Sinopsis
Seorang anak laki-laki kini menatap kosong karena sistem meninggalkannya setelah memberikan hadiah pemula: Fisik Saiyan, dan pelatihan Qi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuroawa Ren (9)
Kurosawa Ren (9)
Meragukan hidup dan kejeniusannya sendiri, Neji menatap kosong pada Ren yang masih berdiri tenang di depannya.
{Aku menang...}
Neji menatap tajam, jelas sangat marah dengan sikap kalem Ren.
{Neji...} gumam Guy pelan.
Dengan kejadian ini, Guy yakin Neji mendapatkan pelajaran dari kesombongannya sendiri.
Ren berpikir bagaimana harus bersikap pada situasi seperti ini, lalu memutuskan berperan seperti protagonis Dragon Ball.
{Neji... kau sangat kuat, aku hampir tidak bisa menang melawanmu...} ucap Ren dengan ekspresi serius dan tatapan tegas.
Neji menatap jijik mendengar kata-kata itu.
{Sialan, kau meremehkanku...}
{Tidak benar. Kau kuat, hanya saja aku sedikit lebih unggul darimu.}
Wajah Neji langsung muram, jelas perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh.
{Aku tidak bodoh! Kau bisa menipu orang lain, tapi tidak aku!}
Ren memalingkan wajah dan melihat Guy yang tersenyum.
{Bagus, Ren! Sikap anak muda memang harus seperti itu!} Guy memberi acungan jempol sambil tersenyum, gigi putihnya berkilau.
Ren ikut membalas dengan acungan jempol.
Guy menengadah dengan penuh haru hingga menitikkan air mata.
{Ikatan masa muda!}
Sudut mata Ren berkedut dan menyesal ikut memberi jempol.
Dimulai dengan lari keliling lapangan yang sangat berlebihan, Tenten kelelahan lalu duduk di dekat pohon, menyerah melanjutkan latihan fisik ekstrim itu.
Neji tidak jauh berbeda, tidak sanggup melanjutkan.
Lee masih gigih, menggertakkan gigi sambil berlari.
{Hah… hah… kau baik-baik saja?} tanya Lee sambil lari di samping Ren.
{Sama sepertimu, aku juga kehabisan napas…}
Lee tidak tersinggung, justru merasa Ren sangat rendah hati. Lee ingin menjadi sekuat Ren suatu hari nanti.
Tanpa memakai chakra, anak seusia mereka sangat sulit berlari 1000 putaran. Ren mengatur napas, lalu menatap Guy dengan serius.
{Ada apa, Ren? Kau masih bersemangat, ya? Semangat masa mudamu luar biasa! Aku ingin memberitahukan pada Kakashi kalau aku punya murid seperti dirimu!}
{Eh, Guy-sensei, apa aku boleh ikut saat Sensei bertemu Kakashi-senpai?}
{Tentu saja boleh!} Guy kembali bersemangat.
{Untuk hari ini latihan selesai! Besok akan ada latihan yang lebih banyak demi masa muda! Aku pergi mencari Kakashi dulu!}
Guy langsung berlari menghilang entah ke mana.
Tenten terpaku melihat gurunya begitu antusias mencari seseorang.
{Hei, kau tidak lelah?} Tenten menghampiri Ren.
{Ya lelah, tapi masih bisa jalan.} Ren mengambil tas ransel lalu mengeluarkan botol air minum.
{Dia kuat sekali… nanti aku harus bisa melampauinya!} seru Lee yang duduk tak jauh dari Neji.
Neji hanya diam, melihat Ren yang masih terlihat baik-baik saja.
Neji kesal.
Ren terkesan merendahkan diri dengan cara yang menurut Neji, seolah mengejek.
Mereka pulang bersama, dan berpisah saat rute rumah masing-masing berbeda.
Hanya Neji dan Ren yang berjalan searah.
{Kau kenal Hyuuga Ayane?} tanya Ren tiba-tiba.
{Ya.} jawab Neji singkat.
{Dia gadis yang kuat. Sayang kami tidak bisa latihan bersama.} Ren mencoba membuka percakapan agar suasana tak tegang.
{Kau meremehkan kami. Dia biasa saja.} Neji mempercepat langkah.
{Hei, aku tidak meremehkan, hanya saja aku sedikit lebih unggul~!} Ren berseru, tetapi Neji tetap berjalan tanpa menoleh.
Ren sebenarnya tulus.
Ren bisa kuat karena bantuan sistem dan tanpa itu, ia hanyalah semut kecil di dunia ninja ini.
{Fiuh… sekuat apa pun aku nanti, lebih baik berpikir seperti Goku. Mau lemah atau kuat, tidak boleh sombong. Karena pengalaman selalu meningkat lewat pertarungan dengan lawan yang ahli…}