NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

.

.

.

Sejak satu jam yang lalu, Bella belum meninggalkan pos penjaga daerah Presient. Dengan perasaan khawatir dan cemas, dan dengan ditemani pelayan perempuan dan supirnya disampinya, Bella masih menunggu kabar dari para penjaga keamanan tentang pria yang merupakan penyelamat misteriusnya itu.

Sebenarnya, Bella ingin mengetahui lebih jelas tentang identitas pria itu. Tapi, saat para penjaga keamanan tua itu kembali, mereka memberitahukan jika tak ada seorang pria yang mereka temukan di tempat perkelahian, selain para berandalan yang sedang merawat tubuh mereka yang terluka.

Dan para penjaga keamanan itu juga hanya menangkap beberapa dari para berandalan itu dengan alasan semua perilaku buruk mereka, dan memasukkan para berandalan itu ke dalam penjara sebelum kelakuan mereka di hakimi oleh pihak yang berwenang.

Mendengar kabar itu, membuat Bella merasa semakin tertekan. Ia berpikir jika benar bahwa pria bangsawan gila itu telah hilang, maka kemungkinan terbesarnya adalah ia di bunuh dan mayatnya di buang. Dan saat pemikiran itu datang dalam benaknya, membuat Bella merasa bersalah.

Tapi, para petugas keamanan itu mengatakan jika mereka telah mengecek setiap sudut di daerah tersebut, dan juga memeriksa ke setiap toko dan club di tempat itu. Dan mereka tidak juga menemukan jasad atau tanda-tanda kehidupan pria itu.

"Saya yakin siapapun pria itu, dia pasti telah berhasil menyelematkan dirinya sendiri, Nona." Kata Wilson mencoba menenangkan Bella yang masih menunjukkan raut khawatir, saat mereka bertiga berada dalam perjalanan menuju rumah keluarga Winston.

"Setidaknya kita telah berusaha untuk membantu pria gila itu, Nona." Sambung Kate ikut menenangkan Nona mudanya itu, sambil mengelus punggung Nona nya itu.

"Mungkin kalian benar, ta-tapi... Bagaimana jika pria itu terbunuh?"

"Nona, saya pikir pria gila itu pasti telah memikirkan resiko yang akan ia hadapi saat pergi ke tempat seperti itu, apalagi saat ia mencoba memprovokasi para gerombolan pengacau itu."

"Tapi, aku rasa tadi dia hanya mencoba untuk menolong kita, Kate." Kata Bella sambil menatap pelayan perempuannya itu. "Ya kau tahu, semacam mengalihkan perhatian para gerombolan itu dari kita." Sambungnya.

"Ya, saya rasa juga demikian. Setidaknya, walaupun pria gila itu mabuk, dia masih tahu bagaimana caranya menolong seorang gadis." Kata Kate menyetujui pendapat yang dikatakan Bella yang terlihat sangat khawatir.

"Oh Tuhan!" Bisik Bella. Hingga saat ini ia masih merasa sangat tertekan, karena membayangkan kemungkinan bahwa dirinya telah membuat salah seorang pria yang menolongnya itu terbunuh hari ini.

Walaupun begitu ia juga tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya, jika pria itu tak menolongnya tadi.

Bella yakin jika pria itu tidak datang. Mungkin, sekarang dia dan pelayan perempuannya sudah menjadi salah satu korban pelecehan seksual yang biasanya dilakukan oleh para berandalan itu kepada banyak gadis yang telah sering dia dengar di berita. Dan saat membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduknya merinding.

"Nona, yang terpenting sekarang Anda harus percaya, bahwa Tuhan akan menjaganya dan membantunya." Kata supirnya mencoba untuk meyakinkan Bella yang wajahnya masih terlihat pucat pasi.

Bella hanya dapat memberikan tatapan terima kasihnya kepada supirnya itu. Tapi, walaupun begitu perasaannya itu masih belum tenang sepenuhnya, apalagi ia masih cukup penasaran dengan pria itu. "Sebenarnya, aku merasa cukup penasaran dengan pria itu."

"Jika dia seorang pria bangsawan. Mungkin, ia akan datang menghadiri pesta dansa yang akan diadakan oleh keluarga Fratellion, Nona." Ujar Kate datar sembari mengangkat bahunya.

Seketika itu Bella langsung menatap Kate, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh pelayan perempuannya itu.

Sejujurnya, Bella tidak benar-benar yakin apa yang harus ia lakukan saat bertemu kembali dengan pria gila nan rupawan itu nanti di pesta dansa Fratellion. Tapi, yang pasti dia ingin bisa secepatnya bertemu dengan pria itu, dan memikirkan hal itu membuatnya tanpa sadar, menjadi tak sabar menanti pesta dansa besok malam.

Tapi, satu hal penting tiba-tiba menghampiri benaknya dan membuatnya langsung menatap kedua pelayan dan supirnya itu secara bergantian dengan tatapan bersalah.

"Kate, Wilson, aku mohon tolong maafkan aku. Tak seharusnya aku mempertaruhkan nyawa kalian semua tadi, tak peduli betapa mulia alasannya." Ujarnya kepada pelayannya dan supirnya itu.

"Ah... Tidak apa-apa, Nona. Yang terpenting semuanya berakhir dengan baik." Ujar Kate yang juga disetujui oleh Wilson dengan sebuah anggukkan.

"Terima kasih, kalian berdua memang baik. Umm... Tapi, bisakah kalian merahasiakan hal buruk yang terjadi hari ini dari Tuan dan Nyonya Winston?" Ujar Bella sedikit ragu, sambil menatap kedua pelayan dan supirnya dengan tatapan memohon.

Kedua pelayan dan supir itu hanya saling berpandangan, dan kemudian menghela nafas berat.

"Baiklah, Nona. Tapi, kami tak ingin ke tempat itu lagi." Jawab Kate, dengan raut muka keras kepala menandakan bahwa ia cukup serius dengan ucapannya.

Meresa tak terkejut dengan penolakan pelayannya untuk kembali ke tempat itu, apalagi setelah yang terjadi hari ini. Membuat Bella hanya dapat menundukkan kepalanya. "Baiklah, Ku rasa itu cukup adil."

Setelah menyetujui hal itu, sepertinya Bella mulai harus memikirkan kembali langkah-langkah lain untuk rencana-rencananya minggu depan.

Sampai akhirnya, mobil mereka pun memasuki perkarangan mansion milik keluarga Earl Winston. Setelah itu, Bella dan pelayannya pun langsung turun dari mobilnya, dan berjalan masuk ke dalam rumahnya yang besar itu.

Saat masuk ke dalam, suasana riuh rendah langsung menyambut keduanya. Dapat Bella lihat, kedua adik tirinya yang berumur empat belas dan dua belas tahun, sedang bermain di ruang depan rumah tersebut.

Ashley dan Frizzy, merupakan kedua anak dari hasil pernikahan ibu tirinya, Caroline dengan seorang kapten Angkatan Laut.

"Frizzy, di mana Papa?" Tanya Bella kepada adik bungsunya yang sekarang sedang bermain dengan kucingnya, Blacker.

"Di atas!"

Bella hanya menganggukkan kepala mendengar jawaban adik bungsunya itu. Tapi, tiba-tiba saja ia menghentikan langkahnya tepat sebelum menaiki anak tangga pertama.

Bella baru menyadari, jika tempat berbagai perabotan di rumah itu telah berubah dari sebelumnya.

'Sepertinya, Caroline meminta Steven untuk merubah letaknya.' pikir Bella.

Lalu, matanya langsung membelalak kaget melihat piano lama milik mamanya kini telah diletakkan mengarah ke tembok yang salah. Ashley yang menyadari pandangan kakak tirinya itu langsung bertanya. "Apa yang kau lihat?"

"Apakah mamamu mengubah posisi piano?" Tanya Bella dengan pelan

"Iya, lagipula apa urusanmu? Kau pun sudah tak memainkannya lagi, sekarang." Kata Ashley mendengus dan lalu memilih untuk menghiraukan gadis sulung keluarga Winston itu.

Bella hanya dapat menggelengkan kepalanya, lalu beranjak pergi. Terkadang Bella berfikir, mungkin sebaiknya ia cepat-cepat untuk mencari seorang suami, agar ia dapat meninggalkan rumah ini secepatnya.

***

1
Del Rosa
semangat ya author...
cerita nya keren👍👍👍
Black Swan
Hai kak aku sudah mampir, semangat terus💪
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!