NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mul_yaa

Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.

12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .

Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 Tidak bisa membohongi perasaannya

" Om baik-baik saja, lanjutkan sarapan kamu " ucap Hans membersihkan sendiri keringat nya .

" Om kalau sakit bilang, jangan nanti tiba-tiba meninggal" cemberut Ayra yang sangat khawatir.

" Mulut kamu ini " ucap Hans menarik bibir Ayra .

Mereka lanjut sarapan dalam suasana hening tanpa ada satupun yang memulai pembicaraan hingga sarapan selesai .

" Nanti Om pulang malam , kamu makan malam duluan aja nggak usah tunggu Om " ucap Hans yang akan berangkat kerja .

" Mmmm, Om mau kemana?" tanya Ayra rada penasaran.

" Om mau ke club' ya?" tebak Ayra karena Hans lama diam .

" Kamu nggak perlu tau yang jelas Om pulang malam " ucap Hans yang tidak memberitahu Ayra .

" Udah Om nggak usah bohong, lagian aku udah dewasa kok , ngerti juga Om kemana " kata Ayra yang sebenarnya paham kemana Hans sering pergi .

Ayra bertanya karena penasaran!.

" Om berangkat" kata Hans mengulurkan tangannya agar Ayra bisa bersalam .

" Uang jajan mana Om?" tagih Ayra memegang tangan Hans .

" Kan udah Om kasih kartu yang bisa kamu gunakan untuk beli apa saja , mengapa masih minta jajan sama Om? " pertanyaan Hans.

" Dari SMP Om juga udah kasih aku kartu tapi selalu dikasih jajan setiap hari lalu mengapa Om seolah keberatan sekarang?" tanya Ayra .

" Bukan keberatan Ay tapi,"

" Yaudah kasih Om, udah telat nih" ucap Ayra yang dengan cepat Hans berikan.

" Terimakasih, daaaa Om" ucap Ayra berjari cepat menenteng tas nya keluar rumah .

...........

Sore harinya.

Tok

Tok

" Masuk " ucap Hans begitu seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya.

" Sayang , maaf ya aku terlambat" ucap Vallen menutup kembali pintu ruangan Hans dan meletakkan tas nya diatas meja Hans .

" Tidak apa-apa, kamu baru pulang kerja?" tanya Hans dengan sengaja menarik Vallen agar duduk di pangkuan nya .

" Iya , maafkan aku " manja Vallen bersandar ke dada Hans .

" Astaga , mengapa aku tidak merasakan gairah apa-apa?" batin Hans yang padahal sudah sengaja menarik Vallen lebih dekat padanya .

Vallen memegang pipi Hans dan mengecup nya , mereka sama-sama sudah dewasa dan Vallen benar-benar sudah jatuh cinta sejak pandang pertama pada Hans .

" Aku harus bisa menghilangkan perasaan tidak sewajarnya pada Ayra " batin Hans yang merasa terjerat oleh gairah nya sendiri pada Ayra hingga dia sama sekali tidak bergairah pada wanita lain .

Hans memegang tengkuk Vallen dan menciumnya , mencoba lebih banyak sensasi untuk membangkitkan gairah nya .

" Ahhhh, Hans " pasrah Vallen.

..........

" Dave, bagaimana ini aku benar-benar tidak merasakan gairah terhadap Vallen , setiap kali aku menyentuh wanita justru yang terbayang adalah Ayra " keluh Hans pada sahabatnya dalam ruang VIP club' .

" Hans kau benar-benar telah terjerat dalam gairah mu sendiri " ucap Dave yang tidak habis pikir setelah mendengar cerita Hans .

" Aku harus bagaimana Dave? " ucap Hans yang merasa frustasi.

" Sudahlah Hans , lagian kalian juga tidak sedarah sah-sah saja " ucap Dave setelah memikirkan ulang.

" Jangan gila , Jika Ayra tau aku mencintai dan menyayangi nya sebagai wanita maka dia akan sangat membenciku , dia sangat percaya padaku bahkan dia menganggap aku pria sempurna " ucap Hans yang tidak bisa membayangkan sebenci apa Ayra padanya nanti .

" Dia menganggap aku sahabat, teman berbagi dan bercerita, tempat pulang bahkan dia menganggap aku seperti sosok Ayah, bayangkan se kecewa apa dia ketika dia tau aku bergairah pada sebagai seorang pria " ucap Hans yang setiap saat berperang melawan hati dan logikanya perihal perasaan nya pada Ayra .

" Ya tinggal kau buat saja dia jatuh cinta padamu , bukankah dia menyayangi mu ?" pertanyaan Dave yang awalnya kontra terhadap hubungan ini lama-lama Pro juga karena sangat unik .

" Dave , jangan menyesatkan ku , bagaimana bisa aku menikahi wanita sedangkan aku adalah wali nya sendiri " pernyataan Hans yang tidak mungkin melakukan itu .

" Kau berniat menikahi nya?" pertanyaan Dave langsung shock .

" Lalu kau pikir apa, aku akan meniduri nya tanpa hubungan yang sah?" ucap Hans yang lebih baik mati dari pada menodai Ayra secara sadar .

" Ya tidak apa-apa, hitung nya sebagai balas Budi karena kau telah merawat dan membesarkan nya " ucap Dave dengan sengaja ingin tau seperti apa perasaan Hans yang sesungguhnya pada Ayra .

Brakkkkk.

" Sekali lagi kau mengatakan itu, aku , aku akan membunuhmu" ucap Hans memberikan bogem mentah pada Dave yang sudah berani berkata seperti itu.

" Walaupun aku yang membesarkan nya bahkan punya hak atas Ayra , tapi aku tidak pernah berpikir serendah itu , aku menyayangi Ayra , aku tidak akan pernah melakukan hal yang akan merusak nya sekalipun aku bisa " pernyataan Hans memandang Dave yang sudah terduduk di lantai dengan bibir berdarah .

" Aku sangat menyayangi nya dia lebih berharga dari nyawa aku sendiri , dengar itu " marah Hans kembali duduk di sofa dan meneguk segelas wine dalam waktu bersamaan.

Dave bertepuk tangan lalu berdiri dan berbisik ketelinga Hans " Hans kau terjebak dalam cinta dalam sebuah tanggungjawab, bukan hanya jerat gairah" ucap Dave yang melihat kemarahan menggebu-gebu Hans ketika seseorang mengatakan hal buruk tentang Ayra .

" Tidak, tidak, aku hanya menyayangi Ayra, tidak mungkin aku mencintai nya, aku tidak pantas untuk nya , dia harus mendapatkan pria yang lebih baik dariku " ucap Hans memegang prinsip nya.

" Baiklah, kita buktikan " ucap Dave akhirnya mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan nya .

" Berhenti minum sekarang pulang " ucap Dave menyeret tangan Hans yang mulai berjalan sempoyongan setelah meneguk wine .

Dave mengulum senyum melihat Hans yang duduk disamping kemudi, walaupun belum sepenuhnya mabuk tapi sudah mulai kehilangan ketenangan.

" Dengar Dave , aku tau kau sedang mengujiku , tapi, tapi aku tidak akan pernah memberikan toleransi untuk orang yang mengatakan hal buruk , tentang Ayra " ucap Hans .

" Ya aku harus bagaimana, kau mulai menutupi kebenaran dariku " ucap Dave yang sudah berteman lama dengan Hans bahkan seolah tidak ada rahasia antara mereka.

" Apa yang bisa aku katakan, bahkan aku tidak bisa mengerti bagaimana perasaan ku sendiri " ucap Hans .

Sesampai dirumah.

Dave dan Hans masuk kedalam beriringan " Itu Ayra " kata Dave yang melihat Ayra tengah duduk di ruang santai mengerjakan tugas .

Hans dan Dave duduk disofa belakang Ayra yang duduk lesehan belajar di meja sofa .

" Om udah pulang " kata Ayra bersalam dan tersenyum menatap Hans dan Dave yang duduk di sofa dekat nya .

" Ehhh, bibir Om Dave kenapa?" tanya Ayra berpindah duduk ke sofa memperhatikan luka disudut bibir Dave .

Untung Hans tidak ada terluka !.

" Biasalah" jawab Dave dengan santai nya memandang Hans yang ekspresi wajahnya sudah tidak suka saja .

" Tunggu disini , biar aku obati ya Om " kata Ayra kasihan segera mengambil kotak obat .

" Tahan ya Om" kata Ayra membersihkan luka dengan kapas pelan-pelan.

" Ahhhh, perih Ayra" Dave memegang tangan Ayra agar berhenti .

1
D_wiwied
hmmm mau modusin Ay pasti, ya kan om 😁🤭
Widia Aldiev
sepolos tisu kamu Ayra 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
ajak Ayra ke tempat yg indah Hans,piknik misalnya di pinggir danau dan ungkapkan semua perasaan kamu yg sebenarnya biar dia merasakan cintamu yg sesungguhnya sebagian seorang pria bukan om yg merawatnya sedari kecil
Widia Aldiev
harusnya Hans jujur apa adanya sama Ayra soal perasaanya dan juga soal perjodohan itu,biarkan Ayra memilih siapa yg akan dia jadikan pendamping hidup,daripada di kemudian hari Ayra tahu jika Hans sudah membohonginya dia pasti akan sangat kecewa meski tak dipungkiri jika Ayra sangat menyayangi Hans 😌 dan jika Hans memang sangat mencintai Ayra dia akan menghargai dan menerima semua keputusan Ayra terhadapnya
Miss Typo
cemburu gpp Ayra 🫢
D_wiwied
senjata makan tuan ya Hans, makin cenut2 gak tuh 🤣🤣
Miss Typo
awas gak tahan bisa berabe Hans 🤣
Miss Typo
aku mlh takut obsesi mu itu suatu saat akan membuat mu dlm masalah besar Hans, selalu deg²an bacanya
D_wiwied
yakin om ga ada yg bakalan bangun tuh 🤭😆
Miss Typo
awas Hans tegang kebablasan bisa bahaya nanti 😁
yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol, gmn tuh tindakan Hans selanjutnya ya
Nanik Nanik
thor ceritanya jangan d buat kayak sinetron ayra jgan d buat benci sama hans
Miss Typo
waduh, orang yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol dan Hans blm bisa membuat Ayra jatuh cinta padanya. atau mungkin Ayra juga dah jatuh cinta dgn Hans tapi dia berusaha memendam perasaan itu, karna menganggap Hans walinya
Cristella Tella
tentu om hans gk marah ayra
D_wiwied
bener Hans ini salah, salah besar.. salah kenapa cm sebentar 😆🤭🤭
Miss Typo
harusnya Hans yg minta maaf sama kamu Ayra, karna dia dah berani mengecup bibir mu saat tidur 😁
Miss Typo
apa tidur disamping Hans, nyari guling pasti yg dipeluk Hans. Ayra biasa aja serang bisa Anas dingin 😁
Miss Typo
sabar Hans sabar, kamu harus lebih giat berusaha 😁
Ayra gak sengaja dengerin gak ya saat Hans ngomong mencintainya, mungkin dengerin dan sikapnya berubah 🤔
Widia Aldiev
PR BESAR buat kamu Hans gaman caranya kamu bisa ungkapin perasaan kamu yg sesungguhnya sama Ayra 😄 tetap semangat ya Hans 😘😘😘
Nanik Nanik
thor jangan buat ayra membenci Hans, ceritanya jangan d rumit
Widia Aldiev
apakah jalur yg tempuh olah Hans akan mulus tanpa hambatan dan apakah Ayra akan menerima cintanya Hans
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!