NovelToon NovelToon
Menikahi Tukang Parkir Misterius Demi Warisan

Menikahi Tukang Parkir Misterius Demi Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:51.2k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Demi warisan ibunya, Zelia nekat menikahi tukang parkir bernama Arelion—pria asing yang pernah menyelamatkannya.

Malam sebelum pernikahan impiannya, ia memergoki tunangannya selingkuh dengan adik tirinya, dan ayahnya ternyata ikut merencanakan perebutan perusahaan.

Pernikahan kontrak ini adalah balas dendam sekaligus pelindung terakhirnya.

Tapi di balik sikap dingin dan penampilan sederhana Arelion, tersimpan rahasia besar yang akan mengubah segalanya... termasuk hati Zelia yang sudah hancur..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Dua Langkah Lebih Dulu

Pintu mobil Zelia tertutup. Ate duduk di kursi kemudi. Mesin menyala, dan seolah dunia luar tidak ada.

Zelia menahan napas beberapa detik.

Lalu—

Ia tertawa. Bukan tawa elegan. Bukan tawa terkontrol. Tawa puas yang nyaris kekanakan. Sisi lain dari Zelia yang hanya dilihat Are.

“Kamu lihat wajahnya tadi?” katanya cepat. Ia tanpa sadar meraih lengan Are. Erat.

“Dia pucat sekali. Dan Papa, dia berusaha terlihat tenang tapi rahangnya kaku.”

Are hanya menoleh sedikit.

Zelia bahkan tidak sadar jaraknya terlalu dekat. Ia bersandar di bahu Are. Ringan. Tanpa izin. Tanpa perhitungan.

“Aku hampir kasihan… hampir,” gumamnya, lalu terkekeh lagi.

Mobil melaju stabil. Ate pura-pura fokus ke jalan.

Zelia mengangkat wajahnya sedikit, masih di bahu Are.

“Semua karena kamu,” katanya, nadanya berubah pelan. Lebih jujur. “Kalau kamu tidak membaca ulang kontraknya… aku mungkin cuma marah. Bukan menang.”

Are tidak langsung menjawab.

Tangannya tetap di stir. Tidak mendorong. Tidak juga menarik lebih dekat.

“Ini bukan tentang menang,” katanya akhirnya. Tenang seperti biasa. “Ini tentang menutup celah.”

Zelia menatapnya beberapa detik. Lalu tersenyum lebar. “Ya, ya. Tetap rasional. Membosankan sekali.”

Bibirnya mengerucut, tapi ia tidak menjauh. Dan seperti biasanya saat bersama Are, ia terlihat seperti perempuan seusianya.

Bukan CEO. Bukan tergugat. Bukan simbol harga diri keluarga. Hanya seseorang yang lega. Terlalu bahagia untuk menjaga jarak.

Dan Are sadar, dinding yang ia bangun bertahun-tahun, sedikit demi sedikit mulai retak.

***

Pukul 22.14.

Sebuah video berdurasi 47 detik diunggah oleh akun anonim.

Judulnya sederhana.

“Suami Dadakan Intervensi Warisan?”

Awalnya tidak banyak yang memperhatikan.

Tiga menit pertama, hanya 112 tayangan. Lima menit kemudian, angka itu melonjak.

22.19.

Potongan gambar memperlihatkan ruang kerja Atyasa. Sudutnya miring, seolah direkam diam-diam dari celah pintu.

Suara Are terdengar jelas. “Pengamanan atau pengambilalihan terselubung?”

Potongan berikutnya, Zelia dengan pulpen di tangan. “Aku tanda tangan saja kalau begitu.”

Lalu suara Atyasa: “Kamu menikahinya terlalu cepat.”

Cut.

Frame terakhir menampilkan Are berdiri lebih tinggi, lebih dominan. Tanpa konteks. Tanpa pasal jebakan. Tanpa reaksi panik Atyasa.

Narasi sudah terbentuk bahkan sebelum video selesai diputar.

22.26.

Komentar mulai mengalir.

— Jadi ini alasan nikahnya?

— Dari awal kelihatan manipulatif.

— CEO boneka?

— Harta keluarga jatuh ke tangan orang asing?

22.31.

Satu akun media gosip membagikan ulang. Lalu akun berita bisnis. Lalu akun analis hukum.

Judul berubah.

“Are Diduga Kendalikan Keputusan Warisan Zelia.”

22.47.

Tagar mulai muncul.

#SuamiKontrak

#WarisanDirebut

#ZeliaBoneka

Di kamarnya, Dian tertawa puas.

Di kamar lain, Desti awalnya terkejut. Lalu membaca komentar netizen.

“Tuh 'kan, cowoknya cuma mau harta.”

“CEO boneka.”

Perlahan wajah Desti berubah.

"Ini kesempatan. Aku gak perlu mendekati Are lagi. Cukup merusak reputasinya."

Ia tertawa, tidak lagi cemburu. Tapi ambisius.

--

Atyasa di ruang kerjanya melihat video itu dalam diam. Sangat diam. Ia tahu itu potongan. Ia tahu siapa yang merekam. Tapi, ia tidak menghentikannya. Ia membiarkan narasi itu tumbuh.

Karena sejak Zelia memberikan rekaman video sebagai bukti di pengadilan, baru kali ini opini publik berpihak padanya. Dan ia hanya berkata pelan:

“Kadang musuh terbaik adalah kesalahan kecil yang diperbesar.”

Sudut bibirnya tertarik ke atas. Senyuman terbit di bibirnya. Bukan senyum hangat, tapi dingin.

--

Fero di ruang kerjanya tertawa kecil saat melihat berita itu.

“Lihat?” katanya. “Pahlawan keluarga ternyata oportunis.”

Ini membuatnya merasa tidak sendirian dalam jatuhnya. Dan ia mulai berpikir:

"Kalau reputasi Are hancur, Zelia akan goyah. Dan kalau Zelia goyah, perusahaan goyah."

Ia makin tertawa saat membayangkan semua hal buruk itu menimpa Are.

***

Di kamar apartemen, ponsel Zelia bergetar tanpa henti. Satu notifikasi. Dua. Sepuluh. Tiga puluh.

Ia mengerutkan kening. “Apa lagi ini…”

Layar menyala. Ia membuka salah satu kiriman yang ditandai ribuan kali. Video itu langsung terputar otomatis.

Suara Are memenuhi ruangan. Zelia membeku.

“Pengamanan atau pengambilalihan terselubung?”

Potongan berikutnya, dirinya sendiri.

“Aku tanda tangan saja kalau begitu.”

Video berhenti tepat sebelum ia menghentikan tanda tangan. Tidak ada bagian di mana Atyasa maju refleks. Tidak ada bagian di mana mereka meminta revisi. Tidak ada jebakan pasal. Hanya narasi yang dipilih.

Wajah Zelia perlahan berubah. Bukan takut. Tapi marah.

“Ini dipelintir.”

Zelia buru-buru keluar dari kamarnya ingin menemui Are. Ia buru-buru menghampiri saat melihat Are yang duduk di sofa.

"Are, kau sudah lihat video itu?" ia duduk di sebelah Are. "Video saat kita di ruang kerja papaku tadi."

Are tidak langsung bereaksi. Ia sudah melihat notifikasi yang sama dua menit lalu.

Ia memutar ulang video itu tanpa suara. Mengamati sudutnya. Durasi. Potongan.

“Dari luar pintu,” gumamnya pelan.

Zelia menoleh cepat. “Kamu tahu?”

Are meletakkan ponselnya.

“Ini bukan kebocoran,” katanya tenang. “Ini framing.”

Ponsel Zelia kembali bergetar. Kali ini pesan dari tim PR perusahaan.

Reputasi Anda sedang diserang. Perlu pernyataan resmi segera.

"Lihat ini." Zelia menunjukkan pesan itu pada Are, "Kita harus gimana?”

Are tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangkat ponselnya. Layar menyala. Bukan video yang sedang viral. Video lain.

Rekaman sejak ia pertama kali melangkah masuk ke ruang kerja Atyasa. Sudutnya stabil. Jelas. Semua terdengar utuh.

Kalimat tentang wali keluarga. Bahasa samar. Langkah refleks Atyasa saat Zelia hampir menandatangani. Nada suaranya yang berubah.

Tanpa potongan. Tanpa framing.

Zelia terpaku. “Kamu… merekam?”

Are menghentikan video tepat di momen Atyasa maju setengah langkah.

Ia menoleh pelan. “Aku tidak pernah masuk ruang musuh tanpa saksi.”

Kalimat itu bukan pembelaan. Itu prinsip.

Zelia menatapnya beberapa detik lebih lama dari biasanya. Bukan karena terkejut. Tapi karena baru sadar, Are tidak pernah benar-benar berada satu langkah di belakang. Ia selalu dua langkah lebih dulu.

Dan—

“Are! Aku makin suka padamu!”

Tanpa aba-aba, Zelia menubruknya. Pelukannya spontan. Erat. Hampir menjatuhkan.

Are menumpukan tangannya di sofa untuk menjaga keseimbangan.

“Zelia—”

“Aku serius!” potong Zelia cepat. Wajahnya menempel di dada pria itu. “Kamu selalu punya rencana cadangan. Selalu tenang. Selalu tahu harus apa. Aku bisa stres sendiri kalau tanpa kamu.”

Ia mendongak. Matanya berbinar tanpa malu. “Kamu tahu gak? Kamu itu bikin aku merasa aman.”

Kalimat itu sederhana. Tapi bukan kalimat ringan.

Are terdiam. Tangannya sempat terangkat, berniat melepaskan pelukan itu. Tapi tidak jadi.

Ia hanya duduk kaku.

Zelia tersenyum lebar. “Aku beruntung banget nikah sama kamu.”

“Kita hanya kontrak,” jawab Are pelan. Nada suaranya datar. Tapi tidak setegas biasanya.

Zelia mengerucutkan bibir. “Kamu ini ya. Selalu merusak suasana.”

Ia tetap tidak melepas.

“Kalau kontraknya habis…” lanjutnya santai, seolah hanya bercanda, “…aku gak mau cari suami lain.”

Are menegang.

 

...✨“Fitnah paling berbahaya adalah yang terdengar masuk akal.”...

...“Opini publik bergerak cepat. Tapi kebenaran selalu punya waktu.”...

...“Mereka memotong video. Ia menyiapkan akhir cerita.”...

...“Ia berdiri di belakangnya. Tapi ia selalu berada di depan bahaya.”...

...“Di luar sana, namanya diseret. Di dalam sini, pertahanannya runtuh.”...

...“Mereka pikir ia terpojok. Padahal ia sedang menunggu.”✨...

.

To be continued

1
anonim
Woooo ternyata yang menggagalkan translator untuk datang mereka berdua - Atyasa dan Fero.

Masih mau cari cara lain apa Fero. Gak bakal menang melawan Are.

Yang bermasalah itu kalian berdua - Atyasa dan Fero.

Sekarang pun Atyasa ambisius - ingin menguasai perusahaan yang bukan haknya.

Sayangnya fondasinya terlalu kuat, Atyasa. Mana mungkin bisa menghancurkan Are.

Atyasa, Dian, Desti, dan Fero barisan orang-orang licik.

Atyasa mau mencari celah di Gala dinner.

Fero - Galacdinner mau dijadikan ajang menjatuhkan seseorang. Jatuh sendiri kau Fero.

Dian ini seorang Ibu bisa punya pemikiran jahat begitu.

Pantes Desti sebelas dua belas kelakuannya sama dengan Emak-nya, Dian.
Cicih Sophiana
Are aq pada mu boleh nggak yah Zelia 🤭😂😂
Cicih Sophiana
ayo Zelia miskin kan papa mu yg tak berakhlak itu...
Anitha Ramto
good Are gercep,karena Are bukan orang sembarangan jadi ngurus kaya gitu cepat banget, jadikan mereka gelandangan,setelah semua asetnya pindah ke Zelia berharap Are akan membuka jati dirinya,biar si Atyasa tau kalo ia sudah salah lawan🤣
anonim
Di ruangan Zelia - akhirnya Zelia merasa lega - aura CEO runtuh dalam sekejab.

Zelia seperti biasa, kalau sudah merasa lega dalam menghadapi peliknya pekerjaan dengan bantuan Are, tanpa aba-aba ia meloncat ke tubuh Are.

Are sudah siap, sepertinya Are sudah hafal apa yang bakal terjadi. Are menangkap tubuh Zelia tanpa goyah.

Zelia semakin berani - mengecup pipi Are.
Oma Gavin
bikin atyasa, dian dan desti kembali ke asalnya kere
anonim
Ada pujian untuk pasangan Are dan Zelia.

Presentasi yang sangat baik - begitu ucap salah satu direktur sambil bertepuk tangan pelan. Beberapa lainnya ikut mengangguk.

Komentar-komentar positif dibalas Zelia dengan menunduk ringan dengan mengucapkan teima kasih.

Are juga mendapat pujian dalam kemampuannya berbahasa Jepang.

Atyasa no comment. Hanya menatap putrinya lalu berpindah ke Are.

Zelia pamit, bersama Are keluar ruangan.

Pintu tertutup.

Komentar-komentar positif untuk Zelia dan Are masih berlanjut.

Mereka saling melengkapi.
Bahkan semua setuju kecuali Atyasa - kalau duet seperti itu dipertahankan, target enam bulan bukan hal mustahil.
anonim
Klien dari Jepang ingin memajukan meeting satu jam dari jadwal semula.

Penerjemah yang seharusnya mendampingi meeting tidak bisa datang.

Klien Jepang menolak menggunakan penerjemah daring.
Klien Jepang hanya ingin berdiskusi dalam bahasa Jepang.

Are menguasai bahasa Jepang.

Zelia tidak menyerahkan meja negoisasi pada Are, tapi menjalankan bersama.

Zelia mempertaruhkan reputasinya pada pria yang menikahinya tanpa cinta.

Zelia memilih percaya pada Are.

Are dan Zelia sudah duduk di ruang meeting.

Atyasa terlalu banyak bicara - sepertinya meragukan meeting berjalan tanpa kehadiran translator.

Semua perkataan Atyasa jelas ditujukan pada Zelia.
love_me🧡
kalau Are sudah bertindak gaspol gercep sat set GPL
abimasta
atyasa tidak punya hati pada anak kandungnya yang ada di otaknya hanya harta
Puji Hastuti
Pembalasan lebih kejam tuan atyasa.
Yuli Ana
bagus Thor buat orang tua gila itu jadi miskin lagi seperti dulu sebelum menikah dengan ibu zelia,orang tua gila tidak punya malu
Yuli Ana
lanjut thor bagus orang tua gila itu SDH di pecat,kalau bisa di miskin kan thor
Puji Hastuti
Apa zelia tega narik semua aset ya?? Entahlah
abimasta
are benar zelya tarik semua asetmu dari atyasa biar nyahok sekalian
Anitha Ramto
Percaya diri sekali kau Atyasa jika Zelia yang akan jatuh, padahal kau yang aka jatuh,tinggal tunggu sedikit lagi
love_me🧡
yaaah gak ada adegan h*t ya thor, puasa yak 😂😂
Cicih Sophiana
orang tua macam apa anda Atyasa mau menghancurkan anak sendiri...
Cicih Sophiana
akhir nya Zelia menyerah...
Cicih Sophiana
knp mau Zelia kan mo di kasih ena 🤭😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!