seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.
penasaran sama ceritanya? sini dibacaa
jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 | mantan kandung
happy readingg
malam hari telah tiba, sinar cahaya
rembulan telah menerangi malam yang
sunyi dan senyap. afan berdiri di balkon
kamarnya, matanya tak lepas menatap ke
arah bintang bintang yang sangat indah
di atas langit.
tiba tiba saja seorang perempuan datang
dari belakang Afan, dan memeluk Afan
dari belakang. afan terkejut dan segera
menepisnya, Clarissa pun mendengus
sebal.
"ngapain Lo?" tanya Afan sedikit kesal
"meluk Lo lah apalagi" jawabnya santai
afan tertawa getir, "santai banget Lo,
jujur aja Lo cuman ngincer kekayaan
kekuarga gue kan?"
Clarissa menegang, "maksud Lo?"
"alah jujur aja deh Lo"
"gua mana mungkin ngincer kekayaan
kekuarga Lo fan! lagian nih ya keluarga
gue sendiri juga udah kaya!" Belanya
sendiri
"tapi lebih tajir siapa? keluarga baskara
kan? makanya Lo itu ngebet banget mau
nikah sama gue"
"denger ya fan! gua nikah sama lu karna
cinta bukan cuman buat ngincer harta
Lo itu!" ucap Clarissa penuh penegasan,
"ya walaupun gua ngincer dua duanya"
sambung nya di dalam hati.
afan mengabaikan ucapan Clarissa,
dan memilih kembali masuk ke dalam
kamar. Clarissa yang melihat kepergian
Afan yang begitu saja ia langsung
menyusulnya.
"afan!" panggil Clarissa
"apaan sih" jawab Afan setengah kesal
"gua tidur sama Lo kan?" tanya clarissa
"gak!" tolak Afan mentah mentah
"kenapa gak fan?! gua istri Lo!"
"gua tau!" jawabnya
"tapi gua tetep istri Lo Afan!" lanjutnya
penuh penegasan
"pisah kamar" ucap afan singkat padat
dan jelas.
mata Clarissa melebar, "gua bakal ngadu
ke mamah voke!"
"ohh sekarang elu udah jadi bayi lagi
ya? apa apa selalu ngadu kek anak kecil!
mana sekarang udah manggil mamah
gua dengan sebutan mamah lagi" Afan
tersenyum miring di akhir tanpa Clarissa
sadari.
"itu dia sendiri yang nyuruh gua buat
manggil dia mamah!"
"dan gua bukan anak kecil!"
"yaudah si jangan apa apa selalu ngadu,
itu bikin Lo kek anak kecil"
afan mengusir Clarissa dari kamarnya.
"keluar." ucap nya tegas
"terus gua tidur di mana Afan?" tanya
Clarissa
"kamar sebelah kosong, nih kuncinya"
Afan melempar kan kuncinya ke arah
Clarissa, dan langsung di tangkap oleh
Clarissa.
"keluar Clar. jangan sampai Lo bikin
emosi gua meledak ledak"
Clarissa menatap tajam ke arah Afan
sebelum keluar dari kamar Afan.
setelah Clarissa keluar, Afan langsung
mengunci pintu kamar nya.
"akhirnya dia keluar juga dari kamar gue"
Afan menghela nafas lega
tiba tiba saja fikiran Afan melayang
ke arah Devi, "Devi lagi ngapain ya?"
gumamnya
afan berjalan menuju ke arah ranjang
king size, dan duduk di ranjangnya. ia
pun mengambil ponsel lalu menghubungi
Devi tanpa fikir panjang.
tak butuh waktu lama, Devi segera
mengangkat panggilan video dari Afan.
"fannnn" panggil Devi riang
afan terkekeh melihat keriangan Devi,
"cieee kangen yaaa"
mata devi menyipit, lalu ia pura pura
memasang wajah sok dingin. "siapa yang
kangen? geer"
afan melihat wajah datar pura pura milik
devi itu, dan terkekeh kecil setelahnya.
devinya ini lucu sekali, menurut Afan.
"muka nya sok datar" sahut Afan
"datar darimana? kan wajah gue kek gini
emang"
"bohongnya ketara bangett"
"nyenyenye"
afan tertawa kecil melihat tingkah Devi
yang sangat lucu di matanya.
"oh ya dev lo lanjut kuliah? atau langsung
kerja di perusahaan nya bokap lu?" tanya
Afan
"kuliah lah, masa depan gua mah masih
panjang. lagian ayah gua kan masih bisa
ngurus perusahaannya sendiri, kalo gua
mah gasuka belajar tentang bisnis bisnis."
jawabnya panjang lebar
afan mengangguk angguk paham.
"Lo ambil jurusan apa?" tanya Afan lagi
"kedokteran" jawab devi
"emang bisa?"
"Lo ngeraguin gue? ya jelas bisa lah,
gaada salahnya kan kalo gue coba dulu?"
"ya enggak si emang"
"eh Lo mau kuliah juga fan?"
afan menggeleng, "gua bakal kerja di
perusahaan nya papah gue"
Devi ber'oh ria saja, "eh tapi di dalam
lubuk hati paling dalam lu, lu pengen
kuliah gak?"
"pengen juga. apalagi ada Lo" jawab Afan
"yaudah kalo gitu kuliah aja bareng gue
fann, bilang baik baik ke papah Lo pasti
di izinin" saran devi
afan tetap menggeleng, "gua udah pikirin
matang matang kok Dev, kalo gua bakal
nerusin perusahaan nya bokap gue aja."
devi menghela nafas, "hmm Oke dehhh"
setelah itu mereka bercerita panjang
lebar, bahkan sambil sesekali tertawa
bersama. sampai tak terasa waktu berlalu
begitu cepat, sekarang sudah jam 23.00
malam. tadi mereka vc nan dari jam
20.10-23.00 sudah hampir beberapa jam.
"dev udah malam Lo nggak tidur?" tanya
Afan
"padahal lagi asik asiknya dehhh"
"iya devv gue tau, tapi ini udah malam.
kita juga butuh tidur"
"okedeh"
"bye afannn"
"bye devv"
"good night mantan kandung" ucap Afan
Devi tertawa kecil, "good night too
mantan kandung ku juga"
Mereka saling tersenyum di akhir vc, lalu
setelah itu panggilan video di matikan.
Mereka telah kembali ke alam tidurnya
masing masing.
cahaya matahari pagi menembus di sela
sela tirai, menyinari wajah Devi yang
masih tertidur pulas di atas kasurnya.
devi perlahan membuka matanya pelan,
dan menyesuaikan diri dengan cahaya
pagi yang masuk. ia melihat ke sekeliling
kamar, dan meregang kan tubuhnya lalu
mengumpulkan nyawa nya.
devi bangkit dari tempat tidur dan
berjalan ke arah kamar mandi, ia berdiri
di depan wastafel di depannya. dan
membasuh mukanya dengan sabun
cuci muka, lalu ia mengambil sikat gigi
dan pasta gigi, lalu ia menyikat giginya.
dan berkumur kumur setelah selesai
menggosok gigi.
lalu ia keluar dari kamar mandi, dan
berjalan ke arah tepi ranjang. dan
mengambil ponselnya yang di nakas, ia
melihat sebuah pesan dari nomor asing.
Devi pun duduk di pinggiran ranjang,
sambil memegang ponselnya. ia masih
berfikir ini nomer siapa? fikirnya.
devi terus saja memandangi ponselnya,
mencoba berfikir nomor siapa ini?.
setelah beberapa detik, akhirnya Devi
memutuskan untuk membuka pesan itu,
dan membacanya.
Dev, masih inget gue?
kening Devi berkerut, ketika ia melihat
sebuah pesan itu.
"inget? siapa anjir?" gumam devi
Devi masih berfikir dan tiba tiba saja,
pesan selanjutnya muncul lagi.
kok di read dev? jangan jangan Lo lupa gue
ya?
kening devi semakin mengkerut dalam,
ekspresinya juga berubah menjadi
bingung.
"siapa si ini? gajelas banget deh suer"
Devi pun mematikan ponselnya, tanpa
niatan membalas isi pesan tersebut.
dan Devi ia berjalan keluar kamar, dan
menuruni anak tangga menuju ke bawah,
ke meja makan.
"pagi bunda ayah" sapa Devi kepada
mereka, sembari tersenyum ceria seperti
biasanya.
"pagi juga sayang" jawab Salma sambil
tersenyum hangat ke arah putrinya
"pagi princess nya ayah" jawab Fathir tak
lupa juga ia tersenyum hangat ke arah
putri semata wayangnya.
devi melirik ke arah meja makan, yang
terdapat banyak makanan. lalu ia
menggeser kursi dan menduduki nya
lalu menyantap makanan nya tanpa
menunggu ayah dan bunda nya. salma
dan Fathir yang menyaksikan itu hanya
menggelengkan kepalanya, putrinya
memang ada ada saja.
sarapan pagi hari di keluarga Devi, penuh
dengan tawa dan candaan yang di luar
nurul. apalagi ketika melihat tingkah
devi, mereka bukan hanya makan tetapi
mereka juga berbagi momen yang sangat
indah. inilah keluarga harmonis yang
sesungguhnya, berbeda dengan keluarga
baskara.
disisi lain, tepatnya di keluarga baskara.
di meja makan, tersedia banyak
makanan, tetapi Afan merasa sangat
tidak nafsu untuk makan hari ini.
Lian yang menyadari Afan tidak
menyentuh makanan nya sejak awal, ia
pun bertanya ke Afan. "fan kenapa gak di
makan?"
afan menoleh ke sang papah, dan
menjawab. "gapapa pah"
voke dan Clarissa menoleh ke arah Afan,
yang dari tadi tidak memakan makanan
nya.
"fan mau aku suapin?" tanya clarissa
dengan suara yang di lembut lembutkan.
"gak" jawabnya singkat
voke yang melihat tanggapan singkat
Afan, ia pun menyahut. "fan, Clarissa
sekarang istri kamu, dan Clarissa juga
cuman tanya mau di suapin apa nggak.
seharusnya kamu jawab dengan baik baik
bukan nya kamu jawab sesingkat itu, eh
pas sama anak dari pembunuh itu aja
bicara panjang lebar" sindir voke di akhir.
tangan Afan terkepal erat di
pangkuannya, ia tanpa menjawab ucapan
sang mamah, ia langsung bangkit dari
duduk nya.
dan berjalan ke luar rumah, Lian segera
menyusul putranya.
"fan" panggil Lian
"gimana kalo sebelum ke perusahaan
papah, kita mampir ke cafe? kamu belum
sarapan fan, apalagi kan ini hari pertama
kamu kerja di perusahaan papah." ucap
Lian, Afan hanya mengangguk
sedangkan di dalam, masih di
meja makan. Clarissa semakin erat
mengepalkan tangan nya, voke yang
melihat kepalan tangan Clarissa. ia
menggenggam lembut tangan Clarissa,
dan mencoba menenangkan nya.
"mahh Devi lagi Devi lagi, padahal kan
aku istrinya" adu Clarissa
"tenang yah clar, mamah pasti akan cari
cara supaya Afan lupain Devi" jawab voke
Clarissa hanya mengangguk, dan
memeluk voke erat. voke pun membalas
pelukan Clarissa, tanpa voke sadari
ternyata Clarissa tengah tersenyum
miring.