NovelToon NovelToon
Satu Di Hati

Satu Di Hati

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: mom fien

Satu di Hati.
Kamu seperti matahari,
Hangat di pagi hari,
Menyengat di siang hari,
Meredup saat senja hari.
Namun kamu tetap satu di hati.
# Red_Dexter (pinterest)

Kisah cinta ringan antara Erick dan Jeny. Bagi Erick, Jeny adalah mataharinya, ia tidak bisa hidup tanpanya.
Keraguan, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Jeny.
Senja, waktu favorit Jeny, dan Erick memastikan bahwa Jeny harus melihat kearahnya saat senja.

Kisah nyata seorang kenalan, dengan bumbu dramatisasi, untuk menemani kamu melepas penat menjelang tidur agar bermimpi indah tentang cinta.

Full of love,
Author ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom fien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selalu mencari Jeny

"Jen apa kamu ada acara sabtu minggu depan?", tanya kak Erick melalui WA.

"Ga ada sih kak? Kenapa?."

"Mau temani aku ke acara undangan nikah klien? Harusnya papa sih yang datang, cuma mereka kan juga weekend depan ga ada di rumah."

"Ya boleh aja sih kak, memang kapan kakak pulang ke Jakarta? Apa ga cape?."

"Aku pulang Jumat sore kok Jen."

"Ooo... ok baik kak, sampai ketemu nanti."

"Bye Jen."

Sebenarnya aku malas datang ke acara yang berbau bisnis begini, sudah pasti aku cuma berdiri kaya orang bego disana. Tapi aku ga enak sama kak Erick, dia jadi sering bolak balik Surabaya Jakarta semenjak kepergian papa.

POV Erick.

Aku menunggu Jeny di ruang keluarga, saat melihatnya melangkah turun di tangga, jantungku berdebar tidak karuan. Aku tau ia akan lebih cantik daripada biasanya, tapi aku tidak menyangka ia terlihat begitu sempurna dimataku. Ia memakai gaun off shoulder dengan rambut panjangnya yang ia ikat ke belakang, sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang, juga tulang bahunya yang indah. Aku ingin memeluknya, menyentuhnya, berbisik di telinganya mengatakan aku mencintainya, mencium lehernya merasakan lekuknya hingga ke bahu dan bagian depan dadanya.

Erick jangan mesum! Makiku pada diri sendiri.

"Kak aku sudah siap, maaf kakak nunggu lama ya?."

Suaranya memaksaku kembali ke kenyataan, berpura-pura bersikap normal di depannya.

"Ga kok, Jen kamu cantik sekali, aku jadi ingin membawamu kabur saja, takut kamu dilirik sama cowok lain disana."

"Yah jangan donk kak, aku udah dandan begini harus dipamerin donk kak, siapa tau ketemu cowok ganteng disana."

"Sama aku aja, aku juga ganteng loh Jen."

"Hahaha... iya kakakku memang ganteng banget, udah ah kak ayo berangkat."

Sesampainya di tempat pesta, mau tidak mau aku harus menyapa beberapa kenalanku, aku tau sebenarnya Jeny tidak merasa nyaman disini.

"Jen, aku cuma sebentar kok disini, sabar ya", bisikku pelan.

"Santai aja kak, lama juga ga apa apa kok, aku ngerti, lagian aku mau cobain makanannya dari ujung ke ujung, nanti aku bawain buat kakak ya, kakak pasti ga sempat makan disini."

Aku tersenyum sambil membawa tangannya untuk memegang lenganku. Tapi begitu aku menyapa kenalanku Jeny berbisik pelan, "aku berburu dulu kak.", ia tersenyum lalu melepaskan tangannya. Meskipun aku mengobrol dan terlihat bercanda dengan para kenalan dan kolega, sebenarnya ujung mataku selalu mencari keberadaan Jeny, berusaha mengikuti pergerakannya. Sesekali Jeny mendekatiku, membawakanku minum dan makanan. Beberapa menanyakan tentang Jeny tapi aku tidak benar benar menjawab siapa Jeny sebenarnya, jadi mereka berasumsi Jeny adalah pasanganku dan aku tidak keberatan dengan asumsi mereka.

Aku melihat Jeny berbicara dengan seorang pria, awalnya aku mengira itu adalah kenalan Jeny, namun setelah aku memperhatikannya, aku mengenalinya sebagai cowok yang membuat Jeny kesal beberapa waktu yang lalu saat aku menjemputnya di kampus dulu. Lalu aku melihat Jeny keluar ruangan dan cowok itu mengikutinya. Perasaanku ga enak tentang ini, aku cepat-cepat pamit pada rekan-rekanku dan mencari Jeny keluar.

Aku melihatnya terlibat pembicaraan serius dengan cowok itu, sepertinya Jeny mau menangis, aku ingin menghampiri mereka dan menonjok muka cowok sialan itu, tapi aku tau, aku ga punya hak untuk itu. Jadi disinilah aku berdiri diantara pilar mendengarkan mereka sambil mengepalkan tanganku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!