Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
"Barangkali kau jatuh,aku selalu berdoa kepada semesta,selalu rela memelukmu ketika berada jauh dari jangkauangku
DI RUANGAN OSIS
Sore hari menjelang petang, ruang OSIS mulai ramai dengan anggota yang sedang menyelesaikan tugas masing-masing. Biru duduk di mejanya dengan fokus mengatur berkas acara pramuka yang akan datang, sementara Kalash sedang mencatat beberapa data penting di lembar kerja.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan masuklah Zayla dengan wajah yang penuh semangat. Dia membawa beberapa kopi hangat dan makanan ringan yang dibelinya dari kantin sekolah.
“Halo semuanya! aku bawa camilan buat kalian nih,” ujarnya dengan suara ceria yang memenuhi ruangan. “Aku melihat kalian semua sibuk, jadi berpikir mungkin kalian perlu sedikit istirahat dan makanan.”
Anggota OSIS lainnya memberikan senyum terima kasih dan mulai mengambil makanan yang dibawanya. Zayla kemudian mendekat ke arah Biru dengan senyum yang semakin lebar.
“Kamu pasti sudah capek ya, Biru?” tanya dia dengan nada yang penuh perhatian. “Ini kopimu, aku tahu kamu suka kopi tanpa gula kan?”
Biru terkejut namun segera tersenyum dengan ramah. “Terima kasih banyak Zayla. Kamu tidak perlu repot-repot membawa makanan untuk kita semua.”
“Tidak apa-apa kok,” jawabnya dengan ceria. “aku juga ingin membantu kegiatan OSIS sejak awal . Apakah ada tugas apa saja yang bisa saya bantu kerjakan?”
Biru mengangguk dan memberikan beberapa berkas kecil yang perlu diketik. “Kalau kamu mau, bisa bantu saya mengetikkan data ini ke dalam Lp ya.
Zayla dengan senang hati menerima tugas tersebut dan segera duduk di samping meja Biru. Selama bekerja, dia seringkali melihat ke arah Biru dengan ekspresi yang penuh kagum, bahkan mencoba memulai percakapan tentang berbagai hal agar bisa lebih dekat dengannya.
DI KANTIN SEKOLAH
Pada hari berikutnya, Zayla sengaja datang ke kantin sekolah saat jam istirahat – waktu yang dia tahu Biru biasanya akan datang bersama Rekai dan Kalash untuk makan siang. Dia segera mendekat dengan membawa piring makanan yang sama dengan yang diambil Biru.
“Permisi, aku boleh duduk di sini ngga?” tanya Zayla dengan senyum manis ke arah meja di mana Biru dan teman-temannya sedang makan.
Rakai mengangguk dengan sopan. “Tentu saja boleh Zayla. Silakan duduk saja.”
Selama makan siang, Zayla berusaha sekuat mungkin untuk menarik perhatian Biru. Dia bercerita tentang pengalaman masa lalunya di sekolah lama, menunjukkan pengetahuannya tentang berbagai kegiatan ekstrakurikuler, bahkan memberikan komentar yang cerdas tentang rencana acara OSIS yang sedang dibicarakan.
Setelah makan siang selesai, Biru harus segera kembali ke ruang OSIS untuk menyelesaikan tugas penting. Ia terlalu pusing mendengar ocehan Zayla hari ini
Setelah Biru pergi, Kalash melihat ke arah Zayla dengan ekspresi yang sedikit serius. Dia menarik Zayla ke sisi yang lebih sepi agar bisa berbicara dengan tenang.
DI DEKAT TAMAN SEKOLAH
Mereka berdua berdiri di dekat taman kecil sekolah yang cukup sepi. Kalash melihat ke arah Zayla dengan mata yang penuh pengertian namun juga tegas.
“Zayla, aku tahu kamu baru saja datang dan mungkin belum terlalu mengenal keadaan di sini,” ujar Kalash dengan jelas. “Jadi gue rasa lu perlu tau satu hal.”
Zayla mengerutkan kening dengan rasa penasaran. “Ada apa ya Kak Kalash? Apakah aku melakukan sesuatu yang salah?”
“Tidak ada yang salah denganmu,” jawab Kalash . “Namun,gue cuma mau bilang sebelum lo terlalu jauh lo harus tau satu hal bahwa hati Biru sudah ada yang memiliki. Dan dia cinta banget ma orang itu,jadi lebih baik lo mundur, NGERTII" ucap kalash dengan tegas
Zayla melihatnya dengan ekspresi yang sedikit terkejut dan sedih. “Maksud kakak apa? Kak Biru sudah punya pacar"tanya Zayla beruntun
Kalash hanya mengangguk "Lebih baik lo mundur dari sekarang,lo ngga akan pernah berhasil buat dapetin Biru,Bagi Biru lo cuman teman,jangan salah mengartikan kebaikan Biru Zayla"Ucap Kalash
Zayla terdiam sejenak, mencoba memproses apa yang baru saja dia dengar. Biru sudah memiliki kekasih,tapi siapa??? Rasanya sedikit sakit tapi bukankah cinta memang perlu rasa sakit,kita tidak tau kedepannya seperti apa kan.
“Terima kasih sudah memberitahuku , Kak Kalash,” ujarnya dengan suara yang sedikit bergetar namun tetap tenang. “Aku memang menyukai Biru,Tapi kak Kalash bukankah cinta butuh pengerbanan,dan aku bersedia,kita tak tau kedepannya kak Kalash"Ucap Zayla sambil berlalu
Kalash hanya berdiri melihat bayangan Zayla yang semakin menjauh
"Huft tambah lagi orang gila satu,Habis Luna Terbitlah Zayla, dan sayangya lo ngga akan pernah menang Zayla,"Ucap Kalash
ahh cint memang merepotkan!!