NovelToon NovelToon
Antara Balas Dendam Atau Cinta

Antara Balas Dendam Atau Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.

penasaran sama ceritanya? sini dibacaa

jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 | mantan kandung

happy readingg

 

malam hari telah tiba, sinar cahaya

rembulan telah menerangi malam yang

sunyi dan senyap. afan berdiri di balkon

kamarnya, matanya tak lepas menatap ke

arah bintang bintang yang sangat indah

di atas langit.

tiba tiba saja seorang perempuan datang

dari belakang Afan, dan memeluk Afan

dari belakang. afan terkejut dan segera

menepisnya, Clarissa pun mendengus

sebal.

"ngapain Lo?" tanya Afan sedikit kesal

"meluk Lo lah apalagi" jawabnya santai

afan tertawa getir, "santai banget Lo,

jujur aja Lo cuman ngincer kekayaan

kekuarga gue kan?"

Clarissa menegang, "maksud Lo?"

"alah jujur aja deh Lo"

"gua mana mungkin ngincer kekayaan

kekuarga Lo fan! lagian nih ya keluarga

gue sendiri juga udah kaya!" Belanya

sendiri

"tapi lebih tajir siapa? keluarga baskara

kan? makanya Lo itu ngebet banget mau

nikah sama gue"

"denger ya fan! gua nikah sama lu karna

cinta bukan cuman buat ngincer harta

Lo itu!" ucap Clarissa penuh penegasan,

"ya walaupun gua ngincer dua duanya"

sambung nya di dalam hati.

afan mengabaikan ucapan Clarissa,

dan memilih kembali masuk ke dalam

kamar. Clarissa yang melihat kepergian

Afan yang begitu saja ia langsung

menyusulnya.

"afan!" panggil Clarissa

"apaan sih" jawab Afan setengah kesal

"gua tidur sama Lo kan?" tanya clarissa

"gak!" tolak Afan mentah mentah

"kenapa gak fan?! gua istri Lo!"

"gua tau!" jawabnya

"tapi gua tetep istri Lo Afan!" lanjutnya

penuh penegasan

"pisah kamar" ucap afan singkat padat

dan jelas.

mata Clarissa melebar, "gua bakal ngadu

ke mamah voke!"

"ohh sekarang elu udah jadi bayi lagi

ya? apa apa selalu ngadu kek anak kecil!

mana sekarang udah manggil mamah

gua dengan sebutan mamah lagi" Afan

tersenyum miring di akhir tanpa Clarissa

sadari.

"itu dia sendiri yang nyuruh gua buat

manggil dia mamah!"

"dan gua bukan anak kecil!"

"yaudah si jangan apa apa selalu ngadu,

itu bikin Lo kek anak kecil"

afan mengusir Clarissa dari kamarnya.

"keluar." ucap nya tegas

"terus gua tidur di mana Afan?" tanya

Clarissa

"kamar sebelah kosong, nih kuncinya"

Afan melempar kan kuncinya ke arah

Clarissa, dan langsung di tangkap oleh

Clarissa.

"keluar Clar. jangan sampai Lo bikin

emosi gua meledak ledak"

Clarissa menatap tajam ke arah Afan

sebelum keluar dari kamar Afan.

setelah Clarissa keluar, Afan langsung

mengunci pintu kamar nya.

"akhirnya dia keluar juga dari kamar gue"

Afan menghela nafas lega

tiba tiba saja fikiran Afan melayang

ke arah Devi, "Devi lagi ngapain ya?"

gumamnya

afan berjalan menuju ke arah ranjang

king size, dan duduk di ranjangnya. ia

pun mengambil ponsel lalu menghubungi

Devi tanpa fikir panjang.

tak butuh waktu lama, Devi segera

mengangkat panggilan video dari Afan.

"fannnn" panggil Devi riang

afan terkekeh melihat keriangan Devi,

"cieee kangen yaaa"

mata devi menyipit, lalu ia pura pura

memasang wajah sok dingin. "siapa yang

kangen? geer"

afan melihat wajah datar pura pura milik

devi itu, dan terkekeh kecil setelahnya.

devinya ini lucu sekali, menurut Afan.

"muka nya sok datar" sahut Afan

"datar darimana? kan wajah gue kek gini

emang"

"bohongnya ketara bangett"

"nyenyenye"

afan tertawa kecil melihat tingkah Devi

yang sangat lucu di matanya.

"oh ya dev lo lanjut kuliah? atau langsung

kerja di perusahaan nya bokap lu?" tanya

Afan

"kuliah lah, masa depan gua mah masih

panjang. lagian ayah gua kan masih bisa

ngurus perusahaannya sendiri, kalo gua

mah gasuka belajar tentang bisnis bisnis."

jawabnya panjang lebar

afan mengangguk angguk paham.

"Lo ambil jurusan apa?" tanya Afan lagi

"kedokteran" jawab devi

"emang bisa?"

"Lo ngeraguin gue? ya jelas bisa lah,

gaada salahnya kan kalo gue coba dulu?"

"ya enggak si emang"

"eh Lo mau kuliah juga fan?"

afan menggeleng, "gua bakal kerja di

perusahaan nya papah gue"

Devi ber'oh ria saja, "eh tapi di dalam

lubuk hati paling dalam lu, lu pengen

kuliah gak?"

"pengen juga. apalagi ada Lo" jawab Afan

"yaudah kalo gitu kuliah aja bareng gue

fann, bilang baik baik ke papah Lo pasti

di izinin" saran devi

afan tetap menggeleng, "gua udah pikirin

matang matang kok Dev, kalo gua bakal

nerusin perusahaan nya bokap gue aja."

devi menghela nafas, "hmm Oke dehhh"

setelah itu mereka bercerita panjang

lebar, bahkan sambil sesekali tertawa

bersama. sampai tak terasa waktu berlalu

begitu cepat, sekarang sudah jam 23.00

malam. tadi mereka vc nan dari jam

20.10-23.00 sudah hampir beberapa jam.

"dev udah malam Lo nggak tidur?" tanya

Afan

"padahal lagi asik asiknya dehhh"

"iya devv gue tau, tapi ini udah malam.

kita juga butuh tidur"

"okedeh"

"bye afannn"

"bye devv"

"good night mantan kandung" ucap Afan

Devi tertawa kecil, "good night too

mantan kandung ku juga"

Mereka saling tersenyum di akhir vc, lalu

setelah itu panggilan video di matikan.

Mereka telah kembali ke alam tidurnya

masing masing.

cahaya matahari pagi menembus di sela

sela tirai, menyinari wajah Devi yang

masih tertidur pulas di atas kasurnya.

devi perlahan membuka matanya pelan,

dan menyesuaikan diri dengan cahaya

pagi yang masuk. ia melihat ke sekeliling

kamar, dan meregang kan tubuhnya lalu

mengumpulkan nyawa nya.

devi bangkit dari tempat tidur dan

berjalan ke arah kamar mandi, ia berdiri

di depan wastafel di depannya. dan

membasuh mukanya dengan sabun

cuci muka, lalu ia mengambil sikat gigi

dan pasta gigi, lalu ia menyikat giginya.

dan berkumur kumur setelah selesai

menggosok gigi.

lalu ia keluar dari kamar mandi, dan

berjalan ke arah tepi ranjang. dan

mengambil ponselnya yang di nakas, ia

melihat sebuah pesan dari nomor asing.

Devi pun duduk di pinggiran ranjang,

sambil memegang ponselnya. ia masih

berfikir ini nomer siapa? fikirnya.

devi terus saja memandangi ponselnya,

mencoba berfikir nomor siapa ini?.

setelah beberapa detik, akhirnya Devi

memutuskan untuk membuka pesan itu,

dan membacanya.

Dev, masih inget gue?

kening Devi berkerut, ketika ia melihat

sebuah pesan itu.

"inget? siapa anjir?" gumam devi

Devi masih berfikir dan tiba tiba saja,

pesan selanjutnya muncul lagi.

kok di read dev? jangan jangan Lo lupa gue

ya?

kening devi semakin mengkerut dalam,

ekspresinya juga berubah menjadi

bingung.

"siapa si ini? gajelas banget deh suer"

Devi pun mematikan ponselnya, tanpa

niatan membalas isi pesan tersebut.

dan Devi ia berjalan keluar kamar, dan

menuruni anak tangga menuju ke bawah,

ke meja makan.

"pagi bunda ayah" sapa Devi kepada

mereka, sembari tersenyum ceria seperti

biasanya.

"pagi juga sayang" jawab Salma sambil

tersenyum hangat ke arah putrinya

"pagi princess nya ayah" jawab Fathir tak

lupa juga ia tersenyum hangat ke arah

putri semata wayangnya.

devi melirik ke arah meja makan, yang

terdapat banyak makanan. lalu ia

menggeser kursi dan menduduki nya

lalu menyantap makanan nya tanpa

menunggu ayah dan bunda nya. salma

dan Fathir yang menyaksikan itu hanya

menggelengkan kepalanya, putrinya

memang ada ada saja.

sarapan pagi hari di keluarga Devi, penuh

dengan tawa dan candaan yang di luar

nurul. apalagi ketika melihat tingkah

devi, mereka bukan hanya makan tetapi

mereka juga berbagi momen yang sangat

indah. inilah keluarga harmonis yang

sesungguhnya, berbeda dengan keluarga

baskara.

disisi lain, tepatnya di keluarga baskara.

di meja makan, tersedia banyak

makanan, tetapi Afan merasa sangat

tidak nafsu untuk makan hari ini.

Lian yang menyadari Afan tidak

menyentuh makanan nya sejak awal, ia

pun bertanya ke Afan. "fan kenapa gak di

makan?"

afan menoleh ke sang papah, dan

menjawab. "gapapa pah"

voke dan Clarissa menoleh ke arah Afan,

yang dari tadi tidak memakan makanan

nya.

"fan mau aku suapin?" tanya clarissa

dengan suara yang di lembut lembutkan.

"gak" jawabnya singkat

voke yang melihat tanggapan singkat

Afan, ia pun menyahut. "fan, Clarissa

sekarang istri kamu, dan Clarissa juga

cuman tanya mau di suapin apa nggak.

seharusnya kamu jawab dengan baik baik

bukan nya kamu jawab sesingkat itu, eh

pas sama anak dari pembunuh itu aja

bicara panjang lebar" sindir voke di akhir.

tangan Afan terkepal erat di

pangkuannya, ia tanpa menjawab ucapan

sang mamah, ia langsung bangkit dari

duduk nya.

dan berjalan ke luar rumah, Lian segera

menyusul putranya.

"fan" panggil Lian

"gimana kalo sebelum ke perusahaan

papah, kita mampir ke cafe? kamu belum

sarapan fan, apalagi kan ini hari pertama

kamu kerja di perusahaan papah." ucap

Lian, Afan hanya mengangguk

sedangkan di dalam, masih di

meja makan. Clarissa semakin erat

mengepalkan tangan nya, voke yang

melihat kepalan tangan Clarissa. ia

menggenggam lembut tangan Clarissa,

dan mencoba menenangkan nya.

"mahh Devi lagi Devi lagi, padahal kan

aku istrinya" adu Clarissa

"tenang yah clar, mamah pasti akan cari

cara supaya Afan lupain Devi" jawab voke

Clarissa hanya mengangguk, dan

memeluk voke erat. voke pun membalas

pelukan Clarissa, tanpa voke sadari

ternyata Clarissa tengah tersenyum

miring.

1
Putu Sri utari
👍👍👍
Putu Sri utari
keren banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!