NovelToon NovelToon
When Gods Grow Bored

When Gods Grow Bored

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: jhoven

When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Giovanni Alexis

Kota Rusville. Merupakan kota pertama yang berada dekat perbatasan antara Khanox dan Vladmir. Semenjak berita pembantaian Desa Mooire terdengar, kota ini menjadi kota pertama yang langsung memperkuat pertahanan dan melakukan seleksi tiap ada orang yang hendak pergi/masuk kota. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya mata-mata dari Vladmir.

Dari kejauhan, Kai bisa melihat Kota Rusville. Ia begitu tercengang.. Karena..

Kota itu berdiri sangat anggun di antara pegunungan hijau dan lembah subur, seolah menjadi titik temu antara peradaban dan alam liar. Tembok batu tinggi melingkari permukiman utama, dengan menara-menara penjaga yang selalu hidup oleh api obor dan bendera serikat. Di pusat kota, kastel dan menara menjulang ke langit, menjadi simbol kekuasaan sekaligus perlindungan: tempat dewan kota dan Serikat Hunter Agung bermarkas.

FYI; Kota ini dikenal luas sebagai Kota Para Hunter. Sejak fajar hingga senja, jalan-jalannya dipenuhi orang-orang bersenjata: pedang dengan ukiran unik, tombak bermata kristal, busur yang berpendar, hingga jubah-jubah tebal penuh bekas luka. Di sini, menjadi Hunter bukan sekadar profesi; itu adalah identitas. Anak-anak tumbuh dengan kisah perburuan monster, remaja berlatih di arena, dan orang dewasa hidup dari kontrak yang ditempel di papan misi serikat.

Serikat Pemburu Monster Sihir mengatur hampir seluruh denyut kehidupan kota. Mereka mengklasifikasikan monster, menentukan wilayah berbahaya, memberi izin berburu, dan menilai peringkat para Hunter. Aula Serikat selalu ramai: suara diskusi strategi, dentingan senjata, aroma ramuan, dan ketegangan para pemburu yang bersiap berangkat atau baru kembali dari misi berdarah.

Di luar tembok dalam, hamparan ladang hijau terbentang mengikuti aliran sungai. Para petani adalah penopang kota; mereka menanam gandum, sayuran, dan tanaman obat yang sangat dibutuhkan Hunter untuk ramuan penyembuh dan penguat berkah dewa/ senjata magis. Banyak ladang dijaga oleh Hunter paruh waktu, karena serangan monster kecil masih kerap terjadi. Hubungan petani dan Hunter sangat erat: satu menyediakan pangan, yang lain menyediakan keamanan.

FYI: Hasil perburuan monster sangat membantu untuk menciptakan banyak hal. Salah satunya adalah senjata magis. Senjata ini dapat dibuat dari inti/core monster sihir , mampu mengeluarkan daya serang yang luar biasa tergantung core monster apa yang digunakan. Semakin kuat monsternya maka semakin kuat senjata magis yang mampu diciptakan.

Sementara itu, para pedagang menghidupkan pasar kota. Mereka menjual hasil tani, daging monster, inti monster, kulit, tulang, dan artefak perburuan. Pasar ini terkenal diseluruh penjuru Kerajaan Khanox, karena hampir semua bahan langka bisa ditemukan di sini; asal punya cukup emas dan nyali. Karavan dagang datang silih berganti, membawa kabar dari dunia luar dan memperkuat reputasi kota sebagai pusat ekonomi berbasis perburuan.

Meski tampak seperti kota kecil yang kuat dan stabil, nyatanya kota ini menyimpan aura tegang yang khas. Di balik senyum penduduknya, selalu ada kesadaran bahwa bahaya tidak pernah jauh. Monster bisa muncul kapan saja, dan hidup bisa berakhir dalam satu misi yang gagal. Namun justru dari situlah kota ini mendapatkan jiwanya: sebuah tempat di mana keberanian adalah mata uang utama, dan setiap orang; Hunter, petani, maupun pedagang mampu hidup berdampingan dalam bayang-bayang hidup dan kematian.

####

"Baiklah kita sudah sampai di Kota Rusville."

Kai dan Given berdiri didepan gerbang Kota.

"Wah.. Besar sekali.. Aku baru kali ini melihat kota.. Ternyata jauh lebuh besar dari dugaanku!"

"Hm.. Dugaanmu tidak salah kok. Mayoritas rata-rata kota itu tidak sebesar ini. Kota Rusville memang sedikit berbeda, nanti kau juga akan paham."

Mereka berjalan menyusuri jalanan kota sembari Kai terus menanyakan segala hal pada Given.

"Oh iya , kamu ngapain membawa bagian tubuh Hydra itu? Mau dimakan?" tanya Kai penasaran.

"Bodoh.. Kau akan mati keracunan. Aku mau menukarkan Hydra ini dengan uang di Serikat Hunter."

Uang.. ternyata bisa didapat dari berburu monster sihir? Aku baru tahu.. Tapi.. Apa itu serikat hunter ya? Gumam Kai dalam hatinya.

"Apa itu Serikat Hunter? Aku juga mau bekerja disana dan mendapatkan uang!" lanjut Kai bersemangat.

"Kamu ini ya.. Beneran gatau apa apa kah.. Darimana sebenarnya asalmu ini sih.. Dan juga.. Kamu terlihat seperti orang yang habis berlari tanpa henti berhari-hari.. Pakaianmu lusuh dan tubuhmu terlihat seperti kekurangan makanan.. Sudahlah sini ikut aku dulu ke Serikat, nanti akan ku jelaskan sembari kau makan disana." Balas Given.

"MAKAN??! GASS!"

Mereka pun memasuki Gedung Serikat Hunter. Sungguh besar dan megah, aulanya sangat besar, seluruh Hunter berlalu lalang, ada yang sedang melihat kontrak di papan misi, ada yang sedang mengurus hal administratif, makan, minum minum, sungguh tempat yang terlihat menyenangkan.

"Aku kembali.." Ucap Given.

"HEI Itu Given! Dia telah kembali!"

"Wah wah, bocah nakal itu beneran berhasil loh.."

"Gila.. Meskipun dia lebih muda dariku tapi bakatnya sebagai Hunter memang perlu dipuji."

"Oi oi.. Gak waras! Itu beneran Hydra!"

Given mengajak Kai pergi menuju meja administrasi untuk menukarkan hasil buruan sekaligus langkah terakhir untuk menyelesaikan misi.

[Misi Tingkat S: Membunuh Hydra/ Selesai.]

"Selamat atas keberhasilanmu Given" Ucap seorang wanita muda dengan rambut perak yang berkilau.

"Terima kasih Cassandra.. Dimana Pak Gio? Ada yang ingin aku bicarakan dengannya."

Cassandra melihat kearah Kai dengan tatapan lembut membuat Kai tersipu malu.

"Apa ini ada hubungannya dengan temanmu ini?" tanyanya.

"Tch, kami bukan teman.. Tapi benar, terkait bocah ini.

"Woi, kita ini teman!" Teriak Kai dengan ekspresi marah tapi bercanda, pada Given.

"Hahaha! Kalian ini terlihat sangat akrab ya! Baiklah tunggu sebentar, aku akan-"

Dari atas langit, tepatnya lantai 2, seorang pria dewasa bertubuh besar melompat sambil berteriak;

"GIVEEEENNNNN!!"

"SE.. LAAMAT.. DAA.. TANGG.. KEM.. BALII..!!" Teriak orang itu diudara.

*BRUKKK!

Pria besar itu terjatuh dengan keras hingga lantai aula itu hancur.

"HEHH!! PAK TUAA, KAU GAPAPA???" Tanya Kai yang panik dan langsung menghampirinya.

Dari posisi tergeletak dilantai, Pak tua itu menole ke arah Kai sambil berkata;

"Oh anak muda.. Baik sekali mengkhawatirkanku.. Tolong segera tulis wasiatku ini.. Waktuku sudah tidak banyak.."

Mata Kai berkaca-kaca, "Bertahanlah pak! Ini aku akan segera menuliskannya! Hei Given, tolong bantu pak tua ini! Dia sedang sekarat loh!"

Semua orang tampak cuek dan tidak memperdulikannya.

"Mulai dah.. Drama pak tua Giovanni"

"Yah, aku jadi kasian sama teman Given itu.. Karena sebentar lagi dia akan kena-"

*BAMM!!

"SIAPA YAG SEDANG KAU KHAWATIRKAN BOCAH DUNGU!!" Pak tua itu meninju perut Kai dan langsung berdiri sambil berteriak.

"ADUHH!! SAKIT LOH PAK TUA! KAU MEMPERMAINKANKU YA?? KAU MAU DUEL/ SINI!" Balas Kai dengan marah.

"HAH?? MEREMEHKANKU BOCAH!"

Saat ini mereka berdua saling berhadap-hadapan dengan ekspresi muka aneh yang tampak geram satu dengan yang lainnya.

"Hadeh.. Jadi ini yang bocah sebenarnya siapa sih.." ucap Given menghela nafas.

"Hahaha! Pak Gio selalu saja seperti ini.. Bukankah dulu saat kamu pertama kali datang kesini juga mendapat perlakuan sama?" Tanya Cassandra.

"Ya.. 3 tahun lalu, saat usiaku masih 10 tahun.. Dia tidak segan memukul anak kecil.. Sungguh monster gila tidak berkemanusiaan.."Balas Given.

"HAH?? SIAPA YANG KAU BILANG MONSTER GILA TIDAK BERKEMANUSIAAN?? Ini namanya ospek! Semua yang baru datang harus merasakan pukulan cintaku!"

Gawat.. Dia mendengarnya.. Batin Given dan Cassandra.

"Baiklah, cukup. Selamat datang kembali Given! Selamat atas keberhasilanmu dalam menyelesaikan misi tingkat S ! Kau bahkan membawa beberapa material Hydra yang penting.. Tinggal selangkah lagi kamu bisa mengikuti ujian kenaikan tingkat Hunter!"

FYI: Saat ini Given merupakan Hunter termuda (13 Tahun) dengan peringkat A. Satu tingkat dibawah S.

"Gila! Given beneran mau naik peringkat S ya!"

"Padahal masih muda.."

"Terima kasih banyak pak.. Tapi saya kesini juga dengan tujuan lain.." balas Given.

Pak Gio menoleh kearah Kai.

"Aku mengerti. Oi bocah dungu, ayo ikut ke ruanganku. Given dan Cassandra juga." ucap Pak Gio memberi perintah.

"Siap Pak!"

Kai akan menghadapi sang pemimpin Serikat Hunter, Giovanni Alexis. Apakah Kai akan mampu menarik hatinya atau malah sebaliknya?

1
ùrizen
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!