NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Berbohong

Ketika Cinta Berbohong

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita perkasa / Konflik etika / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:278
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Keluarga Arini dan Rizky tampak sempurna di mata orang lain – rumah yang nyaman, anak yang cerdas, dan karir yang sukses. Namun di balik itu semua, tekanan kerja dan harapan keluarga membuat Rizky terjerumus dalam hubungan selingkuh dengan Lina, seorang arsitek muda di perusahaannya. Ketika kebenaran terungkap, dunia Arini runtuh berkeping-keping. Novel ini mengikuti perjalanan panjang mereka melalui rasa sakit, penyesalan, dan usaha bersama untuk memulihkan kepercayaan yang hancur, serta menemukan makna cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERCAKAPAN PERTAMA YANG MENIMBULKAN KERAGUAN

Setelah suara tangis Tara reda di dalam kamar, rumah terasa sunyi dan penuh dengan ketegangan yang menyakitkan.

Arini duduk di sofa dengan wajah datar, sementara Rizky berdiri di tengah ruangan seperti anak yang sedang menerima teguran.

"Kapan semuanya mulai?" tanya Arini dengan suara yang tenang namun penuh dengan rasa sakit.

"Sekitar tiga minggu yang lalu," jawab Rizky dengan suara pelan.

"Saya tidak bisa menjelaskan mengapa ini terjadi. Saya hanya merasa sangat tertekan dengan pekerjaan dan tekanan keluarga."

"Jadi itu alasanmu? Karena kamu tertekan, kamu bisa saja menyakiti aku dan Tara?" Arini melihatnya dengan mata yang penuh dengan kekecewaan.

"Kamu tahu kan aku selalu ada untukmu. Kenapa kamu tidak bilang padaku daripada mencari pelarian pada orang lain?"

"Saya takut kamu akan khawatir dan merasa terbebani," ujar Rizky dengan wajah penuh penyesalan.

"Saya berpikir bisa menyelesaikan semuanya sendiri tanpa kamu tahu."

"Kamu salah besar, Rizky." Arini berdiri dan menghadapinya.

"Kebohongan itu jauh lebih menyakitkan daripada masalah apa pun. Aku selalu menganggap kamu sebagai teman dan pasangan yang bisa dipercaya, tapi sekarang... aku tidak tahu lagi siapa kamu."

Mereka terdiam sebentar. Suara hujan mulai turun di luar, menambah suasana suram di dalam rumah.

"Lina tahu kamu sudah menikah kan?" tanya Arini lagi.

"Ya, dia tahu." Rizky mengangguk dengan berat.

"Dia juga merasa sangat bersalah dan tidak pernah bermaksud untuk merusak keluarga kita."

"Apakah kamu mencintainya?"

Pertanyaan itu membuat Rizky terkejut. Dia tidak bisa langsung menjawab, membuat Arini semakin paham jawabannya.

"Jadi kamu tidak tahu apa yang kamu rasakan," ujar Arini dengan suara yang semakin dingin.

"Kamu tidak hanya menyakiti aku, tapi juga dia. Kamu tidak tahu apa yang kamu inginkan."

"Saya mencintaimu, Arini. Ini pasti." Rizky mendekat dan ingin memegang tangannya, tapi Arini menjauh.

"Aku mencintaimu dan Tara lebih dari segalanya. Saya tidak bisa membayangkan hidup tanpa kalian berdua."

"Kamu harus berpikir tentang itu sebelum melakukan hal yang salah." Arini mengambil tas kecilnya dan mulai mengambil beberapa baju dari lemari.

"Aku tidak bisa tinggal di sini denganmu untuk sementara waktu. Aku akan tinggal di rumah ibu aku bersama Tara."

"Jangan pergi, sayang. Kita bisa bicara dan mencari jalan keluar bersama." Rizky menangis sambil mencoba menghalangi jalannya.

"Saya akan melakukan apa saja untuk memperbaiki kesalahan saya."

"Aku butuh waktu untuk berpikir dan tenang, Rizky." Arini melihat ke arah kamar Tara yang masih terkunci.

"Aku tidak bisa melihatmu sekarang tanpa merasa sakit hati. Biarkan aku pergi dulu."

Dia pergi ke kamar dan membuka pintunya dengan hati-hati. Tara sudah tertidur dengan wajahnya masih merah karena menangis.

Arini dengan hati-hati membungkus anaknya dengan selimut dan membawanya ke mobil.

Rizky hanya bisa berdiri di depan pintu rumah dengan melihat istri dan anaknya pergi menjauh darinya.

Di dalam mobil, Arini menangis dengan diam-diam sambil mengemudi menuju rumah ibunya.

Tara terbangun sebentar dan melihatnya dengan mata yang masih mengantuk.

"Mama, kita pergi kemana?"

"Kita akan tinggal di rumah nenek untuk beberapa hari ya nak," ujar Arini dengan suara yang berusaha tetap tenang.

"Kita butuh istirahat sebentar dari rumah."

Tara mengangguk dan segera tertidur kembali di pangkuannya. Arini merasa hatinya hancur berkeping-keping – keluarga yang dia bangun dengan penuh cinta kini hancur karena kebohongan dan kesalahan yang tidak bisa diterima.

Di rumahnya sendiri, Lina menerima panggilan dari Rizky yang sedang menangis. Dia bisa merasakan kesedihan dan rasa bersalah dari suaranya.

"Semua sudah terbongkar, Lina," ujar Rizky dengan suara bergetar.

"Arini dan Tara sudah pergi. Aku telah merusak segalanya."

"Saya sangat menyesal, Pak Rizky." Lina juga menangis di ujung telepon.

"Saya tidak pernah bermaksud untuk menyebabkan kerusakan seperti ini. Saya akan pergi dari perusahaan dan kota ini jika itu yang kamu inginkan. Saya tidak ingin menjadi beban bagi kamu dan keluarga kamu."

"Tidak perlu, Lina. Ini bukan kesalahanmu saja." Rizky menghela napas dengan berat.

"Kita harus masing-masing menghadapi konsekuensi dari apa yang telah kita lakukan."

Setelah memutuskan panggilan, Lina duduk di lantai kamar dengan menangis dalam diam.

Dia tahu bahwa dia harus pergi dan memberikan kesempatan bagi Rizky untuk memperbaiki keluarga yang telah dia rusak.

Namun hati nya merasa sangat sakit karena harus meninggalkan orang yang dia cintai.

Sementara itu, Arini tiba di rumah ibunya dengan membawa Tara yang masih tertidur.

Ibunya, Bu Siti, langsung membuka pintu dengan wajah yang penuh khawatir setelah melihat kondisi anak perempuannya.

"Apa yang terjadi, Arini?" tanya Bu Siti dengan lembut.

Arini tidak bisa berkata apa-apa, hanya menangis dan memeluk ibunya dengan erat. Semua rasa sakit dan kelelahan yang dia tahan selama ini akhirnya keluar dalam bentuk air mata yang deras.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!