NovelToon NovelToon
Jodoh Ku Mas Kades

Jodoh Ku Mas Kades

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Romansa pedesaan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Prettyies

Anggika Rosalia, gadis cantik berusia 27 tahun, baru kembali dari Jakarta dan harus menerima kenyataan dijodohkan dengan calon kepala desa. Luka hatinya belum sembuh setelah ditinggal menikah sang kekasih, ditambah gosip kejam yang melabelinya perawan tua. Demi kepentingan masing-masing, Rosalia akhirnya menikah kontrak dengan Mario Langit Pradana, pria tampan yang membutuhkan pasangan untuk maju sebagai lurah. Lalu, bagaimana kelanjutan rumah tangga mereka? Saksikan kisah selengkapnya hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjaka

“Ngomong apa sih kamu? Udah ayo, jalan aja keburu sore!” Anggika memalingkan wajahnya, menatap jalanan di depan.

“Ya sudah, kalau kamu memang nggak mau cerita,” balas Mario santai sambil memutar gas motor dan mulai melaju.

Anggika mencengkeram ujung jaket Mario.

Kenapa dia tiba-tiba nanyain Rafly? Masa iya aku jawab kalau aku diselingkuhin… nanti dia malah ngejek aku lagi, gumamnya dalam hati.

Beberapa menit berlalu dalam diam. Hanya suara mesin motor dan angin sore yang menyapu wajah mereka.

“Besok kita ke KUA,” ucap Mario akhirnya.

Anggika refleks mencondongkan badan. “Ngapain ke sana?”

“Ngurus dokumen nikah. Surat-surat, berkas. Tepuk sakinah yang lagi viral di TikTok itu,” katanya santai.

“Masa calon istri calon lurah nggak tahu?”

“Oh… gitu,” jawab Anggika pelan.

“Maaf, aku kan belum pernah nikah.”

“Emangnya aku pernah?” Mario mendengus kecil.

“Aku masih perjaka begini.”

Anggika menyipitkan mata.

“Kalau belum nikah aku percaya. Tapi kalau perjaka? Kok kayaknya mustahil.”

Mario melirik lewat spion.

“Kamu mau tes drive?”

“Tes drive?” Anggika bingung.

“Nyoba mobil?”

Mario terkekeh.

“Katanya kamu nggak percaya aku masih perjaka. Jadi kamu bisa nyobain langsung.”

Wajah Anggika langsung panas.

“Eh jangan aneh-aneh ya! Aku bisa teriak. Kamu bisa gagal nyalon lurah gara-gara skandal pelecehan calon istri!”

“Tadi yang nantangin siapa,” Mario tertawa kecil.

“Sekarang malah parno.”

“Aku nggak mesum kayak kamu!” bentak Anggika.

“Aku mikirin pinggang pegal, bukan yang aneh-aneh!”

“Bohong,” goda Mario.

“Pipimu merah dari tadi kaya tomat busuk.”

“Karena kesel!” Anggika memeluk jaket Mario lebih erat, entah karena dingin atau karena gugup.

Motor melambat saat melewati bangunan hotel besar.

“Mumpung lewat hotel, mau mampir bentar?” goda Mario.

“Nggak ya!” Anggika langsung memukul bahunya pelan.

Mario tertawa.

“Bercanda doang. Kamu gampang panas.”

“Aku nggak panas, kamu aja bercandanya nggak lucu.”

“Iya, maaf,” ucap Mario, nadanya melembut.

Tak lama, motor berhenti di depan rumah Anggika. Mario mematikan mesin.

“Sebelum turun…” kata Mario santai,

“kiss dulu.”

Anggika mengernyit. “Kiss apaan? Permen?”

“Cium, sayang,” balas Mario jahil.

“Geli banget aku dengernya, Maryono!” Anggika cepat-cepat membuka pintu, turun sambil membawa paper bag belanjaannya.

“Sampai besok, istriku!” teriak Mario dari balik kemudi.

“Sana pulang sebelum kulempar sandal!” balas Anggika tanpa menoleh.

“Salam buat calon bapak dan ibu mertuaku ya!”

Mario melambaikan tangan sebelum mobilnya melaju pergi.

Anggika menghela napas panjang lalu masuk ke dalam rumah.

“Gila… tuh orang makin hari makin aneh,” gumamnya pelan.

Ibunya menoleh dari ruang tengah. “Kamu kenapa ngomel-ngomel sendiri? Mario nggak mampir?”

“Dia sibuk, Buk. Nggak mampir,” jawab Anggika singkat.

“Ya sudah, makan dulu sana.”

“Udah kenyang. Aku mau mandi terus tidur, capek,” ujar Anggika sambil berjalan ke kamarnya.

Ia menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang.

Menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang entah kenapa terus berputar.

“Kenapa aku malah kepikiran Mario terus, sih?” desahnya pelan.

“Haduh… ini kenapa,” gumamnya lagi sambil menutup wajah dengan bantal.

Ia bangkit perlahan. “Udah, mandi dulu biar fresh.”

Anggika melangkah ke kamar mandi. Tak lama kemudian suara air mengalir terdengar. Setelah selesai, ia kembali ke kamar, mengganti pakaian, lalu merebahkan diri lagi di atas ranjang—berusaha memejamkan mata, meski bayangan senyum jahil Mario masih saja muncul di benaknya.

Tiba-tiba ponselnya berdering nyaring di atas nakas.

“Siapa, sih… nomor nggak dikenal lagi,” gumam Anggika sambil mengernyit.

Ia mengangkatnya ragu-ragu. “Halo siapa ini?”

Belum sempat ia bicara banyak, layar langsung berubah menjadi panggilan video.

“Eh—”

Wajah Mario muncul di layar, tersenyum santai.

“Mario?!” Anggika refleks duduk tegak.

“Iya, aku. Kamu gak kangen sama aku,” ucap Mario ringan seolah itu hal paling biasa di dunia.

Anggika memicingkan mata. “Kamu dapet dari mana nomor HP-ku?”

Mario mengangkat alis. “Apa, sih, yang nggak aku tahu soal kamu?”

“Kamu stalker, ya?” tuduh Anggika setengah bercanda setengah waspada.

Mario tertawa pelan. “Dapet dari ibu kamu. Lagian, masa takut ditelepon calon suami sendiri? Wajar kali.”

“Itu wajar buat orang pacaran. Kita kan nikah kontrak,” balas Anggika cepat.

Ekspresi Mario berubah sedikit. “Jadi kamu seenggak itu jadi istri aku?”

“Bukan gitu maksudku…” Anggika mulai panik.

Mario menarik napas pendek. “Ya sudah. Maaf udah ganggu kamu.”

Layar tiba-tiba gelap. Panggilan terputus.

Anggika terdiam beberapa detik. “Lho… kok dimatiin?”

Ia menatap ponselnya dengan perasaan tak enak.

“Mario marah sama aku?” gumamnya pelan.

Tanpa pikir panjang, ia menekan tombol panggil. Sekali. Tidak diangkat.

Ia mencoba lagi.

Masih tak ada jawaban.

“Angkat dong…” bisiknya cemas sambil terus menatap layar yang tak kunjung tersambung.

Anggika mondar-mandir di kamar sambil menggerutu.

“Duh, dia ngambek beneran… kenapa aku jadi nggak tenang ya,” gumamnya.

Akhirnya ia mengambil ponsel dan menelpon Aisyah, ibu Mario.

“Halo, Gi… assalamu’alaikum,” suara Aisyah terdengar hangat di speaker.

“Waalaikumsalam, Tante. Maaf, Mario ke mana ya? Aku telepon nggak diangkat,” tanya Anggika cemas.

“Mario lagi ada tamu, perempuan cantik,” jawab Aisyah ringan.

“Perempuan?!” Anggika kaget setengah panik.

“Iya… kayaknya temen kuliahnya,” jelas Aisyah.

Gi menunduk sebentar, bingung. “Gi… kenapa kamu diem ada masalah?” tanya Aisyah, menyadari keheningan.

“Gak apa-apa, Bu… nanti aku hubungi lagi dia kalau nggak sibuk,” jawab Anggika cepat sebelum menutup telepon.

Ia menatap ponselnya, napasnya agak berat.

“Perempuan cantik… siapa? Nessa? Kenapa aku jadi cemburu gini sih…” gumamnya dalam hati.

Anggika menepuk-nepuk wajahnya sendiri, berusaha menenangkan diri.

“Ah… dasar hati ini nggak karuan, kenapa gampang cemburu gini,” gumamnya sambil berjalan ke jendela, menatap jalan di bawah.

Ia menarik napas panjang. “Oke, Gi… santai. Mario cuma calon suami kontrak kamu, masa iya reaksi kamu berlebihan begini.”

Namun pikirannya tetap berputar-putar. “Tapi kalau dia sama perempuan itu… aduh, rasanya kayak ditusuk-tusuk gitu.”

Anggika lalu menoleh ke kamar, melihat paper bag belanjaannya masih di meja. Ia menghela napas lagi.

“Ya sudah… nanti aku hubungi dia lagi, tapi jangan terlalu kelihatan cemburu. Nanti dia malah ke gran.”

Ia duduk di ranjang, ponselnya di tangan, dan mulai membuka aplikasi chat.

“Hmm… pesan dulu, tapi apa yang aku tulis? Jangan sampai kesannya aku cemburu banget,” gumamnya sambil mengetik.

Setelah beberapa saat mengetik dan menghapus beberapa kata, akhirnya Anggika menekan tombol kirim.

“Semoga dia jawab cepat… dan semoga nggak lagi sama perempuan itu,” pikirnya sambil menatap layar ponsel dengan mata was-was.

1
Nabila Nabil
laaahhhh jangankan beda rumah, aku yg beda kamar sama pak suami aja kalo malem WA nan... 🤣🤣🤣🤣
sundusiyah86
yeeehhh otw kondangan Thor wkwkkwkw lanjut Thor lanjut
Ayu
lanjut
Ayu
lanjut kak
wagiyah baru
lanjut
Nabila Nabil
promagh kok pedes... 🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: oh iya lupa 😭 efek lapar kayanya kak gagal fokus padahal aku punya asam lambung😭
total 2 replies
Anonymous
lanjut
Nabila Nabil
seneng lu ye tiap malam gempur si anggi mulu... 🤣🤣🤣🤣
Nabila Nabil
harus sehat banget ya... di kampungku yg 2 orang aku ceritain itu perempuannya gendut semua... makanya orang bilang pada bilang "diet nak menowo iso meteng" tapi ya gak didepan orang banyak bilanginnya,,, bisa bicara dari hati ke hati,,, itu mah namanya ngeledek, aku kalo ada yg bilang gitu mulutku rasanya gatal pengen belain tapi suami ku selalu bilang jangan ikut campur urusan orang.... hiiiihhh gatel mulutku.....
sundusiyah86
lanjut Thor lanjut
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
sundusiyah86
wkwkw cuma semcama aja Mario 🤣... lanjut Thor lanjut
sundusiyah86: hayuu gass keun Thor....jangan sampai berhenti 🤭🤭
total 2 replies
Nabila Nabil
pingit aja seminggu.... walau udah nikah tapi jangan diketemuin dulu🤣🤣
Prettyies: Sulit sepertinya😂
total 1 replies
Nabila Nabil
pukul pukulan mulut mereka... 🤣🤣🤣
Prettyies: Belum tahap berantem diranjang😅
total 1 replies
Nabila Nabil
dasar buaya... semua laki mah sama ngomongnya gitu.... eh tapi ada lho tetanggaku nikah udah lama ada 2 pasangan malahan,, lama banget gak punya anak... nah ada yg bilang suruh ganti jago atau ganti pasangan... ya gak mau lah.... edan aja... tapi respek sih pada setia banget....
Prettyies: Aamiin Terima kasih doaanya😊
total 3 replies
sundusiyah86
lanjut Thor lanjut keyen ceritanya....semoga Anggi SM Mario cepet nikah
Prettyies: Terima kasih Kak. Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Ayu
lanjut kak
Ayu
lanjut thor
wagiyah baru
lanjut
wagiyah baru
lanjut thor
Nabila Nabil
othornya pinter,, jadiin si tasya tumbal... padahal kan yak yg bikin marah nggak itu.... 🤣🤣🤣🤣
Prettyies: Daripada nyalahin Pak Huda gak lucu banget kak😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!