"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9.
Flo masih berada di atas Ares, Ares sendiri masih diam menatap matas Flo yang juga menatap kearahnya.
Keduanya langsung tersadar saat suara anak kecil menggoda mereka.
“Ciee, ciee, om tante ngapain..” tiba-tiba anak kecil muncul di dekat mereka.
Sontak Ares mendorong Flo, sehingga membuat Flo langsung terjatuh ke samping. Mereka berdua terlihat panik. Bahkan pipi Flo memerah malu, Ares sendiri terlihat kaku seperti tantara di foto.
“Fahri kesini nak, ngapain disitu” seorang ibu muda mendekat dan menarik anaknya pergi.”Iih orang nggak tahu malu, mesra-mesraan senonoh di depan umum” cibir ibu mud aitu sambil berjalan pergi menarik anaknya.
Flo yang mendengar itu terlihat nyolot,
“woi siapa juga yang mesra-mesraan senonoh lo nggak punya mata ya” seru Flo kesal dengan ucapan orang tadi. Lalu ia menatap Ares yang masih kikuk sendiri, bahkan pria itu seperti malu menatapnya.
“Gara-gara lo kan, dia ngatain kita” Flo menunjuk Ares.
“Kenapa gara-gara saya, kamu sendiri yang jatuh saya hanya menolong. Jangan-jangan kamu yang sengaja jatuh biar saya tolong dan jatuh di tubuh saya” Ares ta terima di tuduh, dia membalikkan omongan.
“Enak aja, siapa juga yang sengaja Itu Gravitasi ngerti, Gravitasi gak seimbang makanya gue jatuh. Kepedean benar lo” kesal Flo, dia lalu Kembali duduk di pasir.
“kenapa malah duduk lagi, ayo pulang sudah mau sore. Nanti kita kemalaman” ucap Ares,
Flo melihat kearah Ares yang masih berdiri sambil mentapanya datar,
“What pulang, jam segini pulang. Gue pengen pulang nanti, gue pengen lihat sunset, otak gue butuh gue cas. Kalau lo pulang, pulang aja sendiri” tukas Flo dia lalu Kembali melihat kearah lautan luas di depannya.
“Kamu yakin nyuruh saya pulang, yasudah saya pulang dulu. Awas tidak ada kendaraan” Ares lalu berjalan menuju mobil mereka.
Flo langsung melihat Ares yang berjalan pergi,
“Lo mau bawa mobil gue, enak aja lo. Lo mau pergi dengan mobil gue terus gue di tinggal di sini gitu”Flo langsung berdiri mengejar Ares yang akan masuk kedalam mobil.
Ares yang masih belum masuk tapi sudah membuka pintu mobil menatap kearah Flo yang mendekat padanya.
“Bukannya kamu sendiri yang tidak mau pulang,” jawabnya.
“Lo kenapa sih jadi orang bisa nggak sih, nggak ngeselin dikit. Dan kenapa sih lo mau Nerima tawarin orang gila itu buat jadi ajudan gue” ucap Flo menatap Ares sambil berkacak pinggang. “Harusnya lo enak-enak aja jadi tentara, ngapain juga lo harus jadi ajudan. Kurang uang lo,” lanjut Flo.
“Mau masuk atau mau masih disini? Kalau mau disini ya sudah saya tinggal” bukannya menjawab ucapan Flo, Ares malah memberikan pada Perempuan itu.
Flo menghentakkan kakinya karena kesal, dia lalu berjalan kesisi mobil dan masuk kedalam mobil lebih dulu. Ares hanya diam menatapnya lalu ikut masuk kedalam.
Setelah Ares masuk ia hanya melihat sekilas pada Flo yang kesal,
“menurut begitu kan enak,” ucap Ares pelan, dia lalu menyalakan mesin mobilnya pergi meninggalkan Pantai tersebut.
…………………
Malam mereka baru sampai rumah karena harus mampir makan karena Flo terus saja rewel seperti anak kecil dan ingin makan dulu baru pulang di tambah mereka terjebak macek alhasil baru malam hari mereka sampai rumah.
Saat ini Ares Tengah menjemur baju yang habis ia cuci, hingga bunyi ponselnya di atas meja dekat tempat jemuran para ajudan mengalihkan dirinya. Ares perlahan mendekat mengambil benda pipih tersebut.
Dia melihat nama di layar ponselnya yang menyala saat ini.
“Mama,.” Ares tak segera mengangkat panggilan itu, dia hanya diam melihat saja nama sang mama yang tertera di ponselnya tersebut.
Sampai bunyi panggilan itu mati Ares tak mengangkatnya sama sekali, dia lalu menaruh pelan ponselnya di tempatnya Kembali.
“Maaf ma, bukannya aku tidak mau bicara denganmu. Tapi aku butuh waktu sendiri” gumam Ares lalu melanjutkan pekerjaannya lagi.
“Bang Ares,.’ Panggil Topan dari pintu masuk kamar ajudan yang tak jauh dari jemuran. Ares langsung melihat kearah sumber suara.
“Iya kenapa?” tanya Ares dengan wajah datarnya.
Topan melihat sekitar memastikan kalau tidak ada orang lain selain mereka. Dia perlahan mendekat ke Ares.
Saat sudah sampai di depan Ares dia sedikit ragu untuk bicara
“Kenapa?” tanya Ares heran melihat tingkah Topan.
“bang,saya nggak sengaja dengar Rahasia di rumah ini” lirih Topan mendekatkan dirinya ke Ares.
“Rahasia? Maksudnya?”
“Tadi saya nggak sengaja dengar Vincent debat dengan Pak Victor di telpon, dan apa coba yang saya dengar bang?”
“Jangan berbelit-belit,, kalau tidak penting tidak usah bicara.” Ares merasa tidak perduli dan dia akan melanjutkan menjemur bajunya.
“Flo ternyata bukan anak dari bu Brenda bang, dia..dia anak dari istri pertama Pak Victor” ucap Topan, yang merasa terkejut dengan apa yang ia dengar itu.
“dan apa tahu, semua asset warisan dari ayah pak Victor itu jatuh ke tangan Flo semua tapi pak Victor menyembunyikan itu semua. Dan dia menjadikan Flo anak dari bu Brenda. Padahal Flo anak dari istri pertama ndan. Padahalkan berita yang beredar pak Victor dengan istri pertama tidak memiliki anak. Tapi ternyata mereka punya yaitu mbak Flo, itu semua di sembunyikan pak Victor dari media. Bukannya dia dulu bilang menikah dengan istri pertama tapi karena di jodohkan dan baru beberapa bulan bercerai setelah itu dia menikah dengan Bu Brenda. Gila nggak sih bang hidup keluarga kaya kenapa penuh rahasia ya..kok saya juga jadi bingung ya. Berarti pas cerai itu istri pertama pak Victor hamil mbak Flo gitu ya bang?” Topan bicara cukup banyak, Ares yang mendengar itu tadi sedikit memberikan reaksi kagetnya. Tapi dia menyembunyikan rasa terkejutnya itu, dia hanya terlihat datar saja.
“Sudah tidak usah ikut campur masalah orang lain itu bukan urusan kita, sudah sana tidur atau kemana saya mau menyelesaikan ini setelah itu tidur” ucap Ares, dia pura-pura tak perduli tapi sebenarnya ia Tengah memikirkan sesuatu.
“Bang tapi ada yang lebih mengkagetkan lagi, ternyata si kembar tidak tahu kalau mereka dengan mbak Flo bukan lahir dari rahim yang sama”
“Topan, kau dengar saya apa tidak. Kembali ketempatmu saya ingin menyelesaikan pekerjaan saya. Pergi sekarang atau saya berlakukan atasan bawahan sehingga saya bisa menghukum kamu push up atau keliling halaman. Saya tidak perduli kamu Polisi atau apa” ucap Ares dengan tegas, dia menatap wajah Topan yang melunak.
“i…iya bang, saya pergi tidur dulu” akhirnya Topan bergegas pergi, karena wajah Ares tak main-main.
Setelah Topan pergi Ares berdiri diam di tempatnya, lalu ia mendongak menatap balon atas Dimana kamar Flo berada.
“hidupnya seberantakan itu kah?” lirih Ares
***
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔