Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Panjang
Jet pribadi milik David telah mengudara.
"Oren jus anda Nona" ucap seorang pramugari berwajah timur tengah yang menyodorkan minuman di hadapan meja Gianna, sedangkan di depan Gianna David sedang fokus membaca halaman majalah.
David menaruh majalah pada atas meja mengusap wajahnya sedikit frustasi lalu dia menarik dasi sedikit melonggarkan pernafasan. "Ada apa?" tanya Gianna yang sedang di hadapan David "majalah apa ini?" lanjut Anna dengan meraih majalah yang kini sudah ada di tangan kanan dia dengan tangan kiri menggenggam gelas air jeruk "majalah bisnis".
Sungguh ini kali pertama bagi dia memegang majalan semacam itu, membuka tiap lembar halaman memperlihatkan beberapa wajah yang asing bagi dia, "majalan terbatas" kata David "hanya orang-orang tertentu yang mendapat ijin pada edaran itu" Gianna mengangguk paham lalu maniknya menatap satu foto "ini aku seperti pernah melihatnya" David mengecek "Lebas?", "dia sahabatku kami satu kampus saat berkuliah" jelas David saat menujukan pria eropa dengan rambut blonde, Gianan sering melihat dia di kantor.
Kini ketiga nya sedang mengecek kondisi bangunan dengan seorang arsitektur dan para penanggung jawab lain, ada Rebecca disana tetap bertanggung jawab menjalankan tugas. Gianna sama sekali tidak merasakan jet light seperti biasanya Privat jet terasa begitu eksklusif dan nyaman.
Manik Gianna tertuju pada ponsel yang memperlihatkan notifikasi pesan "Sedang dimana" Tulisan disana, yang di kirim oleh Pamungkas sang aktor berbakat itu. Gianna sama sekali tidak tertarik, hal itu justru membuat dirinya memilih untuk mendengarkan pria paru baya yang sedang menjabarkan konsep desain.
Mengusap body scrub aroma kopi mengoleskan merata pada tubuh saat kini Gianna telah berada di Villa, dengan pemandangan menuju laut biru benar-benar aesthetic nuansa tradisional, saat seluruh tubuhnya basah karena sedang keramas ponselnya justru berbunyi.
David nama yang tertera, Gianna mengangkat telefon " bersiaplah untuk lima belas menit kedepan" ujar David "Hahhh--" ujar Anna yang belum paham "apa sinyal buruk?" Ujar David "kita makan siang bersama di luar" lanjutnya, "aku akan memesan makanan di restoran Villa saja" Tawar Anna, "ini perintah" jawab David " tapi aku berhak menolak" ujar Anna. "tidak bisa , ini perintah dan aku mau" lanjut David. Gianna mengalah bercermin untuk melihat posisi topi bulat dan besar dengan akses pita hitam belum juga selesai suara mobil lebih dulu terdengar.
Gianna melangkah keluar Villa dengan kacamata hitam dengan brand cenel dan dress putih transparan membuat dirinya begitu seksi apalagi di padukan kulitnya yang Tan Skin.
Hal itu membuat David hampir goyah, Faktanya mereka makan di restoran yang berada di dalam Mall bintang lima, sorotan mata Gianna tertuju pada beberapa toko Luxury David menyadari itu "ingin kesana?" tawar nya, dan tepat sasaran Gianna mendapatkan beberapa paperbag sampai langkah David membawa mereka ke toko perhiasan ternama dunia sorot mata Gianna menyinari seluruh etalase "ingin sesuatu?" tawar David, manik Anna tidak bisa bohong dia terpesona dengan satu kalung dengan liontin bentuk seperti akar melingkar dengan sejumlah bunga kecil dan batu sapphire, namun Gianna mencoba menoleh pada bingkisan disana "tidak ada, ayo kita pulang" ujar nya, David tau, David memperhatikan Gianna lebih dulu jalan menjauh David membuka ponselnya ckrekkk dan mengirimnya pada seseorang, assisten Pribadi. "Beli ini" tulisan pesan.
Dalam bilik kamar Gianna menatap seluruh paperbag diatas ranjang kayu, "Ternyata dia sekaya itu?" Inner voice nya. "namun untuk apa dia melakukan semua ini?" Ujar Gianna sembari menutup mata tidak sadar itu justru membuat dirinya larut dalam mimpi.
devvuholic