendra menelan salivanya sulit, “Calon mantu? Kamu menyukai Jenny, Lan? Kamu itu belum lama berada di indonesia. Bagaimana bisa langsung suka dengan Jenny?”

“Ini pertemuan kami yang ke 3, om! Pertemuan pertama dan kedua, emang gak sengaja. Tuhan sendiri yang mengatur skenario untuk kami bertemu. Tapi untuk yang ke 3 kali nya, Alan yang sengaja mengikutinya.” Alan menggaruk kepalanya yang gak gatal.

Ray menepuk bahu Rendra, netranya jelas menatap bangga Alan.

“Kamu lihat itu, Ren! Kali ini semesta memihak ku!” beo Ray.

Rendra menggeleng, menatap Jenny dengan tatapan yang sulit di artikan, “Belum! Masih ada status yang menghalangi mu untuk menjadikan nya menantu di keluarga Kusuma.”

“Papa setuju dengan pilihan Alan?” timpal Alan menyela obrolan Rendra dan Ray, sang ayah.

Jenny mendengus kesal, mendaratkan bobot tubuhnya kembali di sofa.

“Ehem, apa ada dari kalian yang bersedia jelasin ke Jen? Jen bingung loh ini sama kalian. Apa yang lagi kalian obrolin!” 

Ray melangkah menghampiri Alan, “Kamu saja yang jelasin! Aku harus bawa putra ku ke kantor sebelum bu menteri mengacau!”

“Sayang, papa duluan ya!” seru Ray pada Jenny, tanpa ragu ia mengunci leher Alan dengan lengan nya.

“Tapi, pah! Masih banyak hal yang perlu Alan bicarakan dengan nya!” tolak Alan, berusaha melepas kan leher nya dari rangkulan sang ayah.

“Biar om mu yang jelas kan! Sekarang kamu harus bertanggung jawab dengan tugas mu, Lan! Jangan kamu pikir papa akan membiar kan mu kabur dari tanggung jawab mu, Lan!” cerocos Ray, menyeret Alan menjauh dari Jenny dan Rendra.

Rendra menyapu wajah nya kasar, menatap ke arah Ray dan Alan pergi, “Dasar dunia edan!”

“Kita udah bisa ngomong, om?” tegur Jenny, mengalih kan perhatian Rendra.

Rendra mendarat kan bobot tubuh nya, di sofa yang ada di depan Jenny.

“Sudah! Jadi, apa yang ingin kamu bicara kan dengan om? Seperti nya serius sekali! Sampai kamu menyusul om!” tanya Rendra, terlihat raut wajah Jenny yang seketika mendung.

Jenny menghembus kan nafas nya kasar, “Apa om bisa bantu Jenny untuk berpisah dari mas Jo?”

Rendra memekik, dengan tangan menepuk kening nya sendiri, “Astagfirullah hal azim!”

“Kenapa om?”

Bersambung …

1
lina
waduh
lina
yah begitu lah pentingnya restu
lina
emng itu yg d arepin 🤣🤣🤣
lina
lama amat makan doang ampe 1 jam
lina
wah wah wah. enaknya d apain y 🤔
lina
🤔🤔 kalo mabok... suka dvluar nurul gitu sikapnya?
lina
kaga mabok. cuma minum dikit doang 🤣
lina
obsesi lah itu mah
lina
udah bulet nih. mau ngejer janda 🤣
lina
tul itu
lina
udh brpa kali pindah kerja bi? bneran di pecat gegara devi? lempar bae anak begitu mah
lina
pede gila u 🤣🤣
lina
keracunan iya 🤣🤣
lina
adem kan d liat nya
lina
pembantu ngelunjak lgi
lina
🤣🤣 tau bae nuari alasan
lina
klo siang, nmanya solat zuhur
lina
mimpi apa s neng? seneng bagt kayanya 🤣🤣
lina
situ waras? ko bisa punya anak dr wanita lain?
lina
dia bapak kndung u cok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!