Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.
mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Floana terbangun dari tidurnya dengan wajah yang membengkak, sepertinya gadis itu menangis terlalu keras.
"Lo bangun jam berapa Ren? tanya nya saat mendapati Renee yang sudah duduk rapi dengan tenang sambil membaca buku,sedangkan ia baru saja ter bangun dari tidurnya.
" gue gak tidur, balas Renee lalu menunjuk ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 14.12 siang.
"anjirr lah!, lo kok gak bangunin gue sihh!" kesal floana lalu berlari menuju kamar mandi.
sedangkan Renee hanya menatap malas floana, jika dihitung, sudah puluhan kali Renee mencoba untuk membangun kan floana,namun tidak berhasil karena gadis itu tidur terlalu lelap.
sambil menunggu floana yang sedang mandi, Renee pergi ke lantai 1 untuk menghampiri Casava yang sedang duduk santai di tepi kolam.
terlihat Casava sedang duduk bersama dengan Vanesha.
ia lalu melemparkan sebuah minuman kaleng dingin ke arah Casava.
"kenapa? tanya nya.
" ikut Renee nanti malam " ucap Renee berdiri di samping Casava.
"kemana? jawab Casava menyeruput minuman nya santai.
" kencan"
"lagian kakak dapet skors dari kakek kan".
Casava menatap sekilas ke arah Renee,lalu mengalihkan pandangan nya ke depan.
ia lalu mengangguki ucapan Renee.
setelah melihat jawaban casava, Renee hendak kembali ke atas, namun dirinya justru di cegat oleh vanesha.
"Vanesha ikut ya? ucap nya seraya membentuk tangan memohon.
Renee hanya menatap datar vanesha, sebelum akhirnya memberikan jawaban.
" Gak "
Renee lalu meninggalkan tempat itu dan kembali menuju lantai atas.
Melihat kepergian Renee, vanesha memasang wajah sedih lalu kembali duduk di samping Casava.
melihat ekspresi vanesha yang terlihat sedih ,Casava memberikan sepotong apel untuk menenangkan hati vanesha.
ditengah perjalanan menuju kamar, Renee tak sengaja ber papasan dengan adik Karen.
Arkhalio Siente Al Basten. seorang bocah kelas 3 smp,yang saat ini berusia 16 tahun, ia adalah adik kandung Karen.
"apa? ucap Renee memandang remeh Arkha.
tak Terima di pandang Remeh, Arkha maju ke arah Renee lalu memberi kan jari tengah sambil menjulurkan lidah.
hubungan di antara keduanya memang tidak bisa di artikan secara sederhana, kadang akur, kadang juga seperti ingin menciptakan perang.
" dasar" ucapan Caesar membuat aksi Renee dan Arkha yang hendak adu jotos seketika terhenti.
"Caesar Alexander Al basten, kakek Renee, sang pemegang kekuasaan tertinggi di Al Basten Family.
jabatan nya di Al basten cukup serem,, panglima perintah!.
" kembali"
Renee dan Arkha seketika saling berjabat tangan dan berpelukan, saat itu juga mereka berdua berpisah, bertindak seolah hal yang terjadi tadi hanya sebuah angin lalu.
sesaat setelah memasuki kamar, Renee melihat floana yang dengan santai nya memakai alat make up miliknya.
Floana yang melihat kedatangan Renee, langsung mengadahkan tangan meminta agar di perbolehkan memakai alat make up miliknya.
Renee hanya menganguk malas, lagi pula dirinya jarang memakai make up.
ia lalu menghampiri floana dan membisikan sesuatu, yang dimana hal itu membuat mata floana seketika berbinar.
"serius?
Renee mengangguki pertanyaan itu.
" tapi kan gue udah di tolak. floana menampilkan wajah sedih mengingat dirinya sudah di tolak oleh pujaan hati nya.
Renee menatap malas lalu kembali memberikan jawaban.
"ok!, bakal gue coba! semangat nya membara! ia lalu melanjutkan make up dengan berapi api.
..
" Kakak minta maaf"
Renee hanya menatap kosong pada mayat yang tergeletak tepat di bawah kakinya.