Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.
Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.
Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Jalanan sedikit macet karna semunya berebut ingin cepat sampai di rumah masing - masing. Lidia yang sudah terbiasa memilih memainkan ponsel pintarnya untuk membunuh kebosanan. Tanganya asik berselancar di medsos melihat berita terbaru hingga tak terasa ia akhirnya sampai juga di apartemennya.
Hubungan Lidia dan Panca sudah tak bisa di bandung lagi, sama sekali tak terkendali. Dimana saja ada kesempatan mereka berdua bisa curi - curi ciuman sekilas, belakang di bahu dan bisikan yang mampu membuat tubuh merinding.
Hari - hari yang di jalani Lidia sungguh berat dan penuh tantangan. Sepeti siang itu dia dan Panca di buat sport jantung saat baru saja mereka selesai berciuman panas, tiba - tiba Wulan datang ke kantor tanpa kabar sebelumnya. Untung Lidia dan Panca sudah memperbaiki penampilan mereka yang sempat berantakan.
"Wulan." sapa Lidia gugup.
"Hai Lidia, kamu kenapa pucat gitu? Kamu sakit ya?" tanya Lidia saat melihat wajah pucat Lidia.
"Tidak, biasa aja kali." kekeh Lidia menghilangkan rasa deg - deganya.
"Mas, jangan terlalu memberatkan Lidia mas. Kasihan pasti ia kelelahan." ujar Wulan pada suaminya. Sebagai seorang sahabat tertentu merasa kasihan melihat sahabatnya nampak kecapean dan ia harus membelanya.
"Iya, Lidia kamu bisa kembali keruangan kamu. Selesaikan tugas yang tadi." Panca bersikap seolah - olah menjadi bis yang tegas padahal sebenarnya ia menutupi hubungannya dengan Lidia agar tak di ketahui istrinya.
"Baik pak, Wulan aku keruanganya dulu." pamit Lidia segera bergegas meninggalkan suami istri itu. Ia tk sanggup berlama - lama berada di sana, bohong jika ia tak cemburu saat melihat Wulan mendekati Panca.
"Lagi sibuk ya?" tanya Wulan memecah keheningan sesat setelah Lidia pergi.
"Lumayan. Maklum lagi banyak proyek." jawab Panca bersikap acuh tak acuh pada Wulan, istrinya.
"Jangan terlalu di forsir, mas. Kasihan tubuhnya nanti bisa tumbang." sindir Lidia.
"Ada apa kami kemari?" tanya Panca sambil memandang istrinya sekilas.
"Nganterin ini, aku belajar masak bersama bik Arum. Kamu cobain ya." Wulan menata makanan yang ia bawa dari rumah, khusus ia masuk untuk suaminya agar Panca lebih perhatian pada dirinya.
Wulan itu sebenarnya cantik, tapi entah kenapa bagi Panca nampak biasa - biasa aja. Baginya hanya Lidia yang paling cantik dan segalanya.
"Mas kamu pulang jam berapa?" tanya Lidia kemudian.
"Belum tau."
"Ooh, ayo sini mas cobain masakan aku." Meski kecewa dengan sikap dingin Panca tapi Wulan masih berpura - pura terlihat ceria.
Panca terpaksa memakan makanan yang di bawa Wulan, ia tak mau wanita itu kecewa. Setidaknya ia sudah menghargai jerih payah wanita itu.
"Terimakasih." ucap Panca singkat setelah menghabiskan setengah makanannya. Ia memang tak pandai memuji tapi ia hanya bisa menghargai. Ia juga tak mau Wulan kecewa karna penolakan darinya, apalagi melihat wajah sedih karna tak di hargai.
"Kalau gitu aku pulang dulu, mas." pamit Wulan setelah merapikan rantang yang ia bawa.
"Iya." Panca selalu saja hanya menjawab perkataan istrinya sepatah atau dua patah kata dari Wulan. Sikap dinginya itu membuat jarak antara mereka sudah semakin jauh.
Berusah tetap ceria bukanlah perkara mudah, tapi Wulan tak mau memperlihatkan kesedihannya pada orang lain terutama Panca. Ia sudah bertekad untuk bisa meluluhkan hati Panca yang beku apapun caranya.
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
Assalamualaikum kk, thor kembali up ya.
Rebahan sambil baca kelanjutannya babnya🤭😁
Apakah di tempat kk ⛈?
Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya kk.👍😘🙏
atau adit br dipindah ke kantor nya panca?
atau adit atau lidia ga pernah saling cerita mrk kerja dimana?