NovelToon NovelToon
Terjerat Obsesi Tuan Muda

Terjerat Obsesi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Be___Mei

Sepucuk surat mengundang Syaheera untuk kembali ke kota kelahirannya. Dalam perjalanan ke kota tersebut, dia bertemu Gulzar Xavier, pria baik hati yang menolongnya dari pria mesum di kereta.

Kedatangan Syaheera disambut baik oleh ayahnya dan keluarga barunya. Namun, siapa sangka, ternyata sang ayah berniat menjodohkan dirinya dengan Kivandra Alistair, Tuan Muda lumpuh dari keluarga Alistair.

Cinta Syaheera pada ayahnya membuat gadis ini tak ingin membuatnya kecewa. Namun, pada malam pertemuannya dengan Kivandra, takdir kembali mempertemukan dirinya dengan Xavier, dan sejak itu benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.

Xavier yang hangat, atau Kivandra yang dingin, akan kepada siapa Syaheera menjatuhkan pilihan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Be___Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syaheera part 8

...🍒 Ternyata Kita Cinta 🍒 ...

..._Jika denganmu harus kutukar dengan kesunyian, tidak mengapa. ...

...Jika denganmu harus kupeluk beribu duri, itupun tidak mengapa. ...

...Namun, jika tanpaku kau merasa bahagia ......

...Maaf, biarlah kita musnah bersama saja_...

...***...

"Peter gila! Aku akan mengutus Remo menjemputmu!"

"Nenek, jangan terbawa emosi."

"Syaheera, Nenek mau bertanya, apa kau mau menikah?"

Syaheera diam, ia ragu untuk mengatakan 'Tidak' sebab Peter dan Raffan sudah mengambil keputusan.

"Katakan, Nak! Apa kau menyukai pria itu? Apa kau bersedia menikah dengannya?"

Beberapa detik gadis ini masih diam, dan pada detik selanjutnya ia bicara pelan. "Nenek ... pria itu memang tampan, tapi ...."

"Sudahlah. Nenek akan bicara dengan Ayahmu." Kansya tahu betul jawaban apa yang ingin Syaheera sampaikan. Cucunya ini memang selalu merasa tidak enak untuk berkata jujur, ia lebih baik menelan kepahitan daripada harus melukai perasaan orang lain.

Begitulah, sama seperti Saul dan Jani, sang nenek menunjukkan respon negatif ketika mendengar kabar perjodohan itu.

Andai Lumina dan Viola berjarak dekat, Kansya sendiri yang akan menjemput Syaheera. Usia senja menjadi kendalanya dalam perjalanan jauh, tubuhnya tak bugar seperti dahulu lagi.

Sedangkan Jani, gadis itu mengomel panjang lebar, ia berniat datang ke Lumina untuk menculik Syaheera, dan Saul mendukung rencana sahabatnya ini. Beruntung, Syaheera masih bisa meredakan amarah mereka berdua, hingga aksi penculikan itu dapat dibatalkan.

"Bagaimana ini? Apa Nenek akan memarahi Ayah? Apa Ayah akan sedih karena aku mengadu pada Nenek? Syaheera oh Syaheera, seharusnya aku berpikir panjang sebelum bicara dengan Nenek!" Syaheera menepuk keningnya, ia merasa dungu karena gegabah.

Luke mendapati Kakaknya sedang duduk di taman belakang, ia bersama Runa namun terlihat bicara sendiri.

Tidak seperti Rhea yang ketus pada Syaheera, Luke malah sebaliknya. Hatinya bagai taman dipenuhi bunga dan kupu-kupu ketika melihat sang kakak. Dengan langkah riang ia menghampiri Syaheera.

"Apa suasana hatimu sedang buruk? Ada Runa di sini dan kau bicara sendiri. Atau jangan-jangan ..." Luke menatap Runa dengan tatapan menelisik.

"Tidak, Tuan Luke. Saya tidak melakukan apa-apa," lirih Runa dengan wajah cemas.

Menggelengkan kepala, Syaheera menyangkal dugaan adik laki-lakinya pada Runa. "Runa hanya diam, kau jangan langsung menyalahkan dia."

Memandangi halaman yang luas dan asri, Syaheera menarik napas kemudian menghelanya panjang. "Sepertinya aku melakukan kesalahan."

Luke mengerutkan kening. "Kesalahan apa?"

Karena Luke menunjukan sikap positif padanya, Syaheera tak ragu berbagi cerita.

Meski baru berusia 20 tahun dan masih seorang mahasiswa, jalan pikiran Luke layaknya orang dewasa. Ia menjadi pendengar yang baik dan menanggapi keluh-kesah Syaheera dengan baik pula.

"Kak, kau terperangkap di antara orang-orang yang sangat sayang padamu. Jujur saja, aku tidak punya solusi lain untuk masalah ini. Tapi aku punya cara untuk mengusir keresahan di hatimu."

Syaheera menoleh pada Luke. "Apa?"

"Oza, ambilkan tangga," perintah Luke pada pengawalnya.

"Baik, Tuan," sahut Oza segera menuju ruang penyimpanan.

"Hei, kau mau apa?" tanya Syaheera lagi.

Luke berdiri dan mengulurkan tangan pada Syaheera. "Aku sudah janji akan menemanimu memetik buah kersen."

Senyum manis seketika terbit di wajah Syaheera. "Aku mau buah kersen yang banyak," tuturnya menyambut uluran tangan Luke.

"Iya, semua buah di pohon itu untukmu, Kak."

"Apa kau tidak mau mencoba? Rasanya pasti manis sekali."

"Hem, apa boleh?"

"Tentu saja, aku tidak akan pelit padamu."

Luke tertawa lebar. "Kalau kau pelit aku akan mencurinya darimu."

"Dasar curang!" Syaheera terkekeh, perasaan resah tadi perlahan sirna usai bicara dengan Luke.

Senyum Luke seperti mentari di pagi hari, mengusir rasa dingin yang menggigit usai hujan menyapa bumi.

Bergandengan tangan, Luke dan Syaheera melangkah menuju pohon kersen.

.........

Peter yang sedang rapat mendapat teror dari Kansya. Ponselnya seperti akan meledek karena panggilan terus-menerus dari wanita tua itu, meski diabaikan.

"Fito, lanjutkan rapat ini," titah Peter pada sang asisten.

"Ia, Tuan," sahut pria bermata sipit dengan tatanan rambut klimis, dialah Fito. 

Dengan segera Peter meninggalkan ruang rapat dan kembali ke ruangannya. Telinganya bagai tersengat listrik ketika panggilan dari Kansya diterima.

"Orang tua tidak punya hati! Kau pantas disebut pohon besi tak berperasaan! Demi uang kau menjual cucuku! Kenapa tidak mati saja kau Peter!"

Peter memijat pelipis, caci dan maki Kansya sudah pasti melukai hatinya. Namun, dengan kesadaran penuh ia mencoba meredakan amarah sang ibu mertua.

"Ibu, izinkan aku menjelaskan ---""

"Tidak perlu! Jika kau berani menikahkan cucuku, kau akan melihat mayatku tergantung di menara alun-alun Viola!" sergah Kansya memutus kata-kata Peter.

"Ibu ---"

"Pulangkan Syaheera! Kalau tidak aku akan mengutus Remo menjemputnya!" bentakkan Kansya memukul keinginan Peter untuk bicara, ia terpojok.

Baiklah, karena Kansya tak memberinya kesempatan bicara, Peter memilih diam dan mendengarkan ocehan mertuanya itu.

"Kenapa kau diam? Kau mengabaikanku?!"

Didahului helaan napas panjang, Peter akhirnya punya kesempatan untuk bicara. "Bukan seperti itu, Bu. Mari kita bicarakan masalah ini dengan tenang."

"Oh! Kau mengataiku berisik? Aku begini karena kelicikanmu! Kau menjebak cucuku! Kau menjadikan putrimu umpan untuk menarik pria dari keluarga kaya raya!"

"Tidak, Ibu! Rencana pernikahan ini muncul setelah Syaheera menyetujuinya!" Peter balas membentak, dan nada bicaranya ini membuat Kansya semakin gusar.

Tongkat kayu penopangnya berjalan dilembar sembarangan, menimbulkan suara gaduh di ujung telepon. "Bajingan! Cucuku tidak pernah menyetujuinya!"

Sungguh emosi seorang Kansya sedang melambung tinggi saat ini, dadanya turun naik dan terasa nyeri.

"Ibu, kita akan membahas masalah ini nanti malam. Aku akan ke Viola untuk bertemu denganmu."

"Setelah ... membuat keputusan kau baru ... akan datang padaku. Kau anggap ... aku apa?" terbata-bata disertai irama napas tersengal, sudah jelas saat ini Kansya sedang tidak baik-baik saja.

Peter mulai panik, ia mencoba menenangkan Kansya.

"Ibu ...."

Tak ada jawab dari ujung telepon.

"Ibu!"

"Ibu apa kau baik-baik saja?!" teriak Peter.

Sejurus kemudian terdengar teriakan dari ujung telepon. "Nyonya! Tolong! Nyonya pingsan!"

Suasan mulai riuh, terdengar beberapa orang berdatangan dan mencoba menyadarkan Kansya.

"Ibu!" Sambungan telepon masih terhubung, Peter berteriak memanggil Kansya.

"Tuan, ini saya --- Roy."

"Ah, Roy. Bagaimana Nyonya?"

"Remo sedang memanggil dokter. Nyonya pingsan di kamarnya."

"Aku akan segera ke Lumina bersama Syaheera. Katakan hal ini padanya, tenangkan dirinya jika telah sadar."

"Baik, Tuan." Panggilan berakhir.

Peter terhenyak di sofa, ia tak menyangka masalah ini membuat Kansya sangat sedih. Niat untuk menikahkan Syaheera di usia muda muncul setelah Peter berbincang tentang masa depan anak-anaknya bersama Celia.

Awalnya Peter akan mendidik Syaheera untuk menjadi pewaris perusahaan keluarga Jason, namun, Celia memiliki pemikiran yang berbeda. Bagi Celia, meski Syaheera anak pertama, ia masih terbilang muda dan ia juga seorang wanita. Akan lebih baik jika menunjuk Luke sebagai pemimpin, yang menggantikan posisi Peter kelak dalam keluarga.

Pada masa ini kepemimpinan seorang wanita masih terbilang jarang, namun, bukan berarti tidak diperbolehkan.

"Akan lebih elegan jika Syaheera menjadi pendamping seorang pemimpin." Itu yang Celia katakan pada malam mereka membicarakan rencana masa depan anak-anak mereka kelak.

Atas perenungan itulah rencana perjodohan Syaheera muncul, Peter berniat mencarikan jodoh untuk putrinya dari kalangan penerus keluarga kaya raya.

Raffan Alistair adalah sahabat terbaik Peter, dia membicarakan rencananya dan Celia padanya dan, Raffan menawarkan putranya. Gayung bersambut baik, sejak saat itu seorang Kivandra Alistair adalah kandidat terbaik di mata Peter, juga Celia.

Bagi Peter, Kiv sudah mapan, tangguh dalam menghadapi agresi bisnis baik yang murni atau tidak murni. Dia juga seorang pemuda yang bertanggung jawab, terbukti dengan kemajuan eksistensi Alistair Property dalam dunia bisnis sejak berada di bawah kekuasaannya. Kekurangan pada anggota tubuh tak menjadi hambatan bagi Kiv utuk menjadi orang sukses.

Sedangkan bagi Celia, Kiv yang terkenal posesif, dingin, ambisius, akan menjadi pengekangan bagi Syaheera untuk berkembang. Dia yakin setelah menikah dengan Kiv, kemungkinan Syaheera terjun di dunia bisnis sangat kecil. Apalagi jika Kiv menyukai Syaheera, pria itu pasti hanya akan mengurung wanitanya di rumah, agar hanya dirinya yang bisa melihat juga menguasai seorang Syaheera.

"Ada apa? Kenapa harus tiba-tiba ke Viola?" Celia terkejut, ia sedang berada di Zeter Property ketika mendapat kabar dari Peter, bahwa dia dan Syaheera akan ke Viola sekarang juga.

"Kabar perjodohan Syaheera membuat Ibu kehilangan kesadaran. Aku dan Syaheera harus ke sana dan meyakinkannya secara langsung."

Jawaban Peter mengusir kecemasan di wajah Celia. Namun, di dalam hati ia mengharapkan suasana yang lebih kritis ketika kabar itu sampai pada Kansya.

"Bolehkan aku ikut bersama kalian?"

Peter sangat tahu betapa Kansya membenci Celia. Keadaan akan semakin buruk jika ia membawa istri keduanya ini.

"Sayang ...."

"Aku hanya ingin melihat Ibu secara langsung. Meskipun dia tak menyukaiku, aku tetap mengkhawatirkan dirinya." Suara rendah Celia mengusir keraguan Peter.

Maka, CEO dari Red Space yang bergerak di bidang Teknologi Digital ini akhirnya akan membawa Celia turut serta ke Viola.

"Kau mau ke mana? Katanya kita akan makan siang bersama."

"Aku harus ke Viola, Frank. Kau urusi perusahaan dengan baik, ya," ujar Celia.

"Baiklah, Adikku yang pintar," sahut Frank disertai senyuman mengejek.

Sejak Zeter Property jatuh ke tangan Celia, ia menunjuk Frank sebagai CEO boneka. Meski atas persetujuan Peter dalam pengangkatan Frank sebagai CEO, tentu kerja samanya dengan Frank tak diketahui oleh Peter. Sebelum pergi dia memandangi bangunan besar itu sembari bergumam. "Aku tidak akan memberikan kesempatan pada Syaheera untuk terjun ke dunia bisnis. Perusahaan ini akan selalu menjadi milikku!"

...To be continued ......

1
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
ZasNov
Gimana keadaan Oza.. Duh semua kena.. 😭
ZasNov
Ah sediiihh.. Kasian Luke.. 😭😭😭
ZasNov
Tuh kan bener, Luke jadi tumbal.. 😭
Mana Xavier sama Syaheera juga belum tentu berhasil kabur..
ZasNov
Wah kepo nih..
ZasNov
Wah Jack udah beneran insyaf nih? tapi baku hantam masih ga bang? 😆
ZasNov
Hmm, ternyata target Kiv itu Zeter property, karena tujuan utamanya Syaheera..
ZasNov
Kiv berusaha menyelesaikan masalah setenang dan sesantai mungkin, tp kayaknya hatinya ga baik2 aja..
ZasNov
Coba nanti Xavier bilang didepan Kiv.. 😂🤣
ZasNov
Iya bener.. 🥺 Aku jd inget Luke. Dia pasti dapet hukuman..
ZasNov
Aduh Syaheera, kalian lg melarikan diri bukan piknik.. 😂🤣
ZasNov
Apa Xavier dan Syaheera berhasil kabur ya? Kiv kayaknya ga bakalan tinggal diam..
ZasNov
Xavier sama Syaheera udah mulai nekad nih.. Apa bisa Xavier bawa Syaheera pergi ya? Kalau iya, Luke bisa2 kena hukuman berat.. 😖
ZasNov
Aduh Luke, cari perkara aja nih. Aku khawatir Luke yang kena.. Meskipun Syaheera bisa bersama Xavier..
ZasNov
Mukbang kersen ternyata hanya mengalihkan kesedihan Syaheera sebentar saja.. 🥺 dia bneran kangen Vier..
ZasNov
Waduh Luke, berani banget.. Kalau sampe kedengeran Peter, Celia atau Rhea bisa kena hukuman itu.. 😖
ZasNov
Semua orang yang terlibat kena imbasnya.. 😖
ZasNov
Luke dan Syaheera memiliki keinginan yg sama, karena itulah mereka bisa saling mengerti.. 🥺
ZasNov
Astaga Kiv.. benar2 alasan yang sangat masuk akal untuk mempercepat pernikahan.. 😑
ZasNov
Sedih.. maunya mencintai dan memiliki.. 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!