Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.
*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"
*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"
*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"
*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"
*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?
*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?
*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 09: Kedai Teh Lotus Senyap!
***
Hari-hari berikutnya di Ibukota Kekaisaran berjalan seperti biasa bagi orang luar.
Namun, bagi Anlian dan pasukan 'Ashura Neraka', setiap detik dipenuhi kesibukan tanpa jeda.
(Pasukan Psikopat aku ganti jadi pasukan 'Ashura Neraka', biar lebih garang oke? hehehe)
-
Di kediaman baru Keluarga Duxi, suara alat terus berdentang.
Para pekerja keluar-masuk halaman depan, sementara pintu samping dijaga ketat oleh AN-08 dan AN-11.
Shen Luo berdiri dengan tangan bersidekap, menatap para pekerja itu dengan tatapan dingin.
"Kalian semua fokus di bangunan atas saja! Bangunan bagian bawah sudah ada yang mengurusnya!" ujar Shen Luo dengan nada tegas.
"Baik, Tuan S!" jawab kepala pekerja dengan menganggukkan kepalanya.
Begitu kepala pekerja itu pergi, AN-11 mendekat.
"Tuan S, ruang rahasia sudah hampir selesai! Dengan desain yang sesuai dengan keinginan Nona D," lapor AN-11.
"Bagus! Bagaimana dengan pemasangan jebakannya?" tanya Shen Luo.
"Sudah terpasang semua. Jika ada orang asing yang masuk tanpa giok identitas, maka dia akan langsung tewas!" jawab AN-11.
"Bagus! Pastikan tidak ada informasi yang keluar tentang ruang rahasia kita!" perintah Shen Luo dengan nada tegas.
"Dimengerti, Tuan S!"
♨
Sementara itu di ruang rahasia yang baru dibuat, Anlian terlihat berdiri tegak di tengah-tengah ruangan itu.
Sedangkan Yaoyao berdiri dengan tegak disisi kanannya, sambil membawa gulungan desain yang dibuat oleh Anlian.
"Menurut gambar ini, ruangan ini bisa dibuat menjadi tiga bagian. Gudang senjata dan ramuan, ruang interogasi, dan ruang pertemuan." ujar Yaoyao.
Anlian memperhatikan dengan seksama luas ruangan tersebut, lalu dia berkata:
"Buat menjadi lima ruangan. Dua tambahannya adalah ruang eksekusi dengan alat penyiksaan lengkap, dan ruang untuk bersih-bersih setelah melakukan eksekusi. Untuk masing-masing ruang tersebut, luasnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing," perintah Anlian kepada Yaoyao.
Yaoyao terdiam sejenak selama beberapa detik, lalu dia menganggukkan kepalanya.
"Baik, Nona!"
Anlian menepuk dinding batu disana, lalu dia berpikir sejenak.
"Aku akan mempersiapkan dinding baja anti suara di ruangan ini, di ruang ajaib ada banyak lempeng baja tebal kedap suara. Nanti kalian robohkan dinding ini, dan ganti dengan lempengan baja itu. Alat penyambung dan pemakaiannya akan aku berikan nanti." ujar Anlian.
"T2 juga sudah membuat alarm anti penyusup dan jebakan mematikan untuk ruangan ini, Nona. Dia sudah memperhitungkan semuanya," sahut Yaoyao.
"Bagus! Lanjutkan bekerja, agar bisa selesai bersama dengan bangunan yang diatas!"
"Baik, Nona!"
♨
Sore harinya, Anlian duduk bersama dengan Shen Luo di kamar penginapan, untuk memeriksa laporan yang dibawa oleh Shen Luo.
"Kamu membeli sebuah kedai teh?" tanya Anlian sambil melirik Shen Luo.
"Benar, Nona ..." jawab Shen Luo.
"Kedai itu hanya sebuah kedai teh kecil di sudut pasar bagian timur. Si pemilik membutuhkan uang cepat, untuk pergi dengan istrinya ke wilayah barat."
"Harganya termasuk murah, situasinya ramai, dan sangat cocok untuk mengumpulkan berbagai macam informasi. Ini juga berguna untuk kamuflase pemasukan Keluarga Duxi kita ..." lanjut Shen Luo menjelaskan rencana kedepannya.
Anlian berpikir sebentar, lalu dia menganggukkan kepalanya.
"Bagus! Lalu, siapa yang bertanggung jawab untuk mengelola kedai itu?" tanya Anlian dengan wajah puas.
"Aku mengarahkan yang pandai bersosialisasi tanpa menimbulkan kecurigaan, dia AN-02 dan AN-06. Nama samaran mereka 'Upin dan Ipin' ..." jawab Shen Luo.
Anlian terkekeh saat mendengar nama samaran itu, dia sudah tebak, jika Author akan memberikan nama itu untuk anak buahnya.
Author: "Hehehehehe ..."
"Kedai teh itu memang sebuah usaha yang paling tepat dibandingkan restoran, karena selain bisa bersantai,minum teh adalah sebuah senjata ampuh agar mulut mereka banyak bicara." ujar Anlian.
"Karena ada pepatah yang mengatakan jika 'Orang akan banyak bicara saat mulut mereka hangat' ..."
♨
Keesokan harinya, banyak orang yang datang ke dalam kedai teh 'Lotus Senyap', dimana Anlian sudah memberikan sebuah cairan khusus untuk dituang ke dalam teko teh, agar rasa teh tersebut menjadi unik.
Upin (AN-02) menuangkan teh ke dalam cangkir seorang pelanggan tetap disana sambil tersenyum ramah.
"Silahkan dinikmati, Tuan. Ini adalah teh herbal dengan rasa unik, yang akan menyehatkan tubuh Tuan ..." ujar Upin sambil tersenyum.
Pria paruh baya itu menyesap tehnya secara perlahan.
"Wah, enak sekali! Rasanya unik dan langsung membuat tubuh rileks! Kamu pemilik baru kedai ini?" tanya pria itu kepada Upin.
"Benar, Tuan. Kami baru saja pindah dari wilayah Utara .. " jawab Upin dengan nada santai.
"Oh, begitu rupanya ... Apa kalian tahu? Daerah Timur ini sudah langka pendatang baru. Kalian ini terlalu berani sekali ..." ujar pria paruh baya itu.
Ipin (AN-06) terkekeh pelan, saat mendengar ucapan pria itu.
"Hehehehe ... Jika kami tidak memberanikan diri, maka kami akan susah hidup, Tuan ..." ujar Ipin dengan nada ringan.
Pria paruh baya itu tertawa ringan, saat mendengar ucapan lugas Ipin.
"Kalian berdua harus hati-hati sekarang. Ini adalah daerah yang dekat dengan wilayah kekuasaan Keluarga Hua ..." ujar pria paruh baya itu memperingatkan.
Upin dan Ipin memperlihatkan wajah pura-pura terkejut.
"Keluarga Hua? Keluarga Bangsawan yang terkenal itu? Yang putrinya ada menikah dengan Keluarga Kekaisaran-Pangeran Rui?" tanya Upin dengan nada antusias.
"Benar! Sejak putrinya ada yang menikah dengan Keluarga Kekaisaran, sikap mereka semakin sombong dan semena-mena. Mereka merasa jika nyawa mereka semua sudah dilindungi oleh Yang Mulia Kaisar Agung," jawab pria itu dengan nada rendah.
"Mereka sangat kejam sekali! Sudah banyak orang yang hilang karena mencari gara-gara dengan mereka, dan laporan mereka pun tenggelam, jika berurusan dengan Keluarga Hua ..." lanjut pria itu dengan suara rendah.
Upin dan Ipin saling pandang sebentar, lalu mereka melanjutkan obrolannya.
"Oh? Menghilang gimana? Diculik atau dibunuh?" tanya Upin, kepo.
"Sepertinya begitu ... Mereka diculik, namun kita tidak tahu ... apakah mereka telah dibunuh juga oleh mereka. Benar-benar meresahkan sekali ..."
Diam-diam, Upin dan Ipin mencatat hal tersebut dalam otaknya, sebagai bahan laporan utama ke Nona Duxin mereka.
♨
Malam harinya, AN-02 dan AN-06 pun langsung melaporkan penemuan awalnya kepada Anlian.
"Siapa yang menjadi Kepala Keluarga Hua sekarang?" tanya Anlian.
Anlian sebenarnya yakin, jika yang menjadi kepala keluarga Hua saat ini adalah Ayah si pemilik raga ini.
Namun, dia tetap bertanya kepada bawahannya, karena tidak ada yang tahu identitas aslinya.
"Nama kepala keluarga 'Hua Zheng', istri pertama sudah meninggal, lalu dia menikahi 'Selir' menjadi Istri Utama. Mempunyai empat anak, dua anak laki-laki bernama 'Hua Jing dan Hua Xian' dan dua anak perempuan bernama 'Hua Zhen dan Hua Lingyi'. Anak perempuan sulung yang bernama Hua Zhen, menikah dengan kediaman Pangeran Rui sebagai Istri Sah karena kekuatan yang dimiliki Keluarga Hua, yaitu kekuatan harta. Namun, sang putri sulung sampai sekarang tidak pernah terlihat mengunjungi keluarga Hua, dan mereka juga tidak pernah menanyakan kabarnya," jawab AN-02 menjelaskan.
"Hua Zheng mempunyai dua adik, yang bernama Hua Fang dan Hua Xiang. Mereka masing-masing hanya mempunyai satu keturunan laki-laki yang bernama 'Hua Zhing dan Hua Duanyi'. Merekalah yang sering bertingkah semena-mena terhadap para penduduk di wilayah ini. Sudah banyak yang hilang karena bersinggungan dengan mereka, dan penyelidikan langsung ditutup oleh Pejabat sekitar, karena mereka tidak ingin menyinggung Keluarga tersebut,' ujar AN-06 menjelaskan bergantian.
Anlian mendengarkan dengan seksama laporan tersebut, dia tahu para sepupunya itu selalu menggunakan nama keluarga Hua untuk berbuat seenaknya di luar sana.
Menurut ingatan yang dia dapat, adiknya Hua Lingyi adalah anak dari Selir Ang 'Ang Yasin', yang lahir dua minggu setelah kelahiran Hua Zhen.
Itu artinya, Ayahnya adalah badjingan murahan yang sudah menghamili Selirnya itu, sebelum dia membawanya ke dalam kediaman Keluarga Hua.
"Hmm, menarik ..." gumam Anlian sambil memainkan pi-sau lipatnya.
"Apa saja yang mereka kuasai?" tanya Anlian.
"Mereka ahli dalam berdagang, dan mereka menguasai dalam perdagangan beras, gandum, kain, dan budak ..." jawab AN-06.
"Mereka juga mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Selir Pangeran Rui, yaitu Selir Bai," sambung AN-02.
Anlian menyipitkan matanya, alisnya mengerut seperti sedang menyambungkan kejadian yang menimpa raga ini.
"Selir Bai ... Kamu pantas mati ditanganku!"
Upin dan Ipin mengkerut, saat melihat aura kekejaman yang keluar dari dalam tubuh Nona mereka.
"Mengerikan sekali!"
♨
Keesokan harinya, Anlian berkeliling santai dengan Yaoyao ke pasar timur, sekalian melihat situasi.
"Bagaimana dengan persiapan kediaman kita, Yaoyao?" tanya Anlian.
"Sudah 90%, Nona. Ruang Rahasia sudah selesai, dengan desain yang Nona inginkan," jawab Yaoyao.
"Bagus! Apakah kita memerlukan tambahan budak untuk melayani kita?" tanya Anlian.
Yaoyao terdiam sejenak, lalu dia menjawab ...
"Sepertinya perlu, Nona. Untuk masak dan bersih-bersih rumah utama, tidak perlu banyak 10 orang saja, 8 untuk kediaman dan 2 untuk kusir kereta kuda kita."
"Baik, kita akan pergi besok."
Saat mereka ingin masuk.ke dalam sebuah toko pakaian, seseorang tiba-tiba menabrak Anlian dengan sangat kencang.
Brugh!
"Arrrghh! Badjingan mana yang berani menabrak Nona ini?!" teriak seorang gadis dengan suara tinggi.
Anlian mendongakkan kepalanya, lalu dia menyeringai tipis.
Lalu dia berkata dalam hatinya ...
"Hua Lingyi si anak haram ... Akhirnya takdir mempertemukan kita ... hehehehe!"
♨♨♨
Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻
Terima kasih ...💖💖💖